Kamis, 30 Januari 2020

" SOSIAL ENGINEERING " DUNIA NYATA

“ SOCIAL ENGINEERING “ DUNIA NYATA “
Ada apa dengan CHAT

Rumah tangga adalah salah satu pintu untuk menggapai kebahagian, puncaknya adalah bahagia dunia dan Akhirat. Sehidup semati salah satu komitmen yang memang tidak bisa diputuskan oleh siapapun kecuali yang menjalaninya. Terkadang banyak pasangan suami dan Istri yang pada akhirnya mengingkari komitmen awal untuk mendapatkan kebahagian dunia Akhirat tadi, merasa jenuh karena hubungannya yang hanya itu-itu saja sepanjang yang mereka alami. Kejenuhan inilah berdampak pada kelangsungan hidup yang mereka jalani jika tidak saling mengerti, memahami, menyadari dan saling mengisi kekurangan masing-masing. 
Tidak menutup kemungkinan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Digital dengan Media Sosial-nya -nya, Fb, IG, WhatsApp, Twiter dll dimanfaatkan sebagai pelarian agar tidak suntuk dan jenuh sebagai pelampiasannya. Ingat Kejahatan “ DUNIA MAYA “ jauh lebih berbahaya dari pada dunia Nyata.
“ SOCIAL ENGINEERING “ mampu meruntuhkan benteng keharmonisan Rumah Tangga yang terbina berpuluh-puluh tahun itu.

Mulanya saya Mawar (samaran) di “ Add “/tambahkan oleh seseorang laki-laki yang mengaku bernama Tommy (Samaran) melalui Akun Facebooknya dengan profil macho dan menggoda, saya mengkonfirmasi Add tersebut dan akhirnya kami berteman melalui media Sosial Fb tersebut. Kemudian si Tommy meng-Chat melalui Massenger, obrolan berjalan seperti biasa, dari hari ke hari chat yang kami lakukan tersebut sepertinya terjadi kecocokan hingga saling curhat masalah pribadi masing-masing. Keesokan harinya kami di Chat kembali dengan masalah pribadinya, saya sampaikan bahwa saya lagi bekerja tidak bisa melayani Chatnya. Sore hari saya pulang dari kerja saya tidak menjumpai Suami dirumah dan situasi kebetulan Hujan,  dalam situasi galau yang saya alami si Tommy meng-Chat lagi melalui Masengger, akhirnya kami saling curhat atas keluhan pribadi masing-masing hingga bertukar Nomor WhatsApp hingga kami Vidio Call, semakin malam obrolan semakin “ HOT “ hingga saya tidak sadarkan diri mengikutinya untuk melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, membuka BH, hingga saya telanjang bulat, saya tersadar setelah tengah malam, kejadian itu sudah terjadi dan akhirnya obrolan saya akhiri walaupun si Tommy tetap ingin ngobrol bersama kami.
Berselang dua hari saya dihubungi oleh Tommy dengan nomor baru melalui WhatsApp sepertinya bukan Tommy yang saya kenal selama ini, santun, lembut, sopan, baik dll, ternyata semuanya adalah modus untuk melakukan pemerasan terhadap saya, Dia menghubungi saya dengan nada mengancam “ kirimkan uang secepatnya sebesar 15 juta kalau tidak Foto Mungil kamu akan saya sebar . . . “, tidak berselang lama Tommy membuktikan ancamannya dengan mengirim foto bugil kami melalui Massengger dan WhatsApp kami dengan narasi “ ini foto kamu yg akan sy sebar ke teman2mu “ jika kamu tidak memenuhi permintaan saya. Ini adalah sebuah Ilustrasi cerita bagaimana Pelaku mengelabuhi targetnya dengan Social Engineering (Rekayasa sosial) untuk meperdaya sasaran atau korbannya. Pelaku tidak peduli apa dan siapa targetnya, laki atau perempuan, kecil atau dewasa, pejabat atau orang biasa, selagi menggunakan Gadget Android yang menggunakan jaringan Internet, maka harus tetap hati-hati dan waspada . . . .  

Masih banyak Modus pelaku “ Social Engineering “ selain Chat mesum atau Asusila yang mengintai kita yang perlu diwaspadai agar tidak menjadi korban-korban berikutnya, seperti pelaku Kejahatan Penipuan On Line, Pinjaman On Line ( Financial Tekhnologi ), Arisan On Line, MLM ( Multi Level Marketing ) dll, pelaku tetap men-sasar Manusia sebagai Target “ Sosial Engineering “ nya sebagai korban. Karena manusia adalah komponen terlemah secara Psikologi baik didunia Digital, didunia Maya atau CYBER maupun didunia Nyata.

Diatas adalah kisah nyata yang di Ilustrasikan, maaf kalau ada kesamaan nama dalam tokohnya, tidak lain sebagai pembelajaran bagi semua kita untuk tetap waspada kepada orang yang belum dikenal di “ Jagat Maya “. Bijaklah ber-media sosial, Saring sebelum Sharing, jangan sampai merugikan diri sendiri, Keluarga dan orang lain, ingat setiap perbuatan yang kita lakukan selalu membawa konsekwensi.
 
Semoga bermanfaat

Prayit H, Sl  30/01/2020

Rabu, 22 Januari 2020

MENGGAPAI HARAPAN

MENGGAPAI HARAPAN
Setiap Insan pasti mempunyai Harapan yang amat begitu besar, terkadang untuk menggapai itu semua tidak sedikit rintangan yang menghadang seakan mencoba meruntuhkan pondasi harapan itu, . . . .  Kata kuncinya adalah " MIMPI " sepenggal bahasa yang sederhana tapi mempunyai makna yang amat luar biasa, dan dari mimpi inilah titik awal dari sebuah pencapaian dari sebuah harapan.

Yang mendukung adalah kekuatan Do'a, usaha dan kerja keras untuk mewujudkan sebuah harapan. Mimpi dan harapan dua hal yang membuat hidup memiliki arti dan tujuan bahkan memiliki warna tersendiri.
Jangan pernah berfikir bahwa mimpi dan harapan itu bakal hilang yang ada adalah masalah yang timbul dalam diri sendiri yang mengalihkan dari sebuah mimpi dan harapan itu sendiri. 
Maka jika ingin menggapai sebuah harapan harus Berani ber-mimpi besar. Karena mimpi itu adalah harapan, maka harus selalu bangkit, bangkit dan bangkit, . . . . . Karena harapan itu selalu ada.” entah kapan datangnya, . . . . !!!!

(Prayit H, SH), 23/01/16

Senin, 20 Januari 2020

THE LICKER or SANG PEN-JILAT

THE LICKER or SANG PEN-JILAT


Dalam dunia kerja baik diinstitusi Pemerintah maupun instansi Swasta sudah dipastikan pernah menjumpai penilaian Pintar dan Hebat yang ditujukan kepada karyawan atau Pegawai yang memang terlihat berprestasi, mereka akan kalah dengan mereka-mereka yang bertampang Pen-jilat meskipun mereka tak punya karya atau prestasi apapun, . . . “ Warning “ hati-hati dan waspada saja . . .  

Meski demikian, disarankan jangan terlalu membenci mereka yang bertampang Pen-jilat tadi, tetap temani karena mereka seolah hanya dekat dengan orang yang di “ Jilat “ nya padahal tidak. Ingat jangan sekali-kali menunjukkan kemampuan dihadapan mereka, itu yang membuat mereka tidak mau berteman dengan Kita karena mereka menganggap kita adalah kompetitornya. 

Agar tidak salah arah dan jalan dalam menghadapi mereka Karyawan atau Pegawai yang bertampang Pen-jilat, ada beberapa ciri yang memang harus diketahui . . . . 
Rajin ketika ada Pimpinan

Mereka rajin saat Pimpinan ada ditempat, apapun akan dilakukan mereka tak peduli walaupun nyerobot pekerjaan “ Teman “ nya sendiri seolah ia yang melakukan pekerjaan tersebut, tujuannya tak lain hanya menarik “ PERHATIAN “ dari Sang Pimpinan  
Tutur kata dan Bahasa “ MANIS “ didengar
Suka memberikan Pujian kepada Pimpinan dengan bermanis wajah dan mulut, pandai mengolah kata hingga terkadang terkesan “ LEBAY “. Sebenarnya wajahnya buruk dan mulutnya Busuk.

Suka me-manfaat-kan Teman Kerja.
Salah satu Tipikal dari seseorang yang bertampang penjilat, mampu memanfaatkan kehebatan dan kepintaran Rekan Kerjanya. seolah-olah membuat Hebat dan Pintar rekannya, namun sebenarnya mereka hanya memanfaatkan rekannya tadi. Sejatinya seorang Penjilat tidak punya kemampuan apapun kecuali memanfaatkan peluang atas kehebatan dan kepintaran rekan-rekan kerjanya. Istilah lain “ Sapi punya Susu, lembu punya nama “. 

Merasa Diri paling . .  . . 

Merasa diri paling hebat, pintar di instansi atau Institusi tempatnya bekerja, seolah tampa dirinya Instansi atau Institusi tersebut tidak berjalan, bahkan jika ada rekan kerjanya yang lebih baik darinya tak segan-segan dijatuhkan demi harkatnya.

Suka mencari kesalahan orang

Sang Penjilat ini suka mencari kesalahan Rekan kerjanya dan suka melapor ke Pimpinan dan terkadang tidak malu-malu menambah dan membesar-besarkan masalah sejatinya tidak pernah ada, bahkan terkadang masalah yang tidak ada diada-adakan, suka “ KEPO “, ini yang bisa menjatuhkan Karir dan Integritas teman kerja yang memang sudah baik.

Suka memberikan sesuatu . . . 

Mungkin hal biasa dan baik menurut sebagian orang. Namun disadari atau tidak ini adalah salah satu ciri dari orang bertampang Pen-jilat. Mereka sengaja mencari tahu apa kesukaan dari si Pimpinan. Bahkan rela berhutang demi mendapatkan sesuatu yang disuka si Pimpinan demi dipandang baik hanya di matanya.

Suka Mengadu Domba

Ini yang sangat berbahaya dan perlu diantisipasi Jangan sampai taktik Adu domba sesama teman kerja ini terjadi. Bisa saja itu dilakukan oleh Pen-jilat, mereka sengaja menciptakan agar ribut dan saling menjatuhkan. Situasi seperti ini yang dimanfaatkan oleh Pen-jilat untuk menjatuhkan kredeblelitas, Integritas dan karir seseorang dengan memperkeruh keadaan “ Adu Domba “.

Yang jelas bahwa orang-orang yang bertampang Pen-jilat adalah berkepala dua, apa yang diucapkan berbanding terbalik dengan hatinya

Diatas adalah sebagaian dari sikap para pen-jilat. Mungkin masih ada referensi lain yang tidak tercover dan perlu ditambahkan, . . . . 

Phsl 20/01/2020

Senin, 13 Januari 2020

SOCIAL ENGINEERING

SOCIAL  ENGINEERING

Kenapa harus mengetahui tentang Social Engineering karena pada “ Social Engineering “ ini berkaitan erat dengan “ Hacking “ atau Peretasan pada perangkat Komputer dengan cara mempelajari, menganalisis, memodifikasi dan menerobos masuk ke dalam Komputer dan atau jaringan Komputer baik untuk keuntungan pribadi secara Finacial atau hanya termotivasi sebuah tantangan / ke-“ iseng ‘-an belaka.
Bagaimana seorang “ Hecker “ bisa meng-hacking sebuah perangkat Komputer yang menyimpan banyak data, . . . . salah satu diantaranya adalah dengan cara menggunakan tekhnik “ Social Engineering “ diatas. Untuk sampai pada tujuan yang diinginkan seorang Hacker pandai mempengaruhi dengan seni memanipulasi orang untuk melakukan hal yang diinginkan, menyentuh secara Psikologis untuk memperoleh Informasi yang dapat dipergunakan meng-akses system Komputer dan memperoleh Informasi misalkan “ Password “ dari seseorang agar dapat masuk kesebuah system Komputer daripada melakukan usaha pembobolan System.

Jadi tujuan dari “ Social Engineering “ bisa dipastikan adalah untuk memperoleh informasi yang memungkinkan seorang “ Hacker “ bisa masuk dan meng-akses System Komputer dan meng-akses informasi yang tersimpan didalam System Komputer tersebut. Permasalahannya, bagaimana Data dan informasi yang dicuri dengan tekhnik Social Engineering tadi dipergunakan, . . . . ????
 
Yang jelas bahwa data dan informasi yang berhasil dicuri tersebut punya nilai jual dan dapat dipergunakan sebagai “ BERGAINING “, atau nilai tawar dan hal kecil jika hanya ke-iseng-an belaka. 

Hacker tidak perduli ada berapa banyak Patch atau Software yang tersedia untuk sebuah sistem,  firewall atau system keamanan terbaru yang dirilis, tetap saja hal “ Sederhana “  bisa menjadi jalur yang mengancam keamanan sistem komputer dan informasi di dalamnya karena lihainya seorang “ Hacker “ dalam menggunakan tekhnik Social Engineering untuk mendapatkan segalanya, tidak perlu pembobolan sebuah system.
 
Sebuah Referensi cerita, yang benar-benar terjadi beberapa tahun lalu, mereka para pelaku menggunakan Tekhnik “ Social Engineering “ untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan :

Ada sekelompok orang memasuki kantor sebuah perusahaan pengiriman yang cukup besar, dan keluar dengan informasi untuk mengakses seluruh jaringan komputer perusahaan tersebut. Bagaimana hal itu bisa terjadi. . . . . . ?????, dengan mengumpulkan informasi sedikit demi sedikit, dari beberapa pegawai yang ditemui di perusahaan tersebut.

Sebelum mendatangi kantor tersebut, mereka mempelajari perusahaan itu, dan itu mereka lakukan dalam rentang waktu yang tidak begitu lama. Salah satu persiapan mereka adalah menghubungi departemen HRD (Human Resourcess Departement) yaitu sebuah Departemen yang berhubungan dengan SDM (Sumber Daya Manuasia).

Dan hasilnya, mereka memiliki beberapa nama “ ORANG PENTING “ di perusahaan tersebut. Nama-nama yang bisa mereka pergunakan ketika berpapasan dengan pegawai yang bekerja di kantor tersebut, nama-nama penting yang jika di dengar oleh penjaga pintu depan akan membukakan pintu buat mereka, meski mereka tidak memiliki kartu “ PASS “. Di lantai ketiga, mereka mengatakan kalau kartu PASS-nya tertinggal, lalu seorang pegawai yang baik hati membukakan pintu ke ruangan yang terbatas untuk orang-orang dengan akses keamanan tertentu saja yang boleh masuki.
Mereka tahu bahwa CFO (Chief Finacial Officer) perusahaan tersebut sedang tidak di tempat, jadi mereka dengan gampang memasuki kantor CFO perusahaan tersebut dan mengakses komputernya yang tidak diproteksi “ Pasword “. Dan mereka pun mendapatkan data seluruh data finansial perusahaan tersebut. Kemudian mereka berhasil mengumpulkan beberapa dokumen yang ditemukan di tempat sampah. Yaaaa, . . . . mereka bahkan meminta seorang Janitor atau Pesuruh untuk membawakan tempat-tempat sampah yang ada di beberapa ruangan, lalu mereka membawa pulang semua data dan dokumen itu.

Dari “ Base Kamp ” mereka, salah seorang sudah belajar meniru suara CFO (yang sedang keluar kota tadi), lalu menelpon “ System Admin “ perusahaan tersebut, dengan suara yang terkesan terburu-buru dan dia meminta password untuk “ Remote Access “ dengan alasan lupa dan bahwa catatannya tertinggal di rumah. Setelah titik ini, yang mereka lakukan tinggal menggunakan teknik Hacking yang “ Sederhana/biasa saja ” untuk mendapatkan akses tingkat super user ke dalam sistem komputer.

Jika diperhatikan, teknis Hacking tidak digunakan sampai bagian akhir cerita di atas. Bagian-bagian sebelumnya memaparkan betapa sifat alami manusia yang bisa ditebak, dimanfaatkan demi tujuan tertentu. Dan sifat yang paling rentan adalah sifat yang gampang percaya dan tidak enakkan jika menyebut orang yang disegani apalagi menyebut Pimpinan.

Banyak metode yang dapat dilakukan untuk mencapai situasi psikologis yang tepat sebelum “ serangan ” dilancarkan. Yang umum adalah dilakukan dengan meniru orang lain, memuji, berpura-pura sok kenal sok akrab, atau sekedar benar-benar bersikap ramah terhadap sasaran demi mendapatkan sesuatu yang berharga. 

Setelah membaca cerita di atas, tidak perlu pengetahuan teknis tentang Hacking kan untuk mendapatkan password. Dan perlu disadari bahwa Social Engineering tidak hanya ditujukan untuk pencurian password saja; pembuat virus menggunakannya untuk membujuk target agar  membuka attachment email yang mengandung Malware (Malicious Sofware), phisher menggunakanya untuk mendapatkan informasi berharga dari target, bahkan ada pembuat scareware yang menakut-nakuti target untuk membeli atau mendownload program (yang bisa jadi tidak berguna, atau bahkan merusak).

