Senin, 08 Juli 2024

JIWA DAN KEYAKINAN

JIWA DAN KEYAKINAN

Oleh   : Prayit Hariyanto

Jiwa adalah energi, Energi itu kekal dan Abadi. Berada di dunia diberi tubuh yang tidak kekal, yang punya kebutuhan & keinginan, diberi peraturan yaitu Agama, banyak macam Agama didunia ini ada Islam, Kristen, Hindu, Budha. Bahkan ada yang tidak mengakui agama apapun (Atheis, Agnotis), semuanya mengajarkan bermoral baik. Banyak Agama seperti halnya banyak manusia punya banyak keinginan, banyak mau, banyak tingkah yang membentuk pemikirannya sendiri-sendiri. Ada yang Radikal, ekstrim ada juga yang sejuk, santun, beretika dan berestetika.

Jiwa atau Energi diberi Tubuh tak bisa memilih disaat lahir, bermacam bentuk, rambut dan warna kulit supaya rancu agar mudah membedakannya, ada cantik, Tampan, ganteng, jelek, ada berkulit hitam, putih, kuning, bodak, kemerahan, ada juga yang punya rambut kriting als Jering, lurus, ikal, bahkan botak, maaf, . . . Jangan tersinggung, . . . tanpa alasan apapun tiada lain semua adalah CiptaanNya (Allah), dihadapanNya kelak akan sama diperlakukan, jika menghargai Allah pastinya harus sama-sama menghargai setiap Karya mahluk yang diciptakanNYA, apapun bentuknya, Keyakinannya atau Agamanya.
Percayalah Agama apapun bisa dipastikan mengajarkan yang Baik, bermoral baik dan disetiap Agama pasti membawa Tatacara/Adat-istiadat dari Negara mana Agama tersebut berasal dan di Negara mana Agama tersebut berkembang, ...... 
Yang dicatat olehNYA hanya dua hal :

1. Alasan perbuatan pada setiap ciptaanNYA,  menghargai Allah pastilah menghargai hasil karyaNYA, melalui Amal dan perbuatan-perbuatannya.

2. Komitmen pada Agama yang dipilihnya, apapun yang diyakininya, . .
Pada dasarnya Agama yang lahir dari diri setiap umat adalah Agama keturunan. Ayah dan Ibunya Islam akan lahir keturunan berkeyakinan Islam, Ayah dan Ibunya Hindu, Kristen, Budha akan melahirkan keturunan berkeyakinan yang diturunkan oleh Ayah dan Ibunya pula. 
Leluhur nenek moyang di tiap Negara selalu mewariskan Tata cara dan Tradisi, animisme dan dinamisme jejawen kalau dijawa, entah apalagi namanya ditempat lain, kalau kata Anak sekarang ketinggalan jaman, Kuno, Kolot, jika dikaitan dengan keyakinan yang tidak sesuai, mengatakannya aliran sesat, " KAFIR ", bagi pengikutnya, bahkan dengan gampangnya sesama saudaranya sendiri meng " KAFIR " kannya, Jiwa atau energinya dibuang kedalam bukan keluar membangun dirinya apalagi membangun Ibu pertiwi yang ikut membesarkannya, jika sudah demikian pada akhirnya " Booom ", meledak diberbagai tempat dengan dalil Jihad Fisabilillah, apa yang bergejolak di alam fikirannya, apalagi mau menghargai Allah sang pencipta, menghargai diri sendiri sebagai ciptaannya saja tidak !!!! , . . .  puing-puing dan potongan tubuh tak berharga berserakan dimana-mana begitu susah Aparat mengumpulkan potongan-potongan tersebut, Allah lebih menghargai orang tak berdosa yang menjadi korban atas kebiadabannya. Do'a, ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan wujud Allah masih mencintainya, sebaliknya caci maki didapatkan pada diri pelaku dan keluarganya sebagai karma Allah atas apa yang diperbuat. 
Yakin bahwa semua itu bukan representasi atas keyakinan yang dianutnya, pada akhirnya Jiwa atau Enegi kembali padaNya sia-sia meninggalkan potongan Tubuh berserakan tak ada harganya. phsl

JIWA BESAR MENGHINDARKAN KEPUTUS ASA'AN

JIWA BESAR MENGHINDARKAN KEPUTUS ASA'AN

Oleh  : Prayit Hariyanto

Banyak sekali didunia ini orang yang “ GAGAL “, maaf bukan Gagal Paham dalam hidupnya karena ke-putus asa-an dan kehilangan semangat Hidup. Padahal, jika ditelisik segala sesuatu yang terjadi sudah menjadi takdir yang kuasa Tuhan YME, Allah Swt sehingga semua makhlukNya tidak bisa mengelak. Maka dianjurkan ber-hikmah karena dengan keputusan-Nya selalu membawa yang dimaksud.

Sebagai Umat-Nya didunia tinggal hanya menjalani dengan sepenuh hati, usaha yang keras dan tetap terus Tirakat/berdo’a. Tanpa usaha, do’a-pun tidak akan terkabul begitu juga dengan usaha yang tidak dibarengi dengan doa juga akan sia-sia.

Berlaku juga bagi Calon-calon Pemimpin yang saat ini lagi dan sedang berjuang meraih mimpinya, atas kekalahan dalam kontestasi Pemilihan Presiden dan wakil presiden, meraih mimpinya dan ber-upaya menggunakan hak politiknya mengajukan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK), sah-sah saja karena amanat Undang-undang seperti itu. Halnya gugatan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK) ada dua pilihan kalau tidak “ MENANG “ yaa  memantapkan “ KEKALAHAN “ atas sengketa itu. Bagi yang mengikuti sidang MK dapat tambahan ilmu yang berharga diluar jalur akademis. Sementara Pemilihan DPD RI, DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, aman-aman saja. Untuk hasilnya kita tunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam waktu dekat ini, mari kita sabar menunggu . . . .

Apapun hasilnya bagi yang kalah dalam Putusan  harus mem-punyai jiwa besar yaitu ke “ IKHLAS “ an untuk menghindari rasa ke-putus-asaan dan hilangnya semangat Hidup diatas. Jika tidak, waooow bahaya, . . . dapat mengakibatkan Stressss atau Gila  bahkan lebih parah dari itu.

Sesungguhnya semua itu, sama-sama kita dapat ketahui beberapa saat usai pemilihan dan dikuatkan dengan pengumuman penetapan dari KPU tertanggal  20 Maret 2024, berapa sich jumlah partai yang terancam gagal lenggang kangkung ke Senayan dan barapa jumlah Caleg yang terancam gulung tikar karena bea chos-nya cukup lumayan namun tidak terpilih, wajar jika mungkin ada yang Stresss dan agak sedikit kehilangan kontrol dan kendali.

Bagaimana dengan Pilpres/pilwapres-nya, . . . . ??

Tentu sudah jelas siapa yang ditetapkan oleh KPU sebagai pemenangnya menjadi Presiden dan wakil presiden untuk periode 2024/2029. Tentu sama-sama kita menghormati dan menunggu hasil dari hak konstitusi mereka-mereka yang kalah melalui MK, . . . .

Bagaimana keputusannya . . .. ?

“ mBok Sabar menunggu, ojo kesusu . . . “

Agar tidak jemu menunggu kita mendengar komentar dan pendapat pengamat Politik dan para Penasehat Hukum dimedia Televisi, Podcast-poscast, dan media lainnya gimana cara mereka-mereka mem-fram setiap permasalahan yang dihadapi . . . . phsl

#damaiituindah

#phsl