Selasa, 18 Juni 2024

CINTA TAHU CARA BAHAGIA

CINTA TAHU CARA BAHAGIA

Oleh  : Prayit Hariyanto

CINTA selayaknya kekuatan, bukan kelemahan, dan Cinta seharusnya tahu cara untuk BAHAGIA. Jika kebahagiaan adalah tujuan utama, maka kita rela menempuh penderitaan demi meraihnya. Namun kebahagiaan bukan hasil. Ia proses untuk menjadi.

Kebahagiaan akan terus-menerus menjadi wujud baru seiring pertumbuhan spiritual manusia dalam memaknainya. Jika telah menyentuh rasa cukup, maka kebahagiaan telah mewujud kesederhanaan.

Pada derajat inilah kita bisa menikmati sikap hidup yang dinamakan tawadhu, rendah hati dan tidak sombong.

Cukup tidak selalu berarti berkecukupan. Dalam kata ber-kecukupan terkandung arti hidup dengan kekayaan, bahkan dapat dimaknai sebagai ber-kelebihan. Jika ini yang dijadikan ukuran, orang miskin harta tak dapat digolongkan didalamnya. Padahal hidup ber-kecukupan dan atau berkelebihan acap kali diselubungi oleh rasa kurang, yang menjauhkan kita dari rasa cukup. Pada akhirnya apapun dihalalkan untuk memenuhi ke-cukupan itu

Jika memahami kebahagiaan sebagai proses menjadi, maka proses itu dimulai dari sekarang, disini dan oleh diri kita sendiri. Sangat jelas menunjukkan betapa kebahagiaan dapat diperjuangkan sejak sekarang, dilingkungan inti yang didalamnya hidup kelompok terkecil bernama “ KELUARGA “ atau Suami dan Istri yang saling mencintai, melindungi dan merawat, yang tidak kalah penting saling menguatkan dan men- " DO'A " kan, walau mungkin dalam kindisi berjauhan. Seberapa sulit dan seberapa lelahnya dalam kehidupan, “ KELUARGA “ atau Suami dan istri tidak akan saling meninggalkan sepanjang hidup, itulah Suami-Istri sejati.

 

Minimal, " TERSENYUM ", salah satu yang nampak dari kebahagiaan itu sendiri (cm)

Semoga bermanfaat. Phsl

#slmsehat

#slmbahagia

Jumat, 14 Juni 2024

SUKSES ITU BUKAN BESAR BICARA-NYA

SUKSES ITU BUKAN BESAR BICARA-NYA
 
Oleh  : Prayit Hariyanto
 
Sesungguhnya " Politik " itu dinamis dan statis,  apa yang tidak dimungkinkan terjadi, didunia Politik tidak berlaku, penuh dengan kejutan-kejutan, fenomenal dan Sensasional, . . . . Akademisi Prof dan DR politik hanya bisa memberikan teori dan teori atau rambu berpolitik yang benar, tidak mampu memprediksi bidak catur para Politisi.
Jikapun diberikan kesempatan men-dongak dalam Politik  berusahalah untuk tetap merunduk, sebelum malu merunduk dan merunduk menjadi tabu atas perilaku politik yang cenderung merendahkan harkat dan martabat lawan politiknya . . . 
 
Maka salah besar jika memandang rendah seseorang dalam dunia Politik, siapa tahu suatu hari orang yang direndahkan sukses dan kita jauh lebih rendah dari-nya . . . akhirnya tak hentinya membuat “ POSTINGAN “ dimedia sosial atas kekalahan dalam kontestasi politik . . . . betapa bodoh dan tidak masuk akal-nya perilaku seperti ini, . . . . padahal mereka-mereka ini memiliki Integritas Intelektual mumpuni . . .

Memang tidak mudah mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan.  .  .  .  .  kecuali dirinya yang mempunyai tekad dan keinginan untuk meng-ubah dan berubah.  .  .  .  
Apa yang tidak mungkin jika Tuhan YME, Allah Swt berkehendak, banyak orang Sukses terlahir dari orang tidak berada, orang kampung dan bahkan mungkin besar tanpa orang tua yang mendampinginya, maka jangan sedih jika bagian dari hidup yang mem-bersama-i adalah bagian yang pahit, penuh luka dan Air mata. Maka banyak mereka-mereka yang merasa diri hebat baik pengetahuan maupun finansial dikalahkan oleh orang beruntung yang besar atas kehendak-Nya . . . .

Karena dari situlah banyak orang yang terlahir kembali dengan jiwa yang lebih " Bijaksana ". dari situ pulalah banyak orang-orang yang super tangguh, besar hatinya bukan " BESAR KEPALA " dan “ BESAR BICARA “ nya
Mereka yang beruntung yakin bahwa segala sesuatu jika diawali dengan Nawaitu " NIAT " yang baik, dan tulus serta Do'a yang Ikhlas, maaf jangan tanya hasil . . . . . karena Allah Swt pasti memberikan tempat terhormat baginya, . . . Aamiin,

Jikapun belum beruntung, itu mungkin lebih baik baginya, . . . agar Intropeksi, mawas diri untuk mempersiapkan kembali dan mencobanya, . . . salam sehat. Phsl