Jumat, 22 November 2024
EKSPEKTASI BERLEBIHAN
Kamis, 26 September 2024
SANG DINAMISATOR & MANIPULATOR
SANG DINAMISATOR ATAU MANIPULATOR
Oleh : Prayit Hariyanto
Kepemimpinan itu sesungguhnya menggambar-kan hubungan yang erat antara Pemimpin dengan sekelompok orang yang dipimpin karena adanya kepentingan bersama yaitu kemajuan organisasi yang dipimpin-nya agar berdaya saing dengan lainnya. Kepemimpinan sendiri merupakan titik sentral dari seluruh proses kegiatan organisasi atau lebih dikenal sebagai “ Dinamisator “ bukan Manipulator.
Jika Pemimpin Manipulator adalah seorang Penggertak yang licik, suka mengancam, mengintimidasi, suka menyiksa kolega, bahkan suka menyindir dan mempermalukan mereka yang tidak disukai dihadapan yang lainnya, sejatinya sang Manipulator seperti ini tidak memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, menegerial yang baik. Kebetulan saja dilahirkan oleh sistem sebagai Pemimpin, walau biasanya mengandalkan kekuatan materi, segala tindakan selalu dihargakan dengan materi. Pemimpin seperti ini hanya mau dilayani dan sulit menerima masukan kolega atau yang dipimpinnya, tidak suka menerima jawaban “ TIDAK “ kalaupun posisinya salah.
Padahal Pemimpin yang baik harus memiliki Self-leadership yaitu kemampuan untuk memimpin diri sendiri, rasa hormat, memiliki Integritas, Intelektualitas baik, Inteligency Spiritual baik, memiliki Skill atau roll model karena Pemimpin merupakan representasi yang layak dicontoh dan mau belajar mendengar “ LIYAN “ bukan mendengar para Pembisik, siap menerima masukan. Bukan besar bicaranya dan gemar janji-janji/PHP, tapi zero realisasi.
Jika anda menjumpai Pemimpin “ MANIPULATOR “ ditempat anda bekerja sebaiknya memperkecil peluang bertatap jika tidak ada hal penting yang perlu disampaikan. Apalagi anda adalah salah satu yang tidak disuka sebaiknya menghindar. Prinsip tetap bekerja secara profesional karena pengabdian terbaik tetap pada organisasi, institusi, instansi dan kepada Bangsa dan Negara bukan kepada sang Manipulator.
Seorang Pemimpin
Jangan sering mengajari yang lainnya, sebelum mengajari diri sendiri. Praktekkan dulu baru bisa punya Reputasi dan Kompetensi untuk bisa mengajar dan mengajari yang lainnya, ingat bahwa Transformasi Karakter adalah the most difficult (yang paling sulit), kira-kira demikian.
Gus Dur mengatakan :
“ Jikalau mau melakukan perubahan jangan pernah tunduk pada kenyataan, asalkan yakin dijalan yang BENAR, maka lanjutkan saja “
Semoga bermanfaat . . . . phsl
#slmsehat
#slmdamai
Sabtu, 07 September 2024
KALUNG CINTA
Senin, 08 Juli 2024
JIWA DAN KEYAKINAN
JIWA BESAR MENGHINDARKAN KEPUTUS ASA'AN
JIWA BESAR MENGHINDARKAN KEPUTUS ASA'AN
Oleh : Prayit Hariyanto
Banyak sekali didunia ini orang yang “ GAGAL “, maaf bukan Gagal Paham dalam hidupnya karena ke-putus asa-an dan kehilangan semangat Hidup. Padahal, jika ditelisik segala sesuatu yang terjadi sudah menjadi takdir yang kuasa Tuhan YME, Allah Swt sehingga semua makhlukNya tidak bisa mengelak. Maka dianjurkan ber-hikmah karena dengan keputusan-Nya selalu membawa yang dimaksud.
Sebagai Umat-Nya didunia tinggal hanya menjalani dengan sepenuh hati, usaha yang keras dan tetap terus Tirakat/berdo’a. Tanpa usaha, do’a-pun tidak akan terkabul begitu juga dengan usaha yang tidak dibarengi dengan doa juga akan sia-sia.
Berlaku juga bagi Calon-calon Pemimpin yang saat ini lagi dan sedang berjuang meraih mimpinya, atas kekalahan dalam kontestasi Pemilihan Presiden dan wakil presiden, meraih mimpinya dan ber-upaya menggunakan hak politiknya mengajukan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK), sah-sah saja karena amanat Undang-undang seperti itu. Halnya gugatan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK) ada dua pilihan kalau tidak “ MENANG “ yaa memantapkan “ KEKALAHAN “ atas sengketa itu. Bagi yang mengikuti sidang MK dapat tambahan ilmu yang berharga diluar jalur akademis. Sementara Pemilihan DPD RI, DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, aman-aman saja. Untuk hasilnya kita tunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam waktu dekat ini, mari kita sabar menunggu . . . .
Apapun hasilnya bagi yang kalah dalam Putusan harus mem-punyai jiwa besar yaitu ke “ IKHLAS “ an untuk menghindari rasa ke-putus-asaan dan hilangnya semangat Hidup diatas. Jika tidak, waooow bahaya, . . . dapat mengakibatkan Stressss atau Gila bahkan lebih parah dari itu.
Sesungguhnya semua itu, sama-sama kita dapat ketahui beberapa saat usai pemilihan dan dikuatkan dengan pengumuman penetapan dari KPU tertanggal 20 Maret 2024, berapa sich jumlah partai yang terancam gagal lenggang kangkung ke Senayan dan barapa jumlah Caleg yang terancam gulung tikar karena bea chos-nya cukup lumayan namun tidak terpilih, wajar jika mungkin ada yang Stresss dan agak sedikit kehilangan kontrol dan kendali.
Bagaimana dengan Pilpres/pilwapres-nya, . . . . ??
Tentu sudah jelas siapa yang ditetapkan oleh KPU sebagai pemenangnya menjadi Presiden dan wakil presiden untuk periode 2024/2029. Tentu sama-sama kita menghormati dan menunggu hasil dari hak konstitusi mereka-mereka yang kalah melalui MK, . . . .
Bagaimana keputusannya . . .. ?
“ mBok Sabar menunggu, ojo kesusu . . . “
Agar tidak jemu menunggu kita mendengar komentar dan pendapat pengamat Politik dan para Penasehat Hukum dimedia Televisi, Podcast-poscast, dan media lainnya gimana cara mereka-mereka mem-fram setiap permasalahan yang dihadapi . . . . phsl
#damaiituindah
#phsl
Selasa, 18 Juni 2024
CINTA TAHU CARA BAHAGIA
CINTA TAHU CARA
BAHAGIA
Oleh : Prayit Hariyanto
CINTA selayaknya
kekuatan, bukan kelemahan, dan Cinta seharusnya tahu cara untuk BAHAGIA. Jika
kebahagiaan adalah tujuan utama, maka kita rela menempuh penderitaan demi
meraihnya. Namun kebahagiaan bukan hasil. Ia proses untuk menjadi.
Kebahagiaan akan
terus-menerus menjadi wujud baru seiring pertumbuhan spiritual manusia dalam
memaknainya. Jika telah menyentuh rasa cukup, maka kebahagiaan telah mewujud
kesederhanaan.
Pada derajat inilah
kita bisa menikmati sikap hidup yang dinamakan tawadhu, rendah hati dan tidak
sombong.
Cukup tidak selalu
berarti berkecukupan. Dalam kata ber-kecukupan terkandung arti hidup dengan
kekayaan, bahkan dapat dimaknai sebagai ber-kelebihan. Jika ini yang dijadikan
ukuran, orang miskin harta tak dapat digolongkan didalamnya. Padahal hidup ber-kecukupan
dan atau berkelebihan acap kali diselubungi oleh rasa kurang, yang menjauhkan
kita dari rasa cukup. Pada akhirnya apapun dihalalkan untuk memenuhi ke-cukupan
itu
Jika memahami
kebahagiaan sebagai proses menjadi, maka proses itu dimulai dari sekarang,
disini dan oleh diri kita sendiri. Sangat jelas menunjukkan betapa kebahagiaan
dapat diperjuangkan sejak sekarang, dilingkungan inti yang didalamnya hidup
kelompok terkecil bernama “ KELUARGA “ atau Suami dan Istri yang saling
mencintai, melindungi dan merawat, yang tidak kalah penting saling menguatkan
dan men- " DO'A " kan, walau mungkin dalam kindisi berjauhan.
Seberapa sulit dan seberapa lelahnya dalam kehidupan, “ KELUARGA “ atau Suami
dan istri tidak akan saling meninggalkan sepanjang hidup, itulah Suami-Istri
sejati.
Minimal, "
TERSENYUM ", salah satu yang nampak dari kebahagiaan itu sendiri (cm)
Semoga bermanfaat.
Phsl
#slmsehat
#slmbahagia
Jumat, 14 Juni 2024
SUKSES ITU BUKAN BESAR BICARA-NYA
Selasa, 26 Maret 2024
TIDAK MAU KALAH
Jumat, 08 Maret 2024
QONA'AH
QONA'AH
Oleh : Prayit Hariyanto
Hampir setiap hari kita bisa saksikan pendapat para peserta kontestan Pilpres berulang-ulang keluar di media televisi, hampir juga setiap hari perdebatan mereka2 para konstituen juga kita bisa saksikan di televisi, bahkan hampir saling " TONJOK ", . . . sudahlah ini Kontestasi pasti ada yang beruntung dan ada yang belum beruntung, . . . . Jika belum beruntung saya kira masih ada waktu untuk berkompetisi kembali di 2029,
Jujur saja sesungguhnya semua tahapan sudah masing-masing kantestan lakukan dengan cara-cara mereka, . . . cara Kampanye, cara Berdebat dan cara Berdo'a, . . . tulisan saya terdahulu (Masa tenang waktu Munajad Kandidat)
yaach namanya pertandingan kalau tidak kalah yaa menang . . .,
Konstituen dan netizennya-pun ikut2an meramaikan di Medsos dengan status yang isinya belum tentu benar, . . . Sudah-lah pemilu udah " USAI ", mari kembali ke pekerjaan masing-masing, tata kehidupan kembali seperti sedia kala . . . dan anggap saja ber-Politik itu adalah hiburan, ibarat nonton Piala dunia/ Liga, Volley, Tinju, Bulu tangkis dll, . . . . .
bukankah kita didalam agama diajarkan untuk " QONA'AH ", mungkin akan jauh lebih baik dari pada keluh dan kesah, . . . . Rasa syukur dan sabar akan menjauhkan diri dari sifat Iri, syirik, dengki, Angkuh, Sombong dan songong.
Yang menjadi pertanyaan, . . .
Adakah " QONA'AH " ini tertanam dalam Jiwa-jiwa yang sedang berkompetisi di kontestasi Politik sekarang ini . . . . ?????,
Wallahu a'lam bishawab . . .
#damaiituindah
#phsl
Senin, 12 Februari 2024
MASA TENANG WAKTU MUNAJAT KANDIDAT
MASA TENANG WAKTU MUNAJAT KANDIDAT
Oleh : Prayit Hariyanto
" Politik " itu dinamis dan statis, apa yang tidak dimungkinkan terjadi, didunia Politik tidak berlaku, penuh dengan kejutan-kejutan, fenomenal dan Sensasional, . . .Jika dikaitkan dengan topik Politik, Media sosial menjadi sangat penting dalam kontestasi politik saat ini, apapun bisa di framing menjadi berita yang menarik dengan mengemas informasi tentang suatu hal atau peristiwa dengan misi pembentukan opini atau menggiring persepsi publik terhadap peristiwa.
Dan semua Kandidat bersama timnya melakukan hal ini untuk meraih Popularitas, karena di Era digital media " Framing " ini bagian dari strategi komunikasi media satu-satunya yang jauh lebih cepat dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan, . .
Kalau Kontestasi lampau ada " Obor Rakyat " milik Setiyardi Budiono dan Dermawan S, dan kontestasi saat ini Lagi hitnya " DIRTY VOTE " disutradarai Dandhy Dwi Laksono (Bivitri Susanti, Feri Amsari dan Zainal Arifin M)
Sebuah pertanyaan apakah dalam ber-Politik itu para Kandidat Jujur, ber-etika, ber-estetika, ber-adab . . . ??
Jawabnya ada dalam Qolbu masing-masing, karena terkait dengan sudut pandang . . .
Yang jelas bahwa dimasa tenang ini para Bacapres/Bacawapres sedang menyendiri, Intropeksi diri, merenung dan ber-munajat atau berdo'a dengan caranya atas daya dan upaya yang telah mereka-mereka lakukan selama proses kampanye hingga Hari " H ", harapannya dialah pemenangnya.
Saat ini Do'a-do'a mereka lagi diuji oleh-Nya Allah Swt, . . . Ayo bantu kandidat masing-masing untuk ber-munajat, agar hati tenang dan lapang siapapun yang dihadirkan oleh-Nya maka " DIA " lah yang terbaik diantara yang " BAIK ", ber-sabar yang belum mendapatkan kesempatan
Dan jika masih ada yang bersuara " SOPRAN " dan tidak jelas maka patut dipertanyakan ke-" IMAN "-annya. Phsl
#slmsehat
#slmdamai
#damaiituindah
Selasa, 23 Januari 2024
JANGAN REDUP-KAN CAHAYA ORANG LAIN
Selasa, 02 Januari 2024
CATATAN AWAL TAHUN DI TAHUN POLITIK
CATATAN AWAL TAHUN DI TAHUN POLITIK
Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Perayaan pergantian Tahun sudah usai ada yang memilih berzikir ada juga yang memilih menikmati pergantian Tahun bersama keluarga sambil berdo’a, ada bersama pacarnya, ada bersama kawan-kawannya dll, mereka-mereka tidak bisa dilarang karena mereka juga punya pilihan.
Halnya Politik, banyak orang menaruh harapan dan juga target di tahun “ GENAP “ 2024 ini, mau birokrasi, swasta, tak terkecuali para politisi yang berjuang mengadu peruntungan.
Bagi politisi inilah Tahun Politik, sebuah pertaruhan hidup dan mati bagi mereka, karena ditahun Genap 2024 inilah momentum penting untuk berjuang atas nama “ Rakyat “ atau atas nama “ Masyarakat “ katanya, . . .
Untuk memperebutkan singgah sana Legislatif baik DPRD II, DPRD I, DPR, DPD dan Pilpres. Uniknya kali ini Pilpres jauh lebih seru dari Pileg dan Pil DPD nya, suhunya sudah mulai nampak menghangat mudahan jangan memanas, kalau lima tahun lalu melibatkan Agama sebagai Komoditasnya ( Cebong dan Kampret ), namun tahun 2024 ini melibatkan Anak ingusan yang suka Blimbing Sayur temannya mas “ SAMSUL “ . . . .
Apalah Namanya yang jelas bahwa di tahun politik ini adalah “ BUKAN “ pertarungan panjang adu Gengsi seorang Mantan Jendral melawan seorang Tukang meubelair, semula Ulama, santri, dan Ormas-ormas keagamaan dijadikan obyek rebutan pengaruh bahkan partai-pun terbelah menjadi Partai Allah dan Partai Syetan untuk melegitimet masyarakat demi meng “ Goal “ kan calon masing-masing.
Ternyata kini berubah yang dulu lawan kini menjadi kawan, itulah Politik yang harus dinikmati dengan Enjoy. Yang jelas bahwa hampir semua energi Bangsa tersedot ke Momentum ini walau bukan “ fight again “ als REMACTH dalam kontestasi Pilpres lima tahun lalu.
Entahlah siapa yang berjaya, diantara tiga kandidat Capres tahun 2024 ini, rakyat cerdas akan menjatuhkan pilihannya mana yang terbaik buat Bangsa dan Negara ini.
Trik dan Intrik semakin terlihat, bukan karena perang kepentingan, yang nyata, yang nampak terlihat adalah perang “ KECERDASAN “, bukan Capresnya tapi calon Wakil Presiden-nya. Kecil, mungil, Imut, anak Ingusan suka belimbing sayur temannya mas “ SAMSUL “ menggemaskan dan merepotkan. Bukan lagi adu Gagasan yang di Gagas, namun saling Nge-GAS dan mem-framing terhadap lawan masing-masing hingga Media Sosial-pun turut Andil.
Memang di Era kemajuan Iptek Informasi Digital saat ini Media Sosial inilah yang paling dekat dengan Masyarakat, tepat dipergunakan untuk mengemas Informasi tentang sesuatu hal dengan misi pembentukan OPINI atau menggiring persepsi Publik terhadap apa yang diinginkan.
Dampaknya adalah masyarakat. Saya yakin masyarakat cerdas akan mengambil sikap Positif dan menganggap inilah Kontestasi lima tahunan . .. . .
Penulis berharap proses Demokrasi yang melelahkan dan butuh kesabaran ini bisa berjalan Aman, damai dan sesuai harapan bersama sebagaimana cita-cita Kemerdekaan Bangsa ini. Mari ber-demokrasi dengan Gembira, santun dan enjoy . . . . Phsl
#slmlogika
#slmsehat
#nkrittpjaya