Sebaiknya kita semua menyadari bahwa di era Informasi Digital ini tidak ada Informasi yang sepele, tidak ada Informasi yang tidak berharga, tidak ada informasi yang tidak bisa dimanfaatkan, maka harus tetap berhati-hati dan waspada . . . . . 

Didunia nyata banyak masyarakat yang dirugikan akibat dari ulah pelaku dengan Social Engineering-nya. 

PHSl dari berbagai sumber 13/01/2020

Minggu, 12 Januari 2020

PERJALANAN WAKTU

PERJALANAN WAKTU


Seiring . . .

Perjalanan waktu

catatan-nya tepat, jujur dan apa ada-nya

enam puluh detik dalam satu menit

enam puluh menit dalam satu jam

dua belas Jam dalam satu hari, dan

dua puluh empat Jam dalam satu hari, satu malam

Konsisten, pelan dan pasti, langkah-nya . . . .

Andaikan mencoba merenung,

Tentang

Waktu yang sudah lewat, . . .
Semua kita merasakan betapa cepat,
Waktu itu berlalu, dan . . . . 

Mustahil kembali lagi, . . . 

Kini sudah . . . . 

“ LIMA PULUH DUA “ tahun

Berlalu waktu terlewati . . . 

Ternyata ia adalah “ Aset “ berharga
dalam perjalanan hidup kami, 

Dengan catatan-catatan-nya, . . . . 
Semoga, diperjalanan waktu itu kami . . .

Tetap selalu dalam Ridhlo-Nya
mampu me-ngendalikan diri, . .. .
sukses bersama keluarga, . . .
hingga purna waktu yang telah menjadi  ke-tetapan-Nya, . . . . 

Aamiin, . . . .

Phsl 14/11/2019

INGIN " TUA " BERSAMA-MU

INGIN “ TUA “ BERSAMA-MU

Tak semua cinta, kasih dan sayang itu Pudar

Diakhir waktu . . . . .

Apa yang membuat Kita bertahan, . . . !!
Aku hanya ingin tahu

Dan mencari jawab-nya bersama-mu

Hingga ketemu, . .  .
Walau sampai akhir hayat-ku
Memang, . . .

Kita tak lagi muda,
Semangat dan PESONA-mu-lah, membuat-ku tetap muda dari yang sesungguhnya

Aku ingin tetap terus selalu mendekap, mendekap, mendekap dan memeluk-mu, . .

Bercerita tentang banyak hal dalam arungan hidup ini

Mengenang “ DUA PULUH DUA “ tahun yang silam

Ketika Kita sama-sama mengenakan gaun pengantin dengan senyum penuh kehangatan,

Karena, . . .

Tulus dan Ikhlasnya pegangan erat tangan-mu

Aku ingin “ TUA “ bersama-mu

Hingga, . . .

Sama-sama meng-ikhlas-kan siapa yang duluan menuju “ Syurga “ Nya

Rupanya,  . . . 

“ Kita “, memang sudah tidak muda lagi . . . ! ! ! !

Tapi, . . . 

Aku ingin tetap “ TUA “ bersama-mu, . . . 

        “ HAPPY ANIVERSARY “
      15 Nov 1997 – 15 Nov 2019

Semoga Keindahan, Kebahagiaan penuh berkah selalu bersama kita hingga purna usia. . . . . Aamiin.

(PHSL)

KERINDUAN

               KERINDUAN

Cinta, Kasih dan Sayang selalu memunculkan  KERINDUAN yang begitu mendalam 
Semua ini 
mengajak sejenak meluangkan waktu untuk diam dalam sunyi    di keheningan 
Menikmati kesendirian Mendengar
Irama nada alam
yang selama ini terabaikan
Sesungguhnya adalah satu dalam kesatuannya
Dan bahkan sama sekali tidak pernah saling terpisahkan

Kini biarkan KERINDUAN itu merasuki diri 
Untuk menyelaraskan getaran Hati 
menjadikannya selalu SEIRAMA, SELARAS dan ta' tergoyahkan
Biarkan semua mengalir menyatu dengan dinamika alam
dalam simfoninya yang abadi 
Sempurna menyatu
Karena daya CINTA yang mengikatnya begitu KUAT
Tu'  melahirkan semua 
" KEBAHAGIAAN ". I love Mam

(PHSl)