CATATAN RINGAN
Memang seru masa-masa kampanye pemilihan Presiden RI dalam dua periode pemilihan ini, apakah karena faktor remact atau memang faktor lain, mungkin pembaca yang lebih faham . . . ., karena tak bisa dipungkiri kontestasi ini telah meningkatkan suhu politik pemilihan Presiden di Negara tercinta “ Indonesia “.
Perbedaan pilihan Kandidat, visi misi, dan karakter kandidat tak hanya memanaskan lawan politik tapi juga kehidupan sosial ber-Negara. Ketegangan demi ketegangan sangat terasa, maaf, . . . . jika mungkin kebetulan membuka media sosial. Banyak Netizen yang mendadak “ Sok “ paling tahu politik dengan menuliskan sejumlah pujian untuk jagoannya dan cemoohan pada kandidat lain.
Perbedaan pilihan Kandidat dan persepsi politik sangat berbahaya pada mereka-mereka yang hanya memahami dari dasar atau permukaannya saja. Bahkan lebih dari itu, kondisi ini jadi semakin parah ketika dukungan bergulir menjadi suatu provokasi karena kurangnya Pengetahuan dan Adab yang mumpuni dalam menghadapi sebuah perbedaan oleh konstituennya.
Lengkap pula-lah ketika Kandidat yang saling menjatuhkan lewat umpatan, debat, dan sindiran. Ditambah situasi tidak semakin membaik, oleh faktor-faktor banyaknya mereka-mereka yang berbeda pilihan sering menggunakan kata yang mungkin kurang “ ADAB “ dalam kehidupan sosial ber-Negara yang ditinggalkan para leluhur.
Kampret, Cebong, Bodoh, Idiot, Dungu, budeg, Plonga-plongo dan pen-Jilat selalu menghiasi media sosial dengan saling balas diantara para pilihan kandidat, semua dianggap hal biasa. Dalam kondisi pemilihan Presiden seperti ini tidak menutup kemungkinan bisa menjauhkan, Teman, Sahabat, saudara dan bahkan keluarga. . . . . . ðŸ˜ðŸ˜
Semoga ini tidak berlangsung hingga usai pemilihan Presiden, beda pilihan adalah hal yang wajar dan siapapun yang terpilih adalah yang terbaik buat Bangsa ini. NKRI tetap harus terjaga.
PHSL 19/03/19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar