Jumat, 22 November 2024

EKSPEKTASI BERLEBIHAN

EKSPEKTASI BERLEBIHAN 
Catatan  
AKHIR KEKUASAAN PRESIDEN RI Bapak  Ir. JOKOWIDODO

Oleh Prayit Hariyanto 

          Sebagian kita mungkin sudah melihat banyak Vidio-vidio, Podcast, acara ILC atau Berita-berita di Media Sosial, media mainstream dll tentang apa yang terjadi beberapa hari sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, sekaligus purna Jabatannya Bapak Ir. Joko Widodo sebagai Presiden RI ke 7 pada tanggal 20 Oktober 2024 yang baru lalu. Ada sekelompok orang berkumpul dan berorasi dengan berapi-api untuk menangkap dan menggantung Bapak Presiden Ir. Jokowidodo yang dianggap telah menyebabkan kerusakan di Negara ini dan diantaranya ada wajah-wajah yang tidak asing buat kita semua, mereka-mereka ini tetap Konsisten pada perjuangannya untuk memenjarakan Bapak Presiden Ir. Jokowidodo. Lalu ada forum lain juga yang tak kalah berapi-api dan penuh semangat mantan Ketua MPR, era Presiden Gus Dur mengajak semua orang untuk menggagalkan pelantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Bapak Prabowo Subianto dengan menyebut “ Dia Gila, Suka Pornografi, Tolol dlsbnya. Ia juga menyebutkan bahwa Jokowidodo als Mulyono harus dimasukkan ke Penjara, lalu ada yang berpidato mengingatkan agar waspada, karena sebelum tanggal 20 Oktober 2024 Presiden Jokowidodo bakal kabur ke luar Negeri, yang berpidato tidak kurang-kurangnya menyatakan bahwa Jokowidodo menyebabkan banyak kerusakan bagi Negara dan juga mengatakan bahwa saat ini orang yang paling takut dan tidak bisa tidur adalah Jokowi, karena dia adalah orang yang paling bersalah dan layak untuk di Hukum Waoooowww “ Ngeri “ kan . . . . ????
Itu semua adalah ekspektasi yang berlebihan, sebuah harapan beberapa kelompok yang memang tidak suka dengan Pemerintahan Jokowi yang dengan sangat percaya diri menyatakan pendapat dan keyakinan-nya bahwa Jokowi akan ditangkap diadili dan dihukuim seberat-beratnya, memang diforum seperti itu, begitu “ Nyentrik “ saya menyebutnya kepada Bapak Jokowi, mungkin mereka-mereka merasa levelnya Beda dan tidak melihat dirinya sendiri apa yang telah diperbuat dan disumbangkan kepada Bangsa dan Negaranya sendiri.

            Mari kita beralih ke kenyataan yang ada atau realitas yang terjadi, juga rekan-rekan bisa melihat Vidio dan wartanya di Media Sosial dan media-media lain kenyataannya bahwa :  
 Pelantikan Presiden dan wakil presiden yang baru Bapak Prabowo Subianto dan Wakilnya Bapak Gibran Rakabuming Raka dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berjalan dengan hikmat, lancar dan aman-aman saja, Mantan Ketua MPR di maksud diatas justru mengahdiri undangan dengan duduk manis dan anteng gayeng meski Namanya tidak disebut oleh siapapun. “ Kejamnya hukum alam “ dalam membalasnya. Mungkin beliau diundang Cuma untuk Nonton saja sampai Se-anteng dan segayeng itu.

 Sorenya Bapak Jokowi langsung pulang kampung ke Solo dengan pesawat Angkatan Udara dan dikawal oleh Sukoi yang katanya Najwa Shihab, Pak Jokowi Nebeng Pesawat Udara, Beliau tetap santai saja.

 Sampai di Boyolali menuju solo Bapak Jokowi disambut dan dielu-elukan oleh puluhan ribu warga masyarakat sampai waktu tempuh dari Bandara ke rumah yang harusnya 30 menit jadi 3,5 jam, tidak ada yang Kepo, tidak ada yang teriak-teriak Gantung Jokowi, tenggelamkan Jokowi seperti di forum-forum tersebut diatas. 
Terus mereka-mereka pada kemana yaaaa. . . . . ? atau mungkin tidak punya ongkos ke Solo, yang jelas kalau ada dilokasi sudah dipastikan mereka-mereka akan dirujak oleh masyarakat setempat.

Ternyata kenyataannya semakin seru jauh dari Expectasi kaum Pendengkiawan dan pembenciawan, meminjam istilah kekinian, karena setelah Bapak Jokowi pulang dan menjadi warga sipil , terlihat dimedia sosial Beliau sungguh Bahagia Bersama keluarga dengan santai bisa jalan-jalan, makan sate, makan soto dan jajanan lainnya, beribadah bersama warga, bahkan Bapak Jokowi meminta untuk tidak dikawal lagi biar jauh lebih dekat dengan rakyatnya, tapi karena protokoler dan peraturan Negara mantan presiden tetap harus dikawal, yaaa mau bilang apa . . . . . ???
Bukan Cuma itu saja bahkan Bapak Jokowi dikunjungi pejabat senior Uni Emirat Arab di rumahnya beberapa hari setelah beliau Purna, ini menarik dan jarang terjadi ada tamu negara yang mampir kerumah tinggalnya mantan Presiden kalau tidak ada hubungan yang baik dan persahabatan yang erat. Bapak Jokowi bisa nonton pertunjukan musik Bersama warga dan warga-pun pada kaget ternyata Bapak Jokowi berada Bersama-sama mereka menikmati alunan musik.

Nahh . . . terus yang kemarin-kemarin Pidato Jokowi Kabur sebelum tanggal 20 Oktober, Jokowi nggak bisa Tidur nyenyak dan ketakutan yang luar biasa pada kemana, . . . terus bagaimana tanggapan kalian yang kemarin berapi-api “ Tangkap Jokowi, gantung Jokowi “, . . . . komentar dooong  ? 
Sekedar mengingatkan saja bahwa dari sejak periode Pertama menjabat semua Ancaman ke Bapak Jokowi, beliau tanggapi biasa-biasa saja tidak diambil hati, karena baliau orang baik yang mampu mengalahkan keangkara murkaan dengan caranya sendiri dan mereka-mereka sepertinya oleh Beliau dianggap tidak ada, atau mungkin dianggap “ SAMPAH “  dan tahu kan . . . !!! sampah itu bau maka tidak perlu dekat-dekat, sumber penyakit. . . . .  kira-kira demikian. salam sehat, 23 oct 2024.  Phsl

Kamis, 26 September 2024

SANG DINAMISATOR & MANIPULATOR

SANG DINAMISATOR ATAU  MANIPULATOR

Oleh  : Prayit Hariyanto

Kepemimpinan itu sesungguhnya  menggambar-kan hubungan yang erat antara Pemimpin dengan sekelompok orang yang dipimpin karena adanya kepentingan bersama yaitu kemajuan organisasi yang dipimpin-nya agar berdaya saing dengan lainnya. Kepemimpinan sendiri  merupakan titik sentral dari seluruh proses kegiatan organisasi atau lebih dikenal sebagai “ Dinamisator “ bukan Manipulator.

       Jika Pemimpin Manipulator adalah seorang Penggertak yang licik, suka mengancam, mengintimidasi, suka menyiksa kolega, bahkan suka menyindir dan mempermalukan mereka yang tidak disukai  dihadapan yang lainnya, sejatinya sang Manipulator seperti ini tidak memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, menegerial yang baik. Kebetulan saja dilahirkan oleh sistem sebagai Pemimpin, walau biasanya mengandalkan kekuatan materi, segala tindakan selalu dihargakan dengan materi. Pemimpin seperti ini hanya mau dilayani dan sulit menerima masukan kolega atau yang dipimpinnya, tidak suka menerima jawaban “ TIDAK “ kalaupun posisinya salah.

       Padahal Pemimpin yang baik harus memiliki Self-leadership yaitu kemampuan untuk memimpin diri sendiri, rasa hormat, memiliki  Integritas, Intelektualitas baik, Inteligency Spiritual baik,  memiliki Skill atau roll model karena Pemimpin merupakan representasi yang layak dicontoh dan mau belajar mendengar “ LIYAN “ bukan mendengar para  Pembisik,  siap menerima masukan. Bukan besar bicaranya dan gemar janji-janji/PHP, tapi zero realisasi.

       Jika anda menjumpai Pemimpin  “ MANIPULATOR “ ditempat anda bekerja sebaiknya memperkecil peluang bertatap jika tidak ada hal penting yang perlu disampaikan. Apalagi anda adalah salah satu yang tidak disuka sebaiknya menghindar. Prinsip tetap bekerja  secara profesional karena pengabdian terbaik tetap pada organisasi, institusi, instansi dan kepada Bangsa dan Negara bukan kepada sang Manipulator.

Seorang Pemimpin

Jangan sering mengajari yang lainnya, sebelum mengajari diri sendiri. Praktekkan dulu baru bisa punya Reputasi dan Kompetensi untuk bisa mengajar dan mengajari yang lainnya,  ingat bahwa Transformasi Karakter adalah the most difficult (yang paling sulit), kira-kira demikian.

Gus Dur mengatakan :

“ Jikalau mau melakukan perubahan jangan pernah tunduk pada kenyataan, asalkan yakin dijalan yang BENAR, maka lanjutkan saja “

Semoga bermanfaat . . . . phsl

#slmsehat

#slmdamai

Sabtu, 07 September 2024

KALUNG CINTA

KALUNG CINTA

Oleh.  : Prayit Hariyanto


Ingin Aku melihat-mu tersenyum
Hari ini, .  . . 

