JIWA DAN KEYAKINAN
Oleh : Prayit Hariyanto
Jiwa adalah energi, Energi itu kekal dan Abadi. Berada di dunia diberi tubuh yang tidak kekal, yang punya kebutuhan & keinginan, diberi peraturan yaitu Agama, banyak macam Agama didunia ini ada Islam, Kristen, Hindu, Budha. Bahkan ada yang tidak mengakui agama apapun (Atheis, Agnotis), semuanya mengajarkan bermoral baik. Banyak Agama seperti halnya banyak manusia punya banyak keinginan, banyak mau, banyak tingkah yang membentuk pemikirannya sendiri-sendiri. Ada yang Radikal, ekstrim ada juga yang sejuk, santun, beretika dan berestetika.
Jiwa atau Energi diberi Tubuh tak bisa memilih disaat lahir, bermacam bentuk, rambut dan warna kulit supaya rancu agar mudah membedakannya, ada cantik, Tampan, ganteng, jelek, ada berkulit hitam, putih, kuning, bodak, kemerahan, ada juga yang punya rambut kriting als Jering, lurus, ikal, bahkan botak, maaf, . . . Jangan tersinggung, . . . tanpa alasan apapun tiada lain semua adalah CiptaanNya (Allah), dihadapanNya kelak akan sama diperlakukan, jika menghargai Allah pastinya harus sama-sama menghargai setiap Karya mahluk yang diciptakanNYA, apapun bentuknya, Keyakinannya atau Agamanya.
Percayalah Agama apapun bisa dipastikan mengajarkan yang Baik, bermoral baik dan disetiap Agama pasti membawa Tatacara/Adat-istiadat dari Negara mana Agama tersebut berasal dan di Negara mana Agama tersebut berkembang, ......
Yang dicatat olehNYA hanya dua hal :
1. Alasan perbuatan pada setiap ciptaanNYA, menghargai Allah pastilah menghargai hasil karyaNYA, melalui Amal dan perbuatan-perbuatannya.
2. Komitmen pada Agama yang dipilihnya, apapun yang diyakininya, . .
Pada dasarnya Agama yang lahir dari diri setiap umat adalah Agama keturunan. Ayah dan Ibunya Islam akan lahir keturunan berkeyakinan Islam, Ayah dan Ibunya Hindu, Kristen, Budha akan melahirkan keturunan berkeyakinan yang diturunkan oleh Ayah dan Ibunya pula.
Leluhur nenek moyang di tiap Negara selalu mewariskan Tata cara dan Tradisi, animisme dan dinamisme jejawen kalau dijawa, entah apalagi namanya ditempat lain, kalau kata Anak sekarang ketinggalan jaman, Kuno, Kolot, jika dikaitan dengan keyakinan yang tidak sesuai, mengatakannya aliran sesat, " KAFIR ", bagi pengikutnya, bahkan dengan gampangnya sesama saudaranya sendiri meng " KAFIR " kannya, Jiwa atau energinya dibuang kedalam bukan keluar membangun dirinya apalagi membangun Ibu pertiwi yang ikut membesarkannya, jika sudah demikian pada akhirnya " Booom ", meledak diberbagai tempat dengan dalil Jihad Fisabilillah, apa yang bergejolak di alam fikirannya, apalagi mau menghargai Allah sang pencipta, menghargai diri sendiri sebagai ciptaannya saja tidak !!!! , . . . puing-puing dan potongan tubuh tak berharga berserakan dimana-mana begitu susah Aparat mengumpulkan potongan-potongan tersebut, Allah lebih menghargai orang tak berdosa yang menjadi korban atas kebiadabannya. Do'a, ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan wujud Allah masih mencintainya, sebaliknya caci maki didapatkan pada diri pelaku dan keluarganya sebagai karma Allah atas apa yang diperbuat.
Yakin bahwa semua itu bukan representasi atas keyakinan yang dianutnya, pada akhirnya Jiwa atau Enegi kembali padaNya sia-sia meninggalkan potongan Tubuh berserakan tak ada harganya. phsl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar