Kamis, 26 September 2024

SANG DINAMISATOR & MANIPULATOR

SANG DINAMISATOR ATAU  MANIPULATOR

Oleh  : Prayit Hariyanto

Kepemimpinan itu sesungguhnya  menggambar-kan hubungan yang erat antara Pemimpin dengan sekelompok orang yang dipimpin karena adanya kepentingan bersama yaitu kemajuan organisasi yang dipimpin-nya agar berdaya saing dengan lainnya. Kepemimpinan sendiri  merupakan titik sentral dari seluruh proses kegiatan organisasi atau lebih dikenal sebagai “ Dinamisator “ bukan Manipulator.

       Jika Pemimpin Manipulator adalah seorang Penggertak yang licik, suka mengancam, mengintimidasi, suka menyiksa kolega, bahkan suka menyindir dan mempermalukan mereka yang tidak disukai  dihadapan yang lainnya, sejatinya sang Manipulator seperti ini tidak memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, menegerial yang baik. Kebetulan saja dilahirkan oleh sistem sebagai Pemimpin, walau biasanya mengandalkan kekuatan materi, segala tindakan selalu dihargakan dengan materi. Pemimpin seperti ini hanya mau dilayani dan sulit menerima masukan kolega atau yang dipimpinnya, tidak suka menerima jawaban “ TIDAK “ kalaupun posisinya salah.

       Padahal Pemimpin yang baik harus memiliki Self-leadership yaitu kemampuan untuk memimpin diri sendiri, rasa hormat, memiliki  Integritas, Intelektualitas baik, Inteligency Spiritual baik,  memiliki Skill atau roll model karena Pemimpin merupakan representasi yang layak dicontoh dan mau belajar mendengar “ LIYAN “ bukan mendengar para  Pembisik,  siap menerima masukan. Bukan besar bicaranya dan gemar janji-janji/PHP, tapi zero realisasi.

       Jika anda menjumpai Pemimpin  “ MANIPULATOR “ ditempat anda bekerja sebaiknya memperkecil peluang bertatap jika tidak ada hal penting yang perlu disampaikan. Apalagi anda adalah salah satu yang tidak disuka sebaiknya menghindar. Prinsip tetap bekerja  secara profesional karena pengabdian terbaik tetap pada organisasi, institusi, instansi dan kepada Bangsa dan Negara bukan kepada sang Manipulator.

Seorang Pemimpin

Jangan sering mengajari yang lainnya, sebelum mengajari diri sendiri. Praktekkan dulu baru bisa punya Reputasi dan Kompetensi untuk bisa mengajar dan mengajari yang lainnya,  ingat bahwa Transformasi Karakter adalah the most difficult (yang paling sulit), kira-kira demikian.

Gus Dur mengatakan :

“ Jikalau mau melakukan perubahan jangan pernah tunduk pada kenyataan, asalkan yakin dijalan yang BENAR, maka lanjutkan saja “

Semoga bermanfaat . . . . phsl

#slmsehat

#slmdamai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar