“ SOCIAL ENGINEERING “ DUNIA NYATA “
Ada apa dengan CHAT
Rumah tangga adalah salah satu pintu untuk menggapai kebahagian, puncaknya adalah bahagia dunia dan Akhirat. Sehidup semati salah satu komitmen yang memang tidak bisa diputuskan oleh siapapun kecuali yang menjalaninya. Terkadang banyak pasangan suami dan Istri yang pada akhirnya mengingkari komitmen awal untuk mendapatkan kebahagian dunia Akhirat tadi, merasa jenuh karena hubungannya yang hanya itu-itu saja sepanjang yang mereka alami. Kejenuhan inilah berdampak pada kelangsungan hidup yang mereka jalani jika tidak saling mengerti, memahami, menyadari dan saling mengisi kekurangan masing-masing.
Tidak menutup kemungkinan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Digital dengan Media Sosial-nya -nya, Fb, IG, WhatsApp, Twiter dll dimanfaatkan sebagai pelarian agar tidak suntuk dan jenuh sebagai pelampiasannya. Ingat Kejahatan “ DUNIA MAYA “ jauh lebih berbahaya dari pada dunia Nyata.
“ SOCIAL ENGINEERING “ mampu meruntuhkan benteng keharmonisan Rumah Tangga yang terbina berpuluh-puluh tahun itu.
Mulanya saya Mawar (samaran) di “ Add “/tambahkan oleh seseorang laki-laki yang mengaku bernama Tommy (Samaran) melalui Akun Facebooknya dengan profil macho dan menggoda, saya mengkonfirmasi Add tersebut dan akhirnya kami berteman melalui media Sosial Fb tersebut. Kemudian si Tommy meng-Chat melalui Massenger, obrolan berjalan seperti biasa, dari hari ke hari chat yang kami lakukan tersebut sepertinya terjadi kecocokan hingga saling curhat masalah pribadi masing-masing. Keesokan harinya kami di Chat kembali dengan masalah pribadinya, saya sampaikan bahwa saya lagi bekerja tidak bisa melayani Chatnya. Sore hari saya pulang dari kerja saya tidak menjumpai Suami dirumah dan situasi kebetulan Hujan, dalam situasi galau yang saya alami si Tommy meng-Chat lagi melalui Masengger, akhirnya kami saling curhat atas keluhan pribadi masing-masing hingga bertukar Nomor WhatsApp hingga kami Vidio Call, semakin malam obrolan semakin “ HOT “ hingga saya tidak sadarkan diri mengikutinya untuk melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, membuka BH, hingga saya telanjang bulat, saya tersadar setelah tengah malam, kejadian itu sudah terjadi dan akhirnya obrolan saya akhiri walaupun si Tommy tetap ingin ngobrol bersama kami.
Berselang dua hari saya dihubungi oleh Tommy dengan nomor baru melalui WhatsApp sepertinya bukan Tommy yang saya kenal selama ini, santun, lembut, sopan, baik dll, ternyata semuanya adalah modus untuk melakukan pemerasan terhadap saya, Dia menghubungi saya dengan nada mengancam “ kirimkan uang secepatnya sebesar 15 juta kalau tidak Foto Mungil kamu akan saya sebar . . . “, tidak berselang lama Tommy membuktikan ancamannya dengan mengirim foto bugil kami melalui Massengger dan WhatsApp kami dengan narasi “ ini foto kamu yg akan sy sebar ke teman2mu “ jika kamu tidak memenuhi permintaan saya. Ini adalah sebuah Ilustrasi cerita bagaimana Pelaku mengelabuhi targetnya dengan Social Engineering (Rekayasa sosial) untuk meperdaya sasaran atau korbannya. Pelaku tidak peduli apa dan siapa targetnya, laki atau perempuan, kecil atau dewasa, pejabat atau orang biasa, selagi menggunakan Gadget Android yang menggunakan jaringan Internet, maka harus tetap hati-hati dan waspada . . . .
Masih banyak Modus pelaku “ Social Engineering “ selain Chat mesum atau Asusila yang mengintai kita yang perlu diwaspadai agar tidak menjadi korban-korban berikutnya, seperti pelaku Kejahatan Penipuan On Line, Pinjaman On Line ( Financial Tekhnologi ), Arisan On Line, MLM ( Multi Level Marketing ) dll, pelaku tetap men-sasar Manusia sebagai Target “ Sosial Engineering “ nya sebagai korban. Karena manusia adalah komponen terlemah secara Psikologi baik didunia Digital, didunia Maya atau CYBER maupun didunia Nyata.
Diatas adalah kisah nyata yang di Ilustrasikan, maaf kalau ada kesamaan nama dalam tokohnya, tidak lain sebagai pembelajaran bagi semua kita untuk tetap waspada kepada orang yang belum dikenal di “ Jagat Maya “. Bijaklah ber-media sosial, Saring sebelum Sharing, jangan sampai merugikan diri sendiri, Keluarga dan orang lain, ingat setiap perbuatan yang kita lakukan selalu membawa konsekwensi.
Semoga bermanfaat
Prayit H, Sl 30/01/2020

