Jumat, 26 September 2025

PLURALISME dan POLITIK

PLURALISME DAN POLITIK
Oleh : Prayit Hariyanto 
medio 26/9/2016 


Pluralisme mengandung banyak pengertian-pengertian jika dikaitkan dengan Pluralisme agama adalah merupakan konsep yang mempunyai makna sangat  luas, berkaitan dengan penerimaan terhadap agama atau keyakinan yang berbeda-beda, dan dipergunakan dalam cara yang berlain-lainan pula:

Sebagai pandangan global yang menyatakan bahwa agama atau keyakinan  seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif bagi kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama atau keyakinan lain pun dapat ditemukan kebaikan-kebaikan setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan atau nilai-nilai yang benar ada didalamnya.
Semua sebagai penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang sama-sama memiliki klaim-klaim kebenaran yang eksklusif sama-sama punya dalil sahih. Pendapat ini seringkali menekankan aspek-aspek bersama yang terdapat dalam agama-agama. Jika dikaitkan dengan Politik maka nilai pluralisme menjadi sangat sensitif, yang selalu muncul ditengah-tengahnya adalah Agama, Suku dan Ras apalagi didaerah yang mayoritas Muslim dipimpin seorang Non Muslim atau Kafir. 

Itu terbukti atas pengerahan massa oleh sejumlah tokoh muslim untuk menjegal A. Hok dari bursa kandidat Gubernur Jakarta dengan alasan bahwa ia seorang “ Kristen ” atau " Kafir " yang tidak layak memimpin Jakarta yang mayoritas Muslim adalah contoh kecil tapi mencolok dari " Politik Agama " yang mengesampingkan nilai-nilai Pluralisme di Negara yang ber Pancasila dan ber Bhineka Tunggal Ika ini.
Terpilihnya A Hok dan Djarod sebagai calon Gubernur DKI oleh PDIP dan partai pendukungnya Golkar, Nasdem dan Hanura yang lebih dulu mendukungnya, membuyarkan harapan dari koalisi kekeluargaan. Partai Islam PPP, PAN, PKB, PKS yang punya visi dan misi sama merasa diri Kokoh pada awalnya akhirnya terpecah dan memiliki Balon sendiri-sendiri. Dari penjelasan ini bahwa sebagian warga Bangsa ini masih menghargai perbedaan dan keberagaman baik Agama, Suku maupun Ras.
Sepertinya bahwa percaturan Pilgub dan Wagub DKI nuansanya seolah pertarungan antara Kafir dan Non Kafir, Pribumi dan Non Pribumi, mata sipit dan mata melong dan Jika fenomena “ politik agama ” sektarian ini tidak “ dikelola ” dengan baik, arif, dan bijak maka potensi kekerasan komunal-horisontal bisa terjadi, dan siap-siaplah spirit demokrasi yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun atas keberagaman bisa terkubur dikemudian hari. 
Karena didalamnya tumbuh kelompok-intoleran, maaf Muslim-muslim Hardliners yang tidak terakomodir kepentingannya, Kelompok-kelompok ini tidak segan-segan untuk memobilisasi massa dengan menggunakan sentimen-sentimen primordial Agama atau keyakinan dan Etnisitas demi mencapai kepentingan politik-ekonomi pragmatis. Inilah yang saya maksud dengan “ Politik Agama ”, yang mengesampingkan Pluralisme Agama yakni pemaksaan agama oleh sejumlah kelompok agama demi kepentingan politik praktis sektarian. Seperti dalam tulisan saya terdahulu bahwa Untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan pimpinan agama Ust, Kyai, Pendeta, Romo, bedande dllnya adalah dengan cara melibatkan mereka kedalam politik praktis yang berorientasi pada materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai, tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi mau meneladani perbuatannya. Jika peradaban masyarakat masih menghendaki pluralisme maka sebagian besar masyarakat masih, menghargai keberagaman baik Agama, Suku maupun Ras. Bagaimana dan dimana kedudukan dan peran Tokoh-tokoh yang saya sebutkan tadi . . . . . . . . ????????!!! . . . Wallahu A'lam Bishawab, . . . . Damailah Bangsaku dan damailah Pemimpin-pemimpinku, . .  26/09/16

Prayit H, SH

Jumat, 16 Mei 2025

SEPERTI " KENTUT "

SEPERTI “ KENTUT “ . . . .

Oleh  : Prayit Hariyanto

Bapak Ir. Jokowi itu memang hebat dan luar biasa, terkadang saya sendiri menahan geli, . . Kenapa . . . ?? Karena beliau ini seorang yang santainya luar biasa hanya ada pada diri Beliau Bapak Ir. Jokowi mantan Presiden RI ke 7, dengan berbagai cara untuk menjatuhkannya dari mulai beliau menjabat selama 2 periode sampai purnanya pun masih ada yang mengusilinya. Banyak orang-orang yang merasa pintar dan cerdas menyerangnya, banyak Profesor, DR, LSM bahkan orang per-orang dll, . . . yang membully-nya tapi Bapak yang satu ini sepertinya sakti sekali, padahal Ijazahnya diragukan, keturunan China, PKI, Plonga- Plongo, Mulyono, si tukang mebel dan masih banyak lagi beliau dihina-hina. Namun beliau menanggapi dengan santainya bahkan sempat mengeluarkan kalimat yang menohok buat mereka-mereka itu “ Yang kurang dikomplitin saja “, bisa dibayangkan mana ada orang se-sabar beliau, seharusnya mereka-mereka malu dengan ke-pintaran-nya, ke-cerdasan-nya, ke-pakaran-nya, kok malah saya berpikir meragukan ke-doktoran-nya dan ke-Profesoran-nya. Seperti mereka-mereka meragukan Ijazah beliau . . .

Apalagi begitu Euforianya mereka-mereka saling, . . . saling sahut seperti beo sedang kontes ketika sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, NGO dengan nama OCCRP yang bermarkas di Belanda menulis atau merilis bahwa mantan Presiden RI ke-7 Bapak Ir Jokowi sebagai finalis salah satu tokoh terkorup se-dunia. Ditambah lagi oleh masyarakat, biasa saya dan orang-orang menyebutnya RT 16 dan RT 24 begitu luar biasa senangnya bahkan mungkin, maaf saking senangnya mereka “ Selamatan “ dengan memotong Banteng sebagai ritualnya, saking semangat dan senangnya bahwa Bapak Ir. Jokowi akan segera ditangkap karena mega korupsi terbesar didunia, tak ketinggalan Abraham Samad mantan Ketua KPK pun turut senang dan menyuruh KPK segera menyelidikinya, Eeee ternyata . .  . ending-nya seperti “ KENTUT “ baunya hanya diseputaran mereka-mereka saja, ketika ditanyakan “ siapa yang kentut  .. . . . ????, “ . .  mereka saling pandang dan tidak ada yang mau mengaku. inilah dunia “ POLITIK “ . . . 

Sebuah pertanda sesungguhnya Ilmu Pengetahuan dapat membuat Se-seorang dihormati oleh banyak orang. Leluhur kita mewariskan pesan yang masih relevan sampai saat ini bahwa “ Orang berilmu itu besar walaupun masih muda, sedangkan orang Bodoh itu kecil walaupun usianya sudah tua “. Ternyata tidak berlaku didunia politik . . . . 
Yaaaaah . . .  . semoga yang merasa diri ber-ilmu, Pintar, Pandai dan Mahir segera sadar dengan bijak menjaga keilmuannya, dan sebaliknya bangkitlah untuk segera belajar bagi yang merasa diri Bodoh dan tertinggal agar mampu membaca “ Udang dibalik Batu “ dan membaca fikiran Orang-orang berilmu namun tidak “ BENAR “ sebagaimana narasi diatas, sejatinya mereka-mereka-lah yang tertinggal dan bodoh.  Salam logika dan salam sehat. Phsl 

Kamis, 10 April 2025

MASA ITU AKAN DATANG

MASA ITU AKAN DATANG

Oleh  : Prayit Hariyanto
(dari berbagai sumber)
Kita harus siap menghadapi hal buruk dalam kehidupan ini, dengan beberapa tahapan usia, setelah melewati masa-masa keemasan . . . . . 

Saat usia kita 58 th s/d 65 th tempat bekerja akan menyingkirkan kita, se-sukses apapun karir kita, sehebat apapun kekuasaan kita saat menjabat, kita harus kembali ke kehidupan semula yaitu menjadi masyarakat biasa, jangan berpola pada mode berpikir masih merasa memiliki kekuatan dan kehebatan dimasa lalu ketika masih bekerja, lepaskan semua mulailah dengan kehidupan baru agar bisa merasakan hidup dengan nyaman, sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Saat usia 65 th s/d 75 th, giliran secara bertahap masyarakat akan menyingkirkan kita. Semakin sedikit teman atau kolega yang bergaul dengan kita bahkan hampir tidak ada orang yang mengenali kita ketika pergi ketempat kerja semula, jangan lagi mencoba mengatakan bahwa saya dulu ini dan itu, karena tempat kerja kita dulu sudah diisi oleh anak muda yang memang tidak mengenal kita.

Saat usia 75 th s/d 85 th, Keluarga-pun secara bertahap juga akan menyingkirkan kita, sekalipun kita memiliki banyak anak dan cucu, di hampir sepanjang waktu kita hanya bisa tinggal bersama istri/suami jika masih ada atau mungkin hidup sendirian, sekalipun anak-anak datang berkunjung sesekali karena pertalian hubungan kekeluargaan, jangan terlalu banyak berharap, mereka bisa jarang datang karena mereka juga memiliki kehidupan keluarga mereka sendiri.

Saat usia 85 th s/d 95 th, giliran Bumi ini yang akan melenyapkan kita, seseorang yang kita kenal sudah meninggalkan kita untuk selamanya. Jangan bersedih kehidupan seperti ini semua orang akan mengalaminya.

Jadi ingat sejak usia 58 th mari kita jaga hidup ini dengan baik, selagi masih kita dalam kondisi sehat, makan saja ketika kita ingin makan, minumlah ketika kita ingin minum, pergilah jalan-jalan kemana saja yang kita suka, lakukan apa saja yang ingin kita lakukan selagi baik, bertaman, berkebun, bernyanyi, . . . makin banyaklah berbuat kebaikan dan mendekatkan diri kepada-Nya Tuhan YME, Allah Swt.

Untuk semua kita " Bersiaplah untuk masa yang pasti akan datang ini " karena semua kita akan menunggu giliran-giliran. Salam sehat dan salam Bahagia. Phsl 10/4/25

Jumat, 22 November 2024

EKSPEKTASI BERLEBIHAN

EKSPEKTASI BERLEBIHAN 
Catatan  
AKHIR KEKUASAAN PRESIDEN RI Bapak  Ir. JOKOWIDODO

Oleh Prayit Hariyanto 

          Sebagian kita mungkin sudah melihat banyak Vidio-vidio, Podcast, acara ILC atau Berita-berita di Media Sosial, media mainstream dll tentang apa yang terjadi beberapa hari sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, sekaligus purna Jabatannya Bapak Ir. Joko Widodo sebagai Presiden RI ke 7 pada tanggal 20 Oktober 2024 yang baru lalu. Ada sekelompok orang berkumpul dan berorasi dengan berapi-api untuk menangkap dan menggantung Bapak Presiden Ir. Jokowidodo yang dianggap telah menyebabkan kerusakan di Negara ini dan diantaranya ada wajah-wajah yang tidak asing buat kita semua, mereka-mereka ini tetap Konsisten pada perjuangannya untuk memenjarakan Bapak Presiden Ir. Jokowidodo. Lalu ada forum lain juga yang tak kalah berapi-api dan penuh semangat mantan Ketua MPR, era Presiden Gus Dur mengajak semua orang untuk menggagalkan pelantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Bapak Prabowo Subianto dengan menyebut “ Dia Gila, Suka Pornografi, Tolol dlsbnya. Ia juga menyebutkan bahwa Jokowidodo als Mulyono harus dimasukkan ke Penjara, lalu ada yang berpidato mengingatkan agar waspada, karena sebelum tanggal 20 Oktober 2024 Presiden Jokowidodo bakal kabur ke luar Negeri, yang berpidato tidak kurang-kurangnya menyatakan bahwa Jokowidodo menyebabkan banyak kerusakan bagi Negara dan juga mengatakan bahwa saat ini orang yang paling takut dan tidak bisa tidur adalah Jokowi, karena dia adalah orang yang paling bersalah dan layak untuk di Hukum Waoooowww “ Ngeri “ kan . . . . ????
Itu semua adalah ekspektasi yang berlebihan, sebuah harapan beberapa kelompok yang memang tidak suka dengan Pemerintahan Jokowi yang dengan sangat percaya diri menyatakan pendapat dan keyakinan-nya bahwa Jokowi akan ditangkap diadili dan dihukuim seberat-beratnya, memang diforum seperti itu, begitu “ Nyentrik “ saya menyebutnya kepada Bapak Jokowi, mungkin mereka-mereka merasa levelnya Beda dan tidak melihat dirinya sendiri apa yang telah diperbuat dan disumbangkan kepada Bangsa dan Negaranya sendiri.

            Mari kita beralih ke kenyataan yang ada atau realitas yang terjadi, juga rekan-rekan bisa melihat Vidio dan wartanya di Media Sosial dan media-media lain kenyataannya bahwa :  
 Pelantikan Presiden dan wakil presiden yang baru Bapak Prabowo Subianto dan Wakilnya Bapak Gibran Rakabuming Raka dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berjalan dengan hikmat, lancar dan aman-aman saja, Mantan Ketua MPR di maksud diatas justru mengahdiri undangan dengan duduk manis dan anteng gayeng meski Namanya tidak disebut oleh siapapun. “ Kejamnya hukum alam “ dalam membalasnya. Mungkin beliau diundang Cuma untuk Nonton saja sampai Se-anteng dan segayeng itu.

 Sorenya Bapak Jokowi langsung pulang kampung ke Solo dengan pesawat Angkatan Udara dan dikawal oleh Sukoi yang katanya Najwa Shihab, Pak Jokowi Nebeng Pesawat Udara, Beliau tetap santai saja.

 Sampai di Boyolali menuju solo Bapak Jokowi disambut dan dielu-elukan oleh puluhan ribu warga masyarakat sampai waktu tempuh dari Bandara ke rumah yang harusnya 30 menit jadi 3,5 jam, tidak ada yang Kepo, tidak ada yang teriak-teriak Gantung Jokowi, tenggelamkan Jokowi seperti di forum-forum tersebut diatas. 
Terus mereka-mereka pada kemana yaaaa. . . . . ? atau mungkin tidak punya ongkos ke Solo, yang jelas kalau ada dilokasi sudah dipastikan mereka-mereka akan dirujak oleh masyarakat setempat.

Ternyata kenyataannya semakin seru jauh dari Expectasi kaum Pendengkiawan dan pembenciawan, meminjam istilah kekinian, karena setelah Bapak Jokowi pulang dan menjadi warga sipil , terlihat dimedia sosial Beliau sungguh Bahagia Bersama keluarga dengan santai bisa jalan-jalan, makan sate, makan soto dan jajanan lainnya, beribadah bersama warga, bahkan Bapak Jokowi meminta untuk tidak dikawal lagi biar jauh lebih dekat dengan rakyatnya, tapi karena protokoler dan peraturan Negara mantan presiden tetap harus dikawal, yaaa mau bilang apa . . . . . ???
Bukan Cuma itu saja bahkan Bapak Jokowi dikunjungi pejabat senior Uni Emirat Arab di rumahnya beberapa hari setelah beliau Purna, ini menarik dan jarang terjadi ada tamu negara yang mampir kerumah tinggalnya mantan Presiden kalau tidak ada hubungan yang baik dan persahabatan yang erat. Bapak Jokowi bisa nonton pertunjukan musik Bersama warga dan warga-pun pada kaget ternyata Bapak Jokowi berada Bersama-sama mereka menikmati alunan musik.

Nahh . . . terus yang kemarin-kemarin Pidato Jokowi Kabur sebelum tanggal 20 Oktober, Jokowi nggak bisa Tidur nyenyak dan ketakutan yang luar biasa pada kemana, . . . terus bagaimana tanggapan kalian yang kemarin berapi-api “ Tangkap Jokowi, gantung Jokowi “, . . . . komentar dooong  ? 
Sekedar mengingatkan saja bahwa dari sejak periode Pertama menjabat semua Ancaman ke Bapak Jokowi, beliau tanggapi biasa-biasa saja tidak diambil hati, karena baliau orang baik yang mampu mengalahkan keangkara murkaan dengan caranya sendiri dan mereka-mereka sepertinya oleh Beliau dianggap tidak ada, atau mungkin dianggap “ SAMPAH “  dan tahu kan . . . !!! sampah itu bau maka tidak perlu dekat-dekat, sumber penyakit. . . . .  kira-kira demikian. salam sehat, 23 oct 2024.  Phsl

Kamis, 26 September 2024

SANG DINAMISATOR & MANIPULATOR

SANG DINAMISATOR ATAU  MANIPULATOR

Oleh  : Prayit Hariyanto

Kepemimpinan itu sesungguhnya  menggambar-kan hubungan yang erat antara Pemimpin dengan sekelompok orang yang dipimpin karena adanya kepentingan bersama yaitu kemajuan organisasi yang dipimpin-nya agar berdaya saing dengan lainnya. Kepemimpinan sendiri  merupakan titik sentral dari seluruh proses kegiatan organisasi atau lebih dikenal sebagai “ Dinamisator “ bukan Manipulator.

       Jika Pemimpin Manipulator adalah seorang Penggertak yang licik, suka mengancam, mengintimidasi, suka menyiksa kolega, bahkan suka menyindir dan mempermalukan mereka yang tidak disukai  dihadapan yang lainnya, sejatinya sang Manipulator seperti ini tidak memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, menegerial yang baik. Kebetulan saja dilahirkan oleh sistem sebagai Pemimpin, walau biasanya mengandalkan kekuatan materi, segala tindakan selalu dihargakan dengan materi. Pemimpin seperti ini hanya mau dilayani dan sulit menerima masukan kolega atau yang dipimpinnya, tidak suka menerima jawaban “ TIDAK “ kalaupun posisinya salah.

       Padahal Pemimpin yang baik harus memiliki Self-leadership yaitu kemampuan untuk memimpin diri sendiri, rasa hormat, memiliki  Integritas, Intelektualitas baik, Inteligency Spiritual baik,  memiliki Skill atau roll model karena Pemimpin merupakan representasi yang layak dicontoh dan mau belajar mendengar “ LIYAN “ bukan mendengar para  Pembisik,  siap menerima masukan. Bukan besar bicaranya dan gemar janji-janji/PHP, tapi zero realisasi.

       Jika anda menjumpai Pemimpin  “ MANIPULATOR “ ditempat anda bekerja sebaiknya memperkecil peluang bertatap jika tidak ada hal penting yang perlu disampaikan. Apalagi anda adalah salah satu yang tidak disuka sebaiknya menghindar. Prinsip tetap bekerja  secara profesional karena pengabdian terbaik tetap pada organisasi, institusi, instansi dan kepada Bangsa dan Negara bukan kepada sang Manipulator.

Seorang Pemimpin

Jangan sering mengajari yang lainnya, sebelum mengajari diri sendiri. Praktekkan dulu baru bisa punya Reputasi dan Kompetensi untuk bisa mengajar dan mengajari yang lainnya,  ingat bahwa Transformasi Karakter adalah the most difficult (yang paling sulit), kira-kira demikian.

Gus Dur mengatakan :

“ Jikalau mau melakukan perubahan jangan pernah tunduk pada kenyataan, asalkan yakin dijalan yang BENAR, maka lanjutkan saja “

Semoga bermanfaat . . . . phsl

#slmsehat

#slmdamai

Sabtu, 07 September 2024

KALUNG CINTA

KALUNG CINTA

Oleh.  : Prayit Hariyanto


Ingin Aku melihat-mu tersenyum
Hari ini, .  . . 

Seperti awan putih menghiasi langit,
Biru . . 
 
Menari tersenyum dalam tarian-tarian

Menambah hasrat-ku tuk selalu menemani-mu, sepanjang hayat

Dengan cinta. . .

Yang tak pernah lelah menyimpan panas, . 

Ibarat Ilalang ditarik Matahari, 

Yakinlah .  . 

Senyum-mu adalah irama napas-ku

Sampai aku puas mem-bersamai-mu

Karena, . . . 

Aku hanya ingin melihat-mu bahagia

Se-bahagia aku melihat-mu

Hari ini tersenyum . . .

Bagiku . . . 

Ke-bahagiaan-mu adalah denyut jantung-ku,  . .

Menyatu . . .

Yang menginginkan-mu untuk selalu bersama-ku

Tak peduli apakah tanpa atau dengan 
“ KALUNG CINTA “ itu

Pun aku berharap satu jawaban 
“ Aku-lah Orang “-nya

Jika-jika ada yang bertanya, . .

Siapa yang membuat-mu “ TERSENYUM “ 

Hari ini, .  . . ???

I ❤️u Mam . . . 

#Phsl
#puisimlm

Senin, 08 Juli 2024

JIWA DAN KEYAKINAN

JIWA DAN KEYAKINAN

Oleh   : Prayit Hariyanto

Jiwa adalah energi, Energi itu kekal dan Abadi. Berada di dunia diberi tubuh yang tidak kekal, yang punya kebutuhan & keinginan, diberi peraturan yaitu Agama, banyak macam Agama didunia ini ada Islam, Kristen, Hindu, Budha. Bahkan ada yang tidak mengakui agama apapun (Atheis, Agnotis), semuanya mengajarkan bermoral baik. Banyak Agama seperti halnya banyak manusia punya banyak keinginan, banyak mau, banyak tingkah yang membentuk pemikirannya sendiri-sendiri. Ada yang Radikal, ekstrim ada juga yang sejuk, santun, beretika dan berestetika.

Jiwa atau Energi diberi Tubuh tak bisa memilih disaat lahir, bermacam bentuk, rambut dan warna kulit supaya rancu agar mudah membedakannya, ada cantik, Tampan, ganteng, jelek, ada berkulit hitam, putih, kuning, bodak, kemerahan, ada juga yang punya rambut kriting als Jering, lurus, ikal, bahkan botak, maaf, . . . Jangan tersinggung, . . . tanpa alasan apapun tiada lain semua adalah CiptaanNya (Allah), dihadapanNya kelak akan sama diperlakukan, jika menghargai Allah pastinya harus sama-sama menghargai setiap Karya mahluk yang diciptakanNYA, apapun bentuknya, Keyakinannya atau Agamanya.
Percayalah Agama apapun bisa dipastikan mengajarkan yang Baik, bermoral baik dan disetiap Agama pasti membawa Tatacara/Adat-istiadat dari Negara mana Agama tersebut berasal dan di Negara mana Agama tersebut berkembang, ...... 
Yang dicatat olehNYA hanya dua hal :

1. Alasan perbuatan pada setiap ciptaanNYA,  menghargai Allah pastilah menghargai hasil karyaNYA, melalui Amal dan perbuatan-perbuatannya.

2. Komitmen pada Agama yang dipilihnya, apapun yang diyakininya, . .
Pada dasarnya Agama yang lahir dari diri setiap umat adalah Agama keturunan. Ayah dan Ibunya Islam akan lahir keturunan berkeyakinan Islam, Ayah dan Ibunya Hindu, Kristen, Budha akan melahirkan keturunan berkeyakinan yang diturunkan oleh Ayah dan Ibunya pula. 
Leluhur nenek moyang di tiap Negara selalu mewariskan Tata cara dan Tradisi, animisme dan dinamisme jejawen kalau dijawa, entah apalagi namanya ditempat lain, kalau kata Anak sekarang ketinggalan jaman, Kuno, Kolot, jika dikaitan dengan keyakinan yang tidak sesuai, mengatakannya aliran sesat, " KAFIR ", bagi pengikutnya, bahkan dengan gampangnya sesama saudaranya sendiri meng " KAFIR " kannya, Jiwa atau energinya dibuang kedalam bukan keluar membangun dirinya apalagi membangun Ibu pertiwi yang ikut membesarkannya, jika sudah demikian pada akhirnya " Booom ", meledak diberbagai tempat dengan dalil Jihad Fisabilillah, apa yang bergejolak di alam fikirannya, apalagi mau menghargai Allah sang pencipta, menghargai diri sendiri sebagai ciptaannya saja tidak !!!! , . . .  puing-puing dan potongan tubuh tak berharga berserakan dimana-mana begitu susah Aparat mengumpulkan potongan-potongan tersebut, Allah lebih menghargai orang tak berdosa yang menjadi korban atas kebiadabannya. Do'a, ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan wujud Allah masih mencintainya, sebaliknya caci maki didapatkan pada diri pelaku dan keluarganya sebagai karma Allah atas apa yang diperbuat. 
Yakin bahwa semua itu bukan representasi atas keyakinan yang dianutnya, pada akhirnya Jiwa atau Enegi kembali padaNya sia-sia meninggalkan potongan Tubuh berserakan tak ada harganya. phsl