Seperti awan putih menghiasi langit,
Biru . . 
 
Menari tersenyum dalam tarian-tarian

Menambah hasrat-ku tuk selalu menemani-mu, sepanjang hayat

Dengan cinta. . .

Yang tak pernah lelah menyimpan panas, . 

Ibarat Ilalang ditarik Matahari, 

Yakinlah .  . 

Senyum-mu adalah irama napas-ku

Sampai aku puas mem-bersamai-mu

Karena, . . . 

Aku hanya ingin melihat-mu bahagia

Se-bahagia aku melihat-mu

Hari ini tersenyum . . .

Bagiku . . . 

Ke-bahagiaan-mu adalah denyut jantung-ku,  . .

Menyatu . . .

Yang menginginkan-mu untuk selalu bersama-ku

Tak peduli apakah tanpa atau dengan 
“ KALUNG CINTA “ itu

Pun aku berharap satu jawaban 
“ Aku-lah Orang “-nya

Jika-jika ada yang bertanya, . .

Siapa yang membuat-mu “ TERSENYUM “ 

Hari ini, .  . . ???

I ❤️u Mam . . . 

#Phsl
#puisimlm

Senin, 08 Juli 2024

JIWA DAN KEYAKINAN

JIWA DAN KEYAKINAN

Oleh   : Prayit Hariyanto

Jiwa adalah energi, Energi itu kekal dan Abadi. Berada di dunia diberi tubuh yang tidak kekal, yang punya kebutuhan & keinginan, diberi peraturan yaitu Agama, banyak macam Agama didunia ini ada Islam, Kristen, Hindu, Budha. Bahkan ada yang tidak mengakui agama apapun (Atheis, Agnotis), semuanya mengajarkan bermoral baik. Banyak Agama seperti halnya banyak manusia punya banyak keinginan, banyak mau, banyak tingkah yang membentuk pemikirannya sendiri-sendiri. Ada yang Radikal, ekstrim ada juga yang sejuk, santun, beretika dan berestetika.

Jiwa atau Energi diberi Tubuh tak bisa memilih disaat lahir, bermacam bentuk, rambut dan warna kulit supaya rancu agar mudah membedakannya, ada cantik, Tampan, ganteng, jelek, ada berkulit hitam, putih, kuning, bodak, kemerahan, ada juga yang punya rambut kriting als Jering, lurus, ikal, bahkan botak, maaf, . . . Jangan tersinggung, . . . tanpa alasan apapun tiada lain semua adalah CiptaanNya (Allah), dihadapanNya kelak akan sama diperlakukan, jika menghargai Allah pastinya harus sama-sama menghargai setiap Karya mahluk yang diciptakanNYA, apapun bentuknya, Keyakinannya atau Agamanya.
Percayalah Agama apapun bisa dipastikan mengajarkan yang Baik, bermoral baik dan disetiap Agama pasti membawa Tatacara/Adat-istiadat dari Negara mana Agama tersebut berasal dan di Negara mana Agama tersebut berkembang, ...... 
Yang dicatat olehNYA hanya dua hal :

1. Alasan perbuatan pada setiap ciptaanNYA,  menghargai Allah pastilah menghargai hasil karyaNYA, melalui Amal dan perbuatan-perbuatannya.

2. Komitmen pada Agama yang dipilihnya, apapun yang diyakininya, . .
Pada dasarnya Agama yang lahir dari diri setiap umat adalah Agama keturunan. Ayah dan Ibunya Islam akan lahir keturunan berkeyakinan Islam, Ayah dan Ibunya Hindu, Kristen, Budha akan melahirkan keturunan berkeyakinan yang diturunkan oleh Ayah dan Ibunya pula. 
Leluhur nenek moyang di tiap Negara selalu mewariskan Tata cara dan Tradisi, animisme dan dinamisme jejawen kalau dijawa, entah apalagi namanya ditempat lain, kalau kata Anak sekarang ketinggalan jaman, Kuno, Kolot, jika dikaitan dengan keyakinan yang tidak sesuai, mengatakannya aliran sesat, " KAFIR ", bagi pengikutnya, bahkan dengan gampangnya sesama saudaranya sendiri meng " KAFIR " kannya, Jiwa atau energinya dibuang kedalam bukan keluar membangun dirinya apalagi membangun Ibu pertiwi yang ikut membesarkannya, jika sudah demikian pada akhirnya " Booom ", meledak diberbagai tempat dengan dalil Jihad Fisabilillah, apa yang bergejolak di alam fikirannya, apalagi mau menghargai Allah sang pencipta, menghargai diri sendiri sebagai ciptaannya saja tidak !!!! , . . .  puing-puing dan potongan tubuh tak berharga berserakan dimana-mana begitu susah Aparat mengumpulkan potongan-potongan tersebut, Allah lebih menghargai orang tak berdosa yang menjadi korban atas kebiadabannya. Do'a, ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan wujud Allah masih mencintainya, sebaliknya caci maki didapatkan pada diri pelaku dan keluarganya sebagai karma Allah atas apa yang diperbuat. 
Yakin bahwa semua itu bukan representasi atas keyakinan yang dianutnya, pada akhirnya Jiwa atau Enegi kembali padaNya sia-sia meninggalkan potongan Tubuh berserakan tak ada harganya. phsl

JIWA BESAR MENGHINDARKAN KEPUTUS ASA'AN

JIWA BESAR MENGHINDARKAN KEPUTUS ASA'AN

Oleh  : Prayit Hariyanto

Banyak sekali didunia ini orang yang “ GAGAL “, maaf bukan Gagal Paham dalam hidupnya karena ke-putus asa-an dan kehilangan semangat Hidup. Padahal, jika ditelisik segala sesuatu yang terjadi sudah menjadi takdir yang kuasa Tuhan YME, Allah Swt sehingga semua makhlukNya tidak bisa mengelak. Maka dianjurkan ber-hikmah karena dengan keputusan-Nya selalu membawa yang dimaksud.

Sebagai Umat-Nya didunia tinggal hanya menjalani dengan sepenuh hati, usaha yang keras dan tetap terus Tirakat/berdo’a. Tanpa usaha, do’a-pun tidak akan terkabul begitu juga dengan usaha yang tidak dibarengi dengan doa juga akan sia-sia.

Berlaku juga bagi Calon-calon Pemimpin yang saat ini lagi dan sedang berjuang meraih mimpinya, atas kekalahan dalam kontestasi Pemilihan Presiden dan wakil presiden, meraih mimpinya dan ber-upaya menggunakan hak politiknya mengajukan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK), sah-sah saja karena amanat Undang-undang seperti itu. Halnya gugatan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK) ada dua pilihan kalau tidak “ MENANG “ yaa  memantapkan “ KEKALAHAN “ atas sengketa itu. Bagi yang mengikuti sidang MK dapat tambahan ilmu yang berharga diluar jalur akademis. Sementara Pemilihan DPD RI, DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, aman-aman saja. Untuk hasilnya kita tunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam waktu dekat ini, mari kita sabar menunggu . . . .

Apapun hasilnya bagi yang kalah dalam Putusan  harus mem-punyai jiwa besar yaitu ke “ IKHLAS “ an untuk menghindari rasa ke-putus-asaan dan hilangnya semangat Hidup diatas. Jika tidak, waooow bahaya, . . . dapat mengakibatkan Stressss atau Gila  bahkan lebih parah dari itu.

Sesungguhnya semua itu, sama-sama kita dapat ketahui beberapa saat usai pemilihan dan dikuatkan dengan pengumuman penetapan dari KPU tertanggal  20 Maret 2024, berapa sich jumlah partai yang terancam gagal lenggang kangkung ke Senayan dan barapa jumlah Caleg yang terancam gulung tikar karena bea chos-nya cukup lumayan namun tidak terpilih, wajar jika mungkin ada yang Stresss dan agak sedikit kehilangan kontrol dan kendali.

Bagaimana dengan Pilpres/pilwapres-nya, . . . . ??

Tentu sudah jelas siapa yang ditetapkan oleh KPU sebagai pemenangnya menjadi Presiden dan wakil presiden untuk periode 2024/2029. Tentu sama-sama kita menghormati dan menunggu hasil dari hak konstitusi mereka-mereka yang kalah melalui MK, . . . .

Bagaimana keputusannya . . .. ?

“ mBok Sabar menunggu, ojo kesusu . . . “

Agar tidak jemu menunggu kita mendengar komentar dan pendapat pengamat Politik dan para Penasehat Hukum dimedia Televisi, Podcast-poscast, dan media lainnya gimana cara mereka-mereka mem-fram setiap permasalahan yang dihadapi . . . . phsl

#damaiituindah

#phsl

Selasa, 18 Juni 2024

CINTA TAHU CARA BAHAGIA

CINTA TAHU CARA BAHAGIA

Oleh  : Prayit Hariyanto

CINTA selayaknya kekuatan, bukan kelemahan, dan Cinta seharusnya tahu cara untuk BAHAGIA. Jika kebahagiaan adalah tujuan utama, maka kita rela menempuh penderitaan demi meraihnya. Namun kebahagiaan bukan hasil. Ia proses untuk menjadi.

Kebahagiaan akan terus-menerus menjadi wujud baru seiring pertumbuhan spiritual manusia dalam memaknainya. Jika telah menyentuh rasa cukup, maka kebahagiaan telah mewujud kesederhanaan.

Pada derajat inilah kita bisa menikmati sikap hidup yang dinamakan tawadhu, rendah hati dan tidak sombong.

Cukup tidak selalu berarti berkecukupan. Dalam kata ber-kecukupan terkandung arti hidup dengan kekayaan, bahkan dapat dimaknai sebagai ber-kelebihan. Jika ini yang dijadikan ukuran, orang miskin harta tak dapat digolongkan didalamnya. Padahal hidup ber-kecukupan dan atau berkelebihan acap kali diselubungi oleh rasa kurang, yang menjauhkan kita dari rasa cukup. Pada akhirnya apapun dihalalkan untuk memenuhi ke-cukupan itu

Jika memahami kebahagiaan sebagai proses menjadi, maka proses itu dimulai dari sekarang, disini dan oleh diri kita sendiri. Sangat jelas menunjukkan betapa kebahagiaan dapat diperjuangkan sejak sekarang, dilingkungan inti yang didalamnya hidup kelompok terkecil bernama “ KELUARGA “ atau Suami dan Istri yang saling mencintai, melindungi dan merawat, yang tidak kalah penting saling menguatkan dan men- " DO'A " kan, walau mungkin dalam kindisi berjauhan. Seberapa sulit dan seberapa lelahnya dalam kehidupan, “ KELUARGA “ atau Suami dan istri tidak akan saling meninggalkan sepanjang hidup, itulah Suami-Istri sejati.

 

Minimal, " TERSENYUM ", salah satu yang nampak dari kebahagiaan itu sendiri (cm)

Semoga bermanfaat. Phsl

#slmsehat

#slmbahagia

Jumat, 14 Juni 2024

SUKSES ITU BUKAN BESAR BICARA-NYA

SUKSES ITU BUKAN BESAR BICARA-NYA
 
Oleh  : Prayit Hariyanto
 
Sesungguhnya " Politik " itu dinamis dan statis,  apa yang tidak dimungkinkan terjadi, didunia Politik tidak berlaku, penuh dengan kejutan-kejutan, fenomenal dan Sensasional, . . . . Akademisi Prof dan DR politik hanya bisa memberikan teori dan teori atau rambu berpolitik yang benar, tidak mampu memprediksi bidak catur para Politisi.
Jikapun diberikan kesempatan men-dongak dalam Politik  berusahalah untuk tetap merunduk, sebelum malu merunduk dan merunduk menjadi tabu atas perilaku politik yang cenderung merendahkan harkat dan martabat lawan politiknya . . . 
 
Maka salah besar jika memandang rendah seseorang dalam dunia Politik, siapa tahu suatu hari orang yang direndahkan sukses dan kita jauh lebih rendah dari-nya . . . akhirnya tak hentinya membuat “ POSTINGAN “ dimedia sosial atas kekalahan dalam kontestasi politik . . . . betapa bodoh dan tidak masuk akal-nya perilaku seperti ini, . . . . padahal mereka-mereka ini memiliki Integritas Intelektual mumpuni . . .

Memang tidak mudah mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan.  .  .  .  .  kecuali dirinya yang mempunyai tekad dan keinginan untuk meng-ubah dan berubah.  .  .  .  
Apa yang tidak mungkin jika Tuhan YME, Allah Swt berkehendak, banyak orang Sukses terlahir dari orang tidak berada, orang kampung dan bahkan mungkin besar tanpa orang tua yang mendampinginya, maka jangan sedih jika bagian dari hidup yang mem-bersama-i adalah bagian yang pahit, penuh luka dan Air mata. Maka banyak mereka-mereka yang merasa diri hebat baik pengetahuan maupun finansial dikalahkan oleh orang beruntung yang besar atas kehendak-Nya . . . .

Karena dari situlah banyak orang yang terlahir kembali dengan jiwa yang lebih " Bijaksana ". dari situ pulalah banyak orang-orang yang super tangguh, besar hatinya bukan " BESAR KEPALA " dan “ BESAR BICARA “ nya
Mereka yang beruntung yakin bahwa segala sesuatu jika diawali dengan Nawaitu " NIAT " yang baik, dan tulus serta Do'a yang Ikhlas, maaf jangan tanya hasil . . . . . karena Allah Swt pasti memberikan tempat terhormat baginya, . . . Aamiin,

Jikapun belum beruntung, itu mungkin lebih baik baginya, . . . agar Intropeksi, mawas diri untuk mempersiapkan kembali dan mencobanya, . . . salam sehat. Phsl

Selasa, 26 Maret 2024

TIDAK MAU KALAH

TIDAK MAU KALAH

Oleh   : Prayit hariyanto

       Sebenarnya rasa bersalah itu lebih penting daripada kesalahan itu sendiri. Pun demikian Rasa berdosa, lebih penting dari Dosa itu sendiri. Keduanya memberi kesadaran bahwa kita memang tempat salah dan Dosa. 
Kedua rasa ini pulalah yang menjadikan kita tetap se-wajarnya manusia. Serasa tidak manusiawi jika kita merasa diri benar dan suci bahkan paling benar dan paling suci dari yang lain.

       Rasa bersalah dan berdosa inilah seharusnya membawa kita sebagai manusia pada mawas diri, namun terkadang kita sering gagal mengatasi diri kita sendiri. Narasi ini tidak berlaku bagi mereka yang terlanjur terjun didunia Politik, mereka-mereka tidak mengenal istilah Salah yang ada selalu “ BENAR “, Tidak mengenal “ KALAH “ yang ada dalam benaknya hanya “ MENANG “ kalau-pun papan skor penampakan-nya jelas. Baginya kekalahan harus diperjuangkan agar tetap “ EXIST “. Tren saat ini muncul istilah Curang, Politik Dinasty, anak haram konstitusi, Samsul, Blimbing Sayur, sampai dengan mem-fram sedemikian rupa agar HAK ANGKET – pun  bergulir Kira-kira demikian mereka men- Dalilkan-nya.

       Bukan memperjuangkan Kemenangan namun memantapkan Kekalahan, Kelompoknya kecil namun suaranya lengking dan nyaring namun tidak berirama, tidak enak didengar oleh “ LIYAN “ atau orang lain selain komunitasnya. Kalau yang lampau ada Jonru Ginting, Saracen, Obor Rakyat, MCA . . . Kontestasi kali ini memang tidak nampak, namun embrionya tetap eksis dan berkembang dengan Kamuflase-nya . . . . , mereka selalu muncul dan berkembang subur di siaran-siaran televisi, media-media ekstreeem, media sosial, Podcast-poscast, sengaja tidak memberikan gambaran  karena sebagian embrionya masih dalam eraman. Ia akan muncul jika situasi menguntungkan.

       Memang tiada yang dilahirkan sebagai pembenci, tapi jika “ GAGAL “ dengan kebencian, nafsu bisa bersekutu meruntuhkan ke-iman-an seseorang tanpa melihat predikat yang melekat pada dirinya, sesungguhnya mereka-mereka adalah orang yang matang, matang ilmu pengetahuannya, matang kehidupan sosialnya dan sangat sekali matang dalam menjalankan “ KEYAKINAN “-nya. Seharusnya mereka memiliki kesadaran yang tinggi, jika Agama adalah kebenaran tak berarti boleh seenaknya menilai orang lain buruk dan terkutuk, jika Agama adalah kelembutan maka merupakan keharusan untuk berhenti berbuat kekerasan.

       Percayalah jika tutur kata melembut dan nanar mata meredup, tak menghujam ketika berucap, pun tak akan menusuk ketika menatap, Ia lah yang rendah hati. Dan ia lah benih terbaik dari akhlaq yang mulia itu. Orang seperti ini selalu memenangkan simpati masyarakat, tahan disegala medan, tidak kalah penting ia selalu bersandar kepada robnya dan yakin bahwa Do’a-do’anya selalu diijabahi oleh-Nya, Allah Swt. .  . 

Salam sehat dan salam damai, . . . phsl

#damaiituindah

Jumat, 08 Maret 2024

QONA'AH

QONA'AH

Oleh  : Prayit Hariyanto

Hampir setiap hari kita bisa saksikan pendapat para peserta kontestan Pilpres berulang-ulang keluar di media televisi, hampir juga setiap hari perdebatan mereka2 para konstituen juga kita bisa saksikan di televisi, bahkan hampir saling " TONJOK ", . . . sudahlah ini Kontestasi pasti ada yang beruntung dan ada yang belum beruntung, . . .  . Jika belum beruntung saya kira masih ada waktu untuk berkompetisi kembali di 2029,

Jujur saja sesungguhnya semua tahapan sudah masing-masing kantestan lakukan dengan cara-cara mereka, . . . cara Kampanye, cara Berdebat dan cara Berdo'a, . . . tulisan saya terdahulu (Masa tenang waktu Munajad Kandidat)
yaach namanya pertandingan kalau tidak kalah yaa menang . . .,

Konstituen dan netizennya-pun ikut2an meramaikan di Medsos dengan status yang isinya belum tentu benar,  . . . Sudah-lah pemilu udah " USAI ", mari kembali ke pekerjaan masing-masing, tata kehidupan kembali seperti sedia kala . . . dan anggap saja ber-Politik itu adalah hiburan, ibarat nonton Piala dunia/ Liga, Volley, Tinju, Bulu tangkis dll, . . . . .
bukankah kita didalam agama diajarkan untuk " QONA'AH ", mungkin akan jauh lebih baik dari pada keluh dan kesah, . . . . Rasa syukur dan sabar akan menjauhkan diri dari sifat Iri, syirik, dengki, Angkuh, Sombong dan songong.

Yang menjadi pertanyaan, . . .

Adakah " QONA'AH " ini tertanam dalam Jiwa-jiwa yang sedang berkompetisi di kontestasi Politik sekarang ini . . . . ?????,

Wallahu a'lam bishawab . . .

#damaiituindah
#phsl

Senin, 12 Februari 2024

MASA TENANG WAKTU MUNAJAT KANDIDAT

MASA TENANG WAKTU MUNAJAT KANDIDAT

Oleh  : Prayit Hariyanto

" Politik " itu dinamis dan statis,  apa yang tidak dimungkinkan terjadi, didunia Politik tidak berlaku, penuh dengan kejutan-kejutan, fenomenal dan Sensasional, . . .

Jika dikaitkan dengan topik Politik, Media sosial menjadi sangat penting dalam kontestasi politik saat ini, apapun bisa di framing menjadi berita yang menarik dengan mengemas informasi tentang suatu hal atau peristiwa dengan misi pembentukan opini atau menggiring persepsi publik terhadap peristiwa.
Dan semua Kandidat bersama timnya melakukan hal ini untuk meraih Popularitas, karena di Era digital media " Framing " ini bagian dari strategi komunikasi media satu-satunya yang jauh lebih cepat dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan, . .

Kalau Kontestasi lampau ada " Obor Rakyat " milik Setiyardi Budiono dan Dermawan S, dan kontestasi saat ini Lagi hitnya " DIRTY VOTE " disutradarai Dandhy Dwi Laksono (Bivitri Susanti, Feri Amsari dan Zainal Arifin M)

Sebuah pertanyaan apakah dalam ber-Politik itu para Kandidat Jujur, ber-etika, ber-estetika, ber-adab . . . ??

Jawabnya ada dalam Qolbu masing-masing, karena terkait dengan sudut pandang . . .

Yang jelas bahwa dimasa tenang ini para Bacapres/Bacawapres sedang menyendiri, Intropeksi diri, merenung  dan ber-munajat atau berdo'a dengan caranya atas daya dan upaya yang telah mereka-mereka lakukan selama proses kampanye hingga Hari " H ", harapannya  dialah pemenangnya.
Saat ini Do'a-do'a mereka lagi diuji oleh-Nya Allah Swt, . . . Ayo bantu kandidat masing-masing untuk ber-munajat, agar hati tenang dan lapang siapapun yang dihadirkan oleh-Nya maka " DIA " lah yang terbaik diantara yang " BAIK ", ber-sabar yang belum mendapatkan kesempatan

Dan jika masih ada yang bersuara " SOPRAN " dan tidak jelas maka patut dipertanyakan ke-" IMAN "-annya. Phsl

#slmsehat
#slmdamai
#damaiituindah 

Selasa, 23 Januari 2024

JANGAN REDUP-KAN CAHAYA ORANG LAIN

JANGAN REDUP-KAN CAHAYA ORANG LAIN 

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Setiap gerak seorang Politisi dan Aktivis harus lebih mengedepankan prinsip mengukur potensi diri bukan semata-mata keinginan untuk memunculkan dirinya ke depan public, bukan pula hanya sekedar untuk kepentingan “ CONTEN “ tapi harus memperhatikan etika, estetika, toto kromo dan Adab.

Musyawarah adalah pangkal tolak gerakan untuk mengukur potensi SDM yang dimiliki. Kesadaran untuk meng-akomodir permasalahan kemudian bermusyawarah lebih utama dibandingkan  sekedar meletupkan semangat untuk bergerak, bergerak dan bergerak hanya menyalahkan yang lain. Memberikan gelar Pimpinan Bangsanya tidak manusiawi, memberikan nilai kinerja seorang pejabat tanpa Etik dan Adab, sementara politisi muda ikut-ikutan, pun melihat seniornya telah mengajarkannya, sepertinya dunia per " POLITIK " kan tidak mengajarkan etik, estetika dan Adab kalau tidak berkaca dan bercermin pada diri sendiri. . . .   Saya berpendapat sebaiknya : jika ingin bercahaya, . . . .

“ Bercahaya-lah kalian dari diri sendiri jangan redupkan Cahaya orang lain “. Phsl

Maka peluang munculnya  friksi atau perbedaan akan terjadi jika para Politisi dan Aktivisnya yang membawa pesan kebanyakan orang-orang pembawa semangat semu dan punya kepentingan-kepentingan tertentu. 
Akhirnya terjadi banyak fase yang terlewatkan dikarenakan semangat yang sangat dan amat bergelora sehingga memanaskan suasana yang mempengaruhi situasi Kamtibmas dan berdampak pada dunia usaha dan investasi, sementara secara riil ke-pahaman dan ke-sadaran dalam hati tidak bisa dipaksakan. 
Hasilnya hanya " Pepesan tak Berisi " alias Pepesan kosong.

Saat ini adalah tahun Politik sekaligus tahun berinovasi untuk menciptakan peluang kerja baru bukan menggantungkan pada peluang kerja yang sudah sempit, bukan bergantung banyaknya bicara para pengamat seolah dunia mau kiamat, bukan bergantung banyaknya ocehan para politisi dan Aktivis yang meng-atasnama-kan Rakyat sementara Rakyat masih tetap biasa-biasa dan baik-baik saja, bukan lengkingan Birokrasi yang saling salahkan yang memunculkan kegaduhan, bukan juga koornya Bapak-bapak Dewan terhormat yang hanya menengok  Rakyatnya ketika membutuhkan suaranya, “ LAMIS “ nya bibir para Politisi dalam mem-framing perdebatan calon Presiden dan wakil Presiden Ditambah dengan kompor gasnya Media lengkap sudah penderitaan Bangsa dan rakyat ini.

Sesungguhnya tidak banyak yang dituntut oleh Rakyat Bangsa ini, jangan jual dirinya hanya untuk kepentingan Selebrita dan propaganda-propaganda politik demi kepentingan tertentu, mereka lebih Ikhlas menghadapi tantangan dan beratnya kehidupan dan masa depannya dengan sabar.

Sederhana yang mereka inginkan kapan sembilan bahan pokok bisa terjangkau dan murah, jikapun tidak mereka-mereka jauh lebih tabah menghadapi-nya.

Salam sehat dan salam logika. Phsl

Selasa, 02 Januari 2024

CATATAN AWAL TAHUN DI TAHUN POLITIK

CATATAN AWAL TAHUN DI TAHUN POLITIK

Oleh  : Prayit Hariyanto, SH

Perayaan pergantian Tahun sudah usai ada yang memilih berzikir ada juga yang memilih menikmati pergantian Tahun bersama keluarga sambil berdo’a, ada bersama pacarnya, ada bersama kawan-kawannya dll, mereka-mereka tidak bisa dilarang karena mereka juga punya pilihan.

Halnya Politik, banyak orang menaruh harapan dan juga target di tahun “ GENAP “ 2024 ini, mau birokrasi, swasta, tak terkecuali para politisi yang berjuang mengadu peruntungan.

Bagi politisi inilah Tahun Politik, sebuah pertaruhan hidup dan mati bagi mereka, karena ditahun Genap 2024 inilah momentum penting untuk berjuang atas nama “ Rakyat “ atau atas nama “ Masyarakat “ katanya, . . .
Untuk memperebutkan singgah sana Legislatif baik DPRD II, DPRD I, DPR, DPD dan Pilpres. Uniknya kali ini Pilpres jauh lebih seru dari Pileg dan Pil DPD nya, suhunya sudah mulai nampak menghangat mudahan jangan memanas, kalau lima tahun lalu melibatkan Agama sebagai Komoditasnya ( Cebong dan Kampret ), namun tahun 2024 ini melibatkan Anak ingusan yang suka Blimbing Sayur temannya mas “ SAMSUL “ . . . .

Apalah Namanya yang jelas bahwa di tahun politik ini adalah “ BUKAN “ pertarungan panjang adu Gengsi seorang Mantan Jendral melawan seorang Tukang meubelair, semula Ulama, santri, dan Ormas-ormas keagamaan dijadikan obyek rebutan pengaruh bahkan partai-pun terbelah menjadi Partai Allah dan Partai Syetan untuk melegitimet masyarakat demi meng “ Goal “ kan calon masing-masing.

Ternyata kini berubah yang dulu lawan kini menjadi kawan, itulah Politik yang harus dinikmati dengan Enjoy. Yang jelas bahwa hampir semua energi Bangsa tersedot ke Momentum ini walau bukan “ fight again “ als REMACTH dalam kontestasi Pilpres lima tahun lalu.

Entahlah siapa yang berjaya, diantara tiga kandidat Capres tahun 2024 ini,  rakyat cerdas akan menjatuhkan pilihannya mana yang terbaik buat Bangsa dan Negara ini.

Trik dan Intrik semakin terlihat, bukan karena perang kepentingan, yang nyata, yang nampak terlihat adalah perang “ KECERDASAN “, bukan Capresnya tapi calon Wakil Presiden-nya. Kecil, mungil, Imut, anak Ingusan suka belimbing sayur temannya mas “ SAMSUL “ menggemaskan dan merepotkan. Bukan lagi adu Gagasan yang di Gagas, namun saling Nge-GAS dan mem-framing terhadap lawan masing-masing hingga Media Sosial-pun turut Andil.

Memang di Era kemajuan Iptek Informasi Digital saat ini Media Sosial inilah yang paling dekat dengan Masyarakat, tepat dipergunakan untuk mengemas Informasi tentang sesuatu hal dengan misi pembentukan OPINI atau menggiring persepsi Publik terhadap apa yang diinginkan.
Dampaknya adalah masyarakat. Saya yakin masyarakat cerdas akan mengambil sikap Positif dan menganggap inilah Kontestasi lima tahunan . .. . .

Penulis berharap proses Demokrasi yang melelahkan dan butuh kesabaran ini bisa berjalan Aman, damai dan sesuai harapan bersama sebagaimana cita-cita Kemerdekaan Bangsa ini. Mari ber-demokrasi dengan Gembira, santun dan enjoy . . . .  Phsl

#slmlogika
#slmsehat
#nkrittpjaya