Puisi
MENGENANG KALA ITU
Oleh : Prayit Hariyanto,SH
Masih ingatkah Masjid itu, kala kita jumpa pertama
Masih ingatkah Kantor Desa itu kala kau ku pandang pertama
Masih ingatkah hari itu, Minggu 9/02/1997 kala pertama aku
datang kerumahmu, Sakra
Karena, . . .
Hari dan tanggal itu yang tentukan masa depan Kita
Masih ingatkah hari-hari pertama kita hidup bersama
Di malam yang sunyi, non jauh dari keramaian Kota, terpencil
original kehidupan pedesaan yang damai,
Hembusan angin dingin datang dari belakang tempat tinggal kita
hamparan sawah yang cukup luas,
Kau lah yang menjadi selimut hidupku,
Gelap, sepi, sunyi dan lengang kala malam tiba sama-sama bisa
kita arungi,
Desa itu menjadi saksi kebersamaan kita dalam suka maupun duka tercatat
sebagai “ Kenangan “, Pengkelak Mas .
..
Hingga, . . .
Sekarang dan selamanya kau adalah belahan jiwaku
Sekarang dan selamanya kau adalah perhiasanku
Sekarang dan selamanya kau adalah Bidadari “ Syurga “ ku
Sekarang dan selamanya aku adalah pendamping hidupmu
Hanya kepada-Mu, Ya Robb, .. . .
Aku meminta
Abadi milik-Mu kupinta untuk pernikahan kami,
Tentram milik-Mu kupinta untuk keluarga kami,
Cinta milik-Mu berbagilah untuk pernikahan kami,
Kasih sayang milik-Mu berikanlah untuk keluarga kami,
Ternyata, . . .
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat
Lima belas bulan sebelas tahun dua ribu dua puluh,
Genap dua puluh tiga tahun usia pernikahan kami,
Smoga menjadi hari yang bahagia bagi kehidupan keluarga Kami,
dilimpahkah segala rahmat, hidayah, Rizki dan kesehatan hingga paripurna dalam
kehidupan, . . . . . .
Amiin, . . . . (15-11-2020)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar