Selasa, 28 Juni 2022

HANYA PERASAAN

HANYA PERASAAN

Oleh: Prayit Hariyanto, Kanit 2 Cyber (092)

Maraknya Demo akhir-akhir ini, indikatif besar kemungkinan karena mereka-mereka dirundung “ PERASAAN “, hanya Perasaan belum beruntung, hampir putus asa tapi belum mau untuk mengalah atau menyerah. Padahal dalam kontestasi itu konsekwensinya adalah siap berjuang kembali bila belum mendapat ke-beruntung-an. Dan hal yang sama dilakukan bagi yang beruntung untuk sama-sama berjuang membangun sebuah Bangsa dan Negara. Bukankah membangun sebuah Bangsa dan Negara tidak harus menjadi bagian dari yang beruntung itu, . . . . ???

Justru yang terjadi malah Expresi ketidak ber-untung-an dan ke-putus-asa-an yang berujud sedemikian me-nggeli-kan, Demonstrasi berseri-seri seru, seperti Sutradara John Mc Tiernan ketika membuat Film “ DIE HARD I “  nya Bruce Willis yang menguasai Box Office Begitu sukses, Die Hard II, III dibuatnya, Padahal di setiap seri-nya belum tentu se-beruntung Pada Die Hard sebelumnya. Jangan dong ketika filmnya tidak menguasai Box Office kemudian  menyalahkan Sutradaranya “ Terminator “  . . .. . . . . . . !!!!

Inilah kira-kira gambaran jika menganggap diri “ BESAR “ sejatinya adalah Kecil, sementara yang dianggap “ KECIL “ sejatinya dialah yang paling Besar.
Ternyata belum menjamin ber-ilmu tinggi dan berwawasan luas faham tentang “ MORALITAS “, Narasi-narasinya seharusnya membawa kesejukan, justru ini sebaliknya narasi-narasi yang sejuk dan “ Moralitas “ baik diajarkan oleh mereka-mereka yang Rendah Ilmu dan sempit wawawasan.

Apakah ini yang dikatakan perubahan “ PERADABAN “ . . . . ??? Wallahu A'lam Bishawab 

Phsl 29/06/19

Jumat, 07 Januari 2022

KELUHURAN BUDI PEKERTI

KELUHURAN BUDI PEKERTI

Oleh : Prayit Hariyanto, SH, 


" Keluhuran Budi Pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan ", maka tidak salah berlaku Kaedah Adab atau Sopan santun yang nilainya lebih tinggi dari pada Ilmu " Al-adabu fauqal 'ilmi ", ini menekankan betapa pentingnya kesantunan dalam berbicara, berkata bahkan secara jelas dibandingkan dengan orang yang berilmu sekalipun.

artinya bahwa se-pandai atau se-pintar apapun seseorang jika dalam berbicara atau bertutur kata tidak me-merhatikan ke-santunan, sekalipun itu dilakukan oleh mereka-mereka yang merasa  berilmu tinggi, berpengaruh atau dianggap seorang tokoh, tokoh apapun, jika Tutur kata-nya cenderung membuat polemik dan kegaduhan ditengah kehidupan Masyarakat, jangan berharap mendapat tempat di hati banyak orang, apalagi dihadapan-Nya.

Bicara benar saja bisa menjadi perdebatan dan polemik apalagi sebaliknya, disinilah dibutuhkan kemampuan berbicara dan ber-komunikasi yang baik dengan penuh kehati-hatian demi menjaga pergaulan diantara sesama demi menghargai perbedaan-perbedaan yang ada.

Jauhkan sifat membanggakan diri, mensombongkan diri, angkuh dan merasa diri paling hebat, paling berilmu, sok paling beragama, sok suci, menganggap diri paling benar. seharusnya mereka sadar,  bahwa diatas langit masih ada langit. . . . .

Memang, . . . . . 

“ Harga diri itu lebih tinggi, jauh lebih tinggi lagi jika kita mampu merendahkan diri, . . " 

Memang, . . . 

" Kebenaran harus disuarakan, jika akan menimbulkan kegaduhan dan pertengkaran, lebih bijak untuk diurungkan, . . . " Phsl 7/01/22