Selasa, 23 Januari 2024

JANGAN REDUP-KAN CAHAYA ORANG LAIN

JANGAN REDUP-KAN CAHAYA ORANG LAIN 

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Setiap gerak seorang Politisi dan Aktivis harus lebih mengedepankan prinsip mengukur potensi diri bukan semata-mata keinginan untuk memunculkan dirinya ke depan public, bukan pula hanya sekedar untuk kepentingan “ CONTEN “ tapi harus memperhatikan etika, estetika, toto kromo dan Adab.

Musyawarah adalah pangkal tolak gerakan untuk mengukur potensi SDM yang dimiliki. Kesadaran untuk meng-akomodir permasalahan kemudian bermusyawarah lebih utama dibandingkan  sekedar meletupkan semangat untuk bergerak, bergerak dan bergerak hanya menyalahkan yang lain. Memberikan gelar Pimpinan Bangsanya tidak manusiawi, memberikan nilai kinerja seorang pejabat tanpa Etik dan Adab, sementara politisi muda ikut-ikutan, pun melihat seniornya telah mengajarkannya, sepertinya dunia per " POLITIK " kan tidak mengajarkan etik, estetika dan Adab kalau tidak berkaca dan bercermin pada diri sendiri. . . .   Saya berpendapat sebaiknya : jika ingin bercahaya, . . . .

“ Bercahaya-lah kalian dari diri sendiri jangan redupkan Cahaya orang lain “. Phsl

Maka peluang munculnya  friksi atau perbedaan akan terjadi jika para Politisi dan Aktivisnya yang membawa pesan kebanyakan orang-orang pembawa semangat semu dan punya kepentingan-kepentingan tertentu. 
Akhirnya terjadi banyak fase yang terlewatkan dikarenakan semangat yang sangat dan amat bergelora sehingga memanaskan suasana yang mempengaruhi situasi Kamtibmas dan berdampak pada dunia usaha dan investasi, sementara secara riil ke-pahaman dan ke-sadaran dalam hati tidak bisa dipaksakan. 
Hasilnya hanya " Pepesan tak Berisi " alias Pepesan kosong.

Saat ini adalah tahun Politik sekaligus tahun berinovasi untuk menciptakan peluang kerja baru bukan menggantungkan pada peluang kerja yang sudah sempit, bukan bergantung banyaknya bicara para pengamat seolah dunia mau kiamat, bukan bergantung banyaknya ocehan para politisi dan Aktivis yang meng-atasnama-kan Rakyat sementara Rakyat masih tetap biasa-biasa dan baik-baik saja, bukan lengkingan Birokrasi yang saling salahkan yang memunculkan kegaduhan, bukan juga koornya Bapak-bapak Dewan terhormat yang hanya menengok  Rakyatnya ketika membutuhkan suaranya, “ LAMIS “ nya bibir para Politisi dalam mem-framing perdebatan calon Presiden dan wakil Presiden Ditambah dengan kompor gasnya Media lengkap sudah penderitaan Bangsa dan rakyat ini.

Sesungguhnya tidak banyak yang dituntut oleh Rakyat Bangsa ini, jangan jual dirinya hanya untuk kepentingan Selebrita dan propaganda-propaganda politik demi kepentingan tertentu, mereka lebih Ikhlas menghadapi tantangan dan beratnya kehidupan dan masa depannya dengan sabar.

Sederhana yang mereka inginkan kapan sembilan bahan pokok bisa terjangkau dan murah, jikapun tidak mereka-mereka jauh lebih tabah menghadapi-nya.

Salam sehat dan salam logika. Phsl

Selasa, 02 Januari 2024

CATATAN AWAL TAHUN DI TAHUN POLITIK

CATATAN AWAL TAHUN DI TAHUN POLITIK

Oleh  : Prayit Hariyanto, SH

Perayaan pergantian Tahun sudah usai ada yang memilih berzikir ada juga yang memilih menikmati pergantian Tahun bersama keluarga sambil berdo’a, ada bersama pacarnya, ada bersama kawan-kawannya dll, mereka-mereka tidak bisa dilarang karena mereka juga punya pilihan.

Halnya Politik, banyak orang menaruh harapan dan juga target di tahun “ GENAP “ 2024 ini, mau birokrasi, swasta, tak terkecuali para politisi yang berjuang mengadu peruntungan.

Bagi politisi inilah Tahun Politik, sebuah pertaruhan hidup dan mati bagi mereka, karena ditahun Genap 2024 inilah momentum penting untuk berjuang atas nama “ Rakyat “ atau atas nama “ Masyarakat “ katanya, . . .
Untuk memperebutkan singgah sana Legislatif baik DPRD II, DPRD I, DPR, DPD dan Pilpres. Uniknya kali ini Pilpres jauh lebih seru dari Pileg dan Pil DPD nya, suhunya sudah mulai nampak menghangat mudahan jangan memanas, kalau lima tahun lalu melibatkan Agama sebagai Komoditasnya ( Cebong dan Kampret ), namun tahun 2024 ini melibatkan Anak ingusan yang suka Blimbing Sayur temannya mas “ SAMSUL “ . . . .

Apalah Namanya yang jelas bahwa di tahun politik ini adalah “ BUKAN “ pertarungan panjang adu Gengsi seorang Mantan Jendral melawan seorang Tukang meubelair, semula Ulama, santri, dan Ormas-ormas keagamaan dijadikan obyek rebutan pengaruh bahkan partai-pun terbelah menjadi Partai Allah dan Partai Syetan untuk melegitimet masyarakat demi meng “ Goal “ kan calon masing-masing.

Ternyata kini berubah yang dulu lawan kini menjadi kawan, itulah Politik yang harus dinikmati dengan Enjoy. Yang jelas bahwa hampir semua energi Bangsa tersedot ke Momentum ini walau bukan “ fight again “ als REMACTH dalam kontestasi Pilpres lima tahun lalu.

Entahlah siapa yang berjaya, diantara tiga kandidat Capres tahun 2024 ini,  rakyat cerdas akan menjatuhkan pilihannya mana yang terbaik buat Bangsa dan Negara ini.

Trik dan Intrik semakin terlihat, bukan karena perang kepentingan, yang nyata, yang nampak terlihat adalah perang “ KECERDASAN “, bukan Capresnya tapi calon Wakil Presiden-nya. Kecil, mungil, Imut, anak Ingusan suka belimbing sayur temannya mas “ SAMSUL “ menggemaskan dan merepotkan. Bukan lagi adu Gagasan yang di Gagas, namun saling Nge-GAS dan mem-framing terhadap lawan masing-masing hingga Media Sosial-pun turut Andil.

Memang di Era kemajuan Iptek Informasi Digital saat ini Media Sosial inilah yang paling dekat dengan Masyarakat, tepat dipergunakan untuk mengemas Informasi tentang sesuatu hal dengan misi pembentukan OPINI atau menggiring persepsi Publik terhadap apa yang diinginkan.
Dampaknya adalah masyarakat. Saya yakin masyarakat cerdas akan mengambil sikap Positif dan menganggap inilah Kontestasi lima tahunan . .. . .

Penulis berharap proses Demokrasi yang melelahkan dan butuh kesabaran ini bisa berjalan Aman, damai dan sesuai harapan bersama sebagaimana cita-cita Kemerdekaan Bangsa ini. Mari ber-demokrasi dengan Gembira, santun dan enjoy . . . .  Phsl

#slmlogika
#slmsehat
#nkrittpjaya