Kamis, 21 Desember 2023
BANGSA TABAH
Jumat, 15 Desember 2023
HANYA INGIN .. . . .
Kamis, 30 November 2023
DIBALIK AYAH HEBAT
Selasa, 14 November 2023
CINTA-KU BERAWAL DARI DO’A
CINTA-KU BERAWAL DARI DO’A
Oleh : Prayit Hariyanto
Kebanyakan
orang mengatakan bahwa jatuh cinta itu dimulai dari
pandangan pertama, dari mata turun kehati, tapi jatuh cinta-ku dimulai dari
do’a-do’aku yang panjang, mungkin aku salah satu dari kebanyakan orang yang
percaya apapun yang ditakdirkan oleh-Nya, Tuhan YME, Allah Swt yang memiliki
waktu dan mengaturnya kapan datang atau tiba.
Memang
perjalanan menuju-mu tidak setiap saat dimuluskan atau dimudahkan, demikian
sebaliknya, ketika menemukan jalannya Tuhan YME, Allah Swt muluskan, kala itu . . . . . 26 tahun yang lalu, Aku
hanya berfikir mungkin ini hanya sementara waktu atas ujian atau cobaan-Nya.
Insya Allah dan aku yakinkan bahwa kita adalah dua anak manusia yang paling
bahagia diantara sebagian banyak yang lainnya.
Untuk
setiap rindu-ku, aku selalu menitipkan do’a-ku pada ruang waktu, semoga
disetiap detiknya akan tersampaikan untuk mewakili-ku, . . . Aku sadar waktu-ku
yang membuat-mu selalu bertanya . . .
“ PAA,
. . . KAPAN AKU TIDAK MENUNGGU LAGI, KARENA SAMPAI SAAT INI HARI-HARI-KU SELALU
MENUNGGU DAN MENUNGGU-MU . . . . !! “.
Terkadang
aku bersedih dan pilu terlalu sulit menjawabnya, . . . . Hanya Aku berharap
sabar-mu dan sabar-ku bisa menyatu dan menjadi kekuatan untuk ke-bahagia-an
kita, semoga Kebersamaan segera datang atau tiba sebagaimana datang dan tibanya
cinta kita kala itu, 26 tahun lalu . . . Aamiin. Phsl
Kamis, 06 Juli 2023
BANGSA BESAR & SAMPAH
BANGSA BESAR & SAMPAH
Oleh
: Prayit Hariyanto
Jika ingin menjadi
Bangsa besar maka hargai para Pahlawan
dan para Pemimpin Bangsa ini. Percayalah, tidak ada pemimpin bangsa ini yang
tidak baik, semuanya baik, beliau-beliau itu peletak pondasi Bangsa hingga
berdiri sampai sekarang ini, Ir. Soekarno, Soeharto, Prof. DR BJ. Habibie, KH
Abdurrahman Wahid, Megawati SP, SBY, Ir. Joko Widodo. Siapa lagi kalau bukan
kita yang menghargai dan menghormatinya.
Miris melihat tayangan di
Televisi selalu menyuguhkan perdebatan yang tidak ada ujung dan pangkalnya, selesai
tanpa solusi, Para Politisinya sibuk
berkelahi memperebutkan kursi pemimpin partainya, Para anggota Dewan terhormat
lupa akan fungsi pokoknya " Pengawasan, Legeslasi dan Anggaran ",
mana rasa nasionalisme Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat dengan suara
lantangnya memprovokasi Rakyat atau Masyarakat untuk menciptakan kebencian-kebencian terhadap para
pemimpin Bangsanya sendiri, Banyak sahabat Sosmed yang bisanya hanya meng
Share, meng upload, membagikan tautan Basi atau warta abal-abal alias "
HOAK " tanpa merasa bersalah, Sangat mudah meminta “ Maaf “, berurai air
mata ketika aparat menjemputnya, tidak bermental sama sekali . . . .
Memang harus disadari, bangsa
besar ini belum bisa mencetak generasi bangsa yang mampu bekerja, berkarya dan
berinovasi terhadap Bangsanya sendiri, Bangsa ini hanya mampu mencetak generasi
Bangsa yang pandai berbicara, ngomong, ngoceh tapi tidak mampu bekerja,
kerjanya selalu menyalahkan orang lain, menyalahkan pemimpin-pemimpin bangsanya
seolah dirinya paling hebat dan paling benar sendiri, padahal ketika ada
kesempatan untuk berbuat . . . malah
jauh lebih buruk dari pendahulunya .. . .
Melihat situasi dan kondisi
seperti ini sebagai Pemimpin Bangsa besar harus mampu membaca peluang pasar jika
mengacu pada hukum Ekonomi. Negara sebaiknya beralih menjadi
produsen tempat “ SAMPAH “ dan memperbesar TPA daripada menjadi
Produsen ALUTSISTA, Produsen tempat Sampah sungguh menjanjikan karenanya mampu menampung mereka-mereka yang pandai
berbicara, pandai berdebat seperti dagang obat, ocehannya bak “ BEO “ kelaparan. Mereka-mereka itu jauh
kebih berbahaya karena merongrong kewibawaan Bangsa dan Negaranya sendiri dari
pada ancaman dari luar. Mereka-mereka inilah bagian dari sampah yang harus disisir dan sapu agar tempat
itu tetap terlihat bersih dan indah, kumpulkan jadi satu kemudian Sortir yang tidak
bisa didaur Ulang buang ke TPA dan bakar agar tidak banyak menghabiskan Energi yang
tidak bermanfaat bagi kemajuan bangsa besar ini, sampah itu “ BAU “. Phsl