Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB
TEKHNOLOGI DAN MEDSOS
Sungguh luar biasa di Era globalisasi dan modernisasi sekarang ini, Ilmu Pengetahuan Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Digital berkembang dengan sangat cepat dan mempengaruhi kehidupan manusia. Di hampir semua orang, mulai dari anak hingga orang dewasa hampir memiliki gadget yang terhubung dengan “ INTERNET “ Interconnection Networking sehingga dapat dengan mudah mengakses Media Sosial. sepertinya Gadget dan media sosial telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Memang tidak bisa dipungkiri “ Media Sosial “ sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Yaaa, . . . itu bisa sama-sama rasakan, dapatnya berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain. Dapat meng-akses dan membagikan Ilmu yang bermanfaat buat orang lain, dapat dijadikan sebagai tempat Promosi untuk menjaring dan memasarkan Produk secara luas dll.
Namun demikian “ Media Sosial “ memiliki dampak Negatif yang tidak bisa disepelekan atau dianggap remeh dan tetap harus hati-hati dalam menggunakannya. Kebanyakan seseorang yang kecanduan menggunakan Gadget untuk ber-media Sosial dapat menghabiskan waktu dalam kurun ber-jam-jam bersama Gadget-nya, bukan dilaut saja bisa berselancar namun di Media Sosial-pun bisa “ BERSELANCAR “ untuk mencari Informasi dan berita terkini, hanya sekali Klik, . . . seluruh informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan. Wajar jika banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan dengan adanya media sosial.
Namun demikian media sosial juga sangat rentan dengan “ HOAK “. Karena berita dapat tersebar dengan sangat cepat tanpa disaring terlebih dahulu, banyak orang yang termakan oleh hoax tanpa mengetahui kebenarannya. Saat dinasehati melalui “ Komentar-komentar “ dia jauh lebih hebat, maaf hanya hebat di Media Sosial. Jika sudah berurusan dengan APH seperti anak Kucing kecebur “ GOT “. Ini nyata penulis alami ketika menangani beberapa kasus Hoak, setelah dilakukan upaya paksa berupa penangkapan. Hoak Politik, Hoak Gempa, terkini Hoak COVID-19 dll, rata-rata mereka meng-iba menangis, meminta maaf, menyesal, tidak bermaksud ini dan itu dan lain sebagainya demi membela diri. Nasi sudah menjadi bubur . . . .
Memang semua kita harus bijak dan kritis dengan segala berita yang ada dan tidak ikut serta dalam menyebarluaskan berita-berita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Kita juga harus bijak ketika hendak membagikan suatu konten di media sosial. Karena mudahnya dilihat dan dinikmati orang lain maka Ciptakan atau buatlah konten yang bermanfaat buat orang lain. Yang penting sudah berhati-hati dengan konten yang dibagikan, bisa saja menuai kontroversi dan berujung pada ujaran Kebencian.
Penulis yakini bahwa kita, manusia hidup di dunia “ NYATA “ bukan di dunia “ MAYA “ maka pergunakan Media Sosial sesuai Porsinya. Dan ingat Tekhnologi diciptakan untuk mempermudah hidup kita, manusia. Jangan sampai kita, manusia diperbudak oleh teknologi itu sendiri. (Phsl)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar