Minggu, 22 Desember 2019

SOPO KANG NANDUR . . .

Adanya siang dan malam, adanya Senang dan Susah, adanya laki-laki dan Wanita, adanya sakit dan Sehat, adanya kehidupan dan Kematian dan lain sebagainya. Saya kira semua sadar bahwa inilah hukum alam yang tidak mungkin mampu menghindarinya.

Tidak kalah penting bahwa salah satu Hukum Alam yang sudah diwariskan oleh Leluhur rupanya masih relevan di Zaman milenial sekarang ini, mengingatkan, agar semua kita mampu menjaga lisan, tulisan, Etika dan estetika, sikap dan sifat. Yang dalam Falsafahnya sudah sering sama-sama kita dengar, “ SOPO KANG NANDUR BAKALE NGUNDUH “, Siapa yang menanam pasti akan memanennya demikian kira-kira artinya . . .

Fenomena, Hukum Alam ini banyak terjadi di Zaman Milenial saat ini, bukan karena tidak lagi yang memiliki teladan, panutan karena memang yang diteladani semakin berkurang dan sedikit bahkan mungkin mendekati kelangkaan. Tidak heran yang seharusnya diteladani banyak tersangkut masalah “ HUKUM “ karena Lisan dan tulisan nya, Korupsi dan Narkotika karena perbuatannya, KDRT dan Penjahat kelamin karena tabiatnya. Pada akhirnya memunculkan ulama-ulama dan atau ustadz-ustadz dadakan di media sosial, hebatnya mereka serba mampu dan seolah-olah sebagai yang paling tahu, “ Gogling “ adalah maha gurunya, segala pertanyaan bisa dijawabnya, segala sesuatu dikomentari entah cukup ilmu atau tidak. Apalagi urusan share, upload, mem-bagikan tautan pastinya “ Terdepan “ tak mau ketinggalan, sampai lupa dan tidak “ Nyadar “ tentang rekam jejak masa lalunya yang belum pulih Integritasnya. Diharapkan Media mem- blouw -up membawa kesejukan “ malah “ bak kompor gas menambah panasnya suasana atas kepentingan.

Yaaaaa, . . . Kembali ke Hukum Alam diatas dengan Falsafahnya “ SOPO KANG NANDUR BAKALE NGUNDUH “. Karma itu ada . . . Begitulah kira-kira Agama mengingatkan.

#damaiituindah
#indahitusejuk
#kesejukkansuritauladanhidup

(Phsl)

PEMBOHONG

Kekuasaan itu cenderung Jahat dan kekuasaan yang terlalu lama cenderung lebih jahat lagi jika diperolehnya dengan cara tidak sehat als “ JAHAT “ pula. 
Dan semua orang cenderung menjadi pembantah, bahkan untuk sebuah kritikan yang positif, apalagi sebuah tuduhan serius yang berimplikasi kepada hukum, akan lebih keras lagi, jika diberikan peluang. 

Sementara Bangsa yang korupnya berjama’ah bukan karena pendidikan formal anak bangsanya yang rendah, tetapi karena pendidikan moralnya yang tertinggal, dan tidak ada yang lebih merusak dibandingkan anak pintar yang tumbuh Jahat, karena tidak ada yang menjadi Panutan, karena yang seharusnya jadi panutan lisannya tidak terjaga.

Orang-orang pintar dan Jahat sulit diperbaiki walaupun sudah dihukum puluhan tahun, berharaplah dari generasi berikutnya perbaikan akan datang. Istri, anak dan anggota keluarga lainnya bisa menjadi motivasi besar kebaikan, dan sebaliknya bisa menjadi penyebab sebuah kejahatan jika salah mendidik, maka jadilah “ GURU “ digugu dan ditiru, tetap men-suarakan ke-Jujur-an dan bukan “ PEMBOHONG “, . . . Yang menjadi trending akhir-akhir ini.

Hanya mengingatkan, siapapun yang suka ber-Bohong, ketika ia berkata Jujur justru dikatakan Bohong. 
Semoga semua kita tidak termasuk diantara yang suka berbohong, . .  . 

#hoaxpenyakit
#hoaxmenular

Phtl.sl

POLITIK <> AGAMA

POLITIK <> AGAMA

Politik lebih menekankan pada aturan main dalam perebutan singgasana setelahnya bagi-bagi “ ANG PAO “ jabatan dalam konteks kehidupan ber – Negara bagi yang memenangkan kontestasi, lumrah dan hal yang sudah biasa usai pesta Demokrasi, lebih suka saya menyebutnya “ Babu “ als Balas Budi. 
Sementara Agama Ajarannya lebih menekankan pada ke-Iman-an, ritual tentang ke-Ibadah-an, dan yang paling utama adalah meng-ajarkan “ MORALITAS “. Apapun Keyakinannya mau Islam, Kristen, Hindhu, Budha, Kong hu Chu dlnya. 

Ketika Agama masuk kedalam ranah politik maka kontestasi akan terlihat nampak sehat, indah dan terasa sejuk tidak hiruk pikuk menebar Hoak, kebencian, pembunuhan karakter karena para politikusnya paham tentang “ MORALITAS “ yang telah agama ajarkan.

Berbeda jika para politikus-nya memanfaatkan Agama sebagai sarana politiknya untuk mencapai tujuan maka Agama tetap Agama yang selalu dalam koridornya, sejuk tanpa perubahan, hanya umatnya yang setiap saat termobilisasi karena sifat sensitivenya mampu dimanfaatkan para Politik-kus untuk menjadi komoditas yang laris manis untuk diperdagangkan demi kekuasaan. 

Memang sentimen agama sangat efektif untuk membangun solidaritas massa sesaat yang bersifat reaktif, bahkan boleh dikatakan radikal, namun terkadang sangat ironis begitu masive pergerakannya ada tokoh penggeraknya tersandung kasus “ HOAX “, tertangkap karena korupsi, Chat mesum dll. 

Sejurus pembelaan sudah pasti, dalil-dalil pembenaran pun muncul untuk mempengaruhi opini Publik, bahkan ayat-pun di publis, hingga sesama Kyai-pun berbeda dalil, sesama Ustadz saling mencerca, rupanya mereka ingin menjadi terdepan walau sumber ilmu yang digalinya sama, Alqur’an dan Hadist, justru yang lebih menarik " New pendatang " Ustadz-ustadz Sosmed baru membaca sampul mengajinya sudah melebihi Kyai, Tuan Guru, Ustadz sesungguhnya, referensinya cukup berguru ke mbah “ Goegle “ insya allah semua problem teratasi. Menurutnya, . . . .

Ini yang dinamakan ambisi besar, kompetensi kecil. Lebih cilakanya, citra dan martabat agama jadi ternoda karena hanya dijadikan alat atau batu loncatan untuk meraih kekuasaan semata. 

Walau tidak dapat dipungkiri dalam dunia politik sesungguhnya tak ada yang terbebaskan dari pengaruh agama. Hanya saja formulasi peran dan keterlibatan agama dalam politik yang berbeda. Saat-saat ini keterlibatan Politik-kus yang memanfaatkan Agama lebih besar dari pada Agama sebagai sang Maha Guru “ Moralitas “ nya, dampak-nya-pun sangat terasa. “ Gaduh “, Al maidah Gaduh, Bendera HTI Gaduh.

“ Gaduh ko’ sedikit-sedikit “ kata Cak Lontong, . . .

Inilah jika Agama dibawa ke ranah politik, seharusnya Agama cukup sebagai keyakinan hidup dan pedoman Moral, baik dalam ranah individu maupun kehidupan sosial. Tidak berarti agama tidak memiliki pengaruh dalam proses politik. Hubungan agama dan politik itu senantiasa menyatu, sekalipun hal ini juga menimbulkan problem politik sangat serius yang belum selesai hingga kini.

Pendek kata, “ Politik-kus yang hebat punya Moralitas sebagaimana Agama Ajarkan bukan memanfaatkan areal  sensitive Agama untuk meraih Kekuasaan “ 

#damaiituindah
#nkrittpdihati

PhSl medio (04/11/18)

IMAN

IMAN terkadang gampang-gampang susah mendifinisikannya apalagi dikaitkan dengan Keyakinan. Pada prinsipnya IMAN itu adalah Percaya. Percaya dengan cara membenarkan sesuatu dalam hati, kemudian diucapkan oleh lisan dan dikerjakan dengan Amal Perbuatan.

Kalau dalam Islam Iman ini ada enam rukunnya ( Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-kitabnya, Iman kepada para Rasul, Iman pada hari Akhir dan Iman kepada Takdir )

Berkaitan dengan IMAN, bagi kebanyakan muslim Fanatis, setiap orang diluar Islam adalah Kafir bahkan sudah berkembang jika yang tidak sama atau se-alir-an walau sama keyakinannya-pun dikatakan Kafir, sepertinya mereka-mereka sendiri pemilik Iman,  Yaaa, . . . . dibenarkan saja yang penting sudah masuk difinisi Iman diatas dari pada ribet entar didemo berjilid-jilid atau dipersekusi. Maka tidaklah heran bila komunitas orang Kafir tambah meningkat jumlahnya jika dikaitkan dengan ke-Iman-nan. 

Saat Muslim ke Masjid ber-ibadah, ke Mekah berhaji, berpuasa dll, orang mengatakan bahwa itu salah satu akibat dari dorongan “ Iman “.
Pada moment yang sama apa yang mendorong Umat Nasrani ke Gereja, Umat Hindu ke Pura, Umat Budha ke Vihara dll jika bukan “ Iman “ . . . . . !!!

Iman bagi umat Muslim memang berbeda, berbeda dengan Umat lain, tapi mereka juga memiliki “ Iman “ menurut keyakinannya
Tidak ada satu orang pun menghabiskan waktu sepanjang hidupnya mengunjungi rumah ibadah tanpa adanya Keyakinan dalam dirinya bahwa itu Benar dan Bermanfaat, kalau bukan Iman, Iman bagi mereka-mereka yang beragama. 

Kini di Tahun Baru 2019 akan diuji ke-iman-an umat ber-agama terutama yang repot secara ekstrim meng-haram-kan, men-swiping bahkan melarang dengan tujuan men-sepi-kan Tahun Baru Masehi. Mudahan bukan karena preasure dan dikatakan tidak Islami. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Biarlah kami mengambil resiko untuk tidak mematuhinya, karena setiap tahunnya kami tidak ketinggalan dan selalu hadir merayakan Tahun Baru Masehi bersama mereka-mereka yang sama kurang peduli atas himbauan atau mungkin dianggap kurang punya “ Iman “. Sebuah prinsip yang penting mereka-mereka yang merayakannya bisa aman dan nyaman dengan kehadiran kami ditengah-tengah mereka.

Demikian sebaliknya walau tidak ada himbauan men-sepi-kan Tahun Baru Hijriah, kami pun juga tak peduli tetap juga meluangkan waktu hadir disetiap tahunnya untuk menikmati dan merayakan Tahun Baru Hijriah bersama mereka-mereka yang ber “ IMAN “, tujuannya sama agar mereka terjaga Aman dan Nyaman.

“ SELAMAT TAHUN BARU 2019 MASEHI  SEMOGA DI TAHUN BARU BERSAMAAN DENGAN TAHUN POLITIK INI BISA TERLALUI DENGAN  AMAN, DAMAI DAN NKRI TETAP JAYA “ . . . . AMIIN

#hanyaberdo’asmgnewyearshjnlebat
#amannyamansbhharapan
#happynewyears

(PHsl)

POLITIK " SUMRINGAH "

“ Sumringah “ kira-kira itulah,  bahasa Jawanya kurang lebih artinya “ Bahagia “ 

Sumringah menunjukkan kebahagiaan yang sangat besar, berbunga-bunga dan nampak jelas diwajah pelakunya. Pelaku bisa tampak tersenyum sangat lebar, mukanya berseri disaat Ia “ Sumringah “.

Biasanya dialami bagi mereka-mereka yang baru berkeluarga, menanti kelahiran buah hati pertamanya bahkan bagi yang sudah berumur, menunggu kelahiran cucu pertamanya. Bukan itu saja masih banyak Sumringah-sumringah lainnya.

Adalah impian semua orang, apalagi dikaitkan memiliki keluarga Bahagia. Tidak semua tahu bagaimana mewujudkannya dengan Indah agar tetap Sumringah. Kunci yang sangat sederhana dari keluarga Bahagia tiada lain adalah Kebersamaan. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, jika setiap anggota keluarga meng-usaha-kan dan menikmati kebersamaan, soo pasti masing-masing dari mereka akan merasa bahagia baik secara pribadi atau dapat membahagiakan anggota yang lain. Jadi wajah tetap “ Sumringah “ karena ke-harmonisan-nya.

Kebersamaan tadi bisa diwujudkan dengan berbagai macam cara agar tetap Sumringah, makan dan bersenda gurau bersama anak dan cucu, car free day dll, . . Sudah barang tentu saling membantu jika ada salah satu anggota keluarga membutuhkan pertolongan, disini dapat terlihat bahwa waktu yang ada menjadi berharga dan ter-nikmati dengan indah hingga wajah tetap “ Sumringah “. Insya Allah akan nampak lebih muda dari usia sebenarnya, . . . . 

Bagaimana dengan yang sudah berkeluarga kemudian berpisah . . . . ? 
Mungkin mereka punya kebahagiaan yang lain menurutnya, tidak sebahagia yang saya maksud diatas, . . .

Berbahagialah dan tetaplah “ Sumringah “ dengan keluarga yang kita miliki tentunya yang utuh dan penuh kebersamaan. Karena keluarga adalah barometer untuk melihat sukses atau tidaknya seorang kepala keluarga mengendalikannya. 

Tidak heran jika kini " KELUARGA " menjadi Trending topik dalam kontestasi Politik saat ini selain " AGAMA " untuk meraih simpati konstituennya, sungguh beruntung yang memiliki keluarga Sakinah, Mawadah dan warrahmah. 

Jika masa lalu ada Surah “ Al Maidah “  sebagai komoditas Politik, kini ada “ JAN ETHES SRINARENDRA “ sebagai komoditasnya, 
begitu pentingkah Keluarga ???, . . . . . . .

Aaah sudahlah, . . .  Tersenyum dan “ SUMRINGAH “ lah agar terlihat tetap muda dari usianya, . .

#abaikanpltk
#mbo’sbrsjhlg

Phsl 31/01/19

MBOK SABAR NOMINATOR CAWAPRES

MBOK SABAR NOMINATOR CAWAPRES

Oleh : Prayit Hariyanto (091)


Tidak banyak Bicara walau menjadi Nominator Cawapres Bapak Jokowi, dari awal namanya sering disebut-sebut, bahkan Lembaga survey resmi maupun lembaga survey abal-abal selalu menempatkan elektabilitasnya cukup tinggi dari lainnya. 
Sayang di detik-detik terakhir namanya menghilang dari daftar nominator Cawapres Bapak Jokowi, apakah beliau sakit hati, " nggak ", ngomong sana, ngomong sini juga " nggak ", apalagi fitnah sana fitnah sini pastinya " nggak juga ", diundang ILC pun beliau menjawabnya dengan santai " nanti undang saya kalau sudah Kontestasi Pilpres selesai, biar nggak tambah gaduh karena provokasi-provokasi Anda Bang, . . maksudnya Bang Karni ", . . . .
Luar biasa ini yang dinamakan Negarawan/ti sejati, beliau Ikhlas, cukup mengalah dan menjalani kehidupannya seperti biasa santai, berpositif thinking, . . .  mungkin ada yang lebih baik dari dirinya untuk menjadi pendamping Bapak Jokowi. Akhirnya beliau memutuskan untuk kembali kehabitatnya sebagai penjual Rujak cingur, beliaulah " MBOK SABAR " . . . . . Phsl 

@ojosrius

MBOK SABAR " MENUNGGU "

MBOK SABAR " MENUNGGU "


Masih Energik diusianya, wanita 64 tahun ini tergolong terlambat terjun didunia politik, ya mau dibilang apa, . . mungkin  karena panggilan jiwa akibat gerai “ Rujak Cingur “ nya yang meng- Indonesia bahkan men- dunia akhir-akhir ini membuat “ Mbok Sabar “ sangat, terkenal, tenar bahkan kesohor hingga akhirnya berani menerjuni dunia Politik, Ilmu dan pengalaman yang didapat dari almarhum suaminya “ Ben Sabar “ baru dapat diterapkan sekarang ini di Pilpres 2019. Tujuh belas tahun hidup sendiri membuatnya menjadi wanita tangguh, lobi-lobi politik telah ia lakukan ala SPG hingga puncaknya menjadi bursa calon wapres mendampingi Bapak Jokowi dengan elektabilitas cukup mencengangkan lawan-lawannya. Sayang beliau terlalu lugu hingga elektabilitasnya terjun bebas hanya karena alasan sepele “ mahar Politik “, Beliau Mungkin nggak punya kekayaan 500 M sampai dengan  1 T untuk memuluskan keinginannya. Apalagi merubah dari pedagang Rujak Cingur menjadi rujak buah. Beliau hanya seorang Mbok Sabar dengan motto RKS nya als Rajin Kerja pasti sukses.
Kini tinggal satu menggantungkan harapannya yaitu “ MENUNGGU “ beliau sadar bahwa pekerjaan ini sangat membosankan. Bukan “ Mbok Sabar “ kalau enggak Sabar. 
Beliau mulai ber-manuver dengan penuh Harap . . . . ., Orientasi blusukannya berubah 180 derajat, dulu ke pasar-pasar, ke Got-got kini ke toko cosmetik, ke salon-salon kecantikan, ke butik-butik bahkan rajin konsultasi ke Dokter ahli kecantikan, ketika ditanya beliau hanya menjawab “ jangan Kepo “ aacchh, . . . sambil mengibaskan rambutnya yang hitam, sepertinya habis disemir. 
Bukan “ Mbok Sabar “ kalau nggak membuat Sensasi. Membuat Rasa penasaran  pendukungnya, termasuk saya sendiri. 
Penasaran, . . . !!!!
" Menunggu " apa kira-kira Mbok Sabar, . . . . ???

 @bstbksdri

CATATAN RINGAN

CATATAN RINGAN


Memang seru masa-masa kampanye pemilihan Presiden RI dalam dua periode pemilihan ini, apakah karena faktor remact atau memang faktor lain, mungkin pembaca yang lebih faham . . . ., karena tak bisa dipungkiri kontestasi ini telah meningkatkan suhu politik pemilihan Presiden di Negara tercinta “ Indonesia “.

Perbedaan pilihan Kandidat, visi misi, dan karakter kandidat tak hanya memanaskan lawan politik tapi juga kehidupan sosial ber-Negara. Ketegangan demi ketegangan sangat terasa, maaf, . . . . jika mungkin kebetulan membuka media sosial. Banyak Netizen yang mendadak “ Sok “ paling tahu politik dengan menuliskan sejumlah pujian untuk jagoannya dan cemoohan pada kandidat lain.
Perbedaan pilihan Kandidat dan persepsi politik sangat berbahaya pada mereka-mereka yang hanya memahami dari dasar atau permukaannya saja. Bahkan lebih dari itu, kondisi ini jadi semakin parah ketika dukungan bergulir menjadi suatu provokasi karena kurangnya Pengetahuan dan Adab yang mumpuni dalam menghadapi sebuah  perbedaan oleh konstituennya.

Lengkap pula-lah ketika Kandidat yang saling menjatuhkan lewat umpatan, debat, dan sindiran. Ditambah situasi tidak semakin membaik, oleh faktor-faktor banyaknya mereka-mereka yang berbeda pilihan sering menggunakan kata yang mungkin kurang “ ADAB “ dalam kehidupan sosial ber-Negara yang ditinggalkan para leluhur. 

Kampret, Cebong, Bodoh, Idiot, Dungu, budeg, Plonga-plongo dan pen-Jilat selalu menghiasi media sosial dengan saling balas diantara para pilihan kandidat, semua dianggap hal biasa. Dalam kondisi pemilihan Presiden seperti ini tidak menutup kemungkinan bisa menjauhkan, Teman, Sahabat, saudara dan bahkan keluarga. . . . . . 😭😭

Semoga ini tidak berlangsung hingga usai pemilihan Presiden, beda pilihan adalah hal yang wajar dan siapapun yang terpilih adalah yang terbaik buat Bangsa ini. NKRI tetap harus terjaga.

PHSL 19/03/19

KELUARGA ADALAH BAGIAN DARI KEBAHAGIAAN

Suasana rumah akan lebih menyenangkan jika diisi oleh “ KELUARGA “ yang bahagia dan menghangatkan. Apalagi, Keluarga adalah “ HARTA “ tak ternilai yang terus selalu men-suport, men-dukung dan peduli terhadap ke-suksesan yang Kita Raih
Semua Kita, tentu ingin melihat bahwa Ke-bahagia-an keluarga terus selalu terjaga. Namun, untuk mem-bahagiakan keluarga, setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk meraih dan me-wujudkan-nya. 
Apalagi dihadapkan dengan hari-hari yang begitu panjang dan sibuk dengan rutinitas pekerja-an yang penat dan menjemukan, ditambah lagi tidak mendapatkan-nya cukup waktu bersama keluarga. Akan menambah stress dan meningkatkan Emosional yang berbeda di setiap orang-nya.

Disinilah peran Keluarga sebagai, penyejuk, pendingin sebagai penyeimbang atas Kerja keras yang kita lakukan, karena Kerja Keras yang kita lakukan tiada lain tujuannya hanya untuk “ KEBAHAGIAAN “ Keluarga, Anak, Istri, dll 

Berikan waktu untuk bisa berbahagia bersama Mereka, Kebersamaan bersamanya membuat lebih dekat dengan pasangan dan Anak-anak. Kuncinya sesulit apapun harus dapat mewujudkannya.

Sesukses apapun seseorang bisa dilihat dari bagaimana hebatnya mereka-mereka itu berada ditengah-tengah keluarganya, . . . 

Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki Keluarga .  . . . ???, merekapun juga dapat Bahagia dengan “ Cara “ nya

#Bhgiaituindah
Phsl 26/03/19

Sabtu, 21 Desember 2019

NGGEDABRUS

NGGEDABRUS


Dalam pergaulan, ketrampilan berbicara, ber-tutur kata dan ber-bahasa sangatlah  penting. Biasanya orang yang ucapanya selalu menyakitkan tentu tidak disenangi oleh teman atau kawan-kawannya, pun demikian orang yang banyak bicaranya " nggedabrus ", suka menjurus pada hal-hal buruk, jorok, porno, resek bahkan suka menyudutkan atau mem-bully orang. 

Apa yang diucapkan langsung atau tulisan-tulisan yang diposting dimedsos itulah diantara gambaran dalam kehidupan sehari-harinya. Memang untuk menjadi se-orang yang menarik kita perlu berbicara yang baik, bertutur yang baik, ber-bahasa yang baik dan bahkan ber-pikir baik pula, memang angel, ora gampang, ora biso sempurno, sing penting wis berbuat apik se-apik-apik'e sing awa'e iso. Ben ora dapat julukan menungso " Nggedabrus ".

Memang menjadi karakter menarik dan terpuji itu berkaitan sangat erat karo Ati (qolbu). Iso wae orang yang memiliki pengetahuan yang dalam, agama yang tinggi, tetapi ora  duwe karakter terpuji. sebaliknya, biso jadi orang yang pengetahuannya ora okeh, Agamane sodo kurang pas-pasan, karena ke-shalehan-nya, justru diberikan Anugrah olehNya karakter mulia lan terpuji. Wis sing penting duwe Adab lan Akhlaq paling utomo.

phsl 26/08/19

#edisiagustusan
#damailahnegriku

Rabu, 18 Desember 2019

SAMA INDAHNYA

Itulah indahnya Dunia, begitu terbit sang surya semua penghuninya “ MUAR “ menjalankan aktifitas rutin harian untuk meraih berbagai menu yang tersaji didalamnya dari buruk, baik, Indah sampai mencari RidhloNya. Itu “ Nyata “. Buruh, tani, sopir, ASN, Tni, Polri, Ustadz, Kyai, para pelaku kejahatan dll, mereka-mereka itu pe-nyeimbang antara baik dan buruk di Dunia yang memang harus saling mengisi dan menasehati, . . . 

Bahkan pada musimnya tidak sedikit yang ingin Jadi Pejabat dengan mencari jalan pintas menjadi Tim Sukses mengesampingkan Aqidah, merasa paling beragama ternyata perbuatannya tidak mencerminkan seorang Agamais, Korupsi dll.
Yang pasti tidak banyak orang yang melakukan Kejahatan dibandingkan yang melakukan  kebaikan. Tidak sedikit juga yang sedang sakit berusaha untuk segera sembuh agar bisa kembali beraktifitas menikmati serba serbi Dunia dengan berbagai menunya. Begitulah kira-kira yang tidak bisa dielakkan.
Tidak sedikit pula yang memikirkan SyurgaNya dengan cara masing-masing sebagaimana telah diajarkan oleh keyakinan yang diyakini oleh mereka yang punya keyakinan.

Ketika tiba waktunya ber-ibadah, semua kita beranjak dari tempat untuk menuju ke tempat  per-ibadatan-nya masing-masing, maaf bagi yang taat, bukan “ Ngopi “. Semua kita sepertinya juga beramal, bersedekah ala masing-masing, yang mungkin juga kita tidak saling tahu kecuali “ Nya “ Tuhan YME. Dunia sangat sekali Indah untuk semua kita Nikmati apalagi SyurgaNya.

Hanya sedikit tergelitik atas tulisan setengah bertanya “ Kenapa kita perebutkan Dunia yg sempit,  Syorga yg sangat luas malah kurang menarik “. . . . ?? 

Memperebutkan dunia memang nyata sedang memperebutkan Syurga adalah Ibadah yang tidak harus diketahui oleh setiap orang kecuali “ Nya “, Allah Tuhan YME, sayang ketika mereka yang sudah tahu dan faham Nikmatnya Syurga, mereka-mereka masih enggan berangkat duluan. Masih saja tetap berebut jabatan, bahkan me-ribut-kan sesuatu yang seharusnya tidak perlu diributkan padahal itu urusan dunia yang sempit ini, . . . 

Men-sederhana-kan bahwa Dunia diciptakan oleh Allah Tuhan YME adalah salah satu syarat untuk memperoleh SyurgaNya ketika lulus atas ujian-ujianNya, . . . 

Semoga semua kita tetap selalu dalam RidhloNya, Bahagia di dunia dan mendapatkan bahagia di SyurgaNya, . . . Amiin

#amiin
#phsl17/04/19

ALLAHUAKBAR - HOLOPIS KUNTUL BARIS

ALLAHUAKBA HOLOPIS KUNTUL BARIS


Kesadaran berbangsa dan bernegara merosot ke titik kulminasi terendah manakala kesadaran berpolitik dan ber-Kuasa dominan. Menjadi sangat meng-khawatirkan ketika informasi yang dipasok tim sukses dengan narasi dan diterima rakyat pemilih ternyata " Beracun ". Bermuatan Fitnah, Adu domba, syak wasangka dan Ranjau " Boooom " meledak saat diinjak.
Keluarga, perkawanan dan persahabatan berada dalam keadaan tidak  N y a m a n ketika bicara jurang Politik. Tak sedikit yang mengeluh ke-harmonisan-nya dengan kerabat menjadi berantakan sejak bedanya pendapat dalam pilihan. Ada juga yang mendadak arif dan bijak ketika berpolitik, sampai-sampai orang dekatnya hampir tak mengenal lagi atas perubahannya. Yang jelas Politik menyediakan topeng beraneka ragam watak dan terus menerus memproduksi topeng baru dan mendesainnya setiap  kurun waktu dalam lima tahun sekali.

Tidak ada kawan abadi dalam Politik, ber-seberangan-pun bukan berarti tak bisa menyeberang. Jembatan sudah disiapkan jika sewaktu-waktu realitas Politik menghendaki pindah haluan. Segalanya halal dalam Politik, dan ini bukan " KONON ". Rakyat hanya bisa bengong begitu cepat melihat partai pilihannya bersekongkol dengan partai lain yang berlawanan arah dan arus politiknya.

Selain Kotor, Politik juga Konon menghalalkan segala cara. Toh tidak ada dalil hukum langit yang diterapkan untuk mengadili perebutan kekuasaan di bumi, wajar jika Politik-tikus tidak takut dosa politiknya. Walau menabrak Nalar dan rasa, mereka-mereka mainkan isue Suku, Agama, Ras, Etnis dan Aliran. Akhirnya membuat repot warga bagsa yang lain, Aparat Keamanan POLRI dan TNI dalam posision dilematis. Semangatnya bukan lagi semangat " 45 " , namun berubah menjadi semangat  ber-Jihad, jihad sesamanya tapi takut mati. Disini Allahuakbar, disana Allahuakbar, tak ketinggalan Aparatnya pun juga  Allahuakbar. Terus Allahuakbar yang mana, . . . . . ????, betapa mulianya jika pekikan allahuakbar itu  disatukan untuk ber " HOLOPIS KUNTUL BARIS " dalam membangun Bangsa dan Negara tercinta ini. NKRI tetap dihati.

phsl-cm 29/05/19

Selasa, 17 Desember 2019

MAGIC MUSRHOOM & PIDANA-NYA

Magic Mushroom adalah salah satu jenis jamur yang tergolong ke dalam jenis narkoba, mengapa ?, . . . . . Karena jamur ini ketika dikonsumsi membuat yang mengkomsusinya merasakan sensasi baru, sama halnya ketika mengonsumsi Narkoba.
Hal yang perlu kita ketahui tentang Mushrooms ini yaitu jamur yang hanya tumbuh di atas Kotoran hewan di kotoran sapi, kuda, bahkan banteng, Mushrooms bukan jenis jamur yang biasa dikonsumsi, melainkan jamur yang dapat menimbulkan " HALUSINASI " sama halnya ketika mengkonsumsi " Narkoba ". 
Jamur ajaib istilah lain dari Magic Mushrooms ini di dalamnya mengandung zat aktif bernama psilosibina dan atau Psilocina. Zat itu masuk ke dalam narkotika jenis alamiah atau yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan alami. Siapapun yang mengonsumsinya akan mengalami distorsi visual atau perubahan perilaku secara nyata, jadi apa yang dia pikirkan itu langsung dilakukan dengan hiperaktif Artinya efek negatif yang ditimbulkan jika mengonsumsi Jamur ini adalah memiliki halusinasi tingkat tinggi sesuai dengan situasi psikologis saat mengkonsumsinya. Sang pengguna bahkan tidak dapat menyadari apa yang dilakukannya salah atau benar di mata orang lain. Kondisi inilah yang memicu beragam tindakan menyimpang lainnya. Semua itu akibat dari Zat bernama Psilosibina dan Psilocin yang ada dalam kandungan Jamur Ajaib ini yang dampaknya melebihi Narkotika jenis Ganja. Ungkap pakar Kimia-Farmasi BNN Kombes Mufti Djusrin
Kini Regulasi telah menetapkan bahwa " MAGIC MUSHROOM " (Psilocybin Mushroom), atau yang lebih di kenal dengan Jamur kotoran Sapi atau Kerbau masuk dalam Narkotika golongan I Nomor Urut 46 Lampiran I dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mulai dua tahun lalu tepatnya 1 Januari 2015 dan Aparat penegak Hukum sudah bisa menjerat Pengedar maupun penggunanya.

Sanksi Hukumnya sama dengan Ganja, karena kandungan Zat alaminya beda-beda tipis dengan narkotika jenis Ganja dan ancaman hukumannya bisa sampai 20 tahun penjara.

Semoga bermanfaat

(01/11/2017 Prayit H, SH)

Minggu, 15 Desember 2019

SONTOLOYO

Karena sesuatu kita kadang ter-ingat ke masa lalu “ Kenangan “, meski pahit atau mungkin manis, jangan biarkan kenangan itu memudar bahkan jangan berharap hilang dari ingatan, meng-hargai  kenangan sama dengan tidak melupakan tentang kehidupan masa lalu.
Inilah yang mengingatkan-ku, ternyata masih ada dan tanpa sengaja aku menjumpai kejadian langka zaman Milenial ini, tidak aku sia-siakan momen Indah ini, berhenti sejenak kemudian  meng-abadikan-nya sambil berkhayal ke masa puluhan tahun lalu ketika Aku masih kecil. 

Yaa, Presiden RI Bpk Ir. Joko Widodo “ pernah menyebutnya sebagai “ Sontoloyo “ kepada lawan Politiknya yang terlalu Gemes meng-halangi program-program kerjanya. Mungkin betul, mungkin juga tidak.

Jika betul wajar “ Sontoloyo “ dilekatkan kepadanya. Padahal “ Sontoloyo “ adalah sebutan lain dari seorang pengembala Itik atau Bebek, seorang Sontoloyo biasanya mengembalakan beratus-ratus ekor Itik atau Bebek dengan cara berpindah mengikuti musim panen padi dihamparan persawahan. 

Ketika rombongan ratusan Itik atau Bebek meyulitkan orang lain saat menyeberangi jalan atau lainnya, orang yang kurang kesabarannya akan mengumpatnya dengan kata “ Dasar Sontoloyo “. Kira-kira itu konotasi Negatifnya dan bisa dijabarkan sesuai selera masing-masing. 

Yang jelas, Kenangan adalah guru untuk membangun masa depan prosesnya membutuhkan ke-sabar-an, Jangan sampai ada yang mengumpat “ Dasar Sontoloyo “ karena kurang Sabar untuk menggapainya, . . .  

Prayit H.Sl medio 16/12/18

HANYA PERASAAN

Maraknya Demo akhir-akhir ini, indikatif besar kemungkinan karena mereka-mereka dirundung “ PERASAAN “, hanya Perasaan belum beruntung, hampir putus asa tapi belum mau untuk mengalah atau menyerah. Padahal dalam kontestasi itu konsekwensinya adalah siap berjuang kembali bila belum mendapat ke-beruntung-an. Dan hal yang sama dilakukan bagi yang beruntung untuk sama-sama berjuang membangun sebuah Bangsa dan Negara. Bukankah membangun sebuah Bangsa dan Negara tidak harus menjadi bagian dari yang beruntung itu, . . . . ???
Justru yang terjadi malah Expresi ketidak ber-untung-an dan ke-putus-asa-an yang berujud sedemikian me-nggeli-kan, Demonstrasi berseri-seri seru, seperti Sutradara John Mc Tiernan ketika membuat Film “ DIE HARD I “  nya Bruce Willis yang menguasai Box Office Begitu sukses, Die Hard II, III dibuatnya, Padahal di setiap seri-nya belum tentu se-beruntung Pada Die Hard sebelumnya. Jangan dong ketika filmnya tidak menguasai Box Office kemudian  menyalahkan Sutradaranya “ Terminator “  . . .. . . . . . . !!!!

Inilah kira-kira gambaran jika menganggap diri “ BESAR “ sejatinya adalah Kecil, sementara yang dianggap “ KECIL “ sejatinya dialah yang paling Besar.
Ternyata belum menjamin ber-ilmu tinggi dan berwawasan luas faham tentang “ MORALITAS “, Narasi-narasinya seharusnya membawa kesejukan, justru ini sebaliknya narasi-narasi yang sejuk dan “ Moralitas “ baik diajarkan oleh mereka-mereka yang Rendah Ilmu dan sempit wawawasan.

Apakah ini yang dikatakan perubahan “ PERADABAN “ . . . . ??? Wallahu A'lam Bishawab 

Phsl 29/06/19

CHILD GROOMING

CHILD GROOMING 
(Pelecehan Seksual terhadap Anak) 

oleh. : Prayit Hariyanto, SH, Kanit II Cyber Polda Ntb 

Apa itu Child Grooming ??? .  . .
Pernah mendengar istilah Child Grooming, . . ?? . . . . Pastinya, nggak banyak dari kita mengetahui atau pernah mendengar istilah ini kalau tidak terungkap Kasusnya " Prasetya Devano alias Defans alias Pras (27) dikawasan Jakarta Barat " Sebenarnya, Child Grooming adalah istilah yang mengarah kepada kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak. Targetnya adalah anak-anak usia 9 hingga 15 tahun.
Adapun alasan kedok kejahatan ini disebut sebagai Grooming, lantaran pelakunya sendiri yang dengan bangga menobatkan dirinya sebagai seorang groomer (Perawat atau pengasuh), Didalam bahasa Inggris grooming diambil dari kata dasar groom. Secara garis besar diartikan menyambut atau memberikan perawatan, mengurus dan memberikan rasa percaya diri agar merasa lebih prima dan nyaman dalam asuhannya.

Tetapi, tidak dalam kasus pelecehan seksual “ Child Grooming ” yang makin marak belakangan ini. Mereka, para predator anak tidak hanya mengincar korban baik Anak laki-laki maupun Anak Perempuan melalui pertemanan di dunia nyata, namun kini merambah melalui Media Sosial hingga Game Online.
Baru-baru ini telah terungkap dan tertangkap seorang pelaku “ Child Grooming “ Prasetya Devano alias Defans alias Pras (27) dikawasan Jakarta Barat ", Ia ditangkap saat sedang menyapa dan  menjalankan aksinya melalui aplikasi Game Online  “ HAGO “. Hago sendiri adalah sejenis Game yang bisa diakses tidak hanya oleh anak, tetapi juga orang Dewasa. Jadi, sudah bisa dibayangkan bahaya me-ngerikan yang mengintai anak-anak kita di dunia Maya.

Mau tahu seberapa bahaya-nya, . .?? 

Bahaya karena aplikasi Game Online bernama “ HAGO “ memungkinkan para pemainnya dapat saling bertukar nomor telepon seluler mereka. Kesempatan inilah yang digunakan pelaku untuk mengantongi nomor-nomor calon korbannya, dan nantinya untuk dihubungi, lalu ber-lanjut ber-komunikasi via video call. Pada saat video call tersebutlah pelaku mengajak korbannya untuk melakukan perbuatan yang mengarah pada tindakan ASUSILA . . . !

Pelaku juga men-coba me-ngajak korban untuk melakukan Seks menggunakan WhatsApp Call. Pelaku memberitahu dan atau  mengajak korban untuk sampai buka pakaian, tunjukkan kemaluan, dan juga me-ngajak atau mengarahkan korban melakukan Masturbasi. Bejat dan keji, karena pelaku si Groomer ini juga merekam semuanya, . . . . !! Rekaman tersebut kemudian digunakan pelaku me-meras korban untuk kembali melakukan perbuatan yang sama. Bahkan dalam beberapa kasus rekaman tersebut disebarkan melalui grup WhatsApp (WA) internal mereka. 
Tidak cukup sampai disini jika ada janjian pertemuan maka video tersebut dijadikan Ber-gaining untuk melakukan hubungan Seksual dengan si Korban, dan jikalau menolak Video tersebut akan disebar luaskan. Ancam si Groomer

Benar, kita tidak mungkin mengelak dari perkembangan zaman. Dimana di dalam kehidupan sehari-hari dunia maya semakin menjadi bagian dalam kehidupan dunia nyata. Demikian juga dengan anak-anak kita yang semakin dituntut dalam aktivitas sekolahnya melibatkan internet untuk menuntaskan tugas sekolahnya.

Dunia maya pun kini bagi anak-anak dijadikan dunia nyata untuk mengisi kekosongan atau sekedar bermain “ Game Online “. Refreshing, begitu anak-anak zaman sekarang membela dirinya. 
Tetapi, seperti juga dunia nyata, dunia maya juga tidak luput dari kejahatan. Tragisnya, orangtua banyak yang lalai mengenai hal ini.
Seramnya bahaya yang mengintai anak-anak kita karena aksi bejat dari pelaku Child Grooming sangat tidak terbayangkan oleh kita, meminjam istilah Kombes Iwan K Dirkrimsus Polda Metro ketika memberikan penjelasan kepada awak Media

Yuuup, kini para predator anak tidak hanya mengincar korban di dunia nyata, tetapi juga melalui media sosial hingga Game Online. Betapa mengerikannya bahaya yang mengintai sementara sebagian orang-tua berpikir dengan asumsinya masing-masing bahwa sang anak terlihat aman dan nyaman karena sibuk bermain Game. “ It looks nice and safe ” kira-kira begitu mungkin yang ada dipikiran sekilas orang tua sang anak.

Tetapi, ternyata anda salah . . . . !!!
Kesibukan yang membutakan Para Orang tua bisa menjadi boomerang. Percayalah, sekarang ini, justru semua yang terlihat baik-baik saja harus lebih di khawatirkan, karena bukan tidak mungkin menjadi “ Booom “ waktu. Sebagai orang tua dihimbau mampu membaca kondisi anak agar bisa mencegah kemungkinan anak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Kejahatan dunia maya itu justru lebih mengerikan karena tidak dibatasi ruang dan waktu, sehingga semua menjadi sangat mungkin terjadi. Karena tampak terlihat “ Diaaaam “ nya pengguna Media sosial. Inilah dampak kemajuan Ilmu Pengetahuan tekhnologi Komunikasi Digitel dan Internet saat ini.

Bagaimana pencegahannya . . . ?

Beberapa masukan yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan dan referensi sebagai bentuk parental control ( Kontrol orang tua ) atau pencegahannya,  adalah:

• Pertama, mengaktifkan fitur parental control, yaitu pengaktifan fitur pembatasan dalam aplikasi media sosial. Bisa di Download di Play Store
• Kedua, aktif mengarahkan atau membimbing anaknya yang belum cukup umur dalam mengakses internet.
• Ketiga, tidak membiarkan anak melakukan aktifitas di internet sendirian, terutama anak di bawah umur 15 tahun, bahkan juga usia sampai 17 tahun (masih usia anak).
• Keempat, mengajak peran serta pendidik memberikan pengertian mengenai internet dan bahaya yang mengintai.
• Kelima, jangan menutupi kejahatan jika melihat indikasi adanya kejahatan.

Saran Kami, jangan pernah menggantikan waktu dan peran pengasuhan kita kepada Game atau permainan Online. Miris karena semakin sering didapati orang tua yang membiarkan anak mengisi waktunya di dunia maya tanpa pendampingan dan pengarahan yang tepat. 

Bagaimanapun peran orang tua tidak bisa ter-gantikan, karena ada interaksi dan nilai-nilai Adab  didalamnya. Jangan jadi konyol membiarkan kemajuan Ilmu Pengetahuan tekhnologi komunikasi Digitel dan Internet justru menggeser posisi kita sebagai orang tua.

Ingat dan waspada “ CHILD GROOMING “ adalah modus Kejahatan Modern Seksual melalui Game Online “ Hago “. 
Mari jaga Putra dan putri kita dari pengaruh Kejahatan Media Sosial ini,

Semoga bermanfaat, . . . 

PHSl, 31/07/2019

MANYAR

" Manyar " itu migrasi meninggalkan kebisingan sumbang isi semesta, rajutan-rajutan cantik dan indah ia tinggalkan sebagai kenangan ber-sejarah jika suatu waktu pernah ber-diam diri bersama mereka-mereka yang berisik mengganggu ketentramanya. 
Ulet, terampil dan pekerja keras bersama komunitasnya untuk ber-holopis kuntul baris  membangun kembali rajutan nan cantik dan Indah yang ia tinggalkan sebagai kenangan sejarah. 
" Manyar "  itu memilih ketinggian meng-hindar-kan kebisingan tak ber-adab, ber-estetika dan ber-etika mengganggu karyanya. Pengalaman telah me-ngajarkan-nya.

" Ulin " adalah salah satu pohon  pijakan kokoh yang Ia pilih sebagai tempat kembali mengukir sejarah dengan merajut Anyaman nan-cantik dan Indah untuk berdiam dan berkicau merdu, meng-hipnotis penikmatnya dengan nyaman. 
Pelan dan pasti kini kebisingan itu mulai menjalar kemana-mana mengikuti bak akar " Tuba " terluka yang airnya mengalir sebagai polusi, meracuni otak-otak sehat atas Eusideroxylon Zwageri nama lain pohon " Ulin " pilihan  Manyar untuk berdiam tentram.

Mudahan benih pohon menjalar itu tak terbawa serta  migrasinya " Manyar ", demi menjaga Ulin tetap kokoh dan sehat tidak terganggu tumbuhnya Tuba disekitarnya, biarlah cukup dari ke-jauh-an  kebisingan itu sayup-sayup terdengar, . . . . 

(Phsl 28/08/19)

#edisiagustusan
#damailahbgsdannegeriku

SABAR DAN SUKSES

Jika kita ingin menemukan kata “ SABAR “ seringlah membaca Biografi orang-orang “ SUKSES “ karena perjalanan hidupnya bisa dijadikan inspiratif untuk meraih ke-sukses-an bukan kepada mereka-mereka yang banyak Bicara. Biografi Prof. Dr. Tahir seorang keturunan Tionghoa. Meskipun Beliau lahir dari anak seorang pembuat becak, kini beliau salah satu dari orang terkaya di Indonesia, beberapa kejadian buruk pernah dialami dalam perjalanan hidupnya, karena ke-sabar-an itu yang membawa kesuksesan dalam Bisnisnya, “ Mayapada Group “ miliknya mampu memberikan pelayanan sosial kepada orang-orang yang belum se-beruntung dirinya. Kesuksesannya adalah Akumulasi dari rasa “ SABAR “ yang diiringi Usaha dan Kerja keras membuat yang telah merendahkannya tercengang.
Halnya Lailatul Qomariyah walau seorang putri dari pasangan pangayuh Becak dan buruh tani, Ia mampu meraih S1, S2 dan S3, buah dari kerja keras dan ke-sabar-an yang dilakoninya, Laila Qomariyah ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Tercatat melalui topik Disertasi-nya, ia berhasil menyelesaikan program ” DOKTORAL “nya dengan IPK 4.0, ia adalah salah satu dari peraih gelar “ Doktor “ diusia Muda 27 tahun di Indonesia.

Maka tidak heran jika Bapak Ir. H. Joko Widodo Anak Tukang Meuble atau tukang kayu inipun bisa sukses menjadi seorang “ PRESIDEN “ berkat ke-“ SABAR “-an-nya. Beliau Sukses karena mampu melakukan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, bahkan tidak bisa dilakukan oleh orang-orang Besar yang punya omong Besar.

Saya yakin bahwa tokoh dalam tulisan saya tersebut diatas adalah mereka-mereka pekerja keras, Ulet dan Irit bicara kaya Karya. Disinilah kita menemukan kata “ SABAR “ sesungguhnya.
Mereka ber-sabar karena mampu mengendalikan diri, menguatkan diri, tidak lemah oleh terjalnya masalah, tetap kuat, semangat dan meng-AMAL-kan sikap Positif, karena sikap Positif mampu men-jaga " LISAN dan TULISAN " apapun latar belakang gelar yang dimiliki, . . .

selamat beraktifitas 

Phsl 20/09/19

BERTEMAN-LAH DGN ORANG BAIK

Bertemanlah dengan orang yang baik, Insya allah akan membawa kepada sifat yang baik pula. karena teman mempengaruhi karakter seseorang, dilingkungan teman yang baik akan membawa kita pada kebaikan-kebaikan, demikian sebaliknya dilingkungan teman yang buruk akan membawa keburukan-keburukan, dilingkungan terakhir ini tugas " IMAN " kita cukup berat karena harus memfilternya.

 Apalagi di Era Millinial, era kemajuan Ilmu,Pengetahuan, Tekhnologi, Komunikasi, informasi dan Digitel tidak semua orang harus dijadikan teman apalagi teman dekat. Di Media sosial biasanya banyak yang ingin berteman apalagi profilnya Macho, Cantik sudah barang tentu ada yang ingin mengenalnya mulai dari teman, dari teman-teman kita (mutual friend) sampai ada yang hanya sekedar Iseng meng-add (menambahkan) pertemanan. Diantara mereka ada yang benar-benar ingin berteman dan tidak jarang ada yang berniat tidak baik setelah berteman, menandai dengan postingan-postingan yang tidak kita inginkan, numpang Promo Produk-produk " Obat " kuat dll. ini yang harus dijaga.

Apa siiiih yang tidak bisa dilakukan di Era Modern sekarang ini,  . . . !!! , ada saja orang yang ingin mengambil keuntungan dengan memanfaatkan Tekhnologi digitel hanya untuk hal-hal yang tidak baik, membagikan, meng-upload dan meng-share berita-berita Hoaks dengan narasi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. 

Tulisan diatas adalah sebuah Narasi rasa khawatir atas obrolan di group keluarga “ FAMILY ❤” yang ber-anggotakan Orang Tua, tiga anak-anak dan Bulek. Saat Sang putra dari Jogya memposting ajakan dalam pamflet “ UII Libur, libur . . . Kuliah pindah ke Gajayan . . . . ..  . . Gajayan memanggil “, tak ketinggalan sang putripun membalas dengan postingan “ Kosongkan Kelas-kelas perkuliahan dialihkan ke Gedung DPRD “, . . . . 

Tidak berlebihan jika rasa khawatir itu ada ketika kedua buah hati ini salah dalam memilih teman atau kawan, bisa jadi akan ikut-ikutan. Alhamdulillah rupanya keduanya masih memegang Norma, “ Adab “, etika dan estetika yang kami ajarkan selama ini. Dengan penjelasan-penjelasan dan pengalaman hidup yang kami alami dan rasakan,  . . . . saya hanya berprinsip bahwa “  Semakin banyaknya kebaikan yang kita buat, semakin dekat kita pada ke-sukses-an dan Bahagia “ dan itu bisa diraih jika punya teman yang baik dan anak yang Sukses yang juga punya teman baik, . . . . 
Aamiin.   (Phsl 24/09/19)

DE-MENTALISASI

Karena punya Pemahaman bahwa dirinya yang paling benar dan yang lain tidak berkenan, maka metode Propaganda orang-orang seperti ini biasanya selalu menebar Fitnah, hembuskan desas-desus, ngerumpi Jari dengan menjelekkan Pemerintah dan lembaga-lembaga dibawahnya. Kok Konsisten dan Hoby sekali ngomongin kejelekan Pemerintah dan lembaga-lembaganya, apalagi terhadap teman sendiri,  . . . . .!!!
Berpegang pada tabiat seperti itu, wajar jika dimana orang-orang yang punya watak " Emprit " ini, akan selalu menyisakan persoalan. Mengingatkanku bahwa " Pohon yang kuat tumbuh ditanah yang subur ". Untuk itu jadilah Pribadi yang dibangun dengan Pondasi " MORAL " yang kokoh.

Lisan lembut, halus, santun seolah Kyai, Tuan Guru, ternyata Ustadz-pun bukan. Tulisan dan postingan-postinganya dengan kebencian yang meng-akar, sepertinya menunjukkan betapa sulit untuk diperbaiki mental dan moralnya walaupun di " De-mentalisasi atau di  de-moralisasi ".

Sebetulnya sangat mudah melihat, menerka, menebak bahkan mungkin me-mindai orang-orang yang punya sifat seperti itu. hati-hati bisa sekarang kawan besok akan jadi lawan, bisa Look back bagaimana rekam jejak masa lalunya. Integritasnya seperti apa. Ada yang terjatuh dilubang yang sama, ada juga yang terjatuh dilubang yang berbeda. Siapa saja menjadi korban, Bisa Pemerintah dan juga bisa kawannya sendiri. 
Hati-hati dengan orang seperti itu, sampah apa saja ditinggalkan “ Bau “. Kalau sudah tau bau yaaa, .  . . harus dijauhi, karena yang Bau itu suka merekrut orang-orang baru karena orang-orang lama sudah ditendanginya. Orang-orang baru itupun kelak akan ditendangnya pula.

Kita cukup melihat tingkahnya dari jauh seraya berbisik dan melantunkan Do'a, supaya cepat Insyaf. Kalau tidak insyaf cukup ditertawakan saja dan boleh ditoleh se-sekali untuk hiburan dikala senggang. Mungkin jika beruntung akan ditunjukkan olehNya bahwa mereka ini akan terjatuh di lubang yang ia buat Sendiri.

Phsl 16/10/19

#slmdamaiind

Sabtu, 14 Desember 2019

MEN-SEDERHANA-KAN HIDUP

Sebenarnya hidup ini begitu sangat sederhana, jika mengerti cara menikmatinya, tanpa harus mengada-ada.

Cukup menjalankan rutinitas keseharian dengan berusaha, bekerja seperti biasa dan menikmati hasilnya dengan rasa “ Syukur “ kepadaNya, jikapun ada kendala dan mungkin permasalahan bisa meletakan masalah pada tempatnya. Sabar, mengalah dan pada waktunya akan tersenyum bahagia, itu yang dijanjikanNya, jangan sampai terbawa sifat buruk membuat kita nampak lebih tua dari usia sesungguhnya.
Memang ending yang diinginkan tidak lepas dari campur tangan orang lain dimana tempat kita berinteraksi sehari-hari, bukan berarti keberhasilan itu barometernya bergantung kepada orang lain akan tetapi tetap pada diri sendiri yang fokus pada tujuan yang sangat berdampak pada kehidupan itu sendiri.
Jangan waktu dan energi kita sia-siakan hanya untuk hal-hal yang tidak penting, “ melihat teman senang, kita yang susah demikian sebaliknya ketika melihat teman susah kita bertepuk tangan bergebira “. Ini jauh dari tujuan hidup yang ingin digapai. men-sederhana-kan Komitmen jauh lebih penting untuk mengurangi beban fikiran dalam proses mencari tujuan hidup, tidak ikut-ikutan dalam komunitas mereka-mereka yang terbiasa per-gunjing-kan orang lain, mem-bully teman sendiri bahkan menjadi sumber “ HOAK “ atau Fitnah. Agar lebih optimal pada peran kita untuk fokus mencari tujuan hidup sesungguhnya.
Berkaitan dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi, komunikasi dan Informasi Digital dan mudahnya acces Internet, pengaruhnya cukup lumayan, “ HOAK “ menjadi problem yang berdampak luas jika tidak mampu mengelolanya. Tidak ada salahnya jika kita harus melindungi Otak kita dari berbagai Informasi yang mungkin men-distraksi kita. Tetap mengikuti Perkembangannya tapi dengan arief dan bijak memanfaatkannya. Tidak selayaknya semua Problem dalam kehidupan diselasaikan di Media Sosial Fb, IG, Twiter, WA, dll. Posting, Upload, Share dan bagi-kanlah hal atau sesuatu yang bermanfaat buat diri sendiri atau orang lain, jikapun tidak maka harus berjiwa ksatria mempertanggung jawabkan apa yang telah diposting di Medsos tadi. Peluang bermasalah di era “ DIGITAL “ jauh lebih besar dari pada era masa lampau. Disini men-sederhana-kan hidup yang diinginkan tidak tercapai.
“ But this is life “, . . . . yaaa nikmati saja perjalanannya dengan men-sederhana-kan Tujuan Hidup, men-sederhana-kan Komitmen dan men-sederhana-kan informasi digital yang me-“ MAPAR “ kita. Percayalah hidup Bahagia adalah hidup yang sederhana, sederhana sebagaimana yang ada dalam disetiap individu yang menjalaninya.

Semoga bermanfaat

Phsl 15/12/119
#newayudahtlpckbgr

Kamis, 12 Desember 2019

DUNIA MAYA

Di dunia ini, banyak hal yang memiliki dualisme, kedua sisinya saling berlawanan. halnya Tekhnologi Informasi dan Komunikasi yang diyakini sebagai hasil karya cipta peradapan manusia tertinggi pada zaman ini. 
Ibarat memiliki dua mata pisau yang saling berlawanan, Satu mata pisau dapat bermanfaat bagi banyak orang sedangkan mata pisau lainnya dapat menjadi sumber kerugian dan malapetaka bagi diri dan yang lainnya.
Dia-lah Interconnection-Networking yang biasa dikenal dengan istilah  " INTERNET " yang telah menciptakan New World yang dinamakan CYBERSPACE yaitu sebuah Dunia Komunikasi berbasis Computer yang menawarkan realitas berbentuk Virtual (tidak langsung dan tidak nyata) tapi seolah bahwa kita ada ditempat tersebut. semakin hari semakin meningkat perkembangannya baik Tekhnologi maupun Penggunanya tentunya dampak yang ditimbulkan-pun bisa positif dan Negatif. tergantung dari Moralitas penggunanya. Apapun dunianya semua kita harus tetap memiliki Etika, estetika dan Adab apalagi menggunakan Internet dan menikmati fasilitas “ DUNIA MAYA “ agar terhindar menjadi korban atau pelaku Kejahatan Dunia Cyber karena kelatahan " JARI ". semoga bermanfaat.  . . . 

Phsl 28/10/19

#warningjari

PAHLAWAN MASA KINI

Kenapa kita tidak bisa seperti Ki Hajar Dewantoro dengan Tut Wuri Handayaninya, RA Kartini dengan Habis Gelap terbitlah terang, Ir. Soekarno dengan Penyambung Lidah Rakyat dan DR Moh Hatta dengan soko guru perekonomian melalui koperasinya. Beliau-beliau adalah orang Besar dan Hebat yang lahir dimasa sulit. sulit Ekonomi, sulit Informasi dan sulit komunikasi. Beliaulah Pahlawan Kita.

Kita sebagai generasi penerusnya-pun harus lebih besar, hebat dan terkenal dari beliau-beliau karena tidak mengalami se-sulit masanya. 
Era Digital dengan kemajuan Komunikasi dan Informasi adalah salah satu sarana pendukungnya.

Dan di Era Digital ini kita juga bisa menjadi " Pahlawan Masa kini ", jika mampu mem-manfaat-kan kemajuan Tekhnologi, Komunikasi, informasi Digital dengan Baik dan Bijak.

Bijak bermedia sosial, mengetahui batasan-batasannya, mana yang bermanfaat dan tidak, mampu memfilternya untuk menghindari menjadi korban dan atau mungkin sebagai pelaku Kejahatan Dunia Maya. . . . berkaryalah di Era Digital untuk menjadi Pahlawan masa Kini

Intisari yang disampaikan ketika menjadi Narasumber dalam Seminar  " KEPAHLAWANAN ", Menjadi Guru Kompeten di Era Digital. di Gedung Budaya Unram yang diikuti 510 orang peserta. 
semoga bermanfaat . . . 

Phsl 14/11/2019

PENGETAHUAN ADALAH KEKUATAN



Tidak ada kata terlambat dan kata sia-sia dalam mencari sesuatu berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan, mungkin sering mendengar sebuah ungkapan “ Pengetahuan adalah Kekuatan “, ungkapan tersebut tak terbantahkan dan benar adanya walau belum begitu banyak yang memahami seberapa pentingnya “ Pengetahuan “ tersebut.
Sebetulnya pengetahuan inilah yang membuat semua kita mampu berpikir dengan jernih dan menghindarkan atau setidaknya me-minimal-kan dari berbagai kesalahan-kesalahan. Terkadang kita mempunyai masalah dengan Pengetahuan ini karena keterlambatan mendapatkan “ KESEMPATAN “ walau pada dasarnya bahwa Pengetahuan itu bisa diperoleh dengan cara Otodidak. Sesungguhnya sangat beruntung dengan Ilmu yang didapatkan dari bangku sekolah bisa membantu lebih sukses karena mempunyai ilmu Dasar yang bisa dipergunakan kedepannya walau ke-legalitas-annya terkadang masih diragukan. Karena Pengetahuan itu sangat penting bagi Kehidupan, maka dianjurkan untuk tetap belajar, belajar dan belajar walau menjelang hayat.

Dengan lebih banyak Belajar tidak hanya membantu mendapatkan nilai Plus tetapi juga membantu lebih bisa menilai diri sendiri dan orang lain dengan cara Bijak. Semakin banyak Pengetahuan yang di punya, semakin berwawasan luas dan bisa membuat menjadi pribadi yang jauh lebih baik, bukan malah sebaliknya, . . .

Dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi, Komunikasi, Informasi Digital dengan jaringan Interconnection Networking, bukan Harkamtibmas dunia nyata saja yang dijaga untuk menciptakan kenyamanan dalam kehidupan akan tetapi “ HARKAMTIBMAS DUNIA MAYA “ juga jauh lebih penting, Karena kecerdasan berpikir dengan Ilmu, pengetahuan, Tekhnologi, Komunikasi dan Informasi Digital  yang dimiliki seseorang  jika tidak Arief dan bijak,  maka jangan heran  dengan satu Click saja maka Harkamtibmas Dunia Maya akan hilang kenyamanannya dan berpengaruh besar terhadap Harkamtibmas “ DUNIA NYATA “. 
Mudahan dengan Ilmu dan pengetahuan Cyber dan Digital Forensik yang kami peroleh mampu menjaga kenyamanan Harkamtibmas Dunia Maya dan bisa  men-detec para pelakunya, pelaku Kejahatan Cyber. 

Phsl 12/12/2019   

Rabu, 11 Desember 2019

RUANG SEMPIT

Ruang itu tidak cukup luas untuk berbisik dan berisik mem-pergunjing-kan kawan, sia-sia buang energi, tidak tepat tempat lebih tepat untuk Instropeksi dan mawas diri. Karena pancaran " CAHAYA " yang keluar dari ruang yang tidak cukup luas itu tampak terlihat oleh orang sekitaran mana yang sesungguhnya Mutiara, Emas dan berlian, bukan lainnya . . . 

Phsl 11/12/2019

#Newayudahtlbgr

Rabu, 04 Desember 2019

INVES MORAL

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

INVES MORAL

Untuk bisa bertahan dan memperpanjang usia dalam kehidupan kita harus memperbanyak relasi, perbanyak kenalan, perbanyak teman karena-nya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Dan bisa jadi tanpa disengaja kita bertemu dengan orang yang mungkin tidak pernah kita pikirkan ternyata dia yang banyak membantu Kita. 
Dengan berkenalan kemudian dilanjutkan berbincang ringan dengan etik dan adab sudah bagian dari " INVESTASI " positif untuk memudahkan langkah hubungan kedepannya.

Dewasa ini, Era Digitel jauh lebih mudah dan gampang mencari Investasi tadi melalui penggunaan Jejaring sosial ( Social Network ), kita bisa bersilaturahmi baik secara virtual atau mungkin bisa faktual jika keduanya menghendaki. Ada juga teman baru yang disarankan oleh Media Sosial Fb secara outomatic baik yang kita kenal atau tidak, cukup Konfirmasi atau “ Add “, maka kita sudah bisa melihat Wall atau berandanya. Kata lain adalah “ Silaturahmi “, dan masih banyak Media sosial lainnya yang bisa dijadikan ajang silaturrahmi tadi. Twiter, IG, Michat, wechat, Wa, Massager dll. Pemanfaatan segala Media Sosial ini tentunya banyak pilihan kita untuk bersinergi, tinggal apakah mampu dan Bijak kita menggunakan Media Sosial tadi.

“ Banyak ide tumbuh menjadi lebih baik ketika dicangkokkan ke dalam fikiran orang lain, daripada tempat ide-ide awal itu tumbuh “ (OW Holmes).

Kira-kira seperti itu, dengan Silaturrahmi, kita bisa saling berbagi Ide bukan ber-caci dan maki, Kita dapat mendapatkan Ide terbaik untuk terus tumbuh dan berkembang bukan mendapat “ musuh “ or " lawan " sampai ber-keturun-nan. 
Dengan demikian, jika kita ingin mengubah hidup menjadi lebih baik agar bisa “ Survive “ maka bertukarlah Informasi dengan mereka-mereka yang memiliki satu visi yang sama pentingnya melalui “ Silaturahmi “, percayalah bahwa Kita akan jauh dari masalah baik secara Virtual di Dunia Maya ataupun Nyata di Dunia sesungguhnya.

Semoga bermanfaat, . . . 

Phsl 2019 Edition

Selasa, 03 Desember 2019

JAUHKAN DARI " CHARGER "

JAUHKAN DARI CHARGER

Tidak ada yang tidak ingin tenang, nyaman, aman dan damai dalam hidupnya, dalam menjalankan aktifitas rutin dalam kehidupannya, salah satu termasuk diantaranya adalah kami, memang tampak terlihat kontras dari hari-hari yang menegangkan kebelakang.

Sebenarnya ketika itu mereka-mereka tampak terlihat lemah dan sepertinya tidak punya daya, termasuk kami saat sedang menemaninya dilapangan, Was-was sudah barang tentu bagi kami, namun tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara jauh lebih penting dari pada keluarga,  buktinya berhari-hari bahkan berbulan-bulan kami tinggalkan Anak dan Istri, demi kebersamaan kami dengan mereka-mereka. Kami dan yang kami tinggalkan tetap selalu ber-do'a untuk keselamatan kami, bahkan mungkin mereka jauh lebih khawatir dari pada yang kami fikirkan. 
Dari awal sudah kami pesankan untuk jauhi TV dan baca berita untuk mengurangi kecemasannya.

Sementara yang lain ingin tetap menjaga eksistensinya dan salah satu cara yang paling mudah untuk tetap Eksis, yaaa . . . .  bersuara " BESAR ", Keras, yang penting teriak, Lantang sampai serak lalu Lemas. Besoknya jika sudah pulih, teriak lagi, bersuara keras lagi, laaaanntang. kembali lagi Lemas. Begitulah seterusnya sampai benar-benar lemas 

“ Alhamdulillah hirobbil alamin " , . . . . 

Energinya yang dipergunakan hanya untuk teriak-teriak keras sampai serak itu dapat kami atasi dengan ke-“ SABAR “-an sebagai pen-dengar yang baik, terkadang sedikit terluka, biasa . . . . . 

Walau yang lain merasa terganggu dan malu mendengarnya,  volumenya saja yang sering naik dan turun, samar terdengar  ber-gantung Alkalin, ABC atau Panasonik. Bahkan terkadang nampak sayup-sayup hingga tak terdengar sepi, Lengang ketika grafik menunjukan level merah dan tanda peringatan “ Low Battery “, entah dimana Chargernya, . . . 
Padahal jika “ seen backward “ dan dilacak benar, orang yang gemar teriak keras tadi belum tentu punya prilaku yang baik dan belum tentu juga punya tabiat moral yang bisa dipertanggungjawabkan. 
Ter-sadar ternyata suara Besar, teriakan, keras dan lantang adalah their work, halnya kami yang selalu rajin menemaninya di setiap keberadaan mereka.  yang memang harus dijauhkan dari “ CHARGER “-nya.

Sayang orang seperti ini jarang menjadi orang “ BESAR “, kecuali masuk ke sarang lebah dan sarang Kalajengking “ (meminjam istilah Puthut EA). . . 

Memang tidak ada yang sempurna, se-sempurna-Nya. Besar, keras dan lantang memang harus ada sebagai penyeimbang. Walau Aman, nyaman, tentram dan “ DAMAI “ adalah harapan Kita semua. 
  
Phsl 07/10/19

" 52 " TAHUN

Seiring . . .

Perjalanan waktu

catatan-nya tepat, jujur dan apa ada-nya

enam puluh detik dalam satu menit

enam puluh menit dalam satu jam

dua belas Jam dalam satu hari, dan

dua puluh empat Jam dalam satu hari, satu malam

Konsisten, pelan dan pasti, langkah-nya . . . .

Andaikan mencoba merenung,

Tentang

Waktu yang sudah lewat, . . .
Semua kita merasakan betapa cepat,
Waktu itu berlalu, dan . . . . 

Mustahil kembali lagi, . . . 

Kini sudah . . . . 

“ LIMA PULUH DUA “ tahun
Berlalu waktu terlewati . . . 

Ternyata ia adalah “ Aset “ berharga
dalam perjalanan hidup kami, 

Dengan catatan-catatan-nya, . . . . 

Semoga, diperjalanan waktu itu kami . . .

Tetap selalu dalam Ridhlo-Nya
mampu me-ngendalikan diri, . .. .
sukses bersama keluarga, . . .
hingga purna waktu yang telah menjadi  ke-tetapan-Nya, . . . . 

Aamiin, . . . .

Phsl 14/11/2019

GURUKU

Sebenarnya Aku sangat merindukannya
Rasanya ingin bersua walau sekejab
Mengenang Jasa yang telah diberikan
Tanpa mengharap balas apapun
Mereka-mereka adalah Pahlawan
Dalam
Setiap langkah suksesku
Iyaaa, . . . . 
mereka-lah Guru-guru-ku
Terima kasih
atas semuanya
Inilah wujud nyata 
dari . . . . 
hasil karya-mu

" Selamat Hari Guru "
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Phsl 25/11/2019

Senin, 02 Desember 2019

HIKMAH

Yang pada ujungnya akan ber-terima kasih pada mereka yang selalu mengusik hidup, terkadang membuat air mata mengalir deras dalam diam tanpa sadar, menyayat luka hingga ke relung qolbu, mengecewakan jiwa, menyalahkan, menghujat, mem-bully tanpa memandang iba dan Jeda bahkan ber-komentar-pun sesukanya. 
Pada akhirnya mereka-merekalah, ter-kadang membuat kita jauh lebih baik, lebih bijak, jauh me-langkah-kan kaki ter-depan meninggalkannya.

Karena mereka-mereka, kita jadi termotivasi untuk maju, bekerja keras, terus bersabar dan paling utama adalah mereka-mereka menguji ke-iman-an kita.

Jiwa yang sabar dalam Iman selalu memetik " Hikmah " dalam perjalanan hidup. " Smile and success " cara membalasnya, . . . 

smoga bermanfaat, . . . . 

Phsl 19/11/2019

Minggu, 01 Desember 2019

SANG MAHA ADIL

Jikapun ada yang buruk perlakuannya terhadap kita, selama tetap berbaik sangka dan selalu menebar hal baik sebaik yang kita bisa, entah dari mana arah kebaikan yang tidak disangka-sangka itu datang dari NYA.
Tanpa disadari keajaibanNya sering kita alami, ketidak beruntungan menurut orang lain, ketika ia mengabaikankannya tidak menutup kemungkinan membawa keberuntungan buat kita. Meng-ibarat-kan Datang Ikhlas pulang bawa Dulang, demikian sebaliknya, kira-kira seperti itulah jika memandang segala sesuatu dari " Enak " nya. 
Orang sering menyebutnya “ Sesuai Amal dan  perbuatan “ . . . 

Pastinya, hanya kebaikan yang akan membawa kita pada kenyataan hidup yang jauh lebih baik. Peka terhadap lingkungan, terutama yang paling sempit yaitu lingkungan kerja, disanalah ujian terberat, kita harus mampu menempatkan diri untuk mampu berbuat baik kepada siapapun walau terkadang mendapat perlakuan sebaliknya, jangan khawatir dan jangan dijadikan masalah. 
Yakinlah bahwa DIA akan menunjukkan sesuatu diluar kemampuan kita, bisa jadi dari orang lain dan keadaan lain yang belum pernah kita temui sebelumnya.

Percayalah sang Maha Adil suka dengan orang baik, . . . .
Semoga bermanfaat, . . . 

Phsl 27/11/2019

LATAH “ JARI “ . . . . ! ! !

Sebenarnya banyak manfaat yang dirasakan oleh setiap orang dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi, Komunikasi, Informasi dan Digital melalui Jaringan Internet (Interconnection - Networking) ini.
Mudahnya Akses Informasi dari semua penjuru dunia dan mudahnya jalinan Komunikasi antar sesama untuk merekatkan jalinan Silaturahmi, inilah salah satu atau salah dua dari manfaat itu. Namun seiring dengan berkembangnya, Internet ini tidak hanya memberikan manfaat secara positive, tapi juga memberikan dampak Negative terhadap para penggunanya.

Didunia Cyber dalam akun Social Media inilah semua kita harus Arief dan Bijak memanfaatkannya, karena ditempat ini setiap orang berhak mengeluarkan apapun yang ada dalam fikirannya dan mereka tuangkan dalam bentuk tulisan. Sayangnya, tanpa disadari bahwa apa yang mereka tulis untuk mengungkapkan sesuatu terkadang kurang “ ARIEF dan BIJAK “, sehingga munculah masalah akibat dari apa yang mereka tulis kemudian Posting membuat orang lain merasa dirugikan, Biasa dikenal dengan “ KEJAHATAN CYBER “ atau Kejahatan Dunia Maya. 
Salah satu yang sering terjadi adalah masalah “ Pencemaran Nama Baik “ seseorang. Karena prinsip dasar hidup kita adalah makhluk sosial yang selalu hidup dan berkembang bersama diantara kehidupan-kehidupan lainnya. Tentu harus bisa menjaga Interaksi diantara sesamanya baik didunia nyata maupun secara virtual. 

Seperti yang dialami Agus Mawardy dengan Akun “ Bima Mawardy “ karena kelatahan “ JARI “ nya dalam meng-ekspresi-kan fikiran Negatif membuat dirinya berurusan dengan Tim Cyber Polda NTB dan kini kasusnya ditahap ke II kan atau dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bima oleh Kejati NTB. Dia ditetapkan sebagai Tersangka karena dalam postingan Fb nya menyerang pribadi Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Dua alat bukti sudah cukup untuk menjeratnya dengan UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE, apalagi jika dilihat sebagaimana dalam pasal 184 KUHAP tentang Alat Bukti yang sah yaitu : 
(1) Keterangan saksi, 
(2) Keterangan ahli, 
(3) Surat, 
(4) Petunjuk, dan
(5) Keterangan terdakwa . .. . 

Untuk membuktikan bersalah atau tidak kita tunggu episode berikutnya dipersidangan.
Berkaca dari Kasus “ Agus Mawardy “ ini agar tidak terjadi Agus Mawardy-Agus Mawardy lain kami selalu mengajak, menghimbau dan mengingatkan melalui banyak tulisan-tulisan ringan kami di Social Media untuk hati-hati mengolah jari agar memanfaatkannya secara Arief dan Bijak, jika-pun ingin mencobanya,  kami siap membantu melancarkan jalan agar lancar proses Penegakkan Hukum-nya kalau mungkin itu dianggap jalan terbaik. . . . . 

Semoga bermanfaat

Phsl 29/11/2019