ALLAHUAKBA HOLOPIS KUNTUL BARIS
Kesadaran berbangsa dan bernegara merosot ke titik kulminasi terendah manakala kesadaran berpolitik dan ber-Kuasa dominan. Menjadi sangat meng-khawatirkan ketika informasi yang dipasok tim sukses dengan narasi dan diterima rakyat pemilih ternyata " Beracun ". Bermuatan Fitnah, Adu domba, syak wasangka dan Ranjau " Boooom " meledak saat diinjak.
Keluarga, perkawanan dan persahabatan berada dalam keadaan tidak N y a m a n ketika bicara jurang Politik. Tak sedikit yang mengeluh ke-harmonisan-nya dengan kerabat menjadi berantakan sejak bedanya pendapat dalam pilihan. Ada juga yang mendadak arif dan bijak ketika berpolitik, sampai-sampai orang dekatnya hampir tak mengenal lagi atas perubahannya. Yang jelas Politik menyediakan topeng beraneka ragam watak dan terus menerus memproduksi topeng baru dan mendesainnya setiap kurun waktu dalam lima tahun sekali.
Tidak ada kawan abadi dalam Politik, ber-seberangan-pun bukan berarti tak bisa menyeberang. Jembatan sudah disiapkan jika sewaktu-waktu realitas Politik menghendaki pindah haluan. Segalanya halal dalam Politik, dan ini bukan " KONON ". Rakyat hanya bisa bengong begitu cepat melihat partai pilihannya bersekongkol dengan partai lain yang berlawanan arah dan arus politiknya.
Selain Kotor, Politik juga Konon menghalalkan segala cara. Toh tidak ada dalil hukum langit yang diterapkan untuk mengadili perebutan kekuasaan di bumi, wajar jika Politik-tikus tidak takut dosa politiknya. Walau menabrak Nalar dan rasa, mereka-mereka mainkan isue Suku, Agama, Ras, Etnis dan Aliran. Akhirnya membuat repot warga bagsa yang lain, Aparat Keamanan POLRI dan TNI dalam posision dilematis. Semangatnya bukan lagi semangat " 45 " , namun berubah menjadi semangat ber-Jihad, jihad sesamanya tapi takut mati. Disini Allahuakbar, disana Allahuakbar, tak ketinggalan Aparatnya pun juga Allahuakbar. Terus Allahuakbar yang mana, . . . . . ????, betapa mulianya jika pekikan allahuakbar itu disatukan untuk ber " HOLOPIS KUNTUL BARIS " dalam membangun Bangsa dan Negara tercinta ini. NKRI tetap dihati.
phsl-cm 29/05/19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar