Oleh :
Prayit Hariyanto, SH, Kanit 2 Subdit Cyber Crim Polda Ntb
CATATAN AGUSTUS 2020 TENTANG NASIONALISME
Sampai hari ini, detik ini kita merasakan bahwa Bangsa Indonesia telah merdeka seutuhnya, merdeka dari “ Penjajahan “ walau belum seutuhnya hasil dari kemerdekaaan bisa penuh kita nikmati, kurun “ 75 “ tahun usia kemerdekaan itu, Setidaknya kita telah menikmati Kemerdekaan itu dengan merdekanya kita menjalankan aktivitas sehari-hari untuk pergi bekerja, berladang, bertani, berkebun, dan aktivitas-aktivitas lain tanpa terganggu dan was-was dari gangguan orang lain atau kaum Penjajah.
Berkaitan dengan Narasi tersebut, apakah Nasionalisme masih tertanam dalam diri kita warga Negara Indonesia kurun “ 75 “ tahun usia kemerdekaan RI ??? . . . . . . . . . . (hanya diri sendiri yang tahu seberapa Kadar cinta kita kepada Bangsa dan Negara)
Karena nampak bahwa banyak warga Bangsa yang mulai tidak menyadari betapa pentingnya arti Nasionalisme itu, Rasa Cinta Tanah Air tidak harus turut dalam pertempuran, mengangkat senjata melawan musuh Negara sebagaimana telah dilakukan oleh Pendiri Bangsa ini atau dengan masuk menjadi Anggota POLRI/TNI yang bertugas melindungi Negara atau sekedar ikut Upacara 17 Agustus-an.
Akan tetapi rasa Nasionalisme bisa diwujudkan dalam wujud yang sangat sederhana sebagai rasa Cinta kita kepada Bangsa dan Negara. Salah satunya adalah dengan menjaga “ Fasilitas Umum “, bagi mereka yang gemar melakukan perusakan fasilitas umum mereka tidak menyadari bahwa mereka telah mengganggu hak warga lain. Jika fasilitas umum yang disediakan oleh Negara saja dirusak, bagaimana bisa melindungi bangsa dan Negara-nya . . . ???
Halnya, selama bulan “ Agustus “, 2020 tidak nampak bendera Merah putih secara meriah dikibarkan disetiap rumah-rumah penduduk, tidak terlalu nampak pada kendaraan, baik kendaraan Umum, Penumpang dan bahkan kendaraan Dinas yang meng-ikat-kan bendera Merah Putih dikaca Spion-nya, padahal sudah ada himbauan, kalau-pun tidak ada himbauan seharusnya tumbuh dari diri sendiri jiwa Nasionlisme itu mengingat “ 75 “ tahun usia kemerdekaan Bangsa ini.
Hilangnya kesadaran Nasionalisme dalam jiwa terutama kepada generasi penerus Bangsa adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran Nasionalisme, Rasa Cinta Tanah Air harus ditanamkan dari lingkungan yang paling kecil yaitu “ KELUARGA “ tidak sedikit anak-anak kita tidak mengenal tokoh Bangsanya bahkan jauh lebih mengenal tokoh fiktif Batman, Spiderman, Hi Man, Megaloman dll . ., mungkin tidak heran jika dasar Negara Indonesia-pun tidak mengetahui. Padahal kalau mengingat sejarah berapa lama waktu dibutuhkan bangsa ini untuk mencapai Proklamasi Kemerdekaan, bagaimana susahnya mengibarkan Bendera Merah putih, begitu berkibar “ NYAWA “ bergelimpangan, wajar jika Founding Father kita Bapak Ir. Soekarno mengatakan “ JASMERAH “ (Jangan sekali-kali melupakan Sejarah), karena Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang mengingat Sejarahnya.
Yang jelas bahwa Nasionalisme bukan “ Nyinyir “ dalam kata, Nasionalisme tetap harus ditanamkan pada diri sendiri. Bukan berapa banyaknya lagu-lagu nasional dihafal, bukan pula berapa banyak tempat bersejarah dikunjungi. Nasionalisme adalah tentang seberapa banyak pengorbanan untuk Bangsa dan Negaranya. Jika hal kecil saja tidak bisa dilaksanakan ( memasang bendera Merah Putih depan rumah, meng-ikat Bendera Merah Putih difasilitas Kendaraannya ) apalagi mau berkorban untuk Negaranya.
“ Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang sudah kau berikan untuk negaramu “ ( John F Kennedy )
Mari pupuk rasa cinta kepada Bangsa dan Negara dimana kita dilahirkan dan dibesarkan, dan jangan besarkan “ BANGSA “ lain dalam Negara sendiri, Merdeka . . . . Phsl