Selasa, 03 Desember 2019

JAUHKAN DARI " CHARGER "

JAUHKAN DARI CHARGER

Tidak ada yang tidak ingin tenang, nyaman, aman dan damai dalam hidupnya, dalam menjalankan aktifitas rutin dalam kehidupannya, salah satu termasuk diantaranya adalah kami, memang tampak terlihat kontras dari hari-hari yang menegangkan kebelakang.

Sebenarnya ketika itu mereka-mereka tampak terlihat lemah dan sepertinya tidak punya daya, termasuk kami saat sedang menemaninya dilapangan, Was-was sudah barang tentu bagi kami, namun tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara jauh lebih penting dari pada keluarga,  buktinya berhari-hari bahkan berbulan-bulan kami tinggalkan Anak dan Istri, demi kebersamaan kami dengan mereka-mereka. Kami dan yang kami tinggalkan tetap selalu ber-do'a untuk keselamatan kami, bahkan mungkin mereka jauh lebih khawatir dari pada yang kami fikirkan. 
Dari awal sudah kami pesankan untuk jauhi TV dan baca berita untuk mengurangi kecemasannya.

Sementara yang lain ingin tetap menjaga eksistensinya dan salah satu cara yang paling mudah untuk tetap Eksis, yaaa . . . .  bersuara " BESAR ", Keras, yang penting teriak, Lantang sampai serak lalu Lemas. Besoknya jika sudah pulih, teriak lagi, bersuara keras lagi, laaaanntang. kembali lagi Lemas. Begitulah seterusnya sampai benar-benar lemas 

“ Alhamdulillah hirobbil alamin " , . . . . 

Energinya yang dipergunakan hanya untuk teriak-teriak keras sampai serak itu dapat kami atasi dengan ke-“ SABAR “-an sebagai pen-dengar yang baik, terkadang sedikit terluka, biasa . . . . . 

Walau yang lain merasa terganggu dan malu mendengarnya,  volumenya saja yang sering naik dan turun, samar terdengar  ber-gantung Alkalin, ABC atau Panasonik. Bahkan terkadang nampak sayup-sayup hingga tak terdengar sepi, Lengang ketika grafik menunjukan level merah dan tanda peringatan “ Low Battery “, entah dimana Chargernya, . . . 
Padahal jika “ seen backward “ dan dilacak benar, orang yang gemar teriak keras tadi belum tentu punya prilaku yang baik dan belum tentu juga punya tabiat moral yang bisa dipertanggungjawabkan. 
Ter-sadar ternyata suara Besar, teriakan, keras dan lantang adalah their work, halnya kami yang selalu rajin menemaninya di setiap keberadaan mereka.  yang memang harus dijauhkan dari “ CHARGER “-nya.

Sayang orang seperti ini jarang menjadi orang “ BESAR “, kecuali masuk ke sarang lebah dan sarang Kalajengking “ (meminjam istilah Puthut EA). . . 

Memang tidak ada yang sempurna, se-sempurna-Nya. Besar, keras dan lantang memang harus ada sebagai penyeimbang. Walau Aman, nyaman, tentram dan “ DAMAI “ adalah harapan Kita semua. 
  
Phsl 07/10/19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar