Minggu, 29 November 2020

NGGEDABRUS

NGGEDABRUS

Oleh. ; Prayit hariyanto, SH Kanit 2 Cyber Krimsus Polda Ntb


Dalam pergaulan, ketrampilan berbicara, ber-tutur kata dan ber-bahasa sangatlah  penting. Biasanya mereka yang ucapanya selalu menyakitkan tentu tidak disenangi oleh teman atau kawan-kawannya, pun demikian orang yang banyak bicaranya dan suka menjurus pada hal-hal buruk, jorok, porno, resek bahkan suka menyudutkan atau mem-bully orang.

Apa yang diucapkan langsung atau tulisan-tulisan yang diposting dimedsos itulah diantara gambaran dalam kehidupan sehari-harinya. Memang untuk menjadi se-orang yang menarik kita perlu berbicara yang baik, bertutur yang baik, ber-bahasa yang baik dan bahkan ber-pikir baik pula, memang sodo angel, ora gampang, ora biso sempurno, sing penting wis berbuat apèk se-apèk-apèk'e sing awa'e iso. Ben ora dapat julukan menungso " Nggedabrus ".

Memang menjadi karakter menarik dan terpuji itu berkaitan sangat erat karo Ati (qolbu), fenomena yang kita lihat saat ini, okèh  menungso yang memiliki pengetahuan yang dalam, agomo yang tinggi, tetapi ora  nduwe wibowo, ora nduwè karakter terpuji. Justru malah sebaliknya, biso jadi orang yang pengetahuannya ora okeh, Agomone sodo kurang,  pas-pasan, karena ke-shalehan-nya, justru diberikan Anugrah oleh-Nya karakter mulia lan terpuji.
Wis sing penting duwe Adab lan Akhlaq paling utomo. Ngomong sak ngomong ojo asal “ nJeplak “ lan sak penak udele dewe.

Benar kata poro Leluhur “ Ajine diri soko Lathi, Ajine rogo soko busono “ . . . kira-kira seperti itulah kita berkehidupan. Phsl

Selasa, 20 Oktober 2020

INSPIRATISI

Oleh  : Prayit Hariyanto, SH, kanit 2 Cyber Crime Polda Ntb


INSPIRASI

Pertumbuhannya dimulai ketika kita mulai menerima kelemahan diri kita sendiri, dan . . .

Tidak perlu sempurna untuk meng-inspirasi orang lain. Biar orang lain ter-inspirasi oleh bagaimana kita meng-inspirasi ke-tidak sempurnaan kita, kemarin, hari ini, esok dan seterusnya . . . . walau sempurna adalah milik-Nya (Phsl)

Prayit Hariyanto, SH

Minggu, 11 Oktober 2020

PENDAPAT adalah PENDAPATAN-nya

Oleh. : Prayit Hariyanto, SH, Kanit 2 Subdit Cyber Crime Polda Ntb. 

PENDAPAT adalah PENDAPATAN-nya

Sebaiknya men-sederhana-kan berpikir dan ber-pendapat dalam kehidupan ini, enjoy dan nikmati dengan ringan beban, rasa bersyukur dan ikhlas untuk kebaikan sudah cukup walau untuk mencapai benar membutuhkan perjuangan.

Berpikir secara sederhana adalah barang langka saat ini. Karena ditengah kehidupan ini sudah banyak disuguhkan sesuatu yang membuat fikiran tidak sehat oleh mereka-mereka yang merasa seolah berfikiran sehat namun sesungguhnya mereka-mereka adalah orang-orang sakit yang membutuhkan perawatan.

Dalam kondisi seperti ini maka filter harus difungsikan agar tidak menjadi bagian dari ke-tidaksehat-an kolektif bersama mereka-mereka yang sok ber-fikiran Sehat dan siap menghadapi resiko menjadi sehat karena mampu memilah dan memilih dengan berpikir “ SEDERHANA “ bersama siapa kita sehat.

Hati-hati dan waspada terhadap mereka-mereka, ia cenderung berpikir rumit daripada men-sederhana-kan berfikir. Mereka-mereka berbahaya jika hidup ditengah masyarakat racunnya cepat menyebar bak Virus Covid-19 tidak nampak tapi menyengat dan mematikan.

Idialisme-nya terlalu besar untuk sesuatu yang diinginkan, berpikirnya muluk-muluk,  bicaranya-pun terkadang sulit dipahami, baginya yang penting bersuara dan ber-“  PENDAPAT “ karena pendapatnya adalah bagian dari “ PENDAPATANNYA “. Mereka ini hidup subur dan menjamur ketika musim Pilkada Bupati/Kota, Gubernur/Wagub, Pileg, Pil DPD dan Pilpres/wapres bahkan baru-baru ini mereka hidup ditengah gejolaknya pegesahan UU Omnibus Law oleh DPR RI. Yang sehat ter-dampak, turut mencaci “ Aparat “ Keparat,  padahal Integritasnya terletak pada Lisan dan tulisannya, akhirnya nampak juga tidak Sehat Akal dan fikiran-nya.

Maaf, tidak jarang orang-orang dengan logika berfikir “ Rumit “ seperti itu selalu menelan pil pahit dan pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Justru membuka “ Aib “ nya sendiri. Pada hilir-nya, kita tidak bisa membedakan mana yang sesungguhnya sehat dan mana yang sok sehat karena terlihat bahwa keduanya membutuhkan perawatan.

Kami dari ☆ CYBER CRIME ☆

Mengajak, untuk men-sederhana-kan berpikir karena sederhana, bukan berarti tanpa pertimbangan logika yang sehat. Jika “ Logika “ sehat sudah bisa dipastikan bahwa ia tidak mudah meng-Share, meng-Upload dan mem-posting sesuatu yang merugikan diri sendiri, orang lain dan keluarganya sebelum Cek and ricek.

Hanya mengingatkan bahwa “ Air Beriak tanda tak dalam “ kira-kira seperti itu leluhur nasehatkan. Intisari dari tulisan kami diatas. 

Selamat Pagi dan selamat ber-aktivitas, . . . (Phsl)

Rabu, 07 Oktober 2020

DEMOKRASI not DEMO-CRAZY

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Subdit V Cyber Polda Ntb

Yaaa, sudahlah tak apa berlainan. Beda pilihan salah satu dari Anugrah dan tidak perlu dipermasalahkan, “ PILKADA “  ini adalah pesta Demokrasi, namanya “ Pesta “ mari kita nikmati riuh dan riang-nya, bergembira bersama menyongsong terpilih-nya “ NEW LEADER “.

Siapapun yang beruntung diantara calon, mereka para kandidat sudah berupaya sekeras tenaga dan kemampuan untuk menjadi juara, tidak ada yang jelek dan tidak ada yang buruk, semua punya program yang hebat dan akan dieksekusi ketika mereka terpilih nantinya. Semua bemental juara,  Sayang hanya dibutuhkan satu “ JUARA “, dialah yang  terbaik diantara yang baik. 
Sang Juara, sang Jawara inilah “ DEMOKRASI bukan DEMO-CRAZY “, Karena ini “ Demokrasi “ sebelum menjatuhkan pilihan berusahalah untuk menepi sejenak meng-kosong-kan hati fokus dan berdo'a kepadaNya agar tidak salah pilih, bukan membusungkan dada adu kuat bermain Panco membuat luka yang lainnya,  toh semua pada akhirnya juga bisa hidup berdampingan. Meraih kembali aktivitas sehari-hari yang hilang karena larut ber-demokrasi dengan Eforia-nya.

Percaya-lah masing-masing diri mempunyai bakat cinta dan mencintai, sayang dan menyayangi serta saling merindukan-nya. 
Dan yakinkan bahwa tak ada yang dilahirkan sebagai pembenci, pendendam. Kasih dan sayang-Nya (Allah) selalu hidup disetiap diri hambaNya. Insya allah.

Untuk itu kami dari “ SIBER POLDA NTB “ mengajak :

Mari kita wujudkan Pilkada Damai dengan tidak menyebarkan konten Negatif yg bersifat profokatif di Media Sosial. Jaga Keamanan, kenyamanan dan Ke-damai-an karena “ DAMAI “ itu Indah. 

sambil coffee morning  (Phsl)

#jagakedamaian
#krndamaiituindah

Prayit Hariyanto, SH

Minggu, 20 September 2020

MENGUKUR REZEKI DIRI

Oleh : Prayit Hariyanto, SH, Kanit 2 Subdit Cyber Polda ntb

MENGUKUR REZEKI DIRI 

Sebaiknya menepi sejenak, mengalah-lah,  karena mengalah jauh lebih baik dan terhormat daripada satu jalur tidak se-keingin-an walau satu tujuan.

Profesionalisme dituntut agar tujuan tercapai tanpa harus meng-korban-kan yang lainnya. Pangkat, jabatan dan kewenangan hanya sementara, urusan “ Rezeki “ Tidak perlu dirisaukan sudah diatur-Nya jangan takut tidak kebagian. Walau rezeki bukan berupa “ Uang “, kenyataanya uang lebih dibutuhkan dalam hidup, hanya sedikit orang yang tidak membutuhkan uang dalam hidupnya. 

Cuman jangan terlalu “ Ngoyo “ pada akhirnya tidak bisa membedakan mana yang HAQ dan BATHIL, jangan menuruti bathin yang diselimuti kabut. Karenanya bisa meng-hilang-kan asa dan rasa, ia buta hanya bisa  merasa tidak bisa melihat yang lainnya. Padahal hidup ini tidak sendiri, ada orang-orang disekitar untuk berkaca agar segera bercermin perbaiki “ Diri “ jika sedikit agak keliru.

Rezeki itu bukan besarannya, bukan pula banyaknya. berapa-pun besar dan kecilnya Rezeki itu terpenting tergantung bagaimana cara memperolehnya, jika baik maka disitu baru dikatakan bahwa Rezeki akan tepat berada di orang yang tepat. Maka Rezeki itu hakekatnya akan “ BERKAH “ bagi semua kita. Jangan khawatir atas rezeki kita, karena “ Bumi mampu mencukupi semua kebutuhan seluruh manusia, tetapi tidak mampu mencukupi ke- “ RAKUS “ an  seorang manusia “. (Mahatma gandhi)

Seberapa besar-kah Rezeki Kita hari ini ????? . . . . . Sssst

Ke “ SEHAT “ an dan menyempatkan membaca tulisan saya ini adalah rezeki yang berharga di pagi ini, . . . sambil menikmati “ Kopi “ pagi, . . .  (Phsl)

Prayit H, SH

JANGAN-JANGAN . . .

Oleh : Prayit Hariyanto, SH, Kanit 2 Subdit Cyber Polda Ntb

JANGAN-HANGAN . . . .

Mutiara hidup merupakan sebuah renungan untuk senantiasa berfikir positif atau "  Positive Thinking  ". Pemikiran inilah yang akan membimbing Kita untuk melakukan berbagai hal tanpa ada rasa takut dan keraguan, baik dalam mengambil langkah maupun mengambil keputusan. 

One Positive Thinking dari pagi hari akan membawa dampak baik sepanjang hari itu, boleh percaya dan boleh juga tidak, . . . !!!
Pemikiran positif akan mampu membangun persepsi yang baik dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Bisa dibayangkan jika setiap saat, setiap waktu Kita selalu diselimuti dengan perasaan dan pemikiran yang Negatif, . . . Jangan-jangan besok kita dimarah Pimpinan ditempat kerja, jangan-jangan besok ada Debt collector, Jangan-jangan ada WIL ditempat kerja, Handphone berdering takut dibuka karena “ Jangan-jangan “. . . . . dll.

Mindset “ Jangan-jangan “ inilah yang menghambat segalanya, tentu akan ada banyak hal yang terbengkalai, mulai dari hal kecil sampai hal Besar, pada akhirnya akan berdampak buruk pada pencapaian dan keberhasilan yang harusnya bisa kita dapatkan.

Mari kita merubah Mindset kita untuk tidak berfikir Negative “ JANGAN-JANGAN “, . . . . . . . . karena itu juga berpengaruh kepada rezeki yang kita dapatkan pada hari itu, jika diremehkan, ia juga berpengaruh kepada Ke-sehat-an kita.

Tetap jalin komunikasi, silaturahmi diantara sesama, karena Do'a mereka turut andil dalam menentukan Rezeki, Kesehatan dan kesuksesan Kita,  . . . Aamiin, maaf ini juga tidak bisa di enteng-kan. 
Mari nyruput kopi dulu sebelum beraktivitas. . .. . . (Phsl)

Prayit H, SH

Selasa, 01 September 2020

CATATAN AGUSTUS 2020 TENTANG NASIONALISME

Oleh : Prayit Hariyanto, SH, Kanit 2 Subdit Cyber Crim Polda Ntb

CATATAN AGUSTUS 2020 TENTANG NASIONALISME

Sampai hari ini, detik ini kita merasakan bahwa Bangsa Indonesia telah merdeka seutuhnya, merdeka dari “ Penjajahan “  walau belum seutuhnya hasil dari kemerdekaaan bisa penuh kita nikmati, kurun “ 75 “ tahun usia kemerdekaan itu, Setidaknya kita telah menikmati Kemerdekaan itu dengan merdekanya kita menjalankan aktivitas sehari-hari untuk  pergi bekerja, berladang, bertani, berkebun, dan aktivitas-aktivitas lain tanpa terganggu dan was-was dari gangguan orang lain atau kaum Penjajah.

Berkaitan dengan Narasi tersebut, apakah Nasionalisme masih tertanam dalam diri kita warga Negara Indonesia kurun “ 75 “ tahun usia kemerdekaan RI ??? . . . . . . . . . . (hanya diri sendiri yang tahu seberapa Kadar cinta kita kepada Bangsa dan Negara) 

Karena nampak bahwa banyak warga Bangsa yang mulai tidak menyadari betapa pentingnya arti Nasionalisme itu, Rasa Cinta Tanah Air tidak harus turut dalam pertempuran, mengangkat senjata melawan musuh Negara sebagaimana telah dilakukan oleh Pendiri Bangsa ini atau dengan masuk menjadi Anggota POLRI/TNI yang bertugas melindungi Negara atau sekedar ikut Upacara 17 Agustus-an.

Akan tetapi rasa Nasionalisme bisa diwujudkan dalam wujud yang sangat sederhana sebagai rasa Cinta kita kepada Bangsa dan Negara. Salah satunya adalah dengan menjaga “ Fasilitas Umum “, bagi mereka yang gemar melakukan perusakan fasilitas umum mereka tidak menyadari bahwa mereka telah mengganggu hak warga lain. Jika fasilitas umum yang disediakan oleh Negara saja dirusak, bagaimana bisa melindungi bangsa dan Negara-nya . . . ???

Halnya, selama bulan “ Agustus “, 2020 tidak nampak bendera Merah putih secara meriah dikibarkan disetiap rumah-rumah penduduk, tidak terlalu nampak pada kendaraan, baik kendaraan Umum, Penumpang dan bahkan kendaraan Dinas yang meng-ikat-kan bendera Merah Putih dikaca Spion-nya, padahal sudah ada himbauan, kalau-pun tidak ada himbauan seharusnya tumbuh dari diri sendiri jiwa Nasionlisme itu mengingat “ 75 “ tahun usia kemerdekaan Bangsa ini.

Hilangnya kesadaran Nasionalisme dalam jiwa terutama kepada generasi penerus Bangsa adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran Nasionalisme, Rasa Cinta Tanah Air harus ditanamkan dari lingkungan yang paling kecil yaitu “ KELUARGA “ tidak sedikit anak-anak kita tidak mengenal tokoh Bangsanya bahkan jauh lebih mengenal tokoh fiktif Batman, Spiderman, Hi Man, Megaloman dll . ., mungkin tidak heran jika dasar Negara Indonesia-pun tidak mengetahui. Padahal kalau mengingat sejarah berapa lama waktu dibutuhkan bangsa ini untuk mencapai Proklamasi Kemerdekaan, bagaimana susahnya mengibarkan Bendera Merah putih, begitu berkibar “ NYAWA “ bergelimpangan, wajar jika Founding Father kita Bapak Ir. Soekarno mengatakan “ JASMERAH “ (Jangan sekali-kali melupakan Sejarah), karena Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang mengingat Sejarahnya.

Yang jelas bahwa Nasionalisme bukan “ Nyinyir “ dalam kata, Nasionalisme tetap harus ditanamkan pada diri sendiri. Bukan berapa banyaknya lagu-lagu nasional dihafal, bukan pula berapa banyak tempat bersejarah dikunjungi. Nasionalisme adalah tentang seberapa banyak pengorbanan untuk Bangsa dan Negaranya. Jika hal kecil saja tidak bisa dilaksanakan ( memasang bendera Merah Putih depan rumah, meng-ikat Bendera Merah Putih difasilitas Kendaraannya ) apalagi mau berkorban untuk Negaranya.

“ Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang sudah kau berikan untuk negaramu “ ( John F Kennedy )

Mari pupuk rasa cinta kepada Bangsa dan Negara dimana kita dilahirkan dan dibesarkan, dan jangan besarkan “ BANGSA “ lain dalam Negara sendiri, Merdeka . . . .   Phsl

Selasa, 04 Agustus 2020

HANYA BERBAGI TIIP

HANYA BERBAGI TIIP

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Cyber Crime Polda Ntb

Sekedar mengingatkan agar kita tidak terlena terhadap Putra dan putri kita yang butuh pengawasan dalam menggunakan jaringan Internet ( Interconnection-networking ) melalui Gadget atau Smartphone yang saat ini lagi sedang “ IN “ dipergunakan sebagai sarana Pembelajaran jarak jauh melalui metode “ DARING “.
Dengan segala kelebihan dan atau kekurangannya, mari kita proteksi hal yg tidak kita inginkan terhadap Putra dan Putri kita yang masih dibawah umur agar pengaruh negatif tidak mempengaruhi otaknya dan merubah pola pikirnya.

Ada istilah bahwa :

“ NARKOBA “ memang merusak otak,  akan tetapi tayangan yang berbau “ PORNOGRAFI “-pun tidak kalah dalam merusak otak anak-anak kita.

Terkadang konten Pornografi tiba-tiba muncul dengan sendirinya di Youtube pada Gadget atau Smart phone atau Android anak, dan tanpa sengaja anak-anak kita melihat dan pada akhirnya menikmatinya.

Terus bagaimana cara memblockir konten Pornografi di Youtube . . . ???, 
disini kami berbagi Tip cara memblockirnya . . . 

1. Buka YOUTUBE, kemudian . . .
2. Pilih tiga titik di pojok kanan atas
3. Pilih setting/setelan , lalu pilih umum/general,
4. Pilih Restricted mode/mode terbatas
5. Selesai

Perlu diketahui bahwa “ RESTICTED MODE “ akan menfilter Video-video yg memiliki konten tidak layak bagi Anak-anak maupun dewasa. 
Selain “ YOUTUBE “ sebaiknya agar juga dilakukan Filter terhadap “ PLAY STORE “ Gadjet atau Smart Phone atau Android agar anak tidak meng-Install Aplikasi “ GAME “ yang tidak sesuai usia/umurnya.

Dengan Cara sbb :

1. Cari menu “ SETTING “ di Play Store, kemudian . .
2. Pilih submenu “ PARENTAL CONTROL “, selanjutnya, . . .
3. Geser tombol “ ON “  ke posisi kanan, dan kemudian . . .
4.  “ Set content restrictions  for this device “ dan pilih sesuai umur yang diinginkan...

Jika sayang anak segera lakukan mumpung belum terlamabat, Ingat bahwa Anak adalah masa depan Kita semua dan masa depan Bangsa.

semoga bermanfaat . . . Phsl

Senin, 20 Juli 2020

ADAB BERMEDIA SOSIAL

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2, Subdit Cyber Crime Polda Ntb

ADAB BERMEDIA SOSIAL

Terkadang Sisi Emosional diri jauh lebih menonjol jika dibandingkan dengan akal, Budi dan pekerti, pada akhirnya mencelakakan diri sendiri. Tatanan kehidupan Sosial jelas memiliki Norma warisan para “ LELUHUR “,  sangat dijunjung tinggi karena berkaitan dengan Adab, Etika dan Estetika, salah satu diantaranya adalah mengatur Tanggungjawab, hak dan kewajiban yang seimbang.

Memang hak setiap orang untuk berpendapat akan tetapi Tanggungjawab dan Kewajiban menjaga “ NORMA “ tetap dikedepankan agar tidak menimbulkan keresahan dan Pergolakan bathin, baik secara pribadi maupun secara Sosial ditengah Masyarakat sehingga tidak  membahayakan Sendi-sendi ber-kehidup-an.

Era Kemajuan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Komunikasi Informasi dan Digital saat ini Media Sosial adalah sarana yang paling mudah dalam menyampaikan hak setiap orang dalam ber-pen-dapat dengan cara mengolah otak dan fikiran menjadi sebuah tulisan mengesampingkan batasan Norma yang ada, sehingga tidak heran dan tidak sedikit yang diminta pertanggungjawaban-nya atas keberatan orang lain yang merasa dirugikan. 
Pada akhirnya berurusan dengan APH (Aparat Penegak Hukum). ujung-ujungnya “ MENANGIS “, Khilaf tidak sengaja, tidak bermaksud seperti itu, mohon maaf dll, Untuk membela diri, sayang “ Nasi “ sudah menjadi “ Bubur “, . . . 
Maka dari itu ukurlah tulisan yang akan di Posting atau diekspose ke Media Sosial sebatas kemampuan, apabila terjadi sesuatu bisa dipertanggungjawabkan. 
Hebat di Media Sosial belum tentu hebat ketika berhadapan dengan APH ketika ada yang merasa keberatan dan melaporkan-nya, kami punya ratusan Photo collection “ Tangis “ an mereka-mereka yang tidak kuasa ber-tanggungjawab atas Postingan yang merugikan dirinya sendiri. (laki-laki sejati itu punya jiwa ksatria)

Dan kebiasaan kami, biasa meng- “ Send Back “ atau mengirim kembali foto Tangis-an tersebut kepada yang bersangkutan untuk dijadikan the “ Memories “ atau Kenangan terhadap apa yang telah diperbuat. " just remind what happened "  . . . .
Semoga bermanfaat dan semua kita lebih bijak dalam menggunakan Media Sosial. . . . 

Phsl. 

Senin, 22 Juni 2020

" RAKUS "

Puisi 
Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Cyber Crime Polda Ntb

RAKUS 

Cukup lumayan, 
Menanti agar kamu berubah

Rupanya, . . .
Antara kamu, aku dan mereka-mereka
Hanya saling memberi luka, dan melukis dosa
Aku mulai jenuh dan jemu 
Bahkan sangat muak
Dengan-mu, 
Apalagi mereka-mereka
Karena . . . . 
Rakus “-Mu
Sampai tak mampu
Kendalikan Idealmu, . . .
Hingga nampak . . .
Cebol, Pendek, Gemuk, Buncit, tembem 
Tak kamu sadari . . . 
Karena . . . .
Ke-tidak " TAUDIRI " an-mu

Smoga kamu tetap nyaman
Dalam kondisi-mu 
Yang masih tetap “ Rakus “ itu
Sejati-nya, . . .
Mereka-mereka sudah mengingatkan-mu . . .
Dengan Sinyal-sinyalnya
Sementara . . .
Aku sendiri ingin menasehati-mu
Atas “ Rakus “ mu
Tapi, . . . .  
Aku " TAUDIRI " dan lupa bagaimana caranya

Do'a-ku semoga kesabaranku 
Tak semakin menipis
Hingga . . . . 
Menggerus “ IMAN “ ku
karena turut larut dalam Virus . . .
Ke-rakus-an mu

Smoga . . . . . Aamiin

#🤫hanyapuisi 

Selasa, 26 Mei 2020

GUNAKAN AKAL AGAR HIDUP TER-ARAH

Oleh ; Prayit Hariyanto, SH. Kanit II Subdit V CYBER Krimsus Polda NTB

GUNAKAN AKAL AGAR HIDUP TER-ARAH

Akal Sehat merupakan Panglima dalam sistim Komando, Akal sehat akan selalu mengarahkan hidup semua manusia. Apa-apa yang akan dilakukan, apa-apa yang tidak akan lakukan, bagaimana cara melakukan, kegiatan itu semuanya diarahkan oleh Akal Sehat. jika kondisi akal baik, mampu berpikir dengan jernih dan benar, maka akan bertindak dengan benar dan akan menghasilkan yang benar pula.

Dunia ini sudah lebih emosional, bahkan untuk kaum Adam sekali pun. Porsi emosi dalam menentukan tindakan menjadi lebih dominan. Tidak heran, kita lebih melihat tindakan emosional ketimbang tindakan yang didasari Akal Sehat. Sudah banyak orang yang menjadikan emosinya sebagai landasan tindakan dan mengalahkan AKAL sehat. (Hermawan K)

Jika melihat berita di media masa, Elektronik, televisi apalagi berita yang tidak jelas sumbernya di Medsos yang sering dishare, dibagikan tautannya atau di up-load sepertinya banyak orang yang sudah “ kehilangan ” Akal sehat atau sakit Hatinya, bahkan meradang sampai Sirosis, terus bagaimana dengan pembaca atau penikmatnya . . . . . ??? Pastinya tertular, penyakit hati ini jauh lebih sangat berbahaya daripada terserang Covid-19, karena lebih mengedepankan perasaan atau sakit hati dibanding Akal sehatnya dalam bertindak.

Salah satu ciri orang yang hilang Akal sehatnya adalah senang melihat orang susah dan Susah melihat orang senang, tingkat emosionalnya tinggi dan reaktif jika melihat kawan-kawannya sukses apalagi Lawannya yang sukses. Orang seperti ini meskipun akhirnya berpikir, tetapi hanya mengikuti komando perasaan, bukan mengedepankan Akal Sehatnya.

Maka kembali-lah pergunakan Akal sehat, agar tidak terombang-ambing oleh perasaan yang sejalan dengan hawa nafsu. Saat akal tidak menjadi komando, maka hawa nafsu yang memegang komando dan ini adalah bahaya karena hidup hanya mengikuti hawa nafsu mengesampingkan Akal Sehat.

penulis mengajak ayoo . . . . kedepankan berpikir, gunakan Akal sebelum berkata dan sebelum mengambil segala sesuatu tindakan. Jangan reaktif, tetapi jadilah proaktif yang selalu ada waktu untuk berpikir dan hatilah-hatilah apakah tindakan yang dilakukan itu karena hawa nafsu atau dari kejernihan akal pikiran. Jika Hawa Nafsu bersiap-siaplah menderita penyakit Hati, sakit Kuning atau Serosis . . . . . 

Prayit H, SH edition (03/06/16)

Jumat, 22 Mei 2020

TAUDIRI-KAH ANDA . . . . ???

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

TAUDIRI-KAH ANDA ??? . . . 

Kenapa harus “ Diam “ . . . !!!, karena Diam jauh lebih baik dari pada saling balas dalam sebuah perdebatan yang didasari atas kebencian bukan logika atau profesionalisme, bukan juga ber-arti kalah, melihatnya bijak dikarenakan gemuruh hati bisa dan mampu dikendalikan dengan “ IMAN “ nya.

Berusaha untuk tetap tenang, cukup diam sambil mengamati-nya dan sambil  ber-DO’A agar situasi dan kondisi bisa segera cepat berubah, konsekuensinya jika tidak maka DIAM dengan keyakinan kepadaNya maka DIA akan tunjukkan sesuatu diluar nalar kita.
Biasa disebutnya “ Tidak Taudiri  “ orang seperti ini jika diperhatikan selalu berada diruang lingkup keberadaan kita, bisa di Komunitas, Perkumpulan, Group dan kebanyakan dalam lingkup Instansi atau Institusi baik swasta maupun pemerintah. Biasanya menunjukkan sikap ketidak sukaan, tidak menyukai keberadaan kita dilingkungannya karena merasa seolah ada pesaing padahal sesungguhnya tidak sepadan levelitasnya, menghadapi orang seperti ini membutuhkan energi besar hingga level ke- “ SABAR “-an.

Orang seperti ini terlalu pintar menilai orang lain, sayang dia terlalu bodoh menilai dirinya sendiri. Jika ikut didalamnya maka kita akan ikut miskin, miskin Ilmu, miskin Pengetahuan, miskin Harta bahkan miskin Etika, estetika  dan Moral.
Cukup diam dan tersenyum, walau Comberan tumpah disetiap sudut ruangan dalam mengatasinya, bukan berarti tidak bisa marah, murka, akan tetapi energi Negative itu lebih baik dicurahkan kepadaNya tanpa harus merugikannya, boleh percaya dan boleh tidak bahwa orang yang tetap “ diam “ saat segala Fitnah dan kezaliman menyelimutinya, bukan berarti tak berdaya, tetapi karena Dia tahu sebaik-baik ketenangan dan kenyamanan dalam hidupnya adalah “ SURGA “ bukan Dunia. 
Yaaaa, . . . . tetap diam sembari membersihkan tumpahan coberan agar tidak semakin meluber kemana-mana.

Kesimpulannya bahwa Orang yang “ diam “ meskipun dizalimi, bukan orang yang lemah melainkan orang yang kuat. Kuat hatinya untuk mengalah, Kuat fikirannya untuk mampu memutuskan. Dan kuat keyakinannya untuk tetap percaya akan keadilanNya. Cukup kita yang Taudiri, . . . . .  “ Taudiri “ kepada diri sendiri dan kepadaNya bukan kepadanya agar ke-berkah-an selalu bersama kita, . . . . Aamiin.

Semoga bermanfaat sebagai Tiiip,   . . .

Selasa, 19 Mei 2020

HATIRIZTA

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

HATIRIZTA

Sepi dalam kesendirian.
Sunyi . .   .
Berselimutkan kelam.
Tiada arti seolah terisolasi . . . . 

Sepi dan sunyi membuatku rindu
Rindukan kalian yang disana

Kini Aku terpaku dalam sepi
Terjebak dalam ke-sendirian
Ingin aku berlari hingga jauh
tanpa ujung
Namun Aku tak ingin sesat

Biarlah Aku termenung

Bersama, . . .

Derasnya hujan yang tak mampu Aku bendung
Dia-lah teman malamku saat ini 
Walau . . . .
Dingin-nya menyelimuti raga-ku

Hingga, . . .

Tak mampu lagi ku-rajut kata
Dan meng-arti-kan rasa 
Sampai aku terlelap dalam tidur
Dan ber-mimpi Indah
Tentang kalian . . . .

HatiriZta . . .

prayit h.sl edition (16/04/20)

Senin, 18 Mei 2020

JANGAN BIARKAN KESEDIHAN ITU DATANG

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

JANGAN BIARKAN KESEDIHAN ITU DATANG

Ketika ada kehidupan, pasti ada masalah dan ada pula cara mendapatkan kebahagiaan. Jika suatu waktu terjadi masalah, apakah kesedihan harus menjadi bagian penting didalamnya ? . . . . Jawabnya berbeda disetiap Individu. Sepakat, bahwa kesedihan tidak perlu hadir dalam kehidupan seseorang, terlepas dari semua beban kesulitan yang sedang dihadapi dalam hidupnya. Kesedihan tidak selalu datang dari sebuah masalah, tapi kebanyakan berasal dari pola pikir atau persepsi seseorang. Jika kesedihan bagian dari masalah, maka kasian orang yang hidupnya dibawah garis kemiskinan sepertinya tidak berhak merasakan kebahagiaan dan orang kaya seolah tidak akan pernah merasakan kesedihan itu. 

Dan jika suatu ketika kesedihan itu datang, jangan membiarkannya menetap karena kesedihan berasal dari ketidak mampuan diri mengendalikan emosi dan menyelesaikannya. Tidak peduli seberapapun banyak masalah akan selalu bisa tetap bahagia jika diri menginginkannya. Hanya beberapa hal yang perlu diingat untuk menjadi bahagia diantaranya harus mampu berpikir tentang kebahagiaan sebelum mengizinkan kesedihan merenggut kebahagiaan itu sendiri.

Selalu berkeyakinan pada hasil kerja keras dan kerja cerdas sendiri. Sementara kerja keras adalah jalan menuju sukses, tapi jika diimbangi dengan beberapa trik kerja cerdas sepanjang waktu akan membuat diri mencapai kesuksesan lebih cepat. Jadi, jika bisa melakukan pekerjaan dengan TULUS, IKLAS, dan disertai dengan kecerdasan, yakinlah tidak akan ada beban masalah yang akan membuat diri sedih. Karena sudah terlalu asyik dengan pekerjaan yang memang seharusnya lebih diutamakan daripada meratapi masalah dalam hidup. Ber-prinsip-lah tidak ada permasalahan hidup yang tidak bisa diatasi dan tidak ada Kebahagiaan yang tidak mampu diraih. Phsl  (Edition 18/05/16)  

Minggu, 17 Mei 2020

JENIS BANTUAN COVID-19

oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Subdit V Cyber Crime Polda Ntb

MACAM BANTUAN COVID-19

Yang memang harus diketahui bersama terkait situasi saat ini . . . . 
Akibat Pandemi Covid 19
Pemerintah telah mengambil kebijakan berupa beberapa bantuan yang perlu diketahui bersama antara lain;
1. PKH ( Program Keluarga Harapan )
2. BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai )
3. BLT Dana Desa
4. BST ( Bantuan Sosial Tunai ) Kementerian/kemensos
5. BLT APBD
6. Sembako APBN, dan
7. Sembako APBD

Penjelasan  : 

1. PKH ( Program Keluarga Harapan ), bentuknya uang tunai bersyarat, (keluarga miskin yg punya ibu hamil/anak balita/anak sekolah SD SMP SMA/lansia 70 th keatas), ini  langsung masuk rekening masing-masing. 
Jadi walaupun miskin tapi tidak ada kategori tidak bsa masuk, datanya juga langsung dari Kemensos bukan pendamping yang mendata.

2. BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ) dulu namanya Raskin adalah bentuknya berupa Bahan Makanan yang disalurkan melalui Kios Desa yang ditentukan oleh bank BRI kerjasama TKSK (Tenaga Kesejelahteraan Sosial kecamatan).

3. BLT Dana Desa adalah Bantuan Tunai dari Desa Masing-masing, (ingat bukan untuk kelurahan tapi desa) 
Besarannya 600 ribu per bulan direncanakan selama 3 bulan. 
BLT dari Dana desa perlakuannya ada 3, 
I. Bagi Desa yg belum Cair Dana Desa Tahap PERTAMA maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19.
II. Bagi Desa yang telah cair Dana Desa Tahap PERTAMA namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19
III. Bagi Desa yg telah cair Dana Desa Tahap PERTAMA dan telah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap ke DUA diprioritaskan untuk BLT Covid 19. 

Siapa-siapa sich yang dibantu BLT Dana Desa ???? . .  

adalah warga Desa yang penghasilannya terdampak Covid 19 dan bagi warga Desa rentan sakit, atau sakit menahun. 
Dengan demikian ada Desa yang lebih duluan memberi bantuan ada juga terlambat memberi bantun karena prosesnya tadi diatas itu, Tahap PERTAMA, Tahap ke DUA

4. BST ( Bantuan Sosial Tunai ) Kementerian adalah bantuan bentuk Tunai diperuntukkan bagi rata-rata perkotaan atau Kelurahan,  bedakan yach . . . . !!!

5. BLT APBD adalah juga bantuan Tunai Dari Dinas Sosial juga diperuntukkan bagi masyarakat yang belum Dapat BLT Dana Desa atau lainnya.

6. Sembako APBN adalah bantuan berupa bahan makanan yang bersumber dari pemerintah pusat langsung

7. Sembako APBD adalah juga bantuan berupa bahan makanan yg bersumber dari APBD provinsi dan Kabupaten

Kesimpulan bahwa Ternyata bantuan itu banyak, dan yang bertanggungg jawab adalah  sendiri-sendiri atau masing-masing.

Untuk : 

1. PKH itu penanggung jawabnya kememterian sosial pusat data dari mereka, Desa memang tidak dilibatkan dan ada Pendampingnya. 

2. BPNT itu penanggung jawabnya Dinas Sosial Kabupaten dan pembagiannya oleh Dinas langsung

3. BLT DANA DESA ini baru jadi tanggung jawabnya pemerintah Desa.

4. BST PUSAT ini tanggung jawabnya Kementerian Sosial pusat juga.

Semua bantuan tidak untuk orang yang ber-ada atau mampu, agar yang merasa seharusnya tidak layak menerima tapi terdata sebagai penerima, sebaiknya dengan kesadaran sendiri dan Ikhlas mengembalikan-nya karena banyak warga yang masih sangat membutuhkan, jika-pun mereka menerima juga tidak salah karena memang ada data-nya, hanya (ke-ter-lalu-an . . . ) saja . . . 

semoga bermanfaat


Minggu, 10 Mei 2020

TEKHNOLOGI DAN MEDSOS

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

TEKHNOLOGI DAN MEDSOS

Sungguh luar biasa di Era globalisasi dan modernisasi sekarang ini, Ilmu Pengetahuan Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Digital  berkembang dengan sangat cepat dan mempengaruhi kehidupan manusia. Di hampir semua orang, mulai dari anak hingga orang dewasa hampir memiliki gadget yang terhubung dengan “ INTERNET “ Interconnection Networking sehingga dapat dengan mudah mengakses Media Sosial. sepertinya Gadget dan media sosial telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Memang tidak bisa dipungkiri “ Media Sosial “  sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Yaaa, . . . itu bisa sama-sama rasakan, dapatnya berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain. Dapat meng-akses dan membagikan Ilmu yang bermanfaat buat orang lain, dapat dijadikan sebagai tempat Promosi untuk menjaring dan memasarkan Produk secara luas dll.
Namun demikian “ Media Sosial “ memiliki dampak Negatif yang tidak bisa disepelekan atau dianggap remeh dan tetap harus hati-hati dalam menggunakannya. Kebanyakan seseorang yang kecanduan menggunakan Gadget untuk ber-media Sosial dapat menghabiskan waktu dalam kurun ber-jam-jam bersama Gadget-nya, bukan dilaut saja bisa berselancar namun di Media Sosial-pun bisa “ BERSELANCAR “ untuk mencari Informasi dan berita terkini, hanya sekali Klik, . . . seluruh informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan. Wajar jika banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan dengan adanya media sosial. 

Namun demikian media sosial juga sangat rentan dengan “ HOAK “. Karena berita dapat tersebar dengan sangat cepat tanpa disaring terlebih dahulu, banyak orang yang termakan oleh hoax tanpa mengetahui kebenarannya. Saat dinasehati melalui “ Komentar-komentar “ dia jauh lebih hebat, maaf hanya hebat di Media Sosial. Jika sudah berurusan dengan APH seperti anak  Kucing kecebur “ GOT “. Ini nyata penulis alami ketika menangani beberapa kasus Hoak, setelah dilakukan upaya paksa berupa penangkapan. Hoak Politik, Hoak Gempa, terkini Hoak COVID-19 dll, rata-rata mereka meng-iba menangis, meminta maaf, menyesal, tidak bermaksud ini dan itu dan lain sebagainya demi membela diri. Nasi sudah menjadi bubur . . . . 

Memang semua kita harus bijak dan kritis dengan segala berita yang ada dan tidak ikut serta dalam menyebarluaskan berita-berita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Kita juga harus bijak ketika hendak membagikan suatu konten di media sosial. Karena mudahnya dilihat dan dinikmati orang lain maka Ciptakan atau buatlah konten yang bermanfaat buat orang lain. Yang penting sudah berhati-hati dengan konten yang dibagikan, bisa saja menuai kontroversi dan berujung pada ujaran Kebencian.

Penulis yakini bahwa kita, manusia hidup di dunia “ NYATA “ bukan di dunia “ MAYA “ maka pergunakan Media Sosial sesuai Porsinya. Dan ingat Tekhnologi diciptakan untuk mempermudah hidup kita, manusia. Jangan sampai kita, manusia diperbudak oleh teknologi itu sendiri. (Phsl)

Jumat, 08 Mei 2020

BEKERJA IKHLAS

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

BEKERJA IKHLAS

Memang tidak gampang melakukannya namun bila dipaksakan menjadi hal biasa dan akan menjadi kebiasaan yang positif dan pada akhirnya terbiasa melakukannya. Bahwa Bekerja Ikhlas memiliki dua kebahagiaan atau keuntungan apabila pekerjaannya mendapatkan hasil yang baik, sedangkan Pamrih dalam Bekerja hanya akan mendapatkan satu kebahagiaan atau keuntungan bila pekerjaannya mendapatkan hasil.

Di institusi atau Instansi manapun namanya "  Bekerja dengan Ikhlas dan Bekerja dengan Pamrih " selalu ada. Yang tahu tidak lain adalah rekan kerja yang ada dalam satu ruangan dan pimpinan selaku pengguna SDM. Orang yang Bekerja dengan Pamrih jika bekerja selalu berharap, dia akan bekerja sebaik mungkin dengan tujuan mengharapkan sesuatu atau pamrih. Apabila pekerjaannya berhasil, maka dia hanya mendapatkan satu kebahagiaan bila yang diharapkan terpenuhi.

Namun, jika pekerjaannya berhasil tapi sesuatu yang diinginkan itu tidak diperoleh atau tidak diberikan, atau imbalan dari pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan yang dia harapkan, maka dalam hatinya tidak akan ada kebahagiaan yang tersisa. Yang dipikirkan hanyalah kegagalan memperoleh sesuatu yang diharapkan atau diinginkan itu. Ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang suka cari muka atau orang-orang " JAIM " als Jaga Imej yang suka jual mahal dalam segala hal, sok bisa, sok mampu, sok dibutuhkan dan cenderung terlihat Munafik.

Nah, bagi orang yang Bekerja dengan Ikhlas, karena tidak mengharapkan apapun, apabila berkerja dan pekerjaannya menuai hasil, maka akan memperoleh satu kebahagiaan. Dan bila efek dari pekerjaan itu dia memperoleh sesuatu imbalan, maka dia akan memperoleh dua kebahagiaan. Yaitu kebahagiaan karena pekerjaan berhasil dan kebahagiaan atas rasa syukur karena memperoleh Reward berupa imbalan atau “ BONUS “.  Sedangkan apabila dia tidak memperoleh apa-apa, hatinya tetap bahagia, karena sejak awal memang tidak mengharapkan apapun dari pekerjaan yang telah dilakukan, hasil pekerjaannya tidak akan dirusak dengan Rasa penyesalan dan harapan yang tidak terpenuhi. 
Biasa dilakukan oleh orang-orang yang terbuka, supel, berwawasan, tidak banyak bicara dan mereka yang punya jiwa-jiwa Besar serta tidak munafik.

Percayalah bahwa "  Rejeki tidak akan lari kemana-mana, semua sudah ada yang mengatur dan mentakdirkannya. Yang bisa dilakukan cukup berusaha berbuat baik dalam setiap gerak dan langkah dalam berkehidupan …” 

Apakah sudah kita lakukan  ???? . . . ., kembalikan ke diri sendiri . . . !!!

Kamis, 30 April 2020

INTEGRITAS DAN IMEJ


Oleh: Prayit Hariyanto, SH. 
Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

INTEGRITAS DAN IMEJ

Integritas atau jati diri merupakan cara bagaimana memandang atau menilai diri sendiri. Siapakah sebenarnya Aku menurut diri sendiri.
Integritas inilah yang membuat tiap orang selalu berbeda. Masing-masing mempunyai penilaian atau pandangan mengenai diri sendiri. 
Ada yang menganggap dirinya baik dan ada juga yang menganggap bahwa dirinya selalu benar. Demikian sebaliknya tidak ada yang menganggap bahwa dirinya jahat, kejam, maupun tidak baik dll. 

Justru yang ada adalah orang lain yang menilai atau memandang bahwa diri ini baik atau tidak baik.
Memang inilah dua sudut pandang yang tidak bisa dielakkan pada diri seseorang. Yang pertama adalah dari sudut pandang diri sendiri, berikutnya dari sudut pandang orang lain, dan ini disebut sebagai " IMEJ "  Bagaimana orang lain memandang kita, atau siapakah diri ini menurut pandangan orang lain. 
Maka jangan sekali-kali memandang diri sendiri " PALING "  (paling Hebat, paling benar dan paling-paling yang lain) dari kaca mata diri, karena masih ada orang lain yang menjadi juri pada diri sendiri.

Lalu, mana yang benar. Integritas atau IMEJ ? . . . . Manakah jati diri yang sebenarnya ?  . . . . Dan mana yang lebih penting ?. . . . 

Ini adalah beberapa pertanyaan yang memang susah sekali untuk menjawab. Karena kedua-duanya penting bagi diri. 
Tetapi Integritas dan IMEJ seringkali bertentangan, kadang yang satu benar dan kadang pula yang satu salah. Jika Integritas yang benar, berarti orang lain salah dalam menilai. Karena orang lain menilai berdasarkan Fakta dan kata-kata atau lisan, apakah omongan atau kata-kata yang sering terucap sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Jika kata-kata kita sesuai dengan realitas yang terjadi, maka siapapun orang bisa dipastikan akan memberi nilai positif tanpa harus susah-susah berjuang untuk mendapatkannya.

Sebaliknya jika bertentangan maka orang akan lebih cerdas menilainya.

Memang manusia punya peluang atau waktu untuk berubah. Berubah menjadi lebih baik atau sebalikannya. Namun jika sudah memiliki Integritas, IMEJ yang diberikan orang lainpun akan mengiringinya. maka jaga " INTEGRITAS " itu jika cacat lama me-mulihkan-nya.

Semoga bermanfaat 

Rabu, 29 April 2020

MENATAP JAUH MASA DEPAN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

MENATAP JAUH MASA DEPAN

Setiap manusia diciptakan di dunia ini dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan, diharapkan dapat memanfaatkannya dengan optimal dan dapat meraih segala sesuatu yang diinginkan. 
Demikian dengan kekurangan yang ada pada diri, diharapkan mau berbenah dan belajar untuk menutupi kekurangannya tersebut. Dengan kelebihan dan kekurangan pada diri  itulah, seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang saling bertolak belakang, mulai dari baik atau buruk, kaya atau miskin, bersih atau kotor, hingga sampai sukses atau gagal.

Kesuksesan atau kegagalan dapat menghinggapi setiap manusia. Kesuksesan merupakan " HAK " bagi setiap orang yang mau berusaha, berusaha, berusaha . . . . .  dan terus berusaha tanpa mengenal kata " MENYERAH " dalam setiap kegagalan. Sedangkan kegagalan adalah konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orang atas segala usahanya yang belum berhasil, atau oleh setiap orang yang tidak mau berusaha, mudah menyerah, dan cepat putus asa.

Untuk dapat menjadi orang yang sukses, terlebih dahulu perlu mengerti dan memahami apa arti sebuah kesuksesan dan kegagalan, Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Tetap menatap jauh kedepan ingin berkembang dan berusaha meraih apa yang diinginkan. 

“ Sukses bukan sebuah nasib, tapi perjuangan. Sukses bukan kebetulan, semua disiapkan dan diperjuangkan. Sukses juga bukan keberuntungan tapi perjuangan. Mau sukses harus terus berjuang. Tak ada kesuksesan yang didapat tanpa perjuangan, Instan, langsung jadi dan kunci sukses harus fight. ". (Andrie Wongso) 

Semoga bermanfaat,. . . . .


Minggu, 26 April 2020

AAUUUMM . . . . .

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

AAUUUMM, . . . 
(Catatan ringan gerakan moral Mahasiswa)

Kejernihan fikiran itu ketika kita sedang menepi dan merenung dalam ke-sendiri-an, setiap langkah yang akan diputuskan selalu dipertimbangkan dampaknya, bukan pada saat sedang beramai-ramai, berkumpul, bergerombol, bergroup dalam sebuah komunitas luas yang mendorong keberanian yang luar biasa, hingga menganggap tiada yang benar kecualinya. 

Apapun yang ia inginkan walau menyimpang dari Adab, etika, estetika dan perundangan-undangan lainnya, Pantang, ia tetap  lakukan bersama kelompok-kelompoknya, Group dan komunitasnya. Siapapun yang menghambatnya mereka lawan, mereka caci maki, mereka umpat, mereka lempari tak peduli siapa dihadapannya.  
Mereka-mereka ini baru ter- “ SADAR “ dan kembali ke ingatanya ketika menepi dalam ke-sendiri-an dan merenung dalam penyesalan saat terpisah dari kelompok, group dan komunitasnya karena harus  berurusan dengan aparat. 
“ AUUMMM “ nya menjadi Raung, Tangis dan me-mohon maaf dengan derai air mata yang bisa ia lakukan atas semuanya,  . . . . “ mudah “, tapi nasi sudah menjadi bubur, “ Menepi dan merenung “ dalam kesendirian adalah hal yang tepat baginya, ditempat ini adalah tempat yang paling tepat bagi-nya untuk belajar “ MORALITAS “ dan Kami siap mengajarkannya. 
Bagaimana Tip mengatasi berpisah dengan Orang tua, keluarga, anak, istri, teman atau kawan, bagaimana cara menikmati menu yang berbeda dari biasanya, mandi dan buang air bergiliran, bagaimana mengatasi ketika terjaga dalam tidurnya karena ribut, se-ribut yang pernah ia lakukan. 
Kami yakin bahwa ditempat ini Adab, adat Istiadat, etika dan estetika ia dapatkan. Jika ingin mencoba monggo, mborong kerso, . . . . 

Phsl, edition 30/09/19
#salamdamai

SEKALI MENDAYUNG, . . . .

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

SEKALI MENDAYUNG, 1, 2, 3 . . . . 
(Catatan ringan gerakan moral Mahasiswa)

Tiada kuasa atas segala KuasaNya, . . . .  Alhamdulillah semua terlalui dengan baik-baik saja dan semoga untuk seterusnya mudahan tetap baik-baik saja, Full seharian  kami telah bersama mereka Adik-adik Kami Mahasiswa/Mahasiswi yang menyampaikan Aspirasinya dengan berbagai cara baik lisan maupun tulisan yang mereka bawa sebagai sarana kontaknya. Kami mengabaikan pekerjaan lain demi mereka-mereka agar tetap aman, nyaman dalam tugas menyampaikan aspirasinya tidak ada yang tersakiti demikian sebaliknya kamipun juga punya keinginan yang sama tidak ingin tersakiti walau psikhis kami cukup dan sangat sekali " SABAAAR " ketika bersamanya.

Kadang terasa ter-hibur terkadang juga mengeryitkan dahi, Gemes dan mendekati marah yang terkendali setelah “ WATCH LIVE “ yang ada dihadapan kami, membaca dan meng-abadikan-nya . . . atas bentuk dari gerakan “ MORAL “ Mahasiswa, menurutnya gerakan moral inilah yang mengalir dari generasi mahasiswa ke generasi mahasiswa berikutnya, semoga tetap terjaga Lisan dan “ TULISAN “ nya, . . . . . . .  sampai disini semua masih tetap baik-baik saja dan semoga juga akan tetap baik-baik seterusnya . . . 
Setelahnya , Rasa syukur tetap kami panjatkan kepadaNya bahwa pekerjaan yang tertundapun dapat kami selesaikan setelah kebersamaan kami dengan mereka-mereka usai, kami bersama Tim meninggalkannya “ Go to “ Sanur in Bali Island selama dua hari dan setelahnya kami masih bisa bertemu Putri kami dan memastikan bahwa dia juga baik-baik saja, sebaik Adik-adik Mahasiswa/Mahasiswi yang beberapa hari lalu kami temani.

Rupanya masih Relevan atas apa yang beliau-beliau wariskan “ SEKALI MENDAYUNG 1, 2 DAN 3 PULAU TERLAMPAUI “, dan selanjutnya banyak pelajaran berharga tentang “ MORALITAS “ yang kami sampaikan sebagaimana yang ditinggalkan Leluhur, kepada putri kami agar tidak ikut larut dalam gerakan moralitas yang tidak ber-moral, . . . 

Phsl Edition 28/09/19

Sabtu, 25 April 2020

RUMAH-KU ADALAH IDAMAN-KU because (Stay At Home)

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

RUMAH-KU ADALAH IDAMAN-KU
                     because
              (Stay At Home)

Kami dan keluarga kecil kami tinggal disebuah kampung di pinggiran kota selong tepatnya di Kp. Bahrah. Kampung nan Asri berpenghuni 11 KK inilah, kami membangun Rumah tinggal yang kami bangun tahun 2000 dan kami tempati pada tahun 2004 Rumah berukuran 12x13 terdapat satu Ruang Tamu, tiga kamar Tidur, satu Garasi, dua dapur, satu Ruang makan, tiga kamar mandi, satu gudang, 2 kamar khusus sengaja kami buat untuk Istri, jika mungkin ada pasien yang mau berobat atau melahirkan dan Ruang keluarga 5x7 cukup untuk menampung keluarga besar kami jika ada pertemuan-pertemuan.
Berdiri diatas lahan seluas 9,25 Are atau 9250 m2 dengan berbagai jenis pohon buah sebagai pelindung mulai dari Pohon mangga (Madu, Apel, Podang, Golek, Parkit, hercules, Arum manis), Alpokat, Salak, Nangka, Cempedak, Manggis, Durian, Kepel, Rambutan, Naga, Blimbing, Matoa dan Jambu Batu menambah ke-asri-an tempat tinggal kami bersama keluarga.

Untuk Konsumtif sendiri sesekali kami memanfaatkan waktu untuk memancing Ikan mujair, Lele dan atau Bawal dikolam ikan yang kami buat, diatasnya berdiri Brugak enam tiang cukup untuk menampung 20 an orang, kami lengkapi dengan TV 32 Inci semi datar Toshiba Tabung tempo dulu, ramai bila ada perhelatan Liga Champion Piala Dunia dan Liga Asia AFF atau AFC. Jika suasana sepi kami masih mendengar gemericik air sungai dibelakang tempat tinggal kami yang memang langsung berbatasan dengan sungai. Sesekali memberi makan dan bermain-main dengan Ikan Lele yang ada dikolam samping rumah kami karena jinaknya.

Ruang yang kami sebutkan terakhir adalah Ruang keluarga. Ruang paling luas di rumah kami, kami biasanya menggunakan ruang keluarga ini untuk berkumpul sambil menonton televisi, menikmati hiburan menonton Film dari film anak-anak sampai film Dewasa, film Humor sampai film Horor, Film Drama Korea sampai film Detektif,  Action dll.

Sesekali jika penat dengan pekerjaan, kami ber-karaoke atau bernyanyi dengan alat musik seadanya, ada Elektone, Gitar dan Biola dengang sound system Aktif double Huper. Kami merubahnya menjadi Room dengan fasilitas televisi 53 inci, jadi ketika kami duduk bersama di depannya, kami bisa melihat film dengan jelas. Selanjutnya, kami biasanya mematikan lampu pada saat kami ingin menonton film horor serasa seperti menonton di bioskop sesungguhnya.

Diruang keluarga ini terdapat dua buah Bufet barang pecah belah, dua lemari transparan untuk menyimpan koleksi Ribuan Kaset VCD/DVD dan Ratusan Vidio cassette (Vidio Bata VHS) tempo dulu, satu bufet lagi untuk " Library without License " berisi buku per-undang undangan, ada koleksi majalah Dwi Mingguan Tempo, Gatra dan Forum keadilan, bacaan ringan karya Emha Ainun Najib, Candra Malik, Tere Liye, Yara Sumadi, Jhon Man, Muthia Sayekti, James Altucker, Marylin Pincus, Yanuardi Syukur, DR. Abdul Wahid Hasan, Abraham Panumbangan, Abdullah Ubaid, Puthut EA, dll. Dua buku yang sering kami baca " Muslim Pentol Korek karya Tere Liye dan Enaknya Berdebat dengan Orang Goblok karya Puthut EA ". Ruang keluarga ini juga kami gunakan melakukan banyak pekerjaan, baik menulis maupun pekerjaan Kantor. Di ruangan ini, ada komputer lama Pantium satu sudah tidak terpakai karena sudah ketinggalan zaman, semua pekerjaan sudah menggunakan Laptop masing-masing dikeluarga kami.

Itulah rumah sederhana yang kami miliki dan cintai, baru kami sadari ke-asrian-nya berkat adanya Social Distancing, Phisical Distancing, Stay At Home, Akibat mewabahnya “ COVID-19 “. Rupanya “ Rumah-ku adalah Idaman-ku “ memang benar adanya.

Minggu, 12 April 2020

KE-TULUSAN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

KE-TULUSAN

BIRU itu Indah, 
PUTIH itu Bersih atau Suci, 
MERAH itu Berani, dan  
HITAM itu Gelap 
Artinya Keberanian untuk meluruskan sesuatu yang dianggap Gelap atau menyimpang bila didasari Ketulusan Hati yang suci dan Bersih akan nampak terlihat " INDAH ", . . . . (Phsl 13/04/20)

Rabu, 08 April 2020

JANGAN " ABAI " BERSAMA KITA BISA LAWAN CORONA

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

Banyak hal yang bisa Kita lakukan di tengah merebaknya Virus Corona atau COVID-19 beberapa bulan belakangan ini.

Menurut penulis, kita perlu secara bersama-sama membantu pemerintah dalam rangka menghambat dan menanggulangi dampak penyebaran virus ini. Ini menjadi penting, minimal untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

Begitu bahaya COVID-19 ini, usaha dan Ikhtiar Pemerintah sudah dilakukan dengan berbagai cara agar warga masyarakat tidak terinfeksi. Pun, menurut medis, virus berbentuk mahkota ini lebih kecil dari kuman dan bakteri. Jangan abai dengan himbauan pemerintah.Tidak mudah menghadapi musuh yang tak tampak seperti COVID-19. Sudah banyak korban jiwa dan melukai ratusan bahkan jutaan orang.

Dahsyatnya pengaruh virus tersebut, mampu mengubah tatanan kehidupan sosial di tengah-tangah masyarakat kita saat ini. Karenanya,  lahir berbagai istilah yang memunculkan pola interaksi sosial yang "baru". Kita pun jadi mengenal istilah seperti Sosial Distancing, Physical Distancing, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pengawasan (PDP), Cluster, Stay at Home, Work From Home dan lain-lain.

Sejak mewabahnya virus corona secara global, membuat status seseorang menjadi “ ODP “  hanya karena yang bersangkutan baru pulang dari luar daerah atau Luar Negeri. Pun karena Flu, Batuk dan Pilek statusnya menjadi  “PDP“. Yang tak kalah menyedihkan, pasien yang meninggal pun dikuburkan "tidak normal" oleh karena hanya boleh dihadiri kalangan terbatas --keluarga terdekat bahkan kadang terlibat-- dengan “APD" super maksimal dan pengawasan ketat.

Adalah kesadaran warga bangsa dalam mendisiplinkan diri menjadi kunci sukses menangkal ekspansi pandemik COVID-19 (Corona Virus Disease-19) ke-berbagai wilayah.

Oleh karena itu, penulis mengajak kita semua, sekecil apapun peran kita, mari sama-sama kita patuhi himbauan Pemerintah untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Stay at Home atau tinggal di rumah adalah bentuk paling sederhana yang bisa kita lakukan. Tapi pengaruhnya memberi efek positif yang cukup segnifikan dalam menekan penyebarannya.

Memang, penulis sadari, tidak mudah mengahadapi masyarakat dari berbagai lini kehidupan Sosial dan segenap prilakunya. Tapi kita beum terlambat. Dalam kondisi saat ini, mari kita yang merasa mengerti dan memahami, selayaknya memberikan sumbangsih Ilmu pengetahuan, pengalaman kita kepada masyarakat di mana tempat kita tinggal atau berdomisili dengan “ikhlas “. Pun, jika belum bisa berbuat lebih, sebaiknya cukup diam dan tak menambah beban pemerintah dan masyarakat kita.

Ambil sisi positifnya. Jika ada himbauan, tentu, ujuannya baik untuk kemaslahatan warga, taatilah. Bukan malah mempertentangkannya. Pemerintah tidak mampu mengakomodasi keinginan orang per orang dari jutaan orang dari ratusan juta penduduk Indonedia yang ada. Jadilah "ma'mum" yang baik.

Kenapa kita dihimbau untuk tidak berkerumun atau kumpul-kumpul? Karena kita pun tidak tahu, di antara teman kita itu, salah satu atau salah dua atau salah tiga dan seterusnya, bisa saja  positif Covid-19 dan menjadi carrier (pembawa) penyebarannya.

Pun demikian, jika ada keluarga, sanak saudara atau teman-teman kita yang baru datang dari luar Daerah atau luar Negeri, harus dicek dan diwajibkan segera Isolasi Diri sampai benar-benar sehat. Karena pemerintah dan semua jajarannya,  peduli atas kesehatan, keselamatan jiwa warganya.

Begitulah bahaya si'Covid-19  ini. Ia memang, maaf, tidak kemana-mana. Tapi kita yang ke mana-mana.

Harapan penulis, semoga kita semua terhindar dari wabah ini, tetap sehat, tetap semangat dan selalu tetap dalam ridho-Nya. Amin.

08/04/20

Selasa, 07 April 2020

KEINDAHAN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

APA ITU " KEINDAHAN " 

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan sesuatu kesenangan yang bermakna dan atau kepuasan. Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Orang menilai dan memandang Keindahan itu cenderung Relatif bisa Obyektif dan Subyektif tergantung dari sudut pandang masing-masing dari mana memandangnya. “ Keindahan yang Ideal ” adalah sesuatu unik dan berbeda yang dikagumi atas kesempurnaannya.

Dari beberapa pengalaman bahwa “ Keindahan ” sering melibatkan penafsiran terhadap sesuatu yang Unik, berbeda, seimbang dan selaras yang dapat menyebabkan timbulnya perasaan daya tarik tersendiri terhadap sesuatu yang dipandang Indah, Elok karena mampu membuat rasa tentram secara emosional. 
Untuk itu bila ada yang bertanya Dimana letak keindahan itu ?  Maka bisa dijawab bahwa letak  “ Keindahan itu berada pada mata yang memandang atau melihatnya ".

Pada umumnya bahwa Keindahan itu selalu dihubungkan dan dikaitkan dengan Manusia jika benar maka Keindahan itu terletak pada " WAJAH, MATA, BIBIR, HIDUNG, RAMBUT, PAHA, BETIS, BENTUK TUBUH atau Areal Sensitif lainnya ". Karena keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu Bentuk atau wujud. 
Benarkah . . . ??
Mari sejenak merenung, . . . . , Ke-indah-an seperti apa yang kita inginkan . .  . .!!!

Sabtu, 21 Maret 2020

CORONA OOH CORONA

CORONA OOH CORONA

Virus Corona atau COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari Virus “ CORONO “ ini,  tetapi Virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk Bongso menungso alias Manusia bukan Bongso Jin, Setan lan Dedemit.
Awalnya bahwa virus Corona berasal dari Kota “ WUHAN “ di China, muncul pada Desember 2019 dengan beberapa gejala yang berbeda-beda pada tubuh pasiennya. Namun, secara umum, gejala Virus Corona adalah Flu, Demam, Batuk, sampai Sesak Napas.

Begitu masif ber-kembangnya Virus Corona ini akhirnya dikait-kaitkan dengan “ AZAB “, bahkan ada yang mengatakan bahwa Virus Corona adalah tentara yang dikirim Allah dan lain sebagainya untuk menghancurkan salah satu Negara akibat penindasannya terhadap  Islam Uighur. 
Ternyata Virus Corona ini tidak pandang bulu dia ekspansi dan menyerang negara lain termasuk Negara Islam Iran, entah lewat mana dia masuk dan akhirnya berhasil menyerang puluhan ribu manusia dan membunuh ribuan orang, Negara se-canggih “ IRAN “ pun tidak mampu mendetek Armada Corona masuk kenegaranya dan kemudian menyerang.

Menurut Ahli bahwa Virus Corona ini lebih kecil dari Kuman dan Bakteri namun luar biasa  ia mampu meng-ekspansi dari Negara satu ke Negara lainnya dan kini sudah 185 Negara didunia yang diekspansi dan behasil menyerang Ratusan ribu manusia dan merenggut puluhan ribu jiwa.

Semula Endemi yaitu penyakit yang berjangkit disuatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat. Dan terus me-wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan banyak orang. Hingga menjadi “ PANDEMI “ yaitu Wabah yang ber-jangkit serempak dimana-mana atau meliputi geografi Ruang yang cukup luas, artinya bahwa Virus Corona itu diakui telah menyebar luas hampir ke-seluruh Dunia.

Apakah semua itu “ AZAB “ . . . ???
Wallahu a'lam bish-shawabi, Dan Allah Maha tahu yang sebenarnya .

Apakah itu Endemi, Wabah, Pandemi dan atau “ AZAB “, yang jelas bahwa dia adalah “ VIRUS “ yaitu Microorganisme patogen yang meng-infeksi sel makhluk Hidup, salah satunya adalah Manusia.

Jika sudah demikian tidak usah ribut dan gaduh tidak akan menyelesaikan masalah, santai dan tenang jalankan aktifitas sehari-hari seperti biasa, bagi yang libur nikmati liburannya dirumah dengan baik, bagi yang diberikan waktu untuk “ WORK FROM HOME “ dinikmati saja dan jangan lupa tetap olahraga yang cukup agar tetap terjaga “ Imun “ nya, pergunakan kesempatan saat ini untuk refresh bersama keluarga, namun kita tetap wapada dan sebisa mungkin kurangi aktifitas diluar ruangan yang tidak perlu “ Social Distancing “, Jangan lupa, tetap ikuti Himbauan Pemerintah, “ CORONA “ cukup disikapi dengan kehati-hatian, Kewaspadaan dan ketenangan tidak perlu dikaitkan dengan lain-lain atau mengkambing hitamkan yang lainnya agar tidak saling salahkan, Jaga sikap kita di Media Sosial agar tetap membawa ketenangan dan kesejukan bagi orang lain. Tidak perlu teriak-teriak dan memposting postingan yang belum tentu kebenarannya “ Hoak “ dimedia sosial tentang “ CORONA “ karena cukup berdampak, bijaklah bermedia sosial, Baca, Teliti, cari Link atau sumbernya dan Kaji dampak Positive dan Negative jika ingin meng-share, mem-bagikan, mem-posting-nya, konsekwensinya ada pada diri Anda sendiri karena APH (Aparat Penegak Hukum) akan mengambil tindakan tegas terhadap postingan-postingan yang meresahkan dan siap-siap tidak bisa menikmati kebebasan dunia nyata karena “ MERANA “ akibat ulah dunia Maya karena “ CORONA “.

Yang perlu diketahui dan di Share adalah Nomor Kontak “ MEDIA CENTER COVID-19 “ 
salah satunya, untuk Kabupaten Lombok Timur adalah 081977000117 dan 085338514489, dan kami yakin daerah anda pasti juga ada Media Centernya, . . . 

Semoga bermanfaat . . . 

Prayit H.Sl 21/03/20

Senin, 09 Maret 2020

CRIME OF PERBANKAN

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Cyber, Krimsus
Polda ntb

CRIME OF BANKING
(Kejahatan Perbankkan)

Tekhnologi punya peran penting dalam ekonomi Digital saat ini, dampak Positif dan Negatif-nya sama terasa. 
Pelaku Kejahatan dapat memanfaatkan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Digital yang saat ini sedang sama-sama kita Nikmati. Bagi pengguna Ponsel yang menggunakan jaringan Internet (Interconnection Network) harus tetap safety atau terjaga keamanan ponselnya.  
Terutama terhadap “ SIM CARD “ ponsel agar tetap Safety, demikian pentingnya Sim Card Ponsel yang anda miliki, karena dalam Sim Card ini semua data yang anda miliki bisa beralih ke orang lain dan bisa dipergunakan untuk kejahatan Modern “ Kejahatan Cyber “ atau Kejahatan Dunia Maya, mem-bobol rekening Bank melalui Mobile-Banking, Penipuan On Line, Hoak, Chat mesum dll. 
Bagi mereka-mereka yang menggunakan transaksi Per-Bank-kan melalui aplikasi “ Mobile Banking “, ponsel genggamnya tetap harus dalam pengawasan.

Sebuah modus kejahatan Per-Bank-kan dari pemanfaatan data pada Sistim Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dimiliki oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang datanya berhasil dikuasai oleh pelaku Kejahatan. Setelah data diperoleh, pelaku kejahatan kemudian membuat KTP palsu dengan menggunakan wajahnya. Mereka kemudian mendatangi gerai Telkomsel, XL Centre, Indosat dll untuk mendapatkan nomor ponsel korban. Pelaku kejahatan mengklaim ponsel hilang dan minta kartu SIM Card diganti dengan nomor yang sama. Nomor ponsel pun didapat. selanjutnya pelaku kejahatan “ Meretas “  dan mengambilalih alamat email dan menguras isi rekening Bank korban melalui aplikasi Mobile Banking yang ada dalam ponsel.

Yang menjadi pertanyaan kenapa dengan mudah mengganti SIM Card . . ???, dan 

Bukankah ada prosedur untuk menggantikan SIM Card seperti harus menyebutkan tiga nomor yang paling sering dihubungi atau foto copy kartu keluarga, . . .??

Ruby Alamsyah CEO & Chief Digital Forensic Indonesia, mencoba mengurai kasus pembobolan rekening bank dengan teknik “ SIM Swap Fraud “ atau pengambilalihan nomor ponsel untuk tujuan dan kepentingan Jahat.

Sebelum pelaku berhasil membobol Rekening seseorang, ada tiga tahap yang dilakukan oleh pelaku, yaitu  ; 

PERTAMA, Pelaku melakukan pendekatan ke korban di dunia Digital dikenal dengan Tekhnik  " PHISING " atau mengelabui korban untuk mendapatkan data-data pribadinya.
Modus ini dapat dilakukan melalui telepon menghubungi korban, SMS, maupun mengirim link palsu. Biasanya pelaku mengaku dari operator Bank, menelepon korban untuk verifikasi, bahwa ada transaksi mencurigakan sehingga perlu tahu “ username “ Mobile Banking korban,

KEDUA, setelah mendapatkan “ username ”, Pelaku mendatangi gerai operator tertentu dan berpura-pura telah kehilangan SIM Card. Dengan sudah berbekal data di tahap pertama, pelaku dapat mengisi formulir untuk mendapatkan kartu SIM Card nomor korban, dan

KETIGA, setelah mendapatkan SIM Card, pelaku men-download Aplikasi “ “ Mobile Banking “ yang digunakan korban, menggunakan “ username “ dan password untuk login ke aplikasi tersebut. Bahkan pelaku juga bisa melakukan reset password yang nantinya kode verifikasi dikirimkan lewat SMS.
Setelah berhasil mendapatkan “ Username “ dan Password, pelaku hanya tinggal mendapatkan Kode PIN untuk Transaksi per-Bank-kan di Mobil Banking.
Sudah Clear semuanya dan “ Akun “ berhasil dikuasai, ternyata setiap transaksi di Bank tersebut hanya perlu One Time Password atau “ OTP “ saja. Setelahnya pelaku tinggal memonitor keberadaan Korban melalui Media Sosial atau lainnya untuk mengetahui Jangkauan korban agar sulit bertindak cepat, saat itulah dilakukan transaksi-transaksi per-Bank-kan dengan leluasa,” jelasnya.

Dari penjelasan diatas bahwa dapat disimpulkan bahwa pada tahap Pertama “ Phising “ yaitu mengelabuhi korban untuk mendapat data pribadinya, celahnya ada pada pengguna atau Nasabah, pada Tahap kedua, Operator dikelabuhi dengan data-data yang didapat pelaku dari tekhnik Phising diatas dan di Tahap terakhir, ada celah dari Aplikasi yang di “ Bobol “.

Perlu diingat bahwa pelaku Kejahatan tidak harus memiliki alat atau  Software yang canggih, tapi semata-mata dari kejahatan ini adalah ke-tidaksadar-an korban terhadap data pribadi yang berhasil dikuasai Pelaku kejahatan dengan tekhnik “ Phising “ diatas.

Solusinya adalah selektif dan jangan mudah menginformasikan setiap  aktifitas di Media Sosial,  jika nomor ponsel tiba-tiba mendadak tidak aktif dan tidak bisa digunakan, segera hubungi operator nomor seluler untuk meminta konfirmasi. Dan jika mendadak Nomor HP tidak berfungsi, harus segera menghubungi Provider untuk mengetahui apakah nomor anda diambil alih oleh orang lain dengan ID Palsu atau tidak. 
Terpenting Bijak bermedia sosial, hati-hati dan waspada bahwa kejahatan Dunia Maya tidak jauh dari anda, salah satunya adalah me-manipulasi data " SIM CARD " yang merupakan awal dari kelahiran Kejahatan-kejahatan Cyber atau Dunia Maya tadi.

" THE MOTHER OF CYBER CRIME " 
Semoga bermanfaat, dikutip dari berbagai sumber

Prayit H.Sl 9/03/20

Selasa, 25 Februari 2020

CEPAT SEHAT " MAAM " . . .

CEPAT SEHAT “ MAAM “, . . . . 

Dari sini, ruang sempit ber-AC kini aku mengerti dan pahami
Bahwa, . . . . 
Nilai sehat sungguh sangat berharga untuk hidup ber-kelanjutan, dan
Yakinlah sehat dan sakit adalah milik semua orang yang berdetak jantung-nya

Dingin ruangan membuat aku sadar, ternyata 
Berjuang meraih ke-hangatan sebenarnya adalah semangat tanpa padam demi tetap terjaga-nya asa

Ruang sempit dingin membuat aku tak ragu

Bahwa memang yang luas adalah hati dengan penuh  ke-SABAR-an dan ke-IKHLAS-an

Mengingatkan Aku pada pesan berharga 
Bahwa Kesehatan adalah Anugerah paling mahal yang harus tetap terjaga

Do’a dalam sujud malamku agar kau kembali mendapatkan ANUGERAH berharga itu, yaitu “ SEHAT “ dari-Nya

Sakit menjadi pengingat Bahwa Sehat adalah harta yang tak ternilai

Cepat sehat “ MAAM “, . . . . . 

Aku tetap disini, 
Iya disisini ber-DUA, diruang sempit ber-AC menemanimu, . . . .

Prayit H.Sl 25/02/20

Rabu, 19 Februari 2020

MAU INVESTASI, . . . . ???, tunggu . . .!!!

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus
Polda ntb

MAU INVESTASI, . . . ????, 
tunggu . . . !!!

Sembari menyeruput kopi di Kantin belakang kantor dan memainkan Touchscreen layar HP menjelajah Dunia maya, berbagai postingan dimedia sosial, Facebook, IG, Twiter, MiChat, WeChat, LINE, LinkedIn dll dapat dinikmati pagi itu sesekali sambil melanjutkan me-nyeruput Kopi. Apa yang menjadi trending saat itu, saat itu pula langsung bisa kita nikmati Link beritanya, walau terkadang narasi atau caption-nya agak sedikit menggoda.  

Pagi itu mataku tertuju pada postingan yang membuatku sedikit tertarik dengan Caption 
“ Iye2 lonto isin berita 😴😴😴 “ dengan link berita Radar Lombok.co.id dengan judul “ Waspada tawaran Investasi mengatasnamakan HIPO berdalih Donasi “ 
Berbicara “ INVESTASI “, kembali kita tengok kebelakang beberapa perusahaan Investasi yang berurusan dengan APH (Aparat Penegak Hukum), . .
- PT. GCG (Guardian Capital Group) perusahan Malaysia ini bergerak dibidang Investasi Keuangan dan Property dengan bonus yang menggiurkan. 
- Koperasi Pendawa Mandiri Group (PMG) yang heboh pada tahun 2017 ternyata pendirinya adalah seorang Tukang Bubur.
- PT. KAMPOENG KURMA (KP) dengan menawarkan Investasi Syariah. Masyarakat ditawarkan menjual kavling tanah yang didalamnya sudah ditanami pohon kurma, dan nantinya hasil akan dibagikan kepada pemilik Kavling dan jika kavling tersebut dijual akan mendapat keuntungan berlipat, ini adalah investasi ulung berbungkus “ AGAMA “. Dan 
- Investasi PT. KAM and KAM dengan Aplikasi “ MeMiles “ yang menggunakan Skema Ponzi yaitu Membayarkan keuntungan kepada Investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh Investor berikutnya atau Piramid Skin yaitu menjanjikan pembayaran atau jasa apabila berhasil merekrut orang lain untuk bergabung, kata lain,  masyarakat diminta aktif bergerak untuk mendapatkan Member-member baru jika sudah mendaftar melalui Aplikasi “ MeMiles “, system yang akan memandunya untuk bisa sampai Login hingga diberikan petunjuk untuk mencari member Baru (Member Get Member) dengan tujuan financial dari Member baru ini nantinya akan dipergunakan untuk membayarkan “ BONUS “ bagi member yang lebih dulu, begitu seterusnya.
Pola ini harus terjadi terus menerus agar Bonus tetap terjaga dan dapat terbayarkan, Skema ini memang menuntut kerja keras member terus mendapatkan Member baru, jika macet dan tidak mendapatkan Member baru maka skema ini akan hancur atau tidak berjalan, karena tidak adanya Financial dari member yang akan digunakan untuk membayar “ BONUS “. 
-   Dll, . . . .

Bagaimana dengan “ HIPO “ Himpunan Pengusaha On Line, . . . . ?????

Yang jelas bahwa Polda NTB melalui Kabid Humas Kombes Artanto bahwa “ Polda NTB gandeng OJK usut Investasi HIPO berkedok Donasi “ dan akan segera melakukan pertemuan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan SWI (Satgas Waspada Investasi), untuk membahas maraknya Investasi Bodong yang bisa merugikan banyak orang, sebagaimana yang telah terjadi diatas (GCG, Koperasi Pendawa Mandiri Group, PT. Kampung Kurma Syariah dan PT. Kam and Kam yang lebih dikenal dengan MeMiles dan sejenisnya), Kita tunggu hasilnya, . . . . . . 

Terlepas dari semua itu bahwa masyarakat tetap dituntut untuk tetap teliti dan waspada dengan Modus-modus “ INVESTASI “ dengan iming-iming atau janji-janji dengan imbalan Tinggi, (Bonus umroh, Rumah, Mobil dll) yang tidak sebanding dengan jumlah investasi yang diikuti. Harus kritis pada setiap Investasi yang memberikan Imbalan hasil cukup Tinggi, kira-kira dengan “ LOGIKA “ ini  masuk akal atau tidak.
Untuk itu mari mainkan “ LOGIKA “ kita agar terhindar dari Investasi yang akan merugikan kita. 

Ini salah satu dampak dari Perkembangan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Digital yang saat ini sedang kita alami, tidak di Dunia nyata saja kejahatan itu ada tapi di Dunia Maya pun kejahatan “ CYBER “ jauh lebih beragam. Ingat “ Hati-hati dan Waspada “ . . . . !!!!

Nutrisi-nutrisi Informasi penting dan Positive dengan mengangkat Potensi yang lagi trend didunia Maya selalu tersaji tidak lain agar masyarakat mengetahui bahwa Kejahatan Dunia Maya itu ada dan tidak jauh dari kehidupan Kita yang saat ini sedang menikmati Internet dengan mudah, korban bisa diri sendiri bahkan pelakunya-pun juga bisa diri sendiri. Harapannya Bijaklah ber-media Sosial.

Tak terasa ternyata “ Kopi “ itu sudah cukup dingin, tidak enak lagi diseruput, lebih “ PASS “ diminum sebelum meninggalkan tempat.

Semoga bermanfaat, . . .

Prayit H,Sl 20/02/20