Tidak sesat jika mengikuti ;
MANUSIA TERBAIK “ MUHAMMAD SAW “
Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Siapa sih manusia terbaik sepanjang zaman, . . . ? Tiada duanya beliaulah " Muhammad SAW ", sejarah sudah mencatatnya. Bukan seperti mereka-mereka yang terlihat lembut Ucapannya buruk hatinya, bukan mereka-mereka yang kasar lisannya kasar pula hatinya, bukan mereka yang meninggalkan Umatnya demi menghindari tanggung jawab hukumnya, bukan juga mereka-mereka yang gemar ngoceh bak burung kutilang baru makan pisang, bukan pula mereka yang Kofar kafir-kofar kafir ia katakan ketika berda'wah . . .,
Baginda Muhammad SAW, sebagai manusia luar biasa yang tiada duanya, tidak hanya baik budi pekertinya, namun juga diyakini telah memberikan pengaruh sangat luhur sepanjang masa pada masyarakat dunia. Jika kemudian semakin hari semakin banyak ejekan, sindiran dan bahkan cemoohan atau olok-olokan terhadap Baginda Rasulullah Muhammad SAW, tentu bukan beliau faktor pemicunya, melainkan “ UMAT “ nya yang seharusnya menjadi umat terbaik, menjadi panutan, justru berlomba-lomba berbuat keburukan.
Umatnya sendiri yang menodai Agama Islam dengan perilaku bukan Islam dan tidak Islami, umatnya sendiri yang mencoreng nama baik Baginda Rasulullah Muhammad SAW sang teladan terbaik (uswatun hasanah) dengan tindakan yang tidak laik dicontoh.
“ BLAAAR “ Booom meledak, . . . setelahnya yang lain mencari pembenaran atas peristiwa yang terjadi dan melukai banyak orang. Umatnya sendiri yang merobek harga diri umat terbaik dengan sibuk bermubahalah, terus menerus saling berdebat dan mendebat tidak hentinya mencaci maki lainnya yang tidak sepaham, tidak suka dipelototi tapi tetap menatap curiga mazhab yang berbeda, berselisih faham dan saling meng-Haram-kan.
Tak henti-hentinya menebar HOAX, menebar kebencian, memandang rendah martabat orang lain padahal jika berkaca kepada dirinya mungkin tidak lebih baik daripada yang direndahkan martabatnya.
Maaf, . . . Baginda Muhammad SAW dan risalah Islam yang dibawanya adalah Rahmatan lil'Aalamiin, anugerah bagi semesta raya, anugerah bagi apapun dan anugerah bagi siapa pun.
Muhammad SAW bukan semata Rahmatan lil mu'miniin, anugerah bagi orang-orang beriman saja, bukan pula hanya Rahmatan lil muslimiin, anugerah bagi orang-orang beragama saja.
Kita bisa sampai seperti saat ini karena “ Great patience “ atau kesabaran luar biasa atas dakwah-dakwah beliau, Baginda Muhammad SAW dan sahabat-sahabat-nya hingga nampak dan terlihat Islam itu Besar.
Sayang kini Islam yang nampak dan terlihat Besar itu sejatinya kecil karena ulah Umat-umatnya yang memaksakan suatu untuk “ Sama “ . . . dengan cara kekerasan yang tidak Baginda Rasulullah ajarkan
Yang jelas bahwa Islam adalah Kedamaian. Ajaran Islam adalah ajaran perdamaian. Muslim atau orang-orang Islam adalah orang-orang yang cinta damai. Memperjuangkan perdamaian dengan menciptakan kedamaian sejak dari kediamannya sendiri. Dan, kediaman paling pribadi pada diri setiap manusia adalah " HATI atau QOLBU " nya.
Mari berda'wah dengan baik dan benar, ber-etika dan ber-estetika, . . . karena itu yang Baginda Rasulullah lakukan, . . .
Jakarta, 31 Maret 2021
@slmhrmtwassalam,pcm,phsl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar