SEPERTI “ KENTUT “ . . . .
Oleh : Prayit Hariyanto
Bapak Ir. Jokowi itu memang hebat dan luar biasa, terkadang saya sendiri menahan geli, . . Kenapa . . . ?? Karena beliau ini seorang yang santainya luar biasa hanya ada pada diri Beliau Bapak Ir. Jokowi mantan Presiden RI ke 7, dengan berbagai cara untuk menjatuhkannya dari mulai beliau menjabat selama 2 periode sampai purnanya pun masih ada yang mengusilinya. Banyak orang-orang yang merasa pintar dan cerdas menyerangnya, banyak Profesor, DR, LSM bahkan orang per-orang dll, . . . yang membully-nya tapi Bapak yang satu ini sepertinya sakti sekali, padahal Ijazahnya diragukan, keturunan China, PKI, Plonga- Plongo, Mulyono, si tukang mebel dan masih banyak lagi beliau dihina-hina. Namun beliau menanggapi dengan santainya bahkan sempat mengeluarkan kalimat yang menohok buat mereka-mereka itu “ Yang kurang dikomplitin saja “, bisa dibayangkan mana ada orang se-sabar beliau, seharusnya mereka-mereka malu dengan ke-pintaran-nya, ke-cerdasan-nya, ke-pakaran-nya, kok malah saya berpikir meragukan ke-doktoran-nya dan ke-Profesoran-nya. Seperti mereka-mereka meragukan Ijazah beliau . . .
Apalagi begitu Euforianya mereka-mereka saling, . . . saling sahut seperti beo sedang kontes ketika sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, NGO dengan nama OCCRP yang bermarkas di Belanda menulis atau merilis bahwa mantan Presiden RI ke-7 Bapak Ir Jokowi sebagai finalis salah satu tokoh terkorup se-dunia. Ditambah lagi oleh masyarakat, biasa saya dan orang-orang menyebutnya RT 16 dan RT 24 begitu luar biasa senangnya bahkan mungkin, maaf saking senangnya mereka “ Selamatan “ dengan memotong Banteng sebagai ritualnya, saking semangat dan senangnya bahwa Bapak Ir. Jokowi akan segera ditangkap karena mega korupsi terbesar didunia, tak ketinggalan Abraham Samad mantan Ketua KPK pun turut senang dan menyuruh KPK segera menyelidikinya, Eeee ternyata . . . ending-nya seperti “ KENTUT “ baunya hanya diseputaran mereka-mereka saja, ketika ditanyakan “ siapa yang kentut .. . . . ????, “ . . mereka saling pandang dan tidak ada yang mau mengaku. inilah dunia “ POLITIK “ . . .
Sebuah pertanda sesungguhnya Ilmu Pengetahuan dapat membuat Se-seorang dihormati oleh banyak orang. Leluhur kita mewariskan pesan yang masih relevan sampai saat ini bahwa “ Orang berilmu itu besar walaupun masih muda, sedangkan orang Bodoh itu kecil walaupun usianya sudah tua “. Ternyata tidak berlaku didunia politik . . . .
Yaaaaah . . . . semoga yang merasa diri ber-ilmu, Pintar, Pandai dan Mahir segera sadar dengan bijak menjaga keilmuannya, dan sebaliknya bangkitlah untuk segera belajar bagi yang merasa diri Bodoh dan tertinggal agar mampu membaca “ Udang dibalik Batu “ dan membaca fikiran Orang-orang berilmu namun tidak “ BENAR “ sebagaimana narasi diatas, sejatinya mereka-mereka-lah yang tertinggal dan bodoh. Salam logika dan salam sehat. Phsl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar