Selasa, 26 Mei 2020

GUNAKAN AKAL AGAR HIDUP TER-ARAH

Oleh ; Prayit Hariyanto, SH. Kanit II Subdit V CYBER Krimsus Polda NTB

GUNAKAN AKAL AGAR HIDUP TER-ARAH

Akal Sehat merupakan Panglima dalam sistim Komando, Akal sehat akan selalu mengarahkan hidup semua manusia. Apa-apa yang akan dilakukan, apa-apa yang tidak akan lakukan, bagaimana cara melakukan, kegiatan itu semuanya diarahkan oleh Akal Sehat. jika kondisi akal baik, mampu berpikir dengan jernih dan benar, maka akan bertindak dengan benar dan akan menghasilkan yang benar pula.

Dunia ini sudah lebih emosional, bahkan untuk kaum Adam sekali pun. Porsi emosi dalam menentukan tindakan menjadi lebih dominan. Tidak heran, kita lebih melihat tindakan emosional ketimbang tindakan yang didasari Akal Sehat. Sudah banyak orang yang menjadikan emosinya sebagai landasan tindakan dan mengalahkan AKAL sehat. (Hermawan K)

Jika melihat berita di media masa, Elektronik, televisi apalagi berita yang tidak jelas sumbernya di Medsos yang sering dishare, dibagikan tautannya atau di up-load sepertinya banyak orang yang sudah “ kehilangan ” Akal sehat atau sakit Hatinya, bahkan meradang sampai Sirosis, terus bagaimana dengan pembaca atau penikmatnya . . . . . ??? Pastinya tertular, penyakit hati ini jauh lebih sangat berbahaya daripada terserang Covid-19, karena lebih mengedepankan perasaan atau sakit hati dibanding Akal sehatnya dalam bertindak.

Salah satu ciri orang yang hilang Akal sehatnya adalah senang melihat orang susah dan Susah melihat orang senang, tingkat emosionalnya tinggi dan reaktif jika melihat kawan-kawannya sukses apalagi Lawannya yang sukses. Orang seperti ini meskipun akhirnya berpikir, tetapi hanya mengikuti komando perasaan, bukan mengedepankan Akal Sehatnya.

Maka kembali-lah pergunakan Akal sehat, agar tidak terombang-ambing oleh perasaan yang sejalan dengan hawa nafsu. Saat akal tidak menjadi komando, maka hawa nafsu yang memegang komando dan ini adalah bahaya karena hidup hanya mengikuti hawa nafsu mengesampingkan Akal Sehat.

penulis mengajak ayoo . . . . kedepankan berpikir, gunakan Akal sebelum berkata dan sebelum mengambil segala sesuatu tindakan. Jangan reaktif, tetapi jadilah proaktif yang selalu ada waktu untuk berpikir dan hatilah-hatilah apakah tindakan yang dilakukan itu karena hawa nafsu atau dari kejernihan akal pikiran. Jika Hawa Nafsu bersiap-siaplah menderita penyakit Hati, sakit Kuning atau Serosis . . . . . 

Prayit H, SH edition (03/06/16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar