CINTA TAHU CARA
BAHAGIA
Oleh : Prayit Hariyanto
CINTA selayaknya
kekuatan, bukan kelemahan, dan Cinta seharusnya tahu cara untuk BAHAGIA. Jika
kebahagiaan adalah tujuan utama, maka kita rela menempuh penderitaan demi
meraihnya. Namun kebahagiaan bukan hasil. Ia proses untuk menjadi.
Kebahagiaan akan
terus-menerus menjadi wujud baru seiring pertumbuhan spiritual manusia dalam
memaknainya. Jika telah menyentuh rasa cukup, maka kebahagiaan telah mewujud
kesederhanaan.
Pada derajat inilah
kita bisa menikmati sikap hidup yang dinamakan tawadhu, rendah hati dan tidak
sombong.
Cukup tidak selalu
berarti berkecukupan. Dalam kata ber-kecukupan terkandung arti hidup dengan
kekayaan, bahkan dapat dimaknai sebagai ber-kelebihan. Jika ini yang dijadikan
ukuran, orang miskin harta tak dapat digolongkan didalamnya. Padahal hidup ber-kecukupan
dan atau berkelebihan acap kali diselubungi oleh rasa kurang, yang menjauhkan
kita dari rasa cukup. Pada akhirnya apapun dihalalkan untuk memenuhi ke-cukupan
itu
Jika memahami
kebahagiaan sebagai proses menjadi, maka proses itu dimulai dari sekarang,
disini dan oleh diri kita sendiri. Sangat jelas menunjukkan betapa kebahagiaan
dapat diperjuangkan sejak sekarang, dilingkungan inti yang didalamnya hidup
kelompok terkecil bernama “ KELUARGA “ atau Suami dan Istri yang saling
mencintai, melindungi dan merawat, yang tidak kalah penting saling menguatkan
dan men- " DO'A " kan, walau mungkin dalam kindisi berjauhan.
Seberapa sulit dan seberapa lelahnya dalam kehidupan, “ KELUARGA “ atau Suami
dan istri tidak akan saling meninggalkan sepanjang hidup, itulah Suami-Istri
sejati.
Minimal, "
TERSENYUM ", salah satu yang nampak dari kebahagiaan itu sendiri (cm)
Semoga bermanfaat.
Phsl
#slmsehat
#slmbahagia