Kamis, 21 Desember 2023

BANGSA TABAH

BANGSA TABAH

Oleh : Prayit hariyanto, SH
dikutib dari berbagai sumber

Luar biasa Bangsa ini " INDONESIA " telah menjadi Bangsa yang kuat, Bangsa yang tangguh, Bangsa yang " TABAH " dan Bangsa yang Hebat, salah satu kehebatannya terletak pada kemampuannya dalam menangani krisis " Disintegrasi " Bangsa yang nyaris memporak porandakan persatuan dan Kesatuan Bangsa, merongrong pemerintahan yang sah dengan berbagai cara baik dengan senyap maupun dengan terang-terangan melakukan  pemberontakan.

Benar adanya bahwa NKRI harga mati bukan slogan dan bukan Isapan Jempol, terbukti dari sejarahnya bahwa Bangsa tangguh ini mampu menumpas semua jenis pemberontakan,

1. Penumpasan dan pengejaran Tokoh pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin " Muso, Amir syarifudin " dan tokoh lainnya, mereka-mereka ada yang ditembak mati dan ada yang dijatuhi hukuman mati, mengingatkan peristiwa 72 tahun silam, 

2. Pemberontakan G30s/PKI atau Gestok peristiwa yang menggugurkan pahlawan " Revolusi " ini juga berhasil digagalkan dan ditumpas dan menangkap para tokohnya " Hidup or Mati ", gerakan yang ingin mengganti Idiologi Pancasila menjadi Idiologi Komunis ini hampir dan nyaris sempurna untuk meng-kudeta pemerintahan yang sah. Dipa Nusantara Aidit adalah salah satu Tokoh sentralnya berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman " Mati ", menyusul Brigjend Supardjo, Kolonel Inf A. Latif, Letkol untung, Nyono, Amir anwar Sanusi dll mengalami nasib yang sama, mengenang peristiwa 55 tahun yang lampau, 

3. Pemberontakan Andi aziz dan APRA

4. Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan), didalangi oleh " Soumakil " seorangan mantan Jaksa Agung Nit. Tepat pada 25 April 1950, para anggota RMS mem-proklamasi-kan berdirinya Republik Maluku Selatan.  Pemberontakan ini dapat dipadamkan dan pada Desember 1963 sang dalang Soumakil berhasil  ditangkap dan dijatuhi hukuman " Mati ", 

5. Pemberontakan RPII pimpinan Kahar Muzakar dan pemberontakan DI/TII pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo. keduanya ingin mendirikan NII, namun keinginannya kandas setelah pada bulan februari 1965 Pemberontakan Kahar Muzakar berhasil di tumpas dengan tertembak matinya Kahar Muzakar dan pada 4 Juni 1962 Sekarmadji Maridjan  Kartosoewiryo berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman " Mati ", . . .

Dilihat dari beberapa ujian yang diterima oleh Bangsa ini semua dapat dituntaskan dan ditumpas, PKI memang perlu diwaspadai dan tidak kalah penting juga harus diwaspadai jika ada yang teriak-teriak " Khilafah-khilafah " dan ingin mendirikan " NEGARA ISLAM INDONESIA " jangan-jangan mereka-mereka ini adalah bagian dari 2 jutaan pengikut DI/TII di NII yang pernah disebutkan oleh Putra Kartosoewiryo,  Sarjono Kartosoewiryo. Keduanya cukup berbahaya dan mengancam persatuan dan Kesatuan Bangsa. 
Polri dan TNI dibantu komponen Bangsa lainnya Faham bagaimana cara mengatasinya, Tumpas mumpung belum membesar dan Hukum Mati tokohnya mumpung belum berkembang biak. Bravo Polri dan TNI. (sejarah) Phsl

Jumat, 15 Desember 2023

HANYA INGIN .. . . .

HANYA INGIN . . . .

oleh : Prayit Hariyanto

Aku hanya ingin mengajak dan mengajari agar jari itu lebih SANTUN daripada lisan, aku hanya ingin mengajak dan mengajari agar Lisan itu lebih LEMBUT daripada fikiran, aku ingin mengajak dan mengajari agar fikiran itu Lebih SEJUK dari pada Qolbu, jika tidak bisa " SANTUN, LEMBUT dan SEJUK " akan jauh lebih baik jika Diam, karena konon Diam itu adalah emas.
 
Hanya rasa ke-khawatiranku jika-jika aku datang untuk menjemputmu atas ulah " Jari " mu yang tidak santun, ulah Lisanmu yang kurang lembut dan ulah fikiranmu yang jauh dari ke-sejuk-an. 
percaya dan sadarilah bahwa disetiap diri manusia ada sial dan atau ketidak beruntungan, mari keduanya tetap kita jaga dengan kehati-hatian agar kita tetap menjadi manusia yang ber- " untung ", jika tidak, . . . maka kasian mereka-mereka yang ada dibelakangmu ada keluarga, Anak dan Istri yang mengkhawatirkanmu sama halnya Aku yang mau peduli dan mengkhawatirkanmu pula, . . . .

Terus terang aku tidak bisa melihat orang menangis, merunduk dan meng-" Iba " karena khilaf yang terlambat dan tidak menampakkan sikap " Ksatria "-mu, hanya aku malu melihatnya, . . . . phsl