Selasa, 05 Oktober 2021
HBD PUTRI KECIL-KU
Sabtu, 18 September 2021
SUNYI dan HENING
Selasa, 07 September 2021
KERINDUAN
HBD PUTRA-KU
Selasa, 03 Agustus 2021
MENGENANG
Puisi
MENGENANG KALA ITU
Oleh : Prayit Hariyanto,SH
Masih ingatkah Masjid itu, kala kita jumpa pertama
Masih ingatkah Kantor Desa itu kala kau ku pandang pertama
Masih ingatkah hari itu, Minggu 9/02/1997 kala pertama aku
datang kerumahmu, Sakra
Karena, . . .
Hari dan tanggal itu yang tentukan masa depan Kita
Masih ingatkah hari-hari pertama kita hidup bersama
Di malam yang sunyi, non jauh dari keramaian Kota, terpencil
original kehidupan pedesaan yang damai,
Hembusan angin dingin datang dari belakang tempat tinggal kita
hamparan sawah yang cukup luas,
Kau lah yang menjadi selimut hidupku,
Gelap, sepi, sunyi dan lengang kala malam tiba sama-sama bisa
kita arungi,
Desa itu menjadi saksi kebersamaan kita dalam suka maupun duka tercatat
sebagai “ Kenangan “, Pengkelak Mas .
..
Hingga, . . .
Sekarang dan selamanya kau adalah belahan jiwaku
Sekarang dan selamanya kau adalah perhiasanku
Sekarang dan selamanya kau adalah Bidadari “ Syurga “ ku
Sekarang dan selamanya aku adalah pendamping hidupmu
Hanya kepada-Mu, Ya Robb, .. . .
Aku meminta
Abadi milik-Mu kupinta untuk pernikahan kami,
Tentram milik-Mu kupinta untuk keluarga kami,
Cinta milik-Mu berbagilah untuk pernikahan kami,
Kasih sayang milik-Mu berikanlah untuk keluarga kami,
Ternyata, . . .
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat
Lima belas bulan sebelas tahun dua ribu dua puluh,
Genap dua puluh tiga tahun usia pernikahan kami,
Smoga menjadi hari yang bahagia bagi kehidupan keluarga Kami,
dilimpahkah segala rahmat, hidayah, Rizki dan kesehatan hingga paripurna dalam
kehidupan, . . . . . .
Amiin, . . . . (15-11-2020)
Senin, 02 Agustus 2021
Lelaku AKHLAK
Lelaku AKHLAK
Oleh. : Prayit Hariyanto, SH
Akhir-akhir ini sesungguhnya kita punya masalah besar dalam berkomunikasi
sesama Muslim, hal kecil dan tidak usah terlalu muluk, dalam saling berpapasan saja
semakin jarang ditemukan sesama muslim yang saling bertegur sapa apalagi saling
menebar ucapan “ Assalamu'alaikum “, Hay, selamat pagi, dll. Lewat, yo lewat wae, bahkan terkadang
permisi-pun tidak.
Hanya sibuk mengurusi Amalan gampang mem-bid'ah-bid'ahkan
sesuatu jika berbicara agama, suka mengkafirkan sesamanya kalau tidak sepaham, ber-dalil paling sahih
bahkan banyak pula yang mengurusi Ramalan. sampai-sampai lupa merawat tradisi
kebaikan yang paling dan sangat sederhana yaitu “ Uluk Salam “ atau saling
memberi salam tadi. Padahal sesungguhnya sesuatu diatur sedemikian rupa olehNya
agar terlihat harmonis dan dinamis, nampak terlihat kerukunannya baik sesama
atau yang lainnya. mereka-mereka ini tidak mampu bersaing dengan lingkungan
dalam kehidupan sosialnya hanya nyaman
dengan kelompoknya.
Tidak dipungkiri, memang Amal yang kelak pertama kali
ditanyakan olehNya, dan Amal yang pertama ditanyakan itu adalah Sholat. Akan tetapi saya
meyakini bahwa ibarat membaca buku, Amal bukan Bab pertama buku hidup. Sebelum
Amal, yang lebih awal adalah Ilmu. Sebelum Ilmu, yang lebih awal lagi adalah
Adab atau tata krama. Dan sebelum adab atau Tata krama, yang lebih awal lagi
dan bahkan yang paling awal dan menjadi dasar bagi Adab, Ilmu dan Amal ialah “ AKHLAK “. Dan
inilah tugas utama kerasulan Nabi Muhammad SAW yaitu menyempurnakan Akhlak mulia.
Perilaku Adab, perbuatan Ilmu dan tindakan Amal semua
didasari lelaku Akhlak. Perkembangan Tekhnologi, komunikasi, digital saat ini ibarat
persenyawaan antara Ilmu dan Amal, dan layak diakui bahwa Tekhnologi,
komunikasi dan Digital memang maju, namun peradaban ternyata mengalami
kemunduran.
Jika kesederhanaan adalah pencapaian tertinggi umat Manusia,
kini terjadi Penyederhanaan. Padahal penyederhanaan berbeda jauh dari
Kesederhanaan. Kesederhanaan itu Alamiah, Natural, sementara Penyederhanaan itu
adalah Ilmiah, semakin kesini semakin Ilmiah. Sehingga tanpa dalil seolah-olah
manusia itu tidak bisa hidup dan bergerak. Padahal “ AKHLAK “ tidak membutuhkan
Dalil. Akhlak hanya membutuhkan keterlibatan jiwa dan Raga sepenuhnya, seutuh-utuhnya
dan seluruhnya dalam rangkaian berserah “ Diri “. Rendah diri di hadapanNya dan
rendah hati dihadapan sesama.
Fenomena saat ini bahwa banyak mereka-mereka ber-Ilmu agama tinggi,
mengikuti banyak kajian, sayang tidak diimbangi dengan Adab, Etika dan Estetika
dan bahkan rendah “ AKHLAK “ dalam Lisannya. Jauh dari rendah Diri dan rendah
Hati. Sebagaimana Rasulullah SAW contohkan. Cm.Phsl
Rabu, 28 Juli 2021
Hanya tentang " Kita " kala itu dan kini
Hanya tentang “ Kita “ kala itu dan kini (Hultah dalam Duka)
oleh : Prayit Hariyanto, SH
Sebenarnya bukan berapa lama kita saling
mengenal, malainkan tentang bagaimana setelah Kita saling mengenal dan
perlakuan kita masing-masing.
Terima kasih karenamu, aku percaya bahwa
bahagia itu ada,
Mungkin ketika itu aku terlalu cepat
menjatuhkan pilihan kepadamu
Tapi aku terlalu percaya, bahwa jatuh cinta
kepadamu tak mengenal alasan apapun,
Kecuali, .
. .
Kesan pertama bahwa memang aku jatuh cinta
kepadamu dan aku sadar butuh perjuangan untuk meraihnya
Dan jangan pernah bertanya alasan kenapa
aku jatuh cinta,
Karena memang aku tidak pernah berencana
kepada siapa cinta-ku berlabuh . .
Tapi, . . .
Tuhan Allah Swt pencipta alam dan isinya yang
menuntun-ku kearah-mu
Maaf, jika aku telah dengan berani jatuh
Cinta kepada-mu, saat itu
Karena memang sejak pandangan pertama aku ingin
belajar mengenal-mu secara pelahan hingga pasti bahwa kamu benar-benar jatuh
cinta kepada-ku
Jika pun saat ini diantara kita mungkin ada
sesuatu yang kurang berkenan, sebaiknya sama-sama perbaiki
Mari kita buktikan pada semesta ini, jika kita
mampu menjadi cerita indah baginya, . . .
Karena Tuhan yang Maha Esa, Allah Saw tau
dan percaya bahwa kita mampu untuk itu,
Bagaimanapun liku perjalanan hidup ini,
harus kamu tahu bahwa aku selalu berdo'a untuk melewati banyak hari bersama-mu dan
keluarga
Aku ingin kita ada dalam suka maupun duka,
. . .
Sekali lagi ini hanya tentang “ Kita “ . .
. saja
Sayang . . . .
Hari ini, pada hari jadimu, aku tak mampu
membendung air mataku karena sesuatu yang menjadi ketetapan-Nya tidak mampu
kamu hindarkan, . . . .
Begitu cepatnya hingga mengubur
rencana-rencana Kita,
Kita hanya bisa memetik “ Hikmah “ nya
Minggu, 27 Juni 2021
AWASSSS . . . !!!
AWASSSS . . . . !!!
Oleh : Prayit Hariyanto, SH. Kanit II Siber Polda Ntb
Kejadian tersebut begitu singkat dan sudah membawa kerugian puluhan juta akibat keteledoran memberikan “ CODE PIN “ pada aplikasi SHOPEE PAY yang biasa dipergunakan dalam bisnis jual beli online.
Berawal dari menerima telephone dari nomor yang tidak dikenal
dan mengaku Karyawan dari Jual Beli Online SHOPEE. Penelphone menyampaikan
bahwa anda salah satu yang beruntung telah memenangkan hadiah
sebesar Rp. 2.000.000 juta dari aplikasi Jual Beli Online SHOPEE, dan untuk
meyakinkan, penelphone meng- arahkan untuk membuka Aplikasi SHOPEE atas nama
akun penerima hadiah, setelah membukanya ternyata memang benar dalam akunnya
masuk “ Uang bonus “ dan tertera Rp. 2.000.000, hanya tertulis di Bio Aplikasi
bukan masuk di saldo “ TOP UP “ yang
dimilikinya.
Kemudian di Aplikasi penerima hadiah diarahkan Kembali untuk
memberikan “ Code Pin SHOPEE PAY “ yang dimiliki dengan alasan untuk
memperlancar pengiriman hadiahnya dan penerima hadiah diarahkan untuk TOP UP
sebesar Rp. 300.000, setelah penerima hadiah cek ternyata saldo Top Up-nya
masih tetap dan tidak bertambah.
Sempat penerima hadiah protes akhirnya diarahkan oleh
penelphone dengan tidak terputus untuk melihat di “ Bio “ Aplikasi, ternyata di
Bio aplikasi tersebut bertuliskan “
Transver lewat Bank BNI “, selanjutnya Penerima hadiah diarahkan ke ATM BNI
untuk mengecek sebagaimana yang tertulis di Bio Aplikasi, setelah saya cek
ternyata Saldo saya tetap tidak bertambah, dan penelphone bertannya berapa
jumlah Saldo yang ada tertera, saya jawab dengan jujur sejumlah yang ada.
Kemudian Penerima hadiah diarahkan melalui telephone tanpa terputus dan cepat
untuk melakukan “ TOP UP “ kembali.
Ternyata setelah penerima hadiah melakukan pengecekkan atas
Akun Aplikasi SHOPEE-nya , secara tiba-tiba saldo yang ada sudah tertransfer
dengan sendirinya ke sejumlah akun milik orang lain dengan berbagai pecahan
dengan jumlah yang variative.
Penerima hadiah baru menyadari bahwa akun Aplikasi
SHOPEE-nya sudah dikuasai oleh orang lain untuk menguras semua Saldo yang ada
baik di Bank BNI maupun di Top Up Aplikasi Shopee yang dimilikinya dan Aplikasi
tersebut sudah tidak bisa dipergunakan lagi karena sudah ber-ganti Nama,
UserName, Pasword, email dan Nomor Hanphone nya sehingga penerima hadiah sudah
tidak bisa transaksi dengan aplikasi tersebut.
Ini adalah gambaran begitu luasnya Tindak Pidana Siber,
hati-hati. Kejahatan Siber berawal dari Social Engineering dan Pishing terhadap
calon korbannya, ingat tetap jaga OTP (One Time Password), sandi, verifikasi
code, Nama Ibu Kandung, Password, PIN dan code-code lain di perangkat Android
Anda, jika tidak ingin HP anda dikuasai oleh pelaku kejahatan Siber. . . Phsl
Rabu, 07 April 2021
Tidak sesat jika mengikuti " RASULULLAH "
Rabu, 27 Januari 2021
MABUK ASMARA " DUNIA MAYA "
Hati2, . . . .
MABUK ASMARA “ DUNIA MAYA “
Oleh : Prayit Hariyanto SH, Kanit II Cyber Polda Ntb
Saat dimabuk Asmara, terkadang seseorang sering melakukan hal-hal yang mungkin aneh menurut orang lain, adalah sebuah rasa, rasa cinta, kasih dan sayang timbul, tumbuh dan kembangnya tidak memandang tempat, waktu, situasi dan kondisi walau tidak sedikit yang merasa dirugikan akibat “ Mabuk Asmara “ ini.
Sebuah pertanyaan klasik dan lazim yang masih sering terdengar, Darimana sih datangnya Cinta .. . . ?? . . . dari mata turun kehati, kini zaman sudah berubah kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi telah menggeser kebiasaan Masyarakat, bukan lagi dari mata turun kehati tapi dari “ MEDIA SOSIAL “ penasaran di hati.
Mereka yang jatuh cinta lewat Jalur ini berawal ketertarikan dari melihat gambar yang terpampang pada Profile dengan narasi indah, romantis untuk mengetuk jiwa lawan jenisnya agar mem-follownya, ibarat gayung bersambut akhirnya saling tukar nomor WhatsApp, supaya lebih akrab dan bebas berkomunikasi, alasannya. Mereka ber-LDR ( Long Distance Relationship ), cukup akrab walau belum bertemu didunia nyata bahkan “ VIRTUAL “ pun belum pernah bertatap, mabuk “ CINTA “ seperti Tai kucing rasa Cokelat, kira-kira demikian. Pada akhirnya seiring perjalanan waktu tidak ada yang tabu lagi, hal-hal fulgar tanpa sensor tersaji untuk mengisi selingan dalam VC walau sang Idola mematikan kamera VC-nya seolah tanpa dosa ia ungkapkan alasannya, biar “ Penasaran “, LUU dengan wajah GUE, tanpa disadari bahwa sang Idola Cintanya telah mencuri start dengan tekhnik Social engineering untuk mengelabuinya. Ibarat “ Bertepuk sebelah tangan “ . . . .
Kisah Asmara ini memang cukup unik berawal dari media sosial “ INSTAGRAM “ dengan profil cukup menarik perhatian banyak kaum Adam, gambar seorang Pramugari cantik dengan narasi bekerja di perusahaan Maskapai sebuah penerbangan Domestik, PRISKA (anonim) tertulis dalam akun IG nya, siapa yang tidak ingin mem-Follow-nya !!!!, . . cantik, Anggun dan bersahaja kebanyakan seorang Pramugari memang demikian.
BRAM (anonim) salah satu dari kaum Adam yang beruntung dan berbahagia telah diterima follownya diantara yang lainnya oleh PRIZKA, cukup berbahagia karena mereka bisa chat melalui DM (Direct Message), seiring perjalanan waktu kemudian mereka saling bertukar nomor WhatsApp. Untuk meng-akhiri Chat di DM dan beralih melalui WhatsApp, baik whatsApp chat or WhatsApp VC.
Begitu intent mereka berkomunikasi melalui whatsApp VC danmenemukan kecocokan diantara mereka seolah tidak akan terjadi apa-apa, kurun waktu tiga bulan bukan waktu yang singkat mereka lakukan LDR dengan whatsApp VC, walau sang Idola tidak menampakkan jati face-nya. Jangan memaksa sebuah perasaan jika tidak ingin “ TERSAKITI “, begitulah yang dialami seorang BRAM, Ia beranggapan bahwa kunci dari sebuah kebahagiaan dalam hidupnya adalah sukses dan berhasil dalam hal Cinta dan Asmara. Rupanya si BRAM gagal memperjuangkan “ CINTA “ nya yang diperoleh dari Media Sosial Instagram dengan Profile yang menggoda.
Pernikahan adalah puncak dari kisah cintanya, sayang maksud hati tak terbalas dengan baik, merasa tersandra dengan keadaan, Maju salah, . .. . mundur Kalah, pada akhirnya Puluhan juta bahkan ratusan juta melayang atas “ Mabuk Asmara “ nya, tersandra karena Privace Foto dan Video Hot- nya ada pada sang “ Cinta “ Maya-nya. BRAM gelisah dan gundah, gejolak jiwa menuntunya ke pihak APH Subdit Cyber, Kami dan Tim berhasil Mem-Profilling dan memetakan siapa sebenarnya “ PRISKA “, . . . . hingga kami berhasil menguak siapa sebenarnya si- PRIZKA cinta “ Maya “ nya si BRAM untuk meng-akhiri petualangannya, dengan mengamankan sebuah HP, Foto copy KK, KTP orang lain yang dipergunakan Registrasi nomor-nomor silumannya dan mem-blockir beberapa tabungan dll, walau lika-likunya cukup panjang dan menantang,
Kami hanya ingin mengingatkan saja hati-hati berselancar di Dunia Maya jika berurusan dengan “ CINTA dan/atau ASMARA “ karena bisa membawa Malu “ KU “ pada diri sendiri dan malu “ GA “ pada umumnya. Memang tidak salah jika setiap orang memiliki tekad untuk memperjuangkan siapapun yang dicintainya. Tidak ada gunanya jika hal tersebut tak terbalas, ingat jangan berhenti di key point itu saja karena masih banyak mimpi-mimpi asmara untuk direalisasikan. Dunia tidak selebar daun Kelor. Dan jika tetap memaksakan diri, sama saja membuang-buang waktu. Halnya yang dialami si “ BRAM “. . . . maaf jika ada kesamaan nama atau mungkin kisah yang sama bukan maksud lain kecuali hanya mengingatkan agar berhati-hati dengan “ DUNIA MAYA “, kejahatan dunia maya tidak kalah kejamnya dengan Dunia Nyata.
Semoga bermanfaat. Phsl