Kamis, 30 April 2020

INTEGRITAS DAN IMEJ


Oleh: Prayit Hariyanto, SH. 
Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

INTEGRITAS DAN IMEJ

Integritas atau jati diri merupakan cara bagaimana memandang atau menilai diri sendiri. Siapakah sebenarnya Aku menurut diri sendiri.
Integritas inilah yang membuat tiap orang selalu berbeda. Masing-masing mempunyai penilaian atau pandangan mengenai diri sendiri. 
Ada yang menganggap dirinya baik dan ada juga yang menganggap bahwa dirinya selalu benar. Demikian sebaliknya tidak ada yang menganggap bahwa dirinya jahat, kejam, maupun tidak baik dll. 

Justru yang ada adalah orang lain yang menilai atau memandang bahwa diri ini baik atau tidak baik.
Memang inilah dua sudut pandang yang tidak bisa dielakkan pada diri seseorang. Yang pertama adalah dari sudut pandang diri sendiri, berikutnya dari sudut pandang orang lain, dan ini disebut sebagai " IMEJ "  Bagaimana orang lain memandang kita, atau siapakah diri ini menurut pandangan orang lain. 
Maka jangan sekali-kali memandang diri sendiri " PALING "  (paling Hebat, paling benar dan paling-paling yang lain) dari kaca mata diri, karena masih ada orang lain yang menjadi juri pada diri sendiri.

Lalu, mana yang benar. Integritas atau IMEJ ? . . . . Manakah jati diri yang sebenarnya ?  . . . . Dan mana yang lebih penting ?. . . . 

Ini adalah beberapa pertanyaan yang memang susah sekali untuk menjawab. Karena kedua-duanya penting bagi diri. 
Tetapi Integritas dan IMEJ seringkali bertentangan, kadang yang satu benar dan kadang pula yang satu salah. Jika Integritas yang benar, berarti orang lain salah dalam menilai. Karena orang lain menilai berdasarkan Fakta dan kata-kata atau lisan, apakah omongan atau kata-kata yang sering terucap sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Jika kata-kata kita sesuai dengan realitas yang terjadi, maka siapapun orang bisa dipastikan akan memberi nilai positif tanpa harus susah-susah berjuang untuk mendapatkannya.

Sebaliknya jika bertentangan maka orang akan lebih cerdas menilainya.

Memang manusia punya peluang atau waktu untuk berubah. Berubah menjadi lebih baik atau sebalikannya. Namun jika sudah memiliki Integritas, IMEJ yang diberikan orang lainpun akan mengiringinya. maka jaga " INTEGRITAS " itu jika cacat lama me-mulihkan-nya.

Semoga bermanfaat 

Rabu, 29 April 2020

MENATAP JAUH MASA DEPAN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

MENATAP JAUH MASA DEPAN

Setiap manusia diciptakan di dunia ini dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan, diharapkan dapat memanfaatkannya dengan optimal dan dapat meraih segala sesuatu yang diinginkan. 
Demikian dengan kekurangan yang ada pada diri, diharapkan mau berbenah dan belajar untuk menutupi kekurangannya tersebut. Dengan kelebihan dan kekurangan pada diri  itulah, seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang saling bertolak belakang, mulai dari baik atau buruk, kaya atau miskin, bersih atau kotor, hingga sampai sukses atau gagal.

Kesuksesan atau kegagalan dapat menghinggapi setiap manusia. Kesuksesan merupakan " HAK " bagi setiap orang yang mau berusaha, berusaha, berusaha . . . . .  dan terus berusaha tanpa mengenal kata " MENYERAH " dalam setiap kegagalan. Sedangkan kegagalan adalah konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orang atas segala usahanya yang belum berhasil, atau oleh setiap orang yang tidak mau berusaha, mudah menyerah, dan cepat putus asa.

Untuk dapat menjadi orang yang sukses, terlebih dahulu perlu mengerti dan memahami apa arti sebuah kesuksesan dan kegagalan, Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Tetap menatap jauh kedepan ingin berkembang dan berusaha meraih apa yang diinginkan. 

“ Sukses bukan sebuah nasib, tapi perjuangan. Sukses bukan kebetulan, semua disiapkan dan diperjuangkan. Sukses juga bukan keberuntungan tapi perjuangan. Mau sukses harus terus berjuang. Tak ada kesuksesan yang didapat tanpa perjuangan, Instan, langsung jadi dan kunci sukses harus fight. ". (Andrie Wongso) 

Semoga bermanfaat,. . . . .


Minggu, 26 April 2020

AAUUUMM . . . . .

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

AAUUUMM, . . . 
(Catatan ringan gerakan moral Mahasiswa)

Kejernihan fikiran itu ketika kita sedang menepi dan merenung dalam ke-sendiri-an, setiap langkah yang akan diputuskan selalu dipertimbangkan dampaknya, bukan pada saat sedang beramai-ramai, berkumpul, bergerombol, bergroup dalam sebuah komunitas luas yang mendorong keberanian yang luar biasa, hingga menganggap tiada yang benar kecualinya. 

Apapun yang ia inginkan walau menyimpang dari Adab, etika, estetika dan perundangan-undangan lainnya, Pantang, ia tetap  lakukan bersama kelompok-kelompoknya, Group dan komunitasnya. Siapapun yang menghambatnya mereka lawan, mereka caci maki, mereka umpat, mereka lempari tak peduli siapa dihadapannya.  
Mereka-mereka ini baru ter- “ SADAR “ dan kembali ke ingatanya ketika menepi dalam ke-sendiri-an dan merenung dalam penyesalan saat terpisah dari kelompok, group dan komunitasnya karena harus  berurusan dengan aparat. 
“ AUUMMM “ nya menjadi Raung, Tangis dan me-mohon maaf dengan derai air mata yang bisa ia lakukan atas semuanya,  . . . . “ mudah “, tapi nasi sudah menjadi bubur, “ Menepi dan merenung “ dalam kesendirian adalah hal yang tepat baginya, ditempat ini adalah tempat yang paling tepat bagi-nya untuk belajar “ MORALITAS “ dan Kami siap mengajarkannya. 
Bagaimana Tip mengatasi berpisah dengan Orang tua, keluarga, anak, istri, teman atau kawan, bagaimana cara menikmati menu yang berbeda dari biasanya, mandi dan buang air bergiliran, bagaimana mengatasi ketika terjaga dalam tidurnya karena ribut, se-ribut yang pernah ia lakukan. 
Kami yakin bahwa ditempat ini Adab, adat Istiadat, etika dan estetika ia dapatkan. Jika ingin mencoba monggo, mborong kerso, . . . . 

Phsl, edition 30/09/19
#salamdamai

SEKALI MENDAYUNG, . . . .

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

SEKALI MENDAYUNG, 1, 2, 3 . . . . 
(Catatan ringan gerakan moral Mahasiswa)

Tiada kuasa atas segala KuasaNya, . . . .  Alhamdulillah semua terlalui dengan baik-baik saja dan semoga untuk seterusnya mudahan tetap baik-baik saja, Full seharian  kami telah bersama mereka Adik-adik Kami Mahasiswa/Mahasiswi yang menyampaikan Aspirasinya dengan berbagai cara baik lisan maupun tulisan yang mereka bawa sebagai sarana kontaknya. Kami mengabaikan pekerjaan lain demi mereka-mereka agar tetap aman, nyaman dalam tugas menyampaikan aspirasinya tidak ada yang tersakiti demikian sebaliknya kamipun juga punya keinginan yang sama tidak ingin tersakiti walau psikhis kami cukup dan sangat sekali " SABAAAR " ketika bersamanya.

Kadang terasa ter-hibur terkadang juga mengeryitkan dahi, Gemes dan mendekati marah yang terkendali setelah “ WATCH LIVE “ yang ada dihadapan kami, membaca dan meng-abadikan-nya . . . atas bentuk dari gerakan “ MORAL “ Mahasiswa, menurutnya gerakan moral inilah yang mengalir dari generasi mahasiswa ke generasi mahasiswa berikutnya, semoga tetap terjaga Lisan dan “ TULISAN “ nya, . . . . . . .  sampai disini semua masih tetap baik-baik saja dan semoga juga akan tetap baik-baik seterusnya . . . 
Setelahnya , Rasa syukur tetap kami panjatkan kepadaNya bahwa pekerjaan yang tertundapun dapat kami selesaikan setelah kebersamaan kami dengan mereka-mereka usai, kami bersama Tim meninggalkannya “ Go to “ Sanur in Bali Island selama dua hari dan setelahnya kami masih bisa bertemu Putri kami dan memastikan bahwa dia juga baik-baik saja, sebaik Adik-adik Mahasiswa/Mahasiswi yang beberapa hari lalu kami temani.

Rupanya masih Relevan atas apa yang beliau-beliau wariskan “ SEKALI MENDAYUNG 1, 2 DAN 3 PULAU TERLAMPAUI “, dan selanjutnya banyak pelajaran berharga tentang “ MORALITAS “ yang kami sampaikan sebagaimana yang ditinggalkan Leluhur, kepada putri kami agar tidak ikut larut dalam gerakan moralitas yang tidak ber-moral, . . . 

Phsl Edition 28/09/19

Sabtu, 25 April 2020

RUMAH-KU ADALAH IDAMAN-KU because (Stay At Home)

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

RUMAH-KU ADALAH IDAMAN-KU
                     because
              (Stay At Home)

Kami dan keluarga kecil kami tinggal disebuah kampung di pinggiran kota selong tepatnya di Kp. Bahrah. Kampung nan Asri berpenghuni 11 KK inilah, kami membangun Rumah tinggal yang kami bangun tahun 2000 dan kami tempati pada tahun 2004 Rumah berukuran 12x13 terdapat satu Ruang Tamu, tiga kamar Tidur, satu Garasi, dua dapur, satu Ruang makan, tiga kamar mandi, satu gudang, 2 kamar khusus sengaja kami buat untuk Istri, jika mungkin ada pasien yang mau berobat atau melahirkan dan Ruang keluarga 5x7 cukup untuk menampung keluarga besar kami jika ada pertemuan-pertemuan.
Berdiri diatas lahan seluas 9,25 Are atau 9250 m2 dengan berbagai jenis pohon buah sebagai pelindung mulai dari Pohon mangga (Madu, Apel, Podang, Golek, Parkit, hercules, Arum manis), Alpokat, Salak, Nangka, Cempedak, Manggis, Durian, Kepel, Rambutan, Naga, Blimbing, Matoa dan Jambu Batu menambah ke-asri-an tempat tinggal kami bersama keluarga.

Untuk Konsumtif sendiri sesekali kami memanfaatkan waktu untuk memancing Ikan mujair, Lele dan atau Bawal dikolam ikan yang kami buat, diatasnya berdiri Brugak enam tiang cukup untuk menampung 20 an orang, kami lengkapi dengan TV 32 Inci semi datar Toshiba Tabung tempo dulu, ramai bila ada perhelatan Liga Champion Piala Dunia dan Liga Asia AFF atau AFC. Jika suasana sepi kami masih mendengar gemericik air sungai dibelakang tempat tinggal kami yang memang langsung berbatasan dengan sungai. Sesekali memberi makan dan bermain-main dengan Ikan Lele yang ada dikolam samping rumah kami karena jinaknya.

Ruang yang kami sebutkan terakhir adalah Ruang keluarga. Ruang paling luas di rumah kami, kami biasanya menggunakan ruang keluarga ini untuk berkumpul sambil menonton televisi, menikmati hiburan menonton Film dari film anak-anak sampai film Dewasa, film Humor sampai film Horor, Film Drama Korea sampai film Detektif,  Action dll.

Sesekali jika penat dengan pekerjaan, kami ber-karaoke atau bernyanyi dengan alat musik seadanya, ada Elektone, Gitar dan Biola dengang sound system Aktif double Huper. Kami merubahnya menjadi Room dengan fasilitas televisi 53 inci, jadi ketika kami duduk bersama di depannya, kami bisa melihat film dengan jelas. Selanjutnya, kami biasanya mematikan lampu pada saat kami ingin menonton film horor serasa seperti menonton di bioskop sesungguhnya.

Diruang keluarga ini terdapat dua buah Bufet barang pecah belah, dua lemari transparan untuk menyimpan koleksi Ribuan Kaset VCD/DVD dan Ratusan Vidio cassette (Vidio Bata VHS) tempo dulu, satu bufet lagi untuk " Library without License " berisi buku per-undang undangan, ada koleksi majalah Dwi Mingguan Tempo, Gatra dan Forum keadilan, bacaan ringan karya Emha Ainun Najib, Candra Malik, Tere Liye, Yara Sumadi, Jhon Man, Muthia Sayekti, James Altucker, Marylin Pincus, Yanuardi Syukur, DR. Abdul Wahid Hasan, Abraham Panumbangan, Abdullah Ubaid, Puthut EA, dll. Dua buku yang sering kami baca " Muslim Pentol Korek karya Tere Liye dan Enaknya Berdebat dengan Orang Goblok karya Puthut EA ". Ruang keluarga ini juga kami gunakan melakukan banyak pekerjaan, baik menulis maupun pekerjaan Kantor. Di ruangan ini, ada komputer lama Pantium satu sudah tidak terpakai karena sudah ketinggalan zaman, semua pekerjaan sudah menggunakan Laptop masing-masing dikeluarga kami.

Itulah rumah sederhana yang kami miliki dan cintai, baru kami sadari ke-asrian-nya berkat adanya Social Distancing, Phisical Distancing, Stay At Home, Akibat mewabahnya “ COVID-19 “. Rupanya “ Rumah-ku adalah Idaman-ku “ memang benar adanya.

Minggu, 12 April 2020

KE-TULUSAN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

KE-TULUSAN

BIRU itu Indah, 
PUTIH itu Bersih atau Suci, 
MERAH itu Berani, dan  
HITAM itu Gelap 
Artinya Keberanian untuk meluruskan sesuatu yang dianggap Gelap atau menyimpang bila didasari Ketulusan Hati yang suci dan Bersih akan nampak terlihat " INDAH ", . . . . (Phsl 13/04/20)

Rabu, 08 April 2020

JANGAN " ABAI " BERSAMA KITA BISA LAWAN CORONA

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

Banyak hal yang bisa Kita lakukan di tengah merebaknya Virus Corona atau COVID-19 beberapa bulan belakangan ini.

Menurut penulis, kita perlu secara bersama-sama membantu pemerintah dalam rangka menghambat dan menanggulangi dampak penyebaran virus ini. Ini menjadi penting, minimal untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

Begitu bahaya COVID-19 ini, usaha dan Ikhtiar Pemerintah sudah dilakukan dengan berbagai cara agar warga masyarakat tidak terinfeksi. Pun, menurut medis, virus berbentuk mahkota ini lebih kecil dari kuman dan bakteri. Jangan abai dengan himbauan pemerintah.Tidak mudah menghadapi musuh yang tak tampak seperti COVID-19. Sudah banyak korban jiwa dan melukai ratusan bahkan jutaan orang.

Dahsyatnya pengaruh virus tersebut, mampu mengubah tatanan kehidupan sosial di tengah-tangah masyarakat kita saat ini. Karenanya,  lahir berbagai istilah yang memunculkan pola interaksi sosial yang "baru". Kita pun jadi mengenal istilah seperti Sosial Distancing, Physical Distancing, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pengawasan (PDP), Cluster, Stay at Home, Work From Home dan lain-lain.

Sejak mewabahnya virus corona secara global, membuat status seseorang menjadi “ ODP “  hanya karena yang bersangkutan baru pulang dari luar daerah atau Luar Negeri. Pun karena Flu, Batuk dan Pilek statusnya menjadi  “PDP“. Yang tak kalah menyedihkan, pasien yang meninggal pun dikuburkan "tidak normal" oleh karena hanya boleh dihadiri kalangan terbatas --keluarga terdekat bahkan kadang terlibat-- dengan “APD" super maksimal dan pengawasan ketat.

Adalah kesadaran warga bangsa dalam mendisiplinkan diri menjadi kunci sukses menangkal ekspansi pandemik COVID-19 (Corona Virus Disease-19) ke-berbagai wilayah.

Oleh karena itu, penulis mengajak kita semua, sekecil apapun peran kita, mari sama-sama kita patuhi himbauan Pemerintah untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Stay at Home atau tinggal di rumah adalah bentuk paling sederhana yang bisa kita lakukan. Tapi pengaruhnya memberi efek positif yang cukup segnifikan dalam menekan penyebarannya.

Memang, penulis sadari, tidak mudah mengahadapi masyarakat dari berbagai lini kehidupan Sosial dan segenap prilakunya. Tapi kita beum terlambat. Dalam kondisi saat ini, mari kita yang merasa mengerti dan memahami, selayaknya memberikan sumbangsih Ilmu pengetahuan, pengalaman kita kepada masyarakat di mana tempat kita tinggal atau berdomisili dengan “ikhlas “. Pun, jika belum bisa berbuat lebih, sebaiknya cukup diam dan tak menambah beban pemerintah dan masyarakat kita.

Ambil sisi positifnya. Jika ada himbauan, tentu, ujuannya baik untuk kemaslahatan warga, taatilah. Bukan malah mempertentangkannya. Pemerintah tidak mampu mengakomodasi keinginan orang per orang dari jutaan orang dari ratusan juta penduduk Indonedia yang ada. Jadilah "ma'mum" yang baik.

Kenapa kita dihimbau untuk tidak berkerumun atau kumpul-kumpul? Karena kita pun tidak tahu, di antara teman kita itu, salah satu atau salah dua atau salah tiga dan seterusnya, bisa saja  positif Covid-19 dan menjadi carrier (pembawa) penyebarannya.

Pun demikian, jika ada keluarga, sanak saudara atau teman-teman kita yang baru datang dari luar Daerah atau luar Negeri, harus dicek dan diwajibkan segera Isolasi Diri sampai benar-benar sehat. Karena pemerintah dan semua jajarannya,  peduli atas kesehatan, keselamatan jiwa warganya.

Begitulah bahaya si'Covid-19  ini. Ia memang, maaf, tidak kemana-mana. Tapi kita yang ke mana-mana.

Harapan penulis, semoga kita semua terhindar dari wabah ini, tetap sehat, tetap semangat dan selalu tetap dalam ridho-Nya. Amin.

08/04/20

Selasa, 07 April 2020

KEINDAHAN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

APA ITU " KEINDAHAN " 

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan sesuatu kesenangan yang bermakna dan atau kepuasan. Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Orang menilai dan memandang Keindahan itu cenderung Relatif bisa Obyektif dan Subyektif tergantung dari sudut pandang masing-masing dari mana memandangnya. “ Keindahan yang Ideal ” adalah sesuatu unik dan berbeda yang dikagumi atas kesempurnaannya.

Dari beberapa pengalaman bahwa “ Keindahan ” sering melibatkan penafsiran terhadap sesuatu yang Unik, berbeda, seimbang dan selaras yang dapat menyebabkan timbulnya perasaan daya tarik tersendiri terhadap sesuatu yang dipandang Indah, Elok karena mampu membuat rasa tentram secara emosional. 
Untuk itu bila ada yang bertanya Dimana letak keindahan itu ?  Maka bisa dijawab bahwa letak  “ Keindahan itu berada pada mata yang memandang atau melihatnya ".

Pada umumnya bahwa Keindahan itu selalu dihubungkan dan dikaitkan dengan Manusia jika benar maka Keindahan itu terletak pada " WAJAH, MATA, BIBIR, HIDUNG, RAMBUT, PAHA, BETIS, BENTUK TUBUH atau Areal Sensitif lainnya ". Karena keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu Bentuk atau wujud. 
Benarkah . . . ??
Mari sejenak merenung, . . . . , Ke-indah-an seperti apa yang kita inginkan . .  . .!!!