IMAN terkadang gampang-gampang susah mendifinisikannya apalagi dikaitkan dengan Keyakinan. Pada prinsipnya IMAN itu adalah Percaya. Percaya dengan cara membenarkan sesuatu dalam hati, kemudian diucapkan oleh lisan dan dikerjakan dengan Amal Perbuatan.
Kalau dalam Islam Iman ini ada enam rukunnya ( Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-kitabnya, Iman kepada para Rasul, Iman pada hari Akhir dan Iman kepada Takdir )
Berkaitan dengan IMAN, bagi kebanyakan muslim Fanatis, setiap orang diluar Islam adalah Kafir bahkan sudah berkembang jika yang tidak sama atau se-alir-an walau sama keyakinannya-pun dikatakan Kafir, sepertinya mereka-mereka sendiri pemilik Iman, Yaaa, . . . . dibenarkan saja yang penting sudah masuk difinisi Iman diatas dari pada ribet entar didemo berjilid-jilid atau dipersekusi. Maka tidaklah heran bila komunitas orang Kafir tambah meningkat jumlahnya jika dikaitkan dengan ke-Iman-nan.
Saat Muslim ke Masjid ber-ibadah, ke Mekah berhaji, berpuasa dll, orang mengatakan bahwa itu salah satu akibat dari dorongan “ Iman “.
Pada moment yang sama apa yang mendorong Umat Nasrani ke Gereja, Umat Hindu ke Pura, Umat Budha ke Vihara dll jika bukan “ Iman “ . . . . . !!!
Iman bagi umat Muslim memang berbeda, berbeda dengan Umat lain, tapi mereka juga memiliki “ Iman “ menurut keyakinannya
Tidak ada satu orang pun menghabiskan waktu sepanjang hidupnya mengunjungi rumah ibadah tanpa adanya Keyakinan dalam dirinya bahwa itu Benar dan Bermanfaat, kalau bukan Iman, Iman bagi mereka-mereka yang beragama.
Kini di Tahun Baru 2019 akan diuji ke-iman-an umat ber-agama terutama yang repot secara ekstrim meng-haram-kan, men-swiping bahkan melarang dengan tujuan men-sepi-kan Tahun Baru Masehi. Mudahan bukan karena preasure dan dikatakan tidak Islami. Wallahu a’lam bish-shawabi.
Biarlah kami mengambil resiko untuk tidak mematuhinya, karena setiap tahunnya kami tidak ketinggalan dan selalu hadir merayakan Tahun Baru Masehi bersama mereka-mereka yang sama kurang peduli atas himbauan atau mungkin dianggap kurang punya “ Iman “. Sebuah prinsip yang penting mereka-mereka yang merayakannya bisa aman dan nyaman dengan kehadiran kami ditengah-tengah mereka.
Demikian sebaliknya walau tidak ada himbauan men-sepi-kan Tahun Baru Hijriah, kami pun juga tak peduli tetap juga meluangkan waktu hadir disetiap tahunnya untuk menikmati dan merayakan Tahun Baru Hijriah bersama mereka-mereka yang ber “ IMAN “, tujuannya sama agar mereka terjaga Aman dan Nyaman.
“ SELAMAT TAHUN BARU 2019 MASEHI SEMOGA DI TAHUN BARU BERSAMAAN DENGAN TAHUN POLITIK INI BISA TERLALUI DENGAN AMAN, DAMAI DAN NKRI TETAP JAYA “ . . . . AMIIN
#hanyaberdo’asmgnewyearshjnlebat
#amannyamansbhharapan
#happynewyears
(PHsl)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar