Senin, 02 Agustus 2021

Lelaku AKHLAK

Lelaku AKHLAK


Oleh. : Prayit Hariyanto, SH

Akhir-akhir ini sesungguhnya kita punya masalah besar dalam berkomunikasi sesama Muslim, hal kecil dan tidak usah terlalu muluk, dalam saling berpapasan saja semakin jarang ditemukan sesama muslim yang saling bertegur sapa apalagi saling menebar ucapan “ Assalamu'alaikum “, Hay, selamat pagi, dll.  Lewat, yo lewat wae, bahkan terkadang permisi-pun tidak.

Hanya sibuk mengurusi Amalan gampang mem-bid'ah-bid'ahkan sesuatu jika berbicara agama, suka mengkafirkan  sesamanya kalau tidak sepaham, ber-dalil paling sahih bahkan banyak pula yang mengurusi Ramalan. sampai-sampai lupa merawat tradisi kebaikan yang paling dan sangat sederhana yaitu “ Uluk Salam “ atau saling memberi salam tadi. Padahal sesungguhnya sesuatu diatur sedemikian rupa olehNya agar terlihat harmonis dan dinamis, nampak terlihat kerukunannya baik sesama atau yang lainnya. mereka-mereka ini tidak mampu bersaing dengan lingkungan dalam kehidupan sosialnya hanya nyaman dengan kelompoknya.

Tidak dipungkiri, memang Amal yang kelak pertama kali ditanyakan olehNya, dan Amal yang pertama ditanyakan itu adalah Sholat. Akan tetapi saya meyakini bahwa ibarat membaca buku, Amal bukan Bab pertama buku hidup. Sebelum Amal, yang lebih awal adalah Ilmu. Sebelum Ilmu, yang lebih awal lagi adalah Adab atau tata krama. Dan sebelum adab atau Tata krama, yang lebih awal lagi dan bahkan yang paling awal dan menjadi dasar  bagi Adab, Ilmu dan Amal ialah “ AKHLAK “. Dan inilah tugas utama kerasulan Nabi Muhammad SAW yaitu menyempurnakan Akhlak mulia.

Perilaku Adab, perbuatan Ilmu dan tindakan Amal semua didasari lelaku Akhlak. Perkembangan Tekhnologi, komunikasi, digital saat ini ibarat persenyawaan antara Ilmu dan Amal, dan layak diakui bahwa Tekhnologi, komunikasi dan Digital memang maju, namun peradaban ternyata mengalami kemunduran. 

Jika kesederhanaan adalah pencapaian tertinggi umat Manusia, kini terjadi Penyederhanaan. Padahal penyederhanaan berbeda jauh dari Kesederhanaan. Kesederhanaan itu Alamiah, Natural, sementara Penyederhanaan itu adalah Ilmiah, semakin kesini semakin Ilmiah. Sehingga tanpa dalil seolah-olah manusia itu tidak bisa hidup dan bergerak. Padahal “ AKHLAK “ tidak membutuhkan Dalil. Akhlak hanya membutuhkan keterlibatan jiwa dan Raga sepenuhnya, seutuh-utuhnya dan seluruhnya dalam rangkaian berserah “ Diri “. Rendah diri di hadapanNya dan rendah hati dihadapan sesama.

Fenomena saat ini bahwa banyak mereka-mereka ber-Ilmu agama tinggi, mengikuti banyak kajian, sayang tidak diimbangi dengan Adab, Etika dan Estetika dan bahkan rendah “ AKHLAK “ dalam Lisannya. Jauh dari rendah Diri dan rendah Hati. Sebagaimana Rasulullah SAW contohkan.  Cm.Phsl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar