Senin, 20 Januari 2020

THE LICKER or SANG PEN-JILAT

THE LICKER or SANG PEN-JILAT


Dalam dunia kerja baik diinstitusi Pemerintah maupun instansi Swasta sudah dipastikan pernah menjumpai penilaian Pintar dan Hebat yang ditujukan kepada karyawan atau Pegawai yang memang terlihat berprestasi, mereka akan kalah dengan mereka-mereka yang bertampang Pen-jilat meskipun mereka tak punya karya atau prestasi apapun, . . . “ Warning “ hati-hati dan waspada saja . . .  

Meski demikian, disarankan jangan terlalu membenci mereka yang bertampang Pen-jilat tadi, tetap temani karena mereka seolah hanya dekat dengan orang yang di “ Jilat “ nya padahal tidak. Ingat jangan sekali-kali menunjukkan kemampuan dihadapan mereka, itu yang membuat mereka tidak mau berteman dengan Kita karena mereka menganggap kita adalah kompetitornya. 

Agar tidak salah arah dan jalan dalam menghadapi mereka Karyawan atau Pegawai yang bertampang Pen-jilat, ada beberapa ciri yang memang harus diketahui . . . . 
Rajin ketika ada Pimpinan

Mereka rajin saat Pimpinan ada ditempat, apapun akan dilakukan mereka tak peduli walaupun nyerobot pekerjaan “ Teman “ nya sendiri seolah ia yang melakukan pekerjaan tersebut, tujuannya tak lain hanya menarik “ PERHATIAN “ dari Sang Pimpinan  
Tutur kata dan Bahasa “ MANIS “ didengar
Suka memberikan Pujian kepada Pimpinan dengan bermanis wajah dan mulut, pandai mengolah kata hingga terkadang terkesan “ LEBAY “. Sebenarnya wajahnya buruk dan mulutnya Busuk.

Suka me-manfaat-kan Teman Kerja.
Salah satu Tipikal dari seseorang yang bertampang penjilat, mampu memanfaatkan kehebatan dan kepintaran Rekan Kerjanya. seolah-olah membuat Hebat dan Pintar rekannya, namun sebenarnya mereka hanya memanfaatkan rekannya tadi. Sejatinya seorang Penjilat tidak punya kemampuan apapun kecuali memanfaatkan peluang atas kehebatan dan kepintaran rekan-rekan kerjanya. Istilah lain “ Sapi punya Susu, lembu punya nama “. 

Merasa Diri paling . .  . . 

Merasa diri paling hebat, pintar di instansi atau Institusi tempatnya bekerja, seolah tampa dirinya Instansi atau Institusi tersebut tidak berjalan, bahkan jika ada rekan kerjanya yang lebih baik darinya tak segan-segan dijatuhkan demi harkatnya.

Suka mencari kesalahan orang

Sang Penjilat ini suka mencari kesalahan Rekan kerjanya dan suka melapor ke Pimpinan dan terkadang tidak malu-malu menambah dan membesar-besarkan masalah sejatinya tidak pernah ada, bahkan terkadang masalah yang tidak ada diada-adakan, suka “ KEPO “, ini yang bisa menjatuhkan Karir dan Integritas teman kerja yang memang sudah baik.

Suka memberikan sesuatu . . . 

Mungkin hal biasa dan baik menurut sebagian orang. Namun disadari atau tidak ini adalah salah satu ciri dari orang bertampang Pen-jilat. Mereka sengaja mencari tahu apa kesukaan dari si Pimpinan. Bahkan rela berhutang demi mendapatkan sesuatu yang disuka si Pimpinan demi dipandang baik hanya di matanya.

Suka Mengadu Domba

Ini yang sangat berbahaya dan perlu diantisipasi Jangan sampai taktik Adu domba sesama teman kerja ini terjadi. Bisa saja itu dilakukan oleh Pen-jilat, mereka sengaja menciptakan agar ribut dan saling menjatuhkan. Situasi seperti ini yang dimanfaatkan oleh Pen-jilat untuk menjatuhkan kredeblelitas, Integritas dan karir seseorang dengan memperkeruh keadaan “ Adu Domba “.

Yang jelas bahwa orang-orang yang bertampang Pen-jilat adalah berkepala dua, apa yang diucapkan berbanding terbalik dengan hatinya

Diatas adalah sebagaian dari sikap para pen-jilat. Mungkin masih ada referensi lain yang tidak tercover dan perlu ditambahkan, . . . . 

Phsl 20/01/2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar