Minggu, 22 Desember 2019

SOPO KANG NANDUR . . .

Adanya siang dan malam, adanya Senang dan Susah, adanya laki-laki dan Wanita, adanya sakit dan Sehat, adanya kehidupan dan Kematian dan lain sebagainya. Saya kira semua sadar bahwa inilah hukum alam yang tidak mungkin mampu menghindarinya.

Tidak kalah penting bahwa salah satu Hukum Alam yang sudah diwariskan oleh Leluhur rupanya masih relevan di Zaman milenial sekarang ini, mengingatkan, agar semua kita mampu menjaga lisan, tulisan, Etika dan estetika, sikap dan sifat. Yang dalam Falsafahnya sudah sering sama-sama kita dengar, “ SOPO KANG NANDUR BAKALE NGUNDUH “, Siapa yang menanam pasti akan memanennya demikian kira-kira artinya . . .

Fenomena, Hukum Alam ini banyak terjadi di Zaman Milenial saat ini, bukan karena tidak lagi yang memiliki teladan, panutan karena memang yang diteladani semakin berkurang dan sedikit bahkan mungkin mendekati kelangkaan. Tidak heran yang seharusnya diteladani banyak tersangkut masalah “ HUKUM “ karena Lisan dan tulisan nya, Korupsi dan Narkotika karena perbuatannya, KDRT dan Penjahat kelamin karena tabiatnya. Pada akhirnya memunculkan ulama-ulama dan atau ustadz-ustadz dadakan di media sosial, hebatnya mereka serba mampu dan seolah-olah sebagai yang paling tahu, “ Gogling “ adalah maha gurunya, segala pertanyaan bisa dijawabnya, segala sesuatu dikomentari entah cukup ilmu atau tidak. Apalagi urusan share, upload, mem-bagikan tautan pastinya “ Terdepan “ tak mau ketinggalan, sampai lupa dan tidak “ Nyadar “ tentang rekam jejak masa lalunya yang belum pulih Integritasnya. Diharapkan Media mem- blouw -up membawa kesejukan “ malah “ bak kompor gas menambah panasnya suasana atas kepentingan.

Yaaaaa, . . . Kembali ke Hukum Alam diatas dengan Falsafahnya “ SOPO KANG NANDUR BAKALE NGUNDUH “. Karma itu ada . . . Begitulah kira-kira Agama mengingatkan.

#damaiituindah
#indahitusejuk
#kesejukkansuritauladanhidup

(Phsl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar