“ Sumringah “ kira-kira itulah, bahasa Jawanya kurang lebih artinya “ Bahagia “
Sumringah menunjukkan kebahagiaan yang sangat besar, berbunga-bunga dan nampak jelas diwajah pelakunya. Pelaku bisa tampak tersenyum sangat lebar, mukanya berseri disaat Ia “ Sumringah “.
Biasanya dialami bagi mereka-mereka yang baru berkeluarga, menanti kelahiran buah hati pertamanya bahkan bagi yang sudah berumur, menunggu kelahiran cucu pertamanya. Bukan itu saja masih banyak Sumringah-sumringah lainnya.
Adalah impian semua orang, apalagi dikaitkan memiliki keluarga Bahagia. Tidak semua tahu bagaimana mewujudkannya dengan Indah agar tetap Sumringah. Kunci yang sangat sederhana dari keluarga Bahagia tiada lain adalah Kebersamaan. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, jika setiap anggota keluarga meng-usaha-kan dan menikmati kebersamaan, soo pasti masing-masing dari mereka akan merasa bahagia baik secara pribadi atau dapat membahagiakan anggota yang lain. Jadi wajah tetap “ Sumringah “ karena ke-harmonisan-nya.
Kebersamaan tadi bisa diwujudkan dengan berbagai macam cara agar tetap Sumringah, makan dan bersenda gurau bersama anak dan cucu, car free day dll, . . Sudah barang tentu saling membantu jika ada salah satu anggota keluarga membutuhkan pertolongan, disini dapat terlihat bahwa waktu yang ada menjadi berharga dan ter-nikmati dengan indah hingga wajah tetap “ Sumringah “. Insya Allah akan nampak lebih muda dari usia sebenarnya, . . . .
Bagaimana dengan yang sudah berkeluarga kemudian berpisah . . . . ?
Mungkin mereka punya kebahagiaan yang lain menurutnya, tidak sebahagia yang saya maksud diatas, . . .
Berbahagialah dan tetaplah “ Sumringah “ dengan keluarga yang kita miliki tentunya yang utuh dan penuh kebersamaan. Karena keluarga adalah barometer untuk melihat sukses atau tidaknya seorang kepala keluarga mengendalikannya.
Tidak heran jika kini " KELUARGA " menjadi Trending topik dalam kontestasi Politik saat ini selain " AGAMA " untuk meraih simpati konstituennya, sungguh beruntung yang memiliki keluarga Sakinah, Mawadah dan warrahmah.
Jika masa lalu ada Surah “ Al Maidah “ sebagai komoditas Politik, kini ada “ JAN ETHES SRINARENDRA “ sebagai komoditasnya,
begitu pentingkah Keluarga ???, . . . . . . .
Aaah sudahlah, . . . Tersenyum dan “ SUMRINGAH “ lah agar terlihat tetap muda dari usianya, . .
#abaikanpltk
#mbo’sbrsjhlg
Phsl 31/01/19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar