Hanya tentang “ Kita “ kala itu dan kini (Hultah dalam Duka)
oleh : Prayit Hariyanto, SH
Sebenarnya bukan berapa lama kita saling
mengenal, malainkan tentang bagaimana setelah Kita saling mengenal dan
perlakuan kita masing-masing.
Terima kasih karenamu, aku percaya bahwa
bahagia itu ada,
Mungkin ketika itu aku terlalu cepat
menjatuhkan pilihan kepadamu
Tapi aku terlalu percaya, bahwa jatuh cinta
kepadamu tak mengenal alasan apapun,
Kecuali, .
. .
Kesan pertama bahwa memang aku jatuh cinta
kepadamu dan aku sadar butuh perjuangan untuk meraihnya
Dan jangan pernah bertanya alasan kenapa
aku jatuh cinta,
Karena memang aku tidak pernah berencana
kepada siapa cinta-ku berlabuh . .
Tapi, . . .
Tuhan Allah Swt pencipta alam dan isinya yang
menuntun-ku kearah-mu
Maaf, jika aku telah dengan berani jatuh
Cinta kepada-mu, saat itu
Karena memang sejak pandangan pertama aku ingin
belajar mengenal-mu secara pelahan hingga pasti bahwa kamu benar-benar jatuh
cinta kepada-ku
Jika pun saat ini diantara kita mungkin ada
sesuatu yang kurang berkenan, sebaiknya sama-sama perbaiki
Mari kita buktikan pada semesta ini, jika kita
mampu menjadi cerita indah baginya, . . .
Karena Tuhan yang Maha Esa, Allah Saw tau
dan percaya bahwa kita mampu untuk itu,
Bagaimanapun liku perjalanan hidup ini,
harus kamu tahu bahwa aku selalu berdo'a untuk melewati banyak hari bersama-mu dan
keluarga
Aku ingin kita ada dalam suka maupun duka,
. . .
Sekali lagi ini hanya tentang “ Kita “ . .
. saja
Sayang . . . .
Hari ini, pada hari jadimu, aku tak mampu
membendung air mataku karena sesuatu yang menjadi ketetapan-Nya tidak mampu
kamu hindarkan, . . . .
Begitu cepatnya hingga mengubur
rencana-rencana Kita,
Kita hanya bisa memetik “ Hikmah “ nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar