Selasa, 25 Februari 2020

CEPAT SEHAT " MAAM " . . .

CEPAT SEHAT “ MAAM “, . . . . 

Dari sini, ruang sempit ber-AC kini aku mengerti dan pahami
Bahwa, . . . . 
Nilai sehat sungguh sangat berharga untuk hidup ber-kelanjutan, dan
Yakinlah sehat dan sakit adalah milik semua orang yang berdetak jantung-nya

Dingin ruangan membuat aku sadar, ternyata 
Berjuang meraih ke-hangatan sebenarnya adalah semangat tanpa padam demi tetap terjaga-nya asa

Ruang sempit dingin membuat aku tak ragu

Bahwa memang yang luas adalah hati dengan penuh  ke-SABAR-an dan ke-IKHLAS-an

Mengingatkan Aku pada pesan berharga 
Bahwa Kesehatan adalah Anugerah paling mahal yang harus tetap terjaga

Do’a dalam sujud malamku agar kau kembali mendapatkan ANUGERAH berharga itu, yaitu “ SEHAT “ dari-Nya

Sakit menjadi pengingat Bahwa Sehat adalah harta yang tak ternilai

Cepat sehat “ MAAM “, . . . . . 

Aku tetap disini, 
Iya disisini ber-DUA, diruang sempit ber-AC menemanimu, . . . .

Prayit H.Sl 25/02/20

Rabu, 19 Februari 2020

MAU INVESTASI, . . . . ???, tunggu . . .!!!

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus
Polda ntb

MAU INVESTASI, . . . ????, 
tunggu . . . !!!

Sembari menyeruput kopi di Kantin belakang kantor dan memainkan Touchscreen layar HP menjelajah Dunia maya, berbagai postingan dimedia sosial, Facebook, IG, Twiter, MiChat, WeChat, LINE, LinkedIn dll dapat dinikmati pagi itu sesekali sambil melanjutkan me-nyeruput Kopi. Apa yang menjadi trending saat itu, saat itu pula langsung bisa kita nikmati Link beritanya, walau terkadang narasi atau caption-nya agak sedikit menggoda.  

Pagi itu mataku tertuju pada postingan yang membuatku sedikit tertarik dengan Caption 
“ Iye2 lonto isin berita 😴😴😴 “ dengan link berita Radar Lombok.co.id dengan judul “ Waspada tawaran Investasi mengatasnamakan HIPO berdalih Donasi “ 
Berbicara “ INVESTASI “, kembali kita tengok kebelakang beberapa perusahaan Investasi yang berurusan dengan APH (Aparat Penegak Hukum), . .
- PT. GCG (Guardian Capital Group) perusahan Malaysia ini bergerak dibidang Investasi Keuangan dan Property dengan bonus yang menggiurkan. 
- Koperasi Pendawa Mandiri Group (PMG) yang heboh pada tahun 2017 ternyata pendirinya adalah seorang Tukang Bubur.
- PT. KAMPOENG KURMA (KP) dengan menawarkan Investasi Syariah. Masyarakat ditawarkan menjual kavling tanah yang didalamnya sudah ditanami pohon kurma, dan nantinya hasil akan dibagikan kepada pemilik Kavling dan jika kavling tersebut dijual akan mendapat keuntungan berlipat, ini adalah investasi ulung berbungkus “ AGAMA “. Dan 
- Investasi PT. KAM and KAM dengan Aplikasi “ MeMiles “ yang menggunakan Skema Ponzi yaitu Membayarkan keuntungan kepada Investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh Investor berikutnya atau Piramid Skin yaitu menjanjikan pembayaran atau jasa apabila berhasil merekrut orang lain untuk bergabung, kata lain,  masyarakat diminta aktif bergerak untuk mendapatkan Member-member baru jika sudah mendaftar melalui Aplikasi “ MeMiles “, system yang akan memandunya untuk bisa sampai Login hingga diberikan petunjuk untuk mencari member Baru (Member Get Member) dengan tujuan financial dari Member baru ini nantinya akan dipergunakan untuk membayarkan “ BONUS “ bagi member yang lebih dulu, begitu seterusnya.
Pola ini harus terjadi terus menerus agar Bonus tetap terjaga dan dapat terbayarkan, Skema ini memang menuntut kerja keras member terus mendapatkan Member baru, jika macet dan tidak mendapatkan Member baru maka skema ini akan hancur atau tidak berjalan, karena tidak adanya Financial dari member yang akan digunakan untuk membayar “ BONUS “. 
-   Dll, . . . .

Bagaimana dengan “ HIPO “ Himpunan Pengusaha On Line, . . . . ?????

Yang jelas bahwa Polda NTB melalui Kabid Humas Kombes Artanto bahwa “ Polda NTB gandeng OJK usut Investasi HIPO berkedok Donasi “ dan akan segera melakukan pertemuan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan SWI (Satgas Waspada Investasi), untuk membahas maraknya Investasi Bodong yang bisa merugikan banyak orang, sebagaimana yang telah terjadi diatas (GCG, Koperasi Pendawa Mandiri Group, PT. Kampung Kurma Syariah dan PT. Kam and Kam yang lebih dikenal dengan MeMiles dan sejenisnya), Kita tunggu hasilnya, . . . . . . 

Terlepas dari semua itu bahwa masyarakat tetap dituntut untuk tetap teliti dan waspada dengan Modus-modus “ INVESTASI “ dengan iming-iming atau janji-janji dengan imbalan Tinggi, (Bonus umroh, Rumah, Mobil dll) yang tidak sebanding dengan jumlah investasi yang diikuti. Harus kritis pada setiap Investasi yang memberikan Imbalan hasil cukup Tinggi, kira-kira dengan “ LOGIKA “ ini  masuk akal atau tidak.
Untuk itu mari mainkan “ LOGIKA “ kita agar terhindar dari Investasi yang akan merugikan kita. 

Ini salah satu dampak dari Perkembangan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Digital yang saat ini sedang kita alami, tidak di Dunia nyata saja kejahatan itu ada tapi di Dunia Maya pun kejahatan “ CYBER “ jauh lebih beragam. Ingat “ Hati-hati dan Waspada “ . . . . !!!!

Nutrisi-nutrisi Informasi penting dan Positive dengan mengangkat Potensi yang lagi trend didunia Maya selalu tersaji tidak lain agar masyarakat mengetahui bahwa Kejahatan Dunia Maya itu ada dan tidak jauh dari kehidupan Kita yang saat ini sedang menikmati Internet dengan mudah, korban bisa diri sendiri bahkan pelakunya-pun juga bisa diri sendiri. Harapannya Bijaklah ber-media Sosial.

Tak terasa ternyata “ Kopi “ itu sudah cukup dingin, tidak enak lagi diseruput, lebih “ PASS “ diminum sebelum meninggalkan tempat.

Semoga bermanfaat, . . .

Prayit H,Sl 20/02/20

Selasa, 11 Februari 2020

MODUS CYBER CRIME

Oleh  : Prayit Hariyanto, SH,
Kanit 2 Cyber Crime Polda Ntb 

MODUS CYBER CRIME

Berawal aku mengenalnya melalui media sosial Facebook ketika dia menyapa dan ingin ditambahkan dalam pertemanan atau Add, sebelum aku terima permintaannya, aku membuka profilnya, kelakianku yang membuat aku tertarik, wajah yang Imut dan akun nama yang menggoda “ SSY “ (anonim) akhirnya aku meng-add-nya pertanda bahwa aku menerima permintaan pertemanannya, kami sama-sama saling Like dan komentar ketika sama-sama memposting, postingan baru dan larut dalam obrolan di media  Facebook.Pada akhirnya aku di chat melalui Privace Massenger chat, oleh si “ SSY “, Chat demi chat kami lalui bersama seperti tidak akan terjadi masalah. Si “ SSY “ bahkan meminta bertukar nomor WhatsApp dengan alasan biar mudah Chat dan berkomunikasi sewaktu-waktu, dia merasa sudah terjadi kecocokan dalam setiap Chat bersamaku, ungkapnya. 
Tanpa aku sadari aku memberikan nomor itu kepadanya dan akupun diberikan juga nomornya. Ketika aku hubungi beberapa kali lewat WhatsApp si “ SSY “ tidak mengangkatnya, dalam hati mungkin aku salah dalam meng-save nomornya, aah sudahlah aku abaikan saja . . . 

Tidak berapa lama justru aku menerima panggilan Vidio Call dari “ SSY “ melalui Messenger Facebook, tanpa berfikir apa-apa, akupun menerima panggilan Vidio Call itu, heran dan kaget ternyata setelah aku terima yang nampak dilayar Hp “ maaf “ adalah Wanita telanjang tanpa busana sedang ber-mast***basi, tidak begitu lama Vidio Call tersebut tiba-tiba terhenti dan aku mencoba untuk menghubungi si “ SSY “, melalui messenger telphone namun berapa kali aku hubungi si “ SSY “ tidak mengangkatnya. Kembali aku mencoba menghubungi melalui WhatsApp juga tidak mendapat respon. Aku hanya ingin konfirmasi kenapa muncul gambar tidak senonoh ketika aku mengangkat Call Messenger-nya.

Tidak seberapa lama Akun an. “ SSY “ tersebut mengirimkan sebuah “ VIDIO “ melalui Messenger yang mem-perlihat-kan wajahku seolah sedang berkomunikasi (Vidio Call) bersama seorang perempuan yang telanjang bulat atau bugil, sama seperti terlihat dilayar Hp ketika aku menerima Vidio Call melalui Messenger Facebook dari “ SSY “. 

Ini adalah sedikit dari sebuah cerita yang berakhir dengan pemerasan dan peng-ancaman dari kejahatan dunia “ CYBER “ atau dunia “ MAYA “ sebagai Modus di Era Kemajuan Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Digital saat ini.

" Kirimkan aku uang kalau tidak Gambarmu akan aku sebarkan ke teman-temanmu . . . . . " Ancam-nya. Tersadar aku telah tertipu . . . . 😬😬😬

Jika ada kesamaan Cerita mungkin “ BETI “ berarti Pembaca pernah mengalaminya dan jika ada kesamaan nama, maaf tidak bermaksud lain hanya ingin memperingatkan Anda, bahwa cerita ini memang ada dan agar tetap Waspada dalam ber-media “ SOSIAL “ karena kejahatan CYBER ada tidak jauh dari Anda dan tidak memandang siapa target-nya.

Semoga bermanfaat

Prayit H.Sl 12/02/20

Minggu, 09 Februari 2020

WARNING

Oleh : Prayit Hariyanto, SH
Kanit 2 Cyber Crime Krimsus Polda Ntb

WARNING :

Berhati-hatilah jika anda menerima Telphone pemberitahuan tentang Hadiah yang akan anda terima dari sebuah " BANK " dll,  suaranya lembut, halus bahkan mungkin sedikit menggoda, Pe-nelphone selalu memandu dan meminta beberapa kode yang privace yang tidak boleh diberikan kepada siapapun apalagi diberikan kepada penelphone atau mereka-mereka " PENDEKAR " berwatak jahat. Jika Anda biasa menggunakan transaksi  Perbankkan dengan Internet Banking maka yang perlu dijaga adalah M-TOKEN. M-Token adalah kode Rahasia sekali pakai untuk transaksi Finacial perbankan, meng-ubah Pasword dan Alamat E-Mail melalui “ Internet Banking “. dan Kode “ OTP “ adalah kode sekali pakai  untuk ber-transaksi On-Line yang dikirim melalui SMS ke nomor terdaftar. 
Masih ada kode Rahasia yang tetap harus terjaga kerahasiaannya agar terhindar dari kejahatan melalui transaksi Perbankan adalah “ User ID, Pasword, Nomor CVV kartu kredit, Nomor CVV Debet.
 
Potensi kerugian Individual melalui transaksi perbankan cukup besar di era Digital saat ini, maka disarankan untuk menggunakan langkah-langkah sbb : 
1. Aktifkan transaksi Perbankan        dan melakukan Registrasi  di.        Costamer service pada                    Kantor Bank Anda.
2. Jangan sekali-kali memberikan       User ID, PIN, Pasword, OTP             dan M-Token kepada                       siapapun, termasuk kepada           petugas Bank karena Bank             tidak pernah meminta data             Nasabah.
3. Secara berkala lakukan                   pergantian User ID, Pin dan.           Pasword anda. 
Jika ada transaksi Perbankan yang mencurigakan segera konfirmasi ke Bank Anda, Jika transaksi mencurigakan tersebut benar-benar terjadi Anda bisa melanjutkan ke Pihak Aparat Penegak Hukum, dan maaf jika tidak pernah terjadi sama sekali transaksi perbankan mungkin Anda menabungnya dibawah " KASUR " akan jauh lebih tidak Aman dan nyaman karena Pelaku Kejahatan Dunia Nyata jauh lebih berbahaya dan mengancam jiwa Anda. 

Kenyamanan dan keamanan transaksi perbankan Anda tergantung Anda sendiri, tetap waspada dan curiga terhadap seseorang yang baru anda kenal

Semoga bermanfaat

Prayit H,Sl 10/02/20

Kamis, 06 Februari 2020

DEMI MISI

DEMI MISI

Membangun suatu organisasi hal yang paling utama adalah adanya loyalitas dan seberapa orang yang mempunyai tingkat militansi yang tinggi. Suatu organisasi akan terus maju bila ada orang yang bekerja sama di dalamnya secara kompak dan bersinergi, walau memiliki kemampuan yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama. Mereka loyal terhadap organisasi dan Sang Founding Father yang memimpinnya. Setiap pemimpin tidak ingin organisasi yang dipimpinnya tidak mampu bersaing dengan lainnya, untuk itu dengan hanya beberapa orang saja yang loyal suatu organisasi akan selalu ada dan terus maju dan berdaya saing 

Keragaman kemampuan menjadi modal selanjutnya untuk terus membangun organisasi lebih maju lagi. Bagi seorang pemimpin sudah menjadi tugasnya dalam mengetahui dan memilah-milah kemampuan anggotanya sehingga dapat menempatkan para anggotanya sesuai dengan keahlian masing-masing. Ada yang ditempatkan secara terbuka dan atau menempatkan di pos-pos tertentu demi sebuah " MISI " organisasi, tidak mudah seorang pemimpin memilih dan menempatkan seorang personil dipos-pos tertentu tersebut, tergantung dari gaya, cara dan pola  dalam kepemimpinannya, jelasnya bahwa seorang pemimpin harus membangun sifat " TRUST " (dapat dipercaya) artinya membangun Kepercayaan sebagai modal utama untuk meyakinkan bawahannya sehingga mampu mengolah SDM yang dipimpinnya, apalagi menempatkan seseorang dalam sebuah " MISI " besar demi existnya Organisasi. 

Berhasil atau tidaknya sebuah " MISI " tergantung dari pengemban Misi mampu meng Save dirinya terhadap tujuan utama dan User selaku Founding Father/pendiri sekaligus sebagai pemimpin dalam me-meneg-nya bisa berkomunikasi dua arah. Pengemban dan Pemberi Misi harus sama-sama memiliki " LOYALITAS " untuk suksesnya sebuah Misi dalam organisasi. 

Gagal atau berhasil sebuah Misi pengemban dan pemberi Misi memiliki peluang yang sama. 

Semoga bermanfaat

Prayit HSl medio 13/02/16

PEMIMPIN

Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB

PEMIMPIN 

Berbicara Pemimpin atau Pimpinan kadang kala menjadi momok yang menakutkan bagi bawahannya bila mendapatkan seorang pemimpin yang tidak sesuai dengan kriteria pada umumnya, itu dianggap hal yang biasa manakala yang dipimpin berpikiran bahwa " Lain Ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya ".
Jadi, seorang pemimpin memang mempunyai gaya, cara dan pola tersendiri dalam kepemimpinannya, yang jelas bahwa seorang pemimpin harus membangun sifat TRUST (dapat dipercaya) artinya membangun Kepercayaan sebagai modal utama untuk meyakinkan bawahannya sehingga mampu mengolah SDM yang dipimpinnya, kedatangan Pemimpin baru, bawahan yang akan dipimpinnya sudah mencari tahu " KEPO " mencari informasi terlebih dahulu siapa pemimpin yang akan datang memimpinnya. 

Ber Integritas (Integrity) artinya bahwa Pemimpin harus bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya. 
Dengan kata lain, apa yang dilakukannya adalah  “ satu kata dengan perbuatan ”. mampu meng-komunikasi-kan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan Ksatria walau mengalami banyak kendala terhadap bawahan, akan tetapi tetap punya komitmen, Profesional dalam memimpin dan mampu bertanggung jawab atas kompetensi yang dilakukan secara Obyektif sehingga membawa banyak perubahan menuju kesempurnaan. 

Lebih mementingkan kepentingan Umum dari pada kepentingan pribadi atau golongan (public interest), karena melibatkan kepentingan umum maka seorang pemimpin harus mempunyai " TEAM WORK " bukan " MYSELF WORKING ", atau Bekerja Sendiri, ini yang perlu dihindarkan agar tidak terkesan menggunakan manajemen " Dagang Bakso ", jika ini terjadi, kasihan bawahan  dipimpin seorang Pemimpin " Kikir ", Kikir Harta, Kikir Ilmu, kikir Etika dan estetika. jangan jadikan referensi pemimpin seperti ini jika suatu saat diberikan amanat sebagai Pemimpin. 

Seyogyanya seorang Pemimpin mampu mengkoordinir dan berkoordinasi dengan instansi atau institusi lain untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. jika tidak harusnya " TAUDIRI ".
Pada Intinya, Pemimpin yang sukses adalah PEMIMPIN yang mampu mengelola SDM yang dimiliki dan membawa perubahan peningkatan " KESEJAHTERAAN " terhadap yang dipimpinnya bukan malah mengeruk keuntungan atas keringat yang dipimpin-nya dan memperpanjang jarak sehingga kesenjangan nampak begitu mencolok. . . . . 

Seperti apakah pemimpin atau atasan tempat " Anda " bekerja . .  ??
Ssssst . . . . 🤫🤫 hanya anda yang tahu hitam dan putih-nya 

smoga bermanfaat, . . . . . 

MENUJU-MU

MENUJU-MU

Memang, Beraaaat.
Sulit, kita pun tahu bahwa memang ini sulit
Tapi ingat satu hal, bahwa perjalanan menuju-mu memang perjalanan terbaik, . . . 

Eèèèè,  . . . yang pernah Aku lakukan dua puluh tiga tahun silam
Sebenarnya Aku ingin bercerita banyak hal tentang kita
Bukan hanya kita pada hari ini saja
Tapi kita dimasa depan . . .

Andai do'a-do'a kita sanggup bersuara, mungkin kita akan selalu tersenyum ketika mendengarnya
Karena sukses dan bahagia ala kita berkat do'a dalam diam kita selama ini
Pun harus kita rasakan dan nikmati bersama

Memang perjalanan kita masih panjang dan masih membutuhkan perjuangan 
Bila salah satu dari kita berdua ada yang ingin menyerah, perlu saling meng-ingatkan
Karena kita memiliki tujuan masa depan yang harus diselesaikan.

Sungguh, hanya bersama-mu-lah aku ingin direstukan dan diteguhkan olehNya
Aku berharap semesta merestui atas rencana-rencana masa depan kita dan, . . dan, . . .dan . . . dikabulkanNYA 
Aamiin . . . . . . 

“ HBD Maa, semoga tetap sehat dan selalu dalam RidhloNya . . . . Aamiin “ 

Prayit H.Sl 07/02/20

Senin, 03 Februari 2020

PLURALISME DAN POLITIK

PLURALISME DAN POLITIK 

Pluralisme mengandung banyak pengertian-pengertian jika dikaitkan dengan Pluralisme agama adalah merupakan konsep yang mempunyai makna sangat  luas, berkaitan dengan penerimaan terhadap agama atau keyakinan yang berbeda-beda, dan dipergunakan dalam cara yang berlain-lainan pula:

Sebagai pandangan global yang menyatakan bahwa agama atau keyakinan  seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif bagi kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama atau keyakinan lain pun dapat ditemukan kebaikan-kebaikan setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan atau nilai-nilai yang benar ada didalamnya.
Semua sebagai penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang sama-sama memiliki klaim-klaim kebenaran yang eksklusif sama-sama punya dalil sahih. Pendapat ini seringkali menekankan aspek-aspek bersama yang terdapat dalam agama-agama. Jika dikaitkan dengan Politik maka nilai pluralisme menjadi sangat sensitif, yang selalu muncul ditengah-tengahnya adalah Agama, Suku dan Ras apalagi didaerah yang mayoritas Muslim dipimpin seorang Non Muslim atau Kafir. 

Itu terbukti atas pengerahan massa oleh sejumlah tokoh muslim untuk menjegal A. Hok dari bursa kandidat Gubernur Jakarta dengan alasan bahwa ia seorang “ Kristen ” atau " Kafir " yang tidak layak memimpin Jakarta yang mayoritas Muslim adalah contoh kecil tapi mencolok dari " Politik Agama " yang mengesampingkan nilai-nilai Pluralisme di Negara yang ber Pancasila dan ber Bhineka Tunggal Ika ini.
Terpilihnya A Hok dan Djarod sebagai calon Gubernur DKI oleh PDIP dan partai pendukungnya Golkar, Nasdem dan Hanura yang lebih dulu mendukungnya, membuyarkan harapan dari koalisi kekeluargaan. Partai Islam PPP, PAN, PKB, PKS yang punya visi dan misi sama merasa diri Kokoh pada awalnya akhirnya terpecah dan memiliki Balon sendiri-sendiri. Dari penjelasan ini bahwa sebagian warga Bangsa ini masih menghargai perbedaan dan keberagaman baik Agama, Suku maupun Ras.
Sepertinya bahwa percaturan Pilgub dan Wagub DKI nuansanya seolah pertarungan antara Kafir dan Non Kafir, Pribumi dan Non Pribumi, mata sipit dan mata melong dan Jika fenomena “ politik agama ” sektarian ini tidak “ dikelola ” dengan baik, arif, dan bijak maka potensi kekerasan komunal-horisontal bisa terjadi, dan siap-siaplah spirit demokrasi yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun atas keberagaman bisa terkubur dikemudian hari. 
Karena didalamnya tumbuh kelompok-intoleran, maaf Muslim-muslim Hardliners yang tidak terakomodir kepentingannya, Kelompok-kelompok ini tidak segan-segan untuk memobilisasi massa dengan menggunakan sentimen-sentimen primordial Agama atau keyakinan dan Etnisitas demi mencapai kepentingan politik-ekonomi pragmatis. Inilah yang saya maksud dengan “ Politik Agama ”, yang mengesampingkan Pluralisme Agama yakni pemaksaan agama oleh sejumlah kelompok agama demi kepentingan politik praktis sektarian. Seperti dalam tulisan saya terdahulu bahwa Untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan pimpinan agama Ust, Kyai, Pendeta, Romo, bedande dllnya adalah dengan cara melibatkan mereka kedalam politik praktis yang berorientasi pada materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai, tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi mau meneladani perbuatannya. Jika peradaban masyarakat masih menghendaki pluralisme maka sebagian besar masyarakat masih, menghargai keberagaman baik Agama, Suku maupun Ras. Bagaimana dan dimana kedudukan dan peran Tokoh-tokoh yang saya sebutkan tadi . . . . . . . . ????????!!! . . . Wallahu A'lam Bishawab, . . . . Damailah Bangsaku dan damailah Pemimpin-pemimpinku, . .  
Prayit H,Sl medio 26/09/16


SISI LAIN

SISI LAIN . . . . . 

Polisi dengan tugasnya sebagai Penegak Hukum dan penjaga Kamtibmas, bagi sebagian orang dipandang sebagai pahlawan karena kedua beban tersebut harus diembannya. Namun, tak sedikit juga yang menganggap se­baliknya.
Dua hal ini, merupakan performa yang memberi harapan dan yang menurunkan citra, selalu mewarnai perjalanan tugas Polisi. Diskresi yang dimiliki dalam penegakan hukum menyediakan banyak peluang bagi polisi untuk menjadi pahlawan dengan bertindak progresif sebagai penjaga keadilan. Namun, di sisi lain kewenangan tersebut juga dapat menjerumuskan polisi ke lembah kenistaan bila menyelewengkannya. Profesi kepolisian memang sarat dengan ironi dan kontradiksi.

Di antara dualisme inilah polisi harus meniti tugas dan tanggung jawabnya sebagai Abdi negara. Hanya satu yaitu sakralitas pengabdian yang membuat seorang polisi sanggup bertahan dengan teguh menghadapi berbagai tantangan, dan inilah yang layak membuat polisi layak disebut sebagai Pahlawan. Karena diskresi yang melekat inilah kerja polisi menjadi tak mengenal batas, 24 jam sehari, baik siang maupun malam, dinas maupun tidak. Lingkungan kerja polisi juga bukanlah ruang ber AC yang nyaman seperti penegak hukum lain­nya. Sedari pagi berdiri hingga terik matahari yang penuh dengan debu jalanan agar pegawai, pedagang dan anak sekolah lancar tidak mengalami hambatan dan nyaman berlalu lintas,  sisi lain polisi harus berhadapan dengan penjahat yang siap menghunus pedang dan mengangkat senjata. Sialnya polisi masih dituntut untuk menghormati hak asasi mereka dengan resiko siap untuk dijadikan bulan-bulanan.

Dilema selalu mewarnai tugas polisi. Polisi bukan seperti seorang Profesor, Doktor namun Polisi diharuskan seperti seorang Profesor dan Doktor jika bertindak seketika dilapangan tanpa terlebih dahulu membaca buku, mencari referensi dan tanpa ruang untuk berpikir. Jika ketika tindakannya benar, tak akan mendapat aplaus. Jika tindakan yang ditempuh keliru, bisa kehilangan nyawa dan masih disalahkan pula, masyarakat, media turut menghujatnya seolah mereka paling hebat dan benar. Ibarat buah simalakama itulah tugas Polisi.

Dengan pertaruhan-pertaruhan semacam ini tak adil rasanya bila orang hanya pandai mencerca kinerja Polisi, tanpa pernah memahami berbagai kendala yang dihadapi profesi Polisi. Publik hanya menilai apa yang tampak di permukaan dan selalu berprasangka. Polisi juga tak bisa menghindar dari pandangan sinis masyarakat.

Konsekuensinya, prestasi polisi akan dianggap sebagai sebuah kewajaran, sedangkan jika mengalami kegagalan akan melahirkan deraan yang datang bertubi-tubi. Itulah sebabnya lahir pameo yang menyebut polisi sebagai profesi yang jasa-jasanya tak terhimpun dan dosa-dosanya yang tak berampun. Sebagai Abdi Negara dengan pengabdian yang tak mengenal batas, deraan ini diterima sebagai kritik yang dilandasi kecintaan masyarakat ter­hadap polisi. Maaf itu hanya untuk membesarkan hati, . . . . 
Polisi adalah manusia biasa dengan tuntutan luar biasa. Itulah sisi lain seorang Pengabdi, . . . . 

Prayit H.Sl medio 11/10/16

PENGUASA DAN MEDSOS

PENGUASA DAN MEDSOS

Dunia hari ini adalah dunia yang dikendalikan melalui kekuatan internet. Anak-anak muda di hari ini lebih mengenal Medsos (Fb) dibandingkan nama sebuah majalah atau pun Koran.
Medsos (Fb) hanyalah sebuah trend yang setiap waktu bisa digantikan oleh nama lain untuk sebuah trend kehidupan yang baru, tapi kekuatan Internet sepertinya tidak bakal tergantikan di sepanjang abad ini.

Ini sebuah pengalaman dalam sebuah Perjalanan saya, saat saya di kota Jombang, saya hanya bertemu dengan seseorang sahabat sekaligus rekan satu angkatan kala menapaki awal sebuah karier. Dia hanya mengatakan " Yit, mengko nek wis ning Jowo kandanono aku, ben iso kumpul kecil-kecilan ", hanya kalimat itu yang terdengar ditelinga saya, begitu hari  esok tiba, dia datang dan bilang " Cabut ", sudah nggak bisa mengelak lagi. Ternyata sahabat saya ini mampu mengajak orang-orang lain untuk sebuah aktifitas melalui jaringan Internet. Bermodalkan HP dia bisa chating kepada teman-teman sekelompoknya untuk membicarakan, memutuskan, dan menindaklanjuti setiap rencana-rencana mereka. Artinya, fungsi-fungsi sebagai penguasa atau pemimpin sudah terjalani terbukti atas kemampuan  komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan yang lain sebagainya cukup mereka lakukan melalui fasilitas Internet. Tuban, Pare, Kediri, Blitar dan Tulungagung bisa berkumpul dalam satu titik, di parkiran Makam Proklamator Ir. Soekarno. Maaf ini hanya sebuah cerita kecil, . . . . . Luar biasa ! ! ! . . .

Tidak salah jika ada yang mengatakan " Kuasai Media maka Dunia dalam genggaman " 

Ada beberapa cerita sukses seorang penguasa dunia  modern adalah kisah presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Obama sangat cerdas memanfaatkan kekuatan internet dengan berbagai fasilitas yang ada untuk membuat dirinya kuat sampai saat ini. Demikian juga Pemimpin Kita Bapak Jokowi yang lahir dari kekuatan internet yang terekspos begitu Masiv hingga mengalahkan lawan-lawannya. Disadari atau tidak, bahwa internet telah menjadi sebuah kekuatan komunikasi yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun. Internet adalah senjata kekuasaan di masa kini dan masa depan. Siapa saja penguasa yang mampu memanfaatkan internet untuk membangun kekuatan positif dirinya, maka dia akan dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. 

Medsos (Fb) sebagai salah satu kekuatan " social networks " telah bekerja dengan luar biasa hebat. Apalagi saat sekarang, dukungan teknologi telepon seluler membuat Medsos (fb) semakin menjadi alat yang menghubungkan orang-orang yang seminat, searah, setujuan, sehaluan dan atau sejalan untuk Propaganda Politik demi menciptakan Pemimpin-pemimpin, Penguasa-penguasa Baru yang lahir dari keberhasilan memanfaatkan Jaringan Internet, Medsos (Fb). Bahkan saat ini telah dijadikan sebagai " Media War " untuk saling serang dan saling menjatuhkan dengan memanfaatkan Hecker-hecker yang tidak punya rasa Nasionalisme.

Kekuatan internet dengan berbagai fasilitas pendukungnya secara perlahan-lahan, tapi pasti, sedang menggusur pola penguasa dengan cara-cara lama yang penuh rahasia dan birokrasi yang rumit. Sekarang ini jamannya transparansi, sekarang ini jamannya bersikap jujur dan benar. Sebab, tidak ada lagi tempat buat para para penguasa untuk memimpin sambil menyimpan seribu rahasia  dalam kepura-puraan. Dunia telah berubah, dunia sekarang sangat berbeda dengan dunia sepuluh tahun yang lalu, sedikit tergelincir lidah gemanya seantero dunia. 

Salah satu contoh : Kasus A Hok dan Surat Al Maidah yang saat ini menjadi Viral dan BULLY Nasional. 

Anak-anak sekarang jauh lebih hebat daripada kala anak-anak seusia kita dulu. Dengan Gadget atau HP ditangan usia Pra sekolah, SD, SMP, SMA sudah menguasai Informasi, bahkan sudah bisa membuka situs-situs tertentu. Anak-anak tersebut sekarang lebih cerdas dan lebih memahami banyak hal yang mungkin tidak diduga oleh para orang tua. Sementara kita orang tua yang lahir dijaman berbeda akan jauh tertinggal kalau tidak tahu tentang Internet ini. 
 
Internet Adalah Senjata Kekuasaan Di Masa Depan. Siapa Saja Pemimpin Yang Mampu Memanfaatkan Internet Untuk Membangun Kekuatan Positif Dirinya, Maka Dia Akan Dengan Mudah Mendapatkan Kepercayaan Dari Orang Lain. (Djajendra) . . . 

Prayit H,Sl medio 12/10/16

OPINI

OPINI

Awas Politisasi Hukum, Kasus Kopi Sianida MIRNA, Polri sudah luar biasa dalam bekerja untuk menetapkan JKW sebagai tersangka dengan terpenuhinya setidak-tidaknya minimal psl 183 KUHAP, Jaksa pun tidak kalah hebatnya dengan  pertimbangan-pertimbangan hukum hingga perkara JKW bisa ditahap ke duakan untuk dilakukan penuntutan, patut diapresiasi bahwa Perkara JKW ini sebenarnya cukup sederhana tapi menjadi perkara yang luar biasa dalam pembuktiannya, semua saksi telah dihadirkan bahkan saksi-saksi Ahli yang dihadirkan oleh Jaksa dan Saksi Ahli yang dihadirkan oleh TKH (Tim Kuasa Hukum) JKW berperang dan saling serang dengan logika keilmuannya masing-masing. 
Jaksa selaku penuntut, Hakim yang menguji atas semua keterangan para saksi, TKH JKW bertemu jadi satu dalam ruang sidang untuk saling menguji keterangan masing-masing dihadapan Hakim dan tak ketinggalan Awak mediapun ikut berkumpul dan meliput jalannya persidangan. hingga opini publik terpecah menjadi kelompok mendukung Penegakkan Hukum dan yang ingin membebaskan JKW dari Jerat hukum. 
Tak ketinggalan Pengamat Politik, pengamat Hukum dan di Medsos pun turut mentafsirkan berdasarkan amatannya lewat liputan Media, pada akhirnya vonis JKW menjadi sebuah pertaruhan, apakah JKW bebas demi hukum atau JKW diputus bersalah telah melakukan pembunuhan terhadap MIRNA   ???? . . . . Semoga tidak berdasar Opini, Hakim dalam memutus.   

Prayit H.Sl 27/10/16

SKIMMING

SKIMMING

Skimming adalah suatu tehnik membaca dengan kecepatan tinggi untuk mencari hal-hal yang penting atau ide pokok dari suatu bacaan. Jika dikaitkan dengan kejahatan Perbankan akhir-akhir ini bahwa Skimming ini adalah sebuah modus operandi mencuri data dengan kecepatan tinggi untuk merekam data PIN setiap nasabah yang sedang bertransaksi melalui mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang sudah terlebih dahulu pelaku memasang alat Skimmer sekaligus Camera perekam pada perangkat mesin ATM. Pelaku kemudian menggandakan kartu dan melakukan transaksi dengan Kartu ATM palsu yang datanya diambil dari alat Skimmer dan Camera perekam tadi.
Kejahatan Perbankan jenis baru dengan memanfaatkan teknologi modern perlu diwaspadai oleh para nasabah pemilik Kartu ATM. Terbukti bahwa kasus pembobolan rekening nasabah BRI dengan modus Skimming (pencurian data) dipastikan ada dengan jumlah korban  sebanyak 515 orang dan kemungkinan akan bertambah dengan potensi kerugian diperkirakan sebesar Rp. 2.7 miliar. 
Untuk itu ubahlah secara berkala PIN ATM dan buat Pin baru unik sehingga tidak terbaca dan terdeteksi oleh pelaku kejahatan Perbankan melalui alat yang terpasang dimesin ATM. Semoga bermanfaat. 

Prayit H.Sl medio 11/11/16

BANGGAKU PADAMU

BANGGAKU 

Kau adalah Bhayangkara-bhayangkara yang patut dibanggakan,
Bagaimana tidak, loyalitasmu membuat kami terharu
Integritasmu teruji walau kerjamu tidak ada yang MEMUJI
Tapi kau tetap sebagai kepanjangan tangan atas keinginan-keinginan dan misi Bhayangkara Negara,
Dalam menggapai sebuah harapan dan kesuksesan dalam merebut kepercayaannya.
Kau sering tertunduk dan tak berdaya dengan rasa, . . 
Kala YANG LAIN memarahi, mencaci dan memaki disetiap apel pagimu, . . . Kau anggap itu semua adalah obat Pelipur lara
Jiwamu tetap tegar, sabar dan selalu tersenyum disetiap menyongsong pekerjaan barumu, 
Aku sangat yakin bahwa Kau adalah Bhayangkara-bhayangkara terbaik yang aku tahu,

Ketika saatnya untuk bersenang-senang dan waktu untuk beristirahat bersama KELUARGA
Kau tetap bekerja atas tugas-tugas muliamu, melindungi, mengayomi dan melayaninya
Demi Bhayangkara ini dalam meraih  asa,

Setidaknya aku tidak ingin seperti YANG LAIN 
Karena ku tahu kau adalah Bhayangkara,  
Yang selalu membuat KESATUAN bangga dan bahagia
Pesanku tetap jaga Soliditasmu atas Korpmu 
Tiada kata lain kecuali Rasa " BANGGAKU KEPADAMU ", membuatku terharu, . . .

Prayit H.Sl medio (011216)

DAMAI BANGSA-KU

DAMAI BANGSA-KU

Luar biasa jutaan umat islam dari berbagai daerah di  Indonesia berkumpul jadi lautan manusia untuk melaksanakan Sholat Jum'at bersama di Monas dalam tajuk " AKSI Damai 212 " yang begitu sejuk hingga Allah Tuhan YME pun menurunkan hujan untuk menambah kesejukan suasana Monas. Tidak kalah hebatnya kehadiran Bapak Presiden, Wakil Presiden dan pembantu2nya yang turut serta bersama2 melaksanakan sholat Jum'at dengan NYALI dan keberanian diatas hujatan umat Islam atas pemerintahannya. " Allahu Akbar " disela2 sambutannya menambah kesejukkan suasana umat yang begitu besar atas harapan yang di inginkan. Beliaupun berpesan untuk kembali kerumah masing2 dengan Damai dan berdo'a agar bertemu keluarga kembali dalam keadaan sehat. Islam memang agama yang damai dan dibuktikan bahwa tajuk " SUPER DAMAI 212 "  terlaksana dengan luar biasa, se luar biasa kehadiran pemimpin Bangsanya Bapak Jokowi. Tidak kalah penting selamat Bapak Kapolri, Bapak Panglima dan jajarannya yang mampu menjaga situasi yang kondusif dan seluruh komponen Bangsa hingga detik ini tidak mampu tersusupi oleh pengkhianat2 Bangsa yang ingin NKRI ini runtuh. Salam Damai, Damai Bangsaku, Damai Negeriku dan damai Umat Islam Indonesia demi NKRI. Amiin (212) 

Prayit H, SH medio 2/12/17

GOPI

GOPI 

Gopi adalah drama india berseri yang ditayangkan setiap sore mempunyai ruang khusus dihati pemirsa khususnya wanita, ada dua wanita yang sangat menonjol dalam kisah Drama keluarga ini Gopi dan Rashi berdua dibesarkan oleh keluarga yang sama walau salah satu dari mereka adalah anak angkat.
Gopi dan Rashi sangat berbeda karakter. Gopi terlihat sebagai gadis polos, pemalu, ia juga kurang begitu pandai karena tidak bisa membaca dan menulis, namun Gopi ini memiliki hati mulia bak emas. Sedangkan Rashi, anak yang lincah, pandai dan cerdas namun memiliki sifat licik. Rashi tidak suka dengan Gopi dan selalu merasa iri, syirik dan dengki. Bibit kebencian itu ditanamkan oleh ibunya semenjak mereka sama-sama masih kecil.
Puncak rasa iri, syirik dan dengki kala Gopi dicintai oleh Pria yang juga Rashi inginkan " Ahem ", bahkan Ahem ini rela memutuskan pacarnya demi seorang gadis yang lugu, Gopi. Walau akhirnya Rashi pun juga mendapatkan pasangan dari keluarga yang sama. Namun sifat jahat dan liciknya tetap selalu bersamanya.
GOPI dan Rashi disimbulkan antara sifat baik dan sifat buruk/Jahat ditengah perjalanan kehidupan kita.

Itu adalah ilustrasi sebuah kehidupan, bahwa yang baik dan Jahat itu selalu berjalan beriringan dan bersaing atas pengaruhnya masing-masing, walau pada akhirnya kebaikan selalu lebih unggul karena do'anya selalu didengar olehNya. 
Sebenarnya Kehidupan itu kesempatan untuk bisa  mencurahkan potensi diri untuk orang lain. 
Kehidupan itu kesempatan untuk saling berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. 
Kehidupan merupakan kesempatan untuk bisa mengenal orang lain, orang-orang disekitar kita, dan
Kehidupan adalah kesempatan untuk bisa melayani setiap umat manusia tanpa memandang Suku, AGAMA, atau Ras dan Etnis.

Boleh berbeda meng arti kan kehidupan ini, tetapi jangan pernah sama terjerumus kedalam gejolak kehidupan yang akan menyesatkan diri sendiri. 
GOPI dan Rashi adalah gambaran dua kehidupan yang berbeda, bagaimana sebuah ketidak baikan selalu  berinovasi dengan berbagai cara agar selalu bisa mempengaruhi kehidupan yang sudah ada tatanan etika, estetika dan moralnya untuk berpihak padanya. 
Ibarat Bunga " Naga " ini tetap terlihat Indah dan Elok walau tumbuh disela-sela batang pohon yang penuh duri. 

Itulah gambaran kehidupan ini, Baik atau Buruk akan nampak dan terlihat ditengah kehidupan orang lain. 
Pertanyaannya bagaimana dengan Kehidupan Kita . . . . .????, bercerminlah kepada diri sendiri dan berkacalah kepada orang lain, . . . . akan mengetahui jawabannya.

Semoga bermanfaat 

Prayit H.Sl medio (4/12/16)

POSITIVE THINKING

POSITIVE THINKING

Mutiara hidup merupakan sebuah renungan untuk senantiasa berfikir positif atau "  Positive Thinking  ". Pemikiran inilah yang akan membimbing untuk melakukan berbagai hal tanpa ada rasa takut dan keraguan, baik dalam mengambil langkah maupun mengambil keputusan. 

One Positive Thinking dari pagi hari akan membawa dampak baik sepanjang hari itu, boleh percaya dan boleh juga tidak, . . . Pemikiran positif akan mampu membangun persepsi yang baik dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Bisa dibayangkan jika setiap waktu selalu diselimuti dengan perasaan dan pemikiran yang Negatif, tentu akan ada banyak hal yang terbengkalai, mulai dari hal-hal yang kecil sampai hal Besar, pada akhirnya akan berdampak buruk pada pencapaian dan keberhasilan yang harusnya bisa kita dapatkan.
Semoga ditahun 2017 ini bisa membawa perubahan yang lebih baik dengan merubah Mindset yang selama ini masih jauh dari harapan. Amiin. . . . . 

Prayit H.Sl medio (01/01/17)

YANG TERSISA DARI SEBUAH PESTA DEMOKRASI

YANG TERSISA DARI SEBUAH PESTA DEMOKRASI

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidupnya. Demokrasi juga mengizinkan setiap warga negara yang mempunyai hak pilih untuk berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan untuk ikut merumuskan, mengembangkan, melegalkan akan dibawa kemana Bangsa ini, Demokrasi mencakup beberapa aspek kehidupan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Hukum yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.
Keputusan politik yang menyangkut kehidupan rakyat baik secara ekonomi, Sosial, Budaya dan Hukum tersebut ditentukan oleh rakyat sekarang ini. Konteksnya bahwa  rakyat memilih pemimpin (presiden, gubernur, bupati) dan DPR melalui pemilu yang bebas dan fair alias (jurdil). Apakah sudah terlaksana. . . . . ??? Kita sebagai pelaku Demokrasi sekaligus penonton yang bisa melihat dan merasakannya. 

Maaf, Bangsa dan Negara ini sudah letih dan lelah menghadapi guncangan bertubi-tubi dari beberapa aksi mulai dari 411, 212, Pawai Kebhineka Tunggal Ika an dan 112 akibat dari memanasnya peta konstestasi Politik yang semakin meningkat hingga menjurus kearah " Makar " beberapa sudah menjadi korban dengan penetapan sebagai tersangka dan bahkan ada diantara mereka yang sudah menginap ditempat yang tidak diinginkan. Media Sosial Fb, Twitter, Instagram, media cetak dan media Elektronik dijadikan sarana Perang Opini dengan cuitan meng IBA dengan harapan, . . . ., ditambah peran awak media yang mempertajam ulasan para pakar, tokoh, pengamat, LSM sepertinya tanpa beban menambah panasnya situasi. 

Perseteruan demi perseteruan sudah mulai nampak tanpa filter dan terlihat Vulgar, saling serang tanpa memperhatikan Etika dan estetika sebagai ciri khas Bangsa ini yang menjunjung tinggi Norma Agama, Norma Susila, Norma kesopanan, Norma Adat dan Norma Hukum. Ditandai hilangnya rasa hormat terhadap orang tua, demikian sebaliknya tidak adanya saling menghargai. Share, membagikan Tauatan, memposting  dan meng Upload tanpa pernah dibaca isinya menjadi hal biasa apalagi bagi pemula yang baru mengenal Media Sosial yang penting bisa menyebarkan tidak berfikir akibatnya. Ini semua adalah gambaran dari sebuah Pesta Demokrasi Bangsa ini.

Pada akhirnya yang tersisa dari Pesta Demokrasi tidak lain adalah Kalah dan menang, yang menang tentunya akan menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat atau konstituenya untuk lima tahun kedepan, akan dibawa kemana Bangsa dan Daerah yang dipimpinnya. Memang Berat, . . . !!!!!!, tapi tidak sedikit yang menginginkannya.
Sementara yang kalah, seharusnya Legowo, . . . !!!, itulah resiko dari sebuah Demokrasi, anggaplah bahwa membangun sebuah Bangsa atau Daerah tidak harus memenangkan Pesta Demokrasi. katanya, . . . . !! Begitu kalah Masih punya pilihan apakah bergabung dengan Pemerintah atau mengambil Oposisi sebagai Penyeimbang adalah syah-syah saja karena itu juga dibenarkan dalam berdemokrasi. 

Bagaimana dengan Pemilukada DKI Jakarta, . . . . . ???

Usai pemungutan suara pada Pesta Demokrasi sudah nampak dan terlihat sesaat setelah penghitungan suara selesai, siapa yang Unggul diantara tiga Pasangan Calon yang ada ( AHY-SILVIE, A HOK-DJAROT dan ANIS-SANDI ) dari kemajuan teknologi dan berbagai Lembaga Survei yang ada walau KPU belum mengumumkan hasilnya. Gesekan demi gesekan diantara pasangan calon memang terjadi pada masa tahapan Pilkada masih membekas dan dalam tahap yang wajar dalam berdemokrasi, walau harus mengorbankan beberapa pasukan Ksatria sejati Demokrasi. Memang harus ada yang dikorbankan.  
Namun yang dibutuhkan saat ini adalah Berbagai kekuatan politik pendukung baik Kalah - Menang harus saling mengontrol untuk meminimalkan kesalahan dan meluruskan agenda demokrasi untuk menghindari " KONFLIKTUAL " yang sudah ada sebelumnya. Biarlah dinamika transisi akan hilang bersama berjalannya waktu. Harapannya. . . . Amiin.

medio (16/02/17) Prayit H, SH

BANGSAKU KINI

BANGSAKU KINI

Ketika Reformasi berhasil menumbangkan kepemimpinan Bapak Pembangunan tahun 1998 dimotori oleh Mahasiswa dan tokoh Politik yang sampai sekarang masih exist, tidak lantas pelaku utamanya pun menggantikan puncak kepemimpinan Bangsa ini, yang berjuluk Bapak Reformasi Indonesia pun dalam perjalanan karir Politiknya hanya berkutat di DPR dan MPR tidak mampu bersaing di puncak kekuasaan. Sementara tokoh lainnya begitu diberikan kesempatan, diberikan Amanah, diberikan peluang ternyata tidak lebih baik dari pada yang ditumbangkan. Mereka satu persatu berguguran menghadapi proses hukum terhadap Kasus yang membelitnya, ternyata mengatur sebuah Negara tidak seperti lidah bersilat,  " Karmakah "  . . . ?????, Wallahu A'lam Bishawab . . . .
Kini Bangsa ini menghadapi tantangan dan peristiwa demi peristiwa yang hampir mirip 19 tahun lampau. Telah terjadi perang Opini ada yang Pro ada juga yang Kontra, baik melalui media massa, media sosial, media elektronik dan bahkan perang terbuka yang hampir setiap saat bisa di lihat siaran Televisi. Suguhan yang sangat menarik untuk dicermati namun tidak untuk pendidikan Politik yang baik, mengeluarkan Energi yang cukup besar dari 411, 212 sampai Pawai Kebhineka Tunggal Ika an hingga saat ini apa yang menjadi tuntutan dan keinginan tidak sebanding dengan Ribuan bahkan Jutaan pengerahan massa dengan tujuan kurang begitu jelas namun Nampak Kepentingannya. Ada yang mengambil Jargon Sholat Jum'at berjama'ah ada pula yang ingin keberagaman dan Kebhineka Tunggal ika an dalam koridor Pluralisme tetap berjalan sebagaimana cita-cita pendiri Bangsa. 

Tidak sedikit budget yang dikeluarkan, Ratusan juta bahkan Milyaran Rupiah sia-sia yang seharusnya bisa dipergunakan untuk kepentingan yang lebih urgen. Rupanya masa silam Bangsa ini tidak menjadikan pengalaman dan pembelajaran untuk mengelola Bangsa Besar ini. Reformasi telah menghasilkan banyak tokoh-tokoh yang dulu tidak terkenal, kini menjadi Tokoh Nasional, yang dulunya pendiam kini banyak bicara, yang dulu sebagai pengkritik kini jadi penebar fitnah, pada akhirnya sial tidak bisa dihindari mereka-mereka kini terdiam sejenak, berfikir dan termenung setelah menginap beberapa saat di rumah tanpa sewa dengan fasilitas seadannya, ternyata ketika sebuah Regulasi ditegakkan mampu membungkam para provokator pemecah belah Bangsa. 

Sekarang sudah waktunya Aparat pemerintah, Polisi dan TNI mengatakan " Cukup sampai di sini " sebelum terjadi masalah yang lebih besar lagi, karena saya  yakin bahwa kedua Aparat Pemerintah ini tidak perlu diragukan jiwa Nasionalismenya untuk menjaga keutuhan NKRI dan tetap berkibarnya Bendera Merah Putih. 

Prayit H.Sl medio (21/01/17)

SOLIDITAS POLRI DAN TNI

SOLIDITAS POLRI dan TNI

Tampak terlihat bahwa satu sebagai peredam sementara yang lainnya meluncurkan amunisi membabi buta tanpa berpikir bahwa telah melukai  dan menimbulkan banyak kerusakan. Itulah gambaran Dampak dari kasus yang menguras Energi yang melelahkan semenjak munculnya dugaan Penistaan Agama hingga proses persidangan ketika menghadirkan beberapa saksi Ahli. Itulah gambaran saat ini, bagaimana POLRI yang punya peran Harkamtibmas dan TNI punya peran menjaga keutuhan Bangsa dan Negara (NKRI) bukan Negara Hindu, Budha, Kristen, Kong Hue Cue dan Islam, berkolaborasi tiada lain agar warga Bangsa ini bisa beraktifitas dalam kesehariannya tanpa mengalami gangguan dan hambatan. Bagi dua institusi yang masih tidak diragukan Jiwa Nasionalismenya ini, fakta berbicara bahwa gelombang Aksi 411, 212, Parade Kebhineka Tunggal Ika an dan 112 karena perannya bisa berjalan dengan Nyaman, aman dan Damai, tampak terlihat berat namun mereka jalani dengan ke Ikhlasan hanya satu tujuan yaitu ingin menjaga keberagaman dalam bingkai pluralisme Bangsa ini. 

Pengaruh Media Sosial (fb), Instagram, twiter, dll konsep awalnya sebagai ajang silaturahmi dan pengembangan Ilmu pengetahuan, kini sebagai sarana caci maki ketika ada yang berbeda, menebar kebencian. Share, membagikan Tauatan, memposting  dan meng Upload tanpa pernah dibaca isinya menjadi hal biasa.

Siapa mengenal Pak Buni Yani dengan Almaidahnya, Bu Firsa Husen dengan percakapan WA Sexnya, Habieb Novel B dengan Fitsa hats nya, dll itu menjadi Viral dan kini mereka-mereka ditetapkan sebagai tersangka sekaligus menjadi tokoh Nasional atas apa yang tersebar diwaktu yang tepat yaitu pada saat Kontestasi Politik pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Mereka-mereka ini punya sifat ksatria atas  perjuangannya dengan resiko-resiko dibanding sifat Dalang yang cenderung memainkan wayang dan  bersembunyi dibalik layar. 

Itu semua menjadi tantangan bagi POLRI dan TNI, Sinergitas dan soliditas Polri dan TNI merupakan suatu kemutlakan demi menjaga keutuhan Bangsa ini dari rongrongan Eka, Eki dan lain-lain yang mulai nampak terlihat. Semoga bermanfaat

medio (28/02/17) Prayit H, SH

SEKEDAR TAHU

SEKEDAR TAHU, . . . !!!!,  BERFIKIR DAN MENGHINDARKANNYA

Semua jenis Narkoba tentulah sangat berbahaya. Akan tetapi kita perlu mengetahui lebih dalam tentang Narkoba jenis Shabu untuk dapat memahami mengapa begitu berbahaya dan menebar " TEROR " bagi Kita maupun anggota keluarga Kita. Narkoba lain seperti Heroin atau Kokain memiliki musim panen. Akan tetapi Shabu merupakan Narkoba Sintetis (NS) yang dapat dibuat kapan saja dari bahan-bahan yang keseharian ada disekitar kita. Bahaya maut Shabu sangat dekat dengan kita, dan atau orang-orang yang kita kasihi.
Shabu hanyalah sebutan yang popular di Indonesia untuk zat Adiktif yang disebut Methamphetamine (meth). Bentuknya seperti butiran Crystal putih seperti butiran gula yang lebih besar sedikit sehingga ada yang menyebutnya " Crystal meth ". Selain berbentuk butiran crystal, Meth juga tersedia dalam bentuk tablet, biasanya dicampur bahan lain seperti Kafein. Sebutan lain dari Methamphetamine (Meth) adalah : 
- (Jepang, Indonesia) : Tina, Glass, Ice, Crystal, Crank, Chalk, Speed, Shabu, 
- (Thailand) : Nazi Dope, Annie’s Dope, Annie, Poor Man’s Cocaine, Ya ba , dll. 

Efek-efek yang dirasakan selama mengkonsumsi Shabu hanyalah tipuan sementara. Sekali menggunakan Shabu, sesungguhnya pemakainya telah melakukan perjanjian jangka panjang dengan iblis. Dalam pemakaian Shabu selanjutnya, efeknya akan menghantam balik. Obat ini menyerang otak, melemahkan tubuh dan pikiran, membuat pecandunya menderita Paranoid, Agresif berlebihan bahkan gila. Sekali digunakan, kebutuhan dosisnya akan semakin tinggi atau meningkat.

Dalam otak manusia terdapat pusat kesenangan yang disebut Nucleus Accumbent. Di titik ini terjadi pelepasan Dopamine, yaitu bahan kimia alami yg menimbulkan rasa senang. Makin banyak dopamine dilepaskan, makin senang kita rasakan. Kesenangan sesungguhnya merupakan ’hadiah’ yang diberikan otak kepada manusia. Salah satu puncak kesenangan normal adalah  seks dan makan. Dalam kedua aktivitas itu, Dopamine dilepaskan otak dan menimbulkan rasa senang dan nyaman.

Inilah yang sebetulnya terjadi: saat mengkonsumsi shabu, ia langsung menuju pusat kesenangan, nucleus accumbent. Makanya si pemakai langsung teler dalam keadaan santai dan nyaman. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa 150 unit dopamine dilepaskan otak pada saat makan atau melakukan aktivitas seks. Akan tetapi shabu menipu otak agar melepaskan lebih banyak dopamine. Sekali pemakaian, Shabu bisa memicu pelepasan 1200 unit dopamine. Shabu memaksa otak bekerja keras 3,5 kali lebih keras dibandingkan efek kokain, atau 6 kali lebih keras dari aktivitas normal manusia.

Meth atau Shabu pun mulai bekerja merusak otak. Otak yang dipaksa melepaskan dopamine berlebihan, pun melakukan perlawanan secara alami. Otak mulai mematikan sel saraf yg terlalu aktif melepaskan dopamine. Akibatnya, pada titik tertentu pemakai shabu mulai merasakan perubahan dari tingginya dopamine (kesenangan) menjadi semakin sedikit dopamine karena sel-sel saraf otak yg mulai mati.

Akibatnya para pecandu mulai kehilangan rasa melayang itu tetapi tetap berusaha mengejar rasa senang yang sempat mereka nikmati dalam kemabukan. Mereka akan terus berusaha mencapai titik itu dengan pemakaian shabu yang tentu dosisnya semakin ditingkatkan, sampai berhari-hari lamanya sampai mendapatkan sengatan dopamine yang makin lama makin jarang. Lama kelamaan pemakaian shabu dengan dosis yang semakin meninggi membuat otak tidak dapat bekerja, dan meth/shabu mulai mengambil alih pikiran pemakainya.

Di titik ini pemakai shabu mulai berhalusinasi. Melihat hal-hal yg tidak nyata, mendengar suara-suara dan sebagainya. Salah satu halusinasi misalnya merasa tubuhnya dikerubuti serangga sehingga si pemakai shabu mulai menggaruk tak henti. Halusinasi berlanjut, ia mulai menggaruk dengan benda kasar, bahkan menusuk-nusuk tubuhnya untuk mengejar ’serangga’ yang dirasakannya masuk ke dalam lukanya. Tidak heran tubuh pecandu meth biasanya penuh luka bekas cakaran atau tusukan.

Selama mabuk shabu, pemakainya jarang makan dan minum, pasokan air liur di mulut menjadi berkurang. Akibatnya gigi dan gusi menjadi keropos tak terkira. Bencana lainnya adalah kerusakan organ-organ vital seperti ginjal, paru-paru, lambung, hati dan otak. …serta tentu saja tampilan fisik yang menyedihkan (Psikologis dan atau Neorologis)

Serangan meth ke otak membuat si pemakai shabu terancam kehilangan usianya, yaitu selama ia memakai dan tergantung pada obat iblis tersebut. Usia bertambah, tetapi otaknya melemah sehingga perkembangan pikirannya terhenti. Dalam hitungan bulan, otak mulai melemah dan tampilan wajah semakin kuyu dan tua. 

Tampilan pemakai Narkoba menggambarkan hebatnya kerusakan organ-organ vital tubuh bagi penggunanya. Menyadari ancaman Narkoba terhadap jiwa-jiwa penggunanya. Jika tidak ditangani segera, sesungguhnya pengguna Narkoba telah mati di selama hidupnya.
Mereka memerlukan bantuan kita yang mau peduli terhadapnya. Tetapi yang tidak kalah penting adalah menyadari bahwa bahaya Narkoba begitu dekat dengan Anda dan Kita semua.

Demand Reduction or Supply Reduction Apakah Sudah Selesai.. . . . ???

Narkoba dalam berbagai wujudnya merupakan salah satu bentuk nyata iblis dalam dunia. Dia menawarkan kesenangan sesaat, selanjutnya adalah penderitaan. Wajah-wajah yang kami temui setiap usai upaya penangkapan  adalah wajah suram, tanpa masa depan. Mereka, para pemakai Shabu telah membuang waktu yang begitu indah dalam hidup dan menyerahkan hidup kepada perangkap Narkoba. Belum lagi efek sosial lain yang ditimbulkan seperti tindak kekerasan, perampokan, penyebaran penyakit hepatitis dan AIDS, serta berbagai efek negatif lainnya. 

A message, 

Jangan sekali-sekali pernah mengenal benda ini, karena pemakainya tidak akan pernah benar-benar sembuh.
Kesabaran dan perjuangan yang tiada henti, berpacu untuk mengalahkan godaan iblis bernama Meth atau Shabu, …whatever, . . .

Semoga bermanfaat.

Prayit H,Sl medio 9/04/2017,

ALAM PUNCAK JERINGO

ALAM PUNCAK JERINGO

Indahnya Alam ini
Ketika laut sedang berombak
Awan berarak-arak memayungi Bumi
Udara segar bertiup dengan sejuknya
Aku berdiri di atas gunung 
Di bawah langit dan Awan
Menghirup sayup udara segarmu
Hanya melihat keindahan alam yang hampir terlupakan
 
Sungguh luar biasa
Aku mempertaruhkannya dengan lelah
Bertahan diri di atas gunung yang hijau
Demi melihat Alam indah 
Keindahan atas ciptaanNya 

Terlihat hamparan tanaman padi luas
Mentari hampir pergi bersembunyi 
Ayam berkokok mulai kembali keperaduannya 
Petani bergegas hendak meninggalkan sawah
 
Padi yang hijau mulai menguning
Pertanda siap untuk dipanen 
Semakin lengkap keindahan semesta dan isinya
Itulah AgungNya
Smoga alam selalu bersahabat, . . . . Amiin 

Prayit H,Sl medio 28/04/2017,

CORETAN KARYA ANAK BANGSA

CORETAN KARYA ANAK BANGSA 

Waktu berlalu silih berganti,
Generasi muda menunggu masa depan ditengah debu jalanan 
Rona uniform penuh coretan Karya menyebar di mana-mana
Euforia anak Bangsa penuh suka dan duka
Berpacu berlari melawan debu kecil 
Demi mencapai cita-cita sesungguhnya
Ingin menunjukkan kepada bangsa, inilah Aku 
Anak Bangsa penuh dengan coretan Karya  

Ditengah hiruk pikuknya jalanan 
Menghapus peluh dan dahaga walau yang lain tak berkenan
Namun, satu yang tak pernah hilang 
Semangat menjadi bagian anak Bangsa penuh coretan Karya

Bising knalpot digeber memecah kesunyian 
Demi kepalsuan perjuangan sebagai anak bangsa 
Bermimpi, bertahan diantara keraguan dan keputusasaan
Kemana harus mewujudkannya

Sebagai Anak Bangsa persiapkan dirimu 
Bukan dengan Coretan karya 
Bukan dengan geber Knalpot yang memekakkan telinga
Percayalah, hari esokmu masih panjang 
Dan jangan pernah terbuai dengan perasaan dan euforiamu 

Yakinlah masih ada yang lebih penting diperjuangkan sebagai anak Bangsa, . . . . . 

Prayit H. Sl medio 02/05/2017 

STOP

STOP NARKOBA 

Yang belum jangan sekali-kali mencobanya, jika sudah terlanjur mari segera " STOP " dan Jauhi " NARKOBA " sebelum terlambat, kami siap membantu untuk mengatasinya. Karena, . . . . 
Ada kelompok besar bahaya Narkoba yang sulit dihindarkan jika mengkonsumsinya  : 

Kelompok STIMULAN UPPER (paling atas) yaitu jenis Narkoba yang bekerja mengaktifkan dan memacu kerja otak serta meningkatkan aktivitas dari penggunanya. Terdapat pada KOKAIN, AMFETAMIN, SHABU/METAFETAMIN, Methylenedioxy-Methylamphetamine /MDMA yang biasa dikenal dengan ECSTACY.
Pemakainya Sulit berkonsentrasi dan berfikir, sakit kepala termat sangat, gangguan mental, gangguan mata dan kerusakan pembuluh darah Otak yang pada akhirnya stroke.

Kelompok DEPRESAN DOWN jenis ini menghambat kerja Otak, menghambat aktivitas tubuh, mengantuk, Rasa nyeri dan stress menghilang. 
Terdapat pada Morfin, Heroin, candu dan Opium. Pengaruhnya bisa menimbulkan kematian karena over dosis, dekat dengan penyakit Hepatitis B dan C, HIV/AIDS. 

Kelompok HALLUCINOGEN, Narkoba jenis ini dapat mengubah dan menyebabkan Distorsi Persepsi pikiran, lingkungan serta meningkatkan resiko Gangguan mental.
Terdapat pada GANJA dan jenis LSD/Lysergic Acid Diethylamide.
Pengaruh penggunanya diantaranya daya Ingat berkurang, perubahan Emosi, Depresi, selalu Cemas dan Panik. 

Semoga bermanfaat, . . . . Prayit H.Sl medio 18/07/17

NYINYIR

NYINYIR 

Iya " NYINYIR " namanya, begitulah kira2 untuk menggambarkan Orang " KEPO " yang suka mengkritik orang lain tidak melihat dirinya sendiri, 

ATAU

Banyak Bacot alias banyak Mulut, suka ngomel, Bawel atau cerewet, suka nge - Gosip sana sini. 

Rupanya " NYINYIR " ini seperti virus yang lagi berkembang di Negri ini, belum ditemukan Anti virusnya. Lebih berbahaya dari penyalahgunaan Narkotika jenis Shabu. Virus " NYINYIR " ini jenis virus baru seperti Narkoba jenis " FLAKA " siapapun yang terkena seperti orang Gila atau Sinting. 

Pak Ahok tersangka " Nyinyir ", HRS tersangka " Nyinyir ", Pak Buny Yani tersangka " Nyinyir ", Pak SN tersangka " Nyinyir ", Aparat ditikam " Nyinyir ", BOOOOM meledak " Nyinyir ", Teroris ditembak mati " Nyinyir, penggerebekan gudang beras PT IBU " Nyinyir ", RUU Pemilu " Nyinyir " sampai dengan. . . . . Bapak Presiden Sholat pun " Nyinyir ". Yaaaach. . . .Semoga Bangsa dan Negara Besar ini segera menemukan Anti Virusnya, setidaknya Virus " NYINYIR " ini tidak leluasa berkembang biak di Negeri yang " Gemah Ripah Loh Jinawi  ", Negeri yang Toto Tentrem Kertoraharjo ini, . . . Amiin

Prayit H.Sl medio 26/07/17

MEDSOS - ORANG TUA

Oleh : Prayit Hariyanto, SH 
Kanit 2 Cyber, Krimsus
Polda ntb

MEDSOS DAN ORANG TUA 

Orang tua adalah bapak dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, Orang Tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak-anaknya, dan panggilan ibu/Bapak dapat diberikan untuk perempuan/pria yang " bukan " orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi Peranan ini, dengan tidak memandang usia.

Yang terkhir inilah dikatakan sebagai Orang yang di " Tua " kan dalam kehidupan ditengah Masyarakat, Bisa juga dikatakan sebagai " Pinisepuh " artinya orang yang dituakan, sebagai Pemimpin, orang yang dianggap berjasa dan sebagainya. 

Sayang peran beliau-beliau ini sepertinya nyaris terabaikan, sudah tidak dianggap ada, Kuno, Kolot, ketinggalan Jaman, ucapannya tidak didengar. 
Awas loo, kalau nggak dengar nasehat " Orang tua " bisa kualat, . . . . kata-kata ini sudah nyaris tak terdengar sebagai Petuah.

Karena, . .

Orang Tua Jaman sekarang ada di " MEDSOS ", 

Masalah keluarga, mengadu ke Medsos
Masalah Rumah Tangga, mengadu ke Medsos
Masalah Anak, mengadu ke Medsos
Masalah dengan Pacar, mengadu ke Medsos
Tidak punya Pacar, mengadu ke Medsos
Lagi galau, menulis status di Medsos
Baru terima honor, pamer di Medsos
Giliran ditagih hutang nggak ada yang ngadu di Medsos, . . . . . 
kali ini " Orang Tua ", yang dicari untuk mencari solusi . . . 

Disinilah perlu dipahami perbedaan antara " Manusia dan Menjadi Manusia " hanya yang bijak yang mengerti tentang itu, . .

#edisi curhat

Prayit H.Sl 05/11/17

KORUPSI

KORUPSI


" KORUPSI " iyaa, . . . . Korupsi itulah namanya kalau di Indonesia lebih tenar ketika pelakunya ter " OTT " KPK, ter " Tangkap " oleh Kepolisian dan atau Kejaksaan, apakah tuntas disetiap kasusnya, . . . . . . Yaaach " Wallahu a'lam bishowab ", . . . semua tempat dan pelakunya pernah ditenarkan berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahunan dengan nama " Korupsi " ini, ada di DPR, Instansi Pemerintahan dan atau swsata, di lembaga2 lain yang nota bene penegak Hukum, di Kepolisian, di Militer, di Kejaksaan, Mahkamah Agung, Kehakiman bahkan ada juga di instansi kementrian Agama. Hanya " Korupsi " satu nama ini begitu terkenal karena bisa singgah dihampir semua Instansi atau lembaga dan transit dibeberapa tempat, sepertinya belum pernah terdengar transit di " Alexis ", atau mungkin KPK belum mau mendahului masuk Syurga dari Alexis, atau mungkin Kepolisian nervous melihat syurganya Alexis, dan atau Kejaksaan bisa sakit jantung ketika tahu bahwa di Alexis ada Syurga. maaf Syurga " Syurga " Dunia Maya, . . . . hehehehehe, 

Ternyata bukan di Indonesia saja nama " Korupsi " membuat lembaga atau instansi dan atau orang terkenal bahkan Tenar, di Arab Saudi pun lagi dehebohkan dengan yang namanya  " Korupsi ", nama itu kini melekat pada diri Pangeran Alwaleed bin Talal karena skandalnya dari pada ketika Alwaleed bin Talal ini Protes dan Murka als ngambek karena " Forbes " memasukkan dirinya dalam urutan ke 26 dalam Daftar orang terkaya dunia di tahun 2013 yang seharusnya masuk dalam daftar 10 besar, seperti yang diinginkan. Bisa juga " Fobes " Salah Hitung, mudahan kali ini Fobes benar dan tidak salah hitung berapa Kekayaan Pangeran Alwaleed bin Talal dari hasil hingga nama " Korupsi " melekat padanya dan tidak diprotes karena menetapkan daftar 10 besar orang ter " Korup " hanya karena salah Hitung. . . . @ooh uang-uang 🤔

MAHAR

MAHAR POLITIK 

Tokoh Nasional yang menjadi Pemimpin Bangsa ini, kebanyakan tidak dilahirkan dari Partai Politik, sebaliknya partai politik besar karena pengaruhnya, magicnya, kekuatannya. Ketika Orde Lama PNI besar karena Bpk Ir. Soekarno, Golkar besar karena Bpk Soeharto saat Orde Baru berkuasa, demikian juga ketika Orde Reformasi Demokrat besar karena Bpk. SBY, Gerindra karena Bpk. Prabowo Subianto, PKB besar karena Bpk KH Abdurrahman Wahid, PAN karena Bpk Amien Rais, setelah tumbangnya PDI Suryadi, Ibu Megawati Soekarno Putri merevolusi PDI menjadi PDI Perjuangan dan PDIP pun besar karenanya demikian partai-partai yang lainnya walau pada akhirnya satu persatu berguguran karena ketokohannya masih diragukan.
Kehebatannya Pak Prof. DR Yusril Ihza Mahendra, KH Zaenudin MZ, Sri Bintang Pamungkas, Budiman Sujatmiko, Rhoma Irama, masih belum bisa berkiprah lebih jauh.

Kini partai Politik mulai goyah kehilangan keseimbangannya karena nyanyian merdunya " Bpk La Nyala Mataliti " dan Brigjend Pur Siswandi yang gagal karena Mahar Politik. Benar atau tidak kini menjadi Polemik. 

Memang tidak mudah mencetak pemimpin Bangsa saat ini, walau  ketokohannya sudah tidak diragukan lagi, kalau tidak ada Mahar, . . . . 

Sebenarnya pengertian " Mahar " atau mas kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat pernikahan, 
Kini " Mahar " dijadikan sebagai alat politik untuk melegitimasi calon pemimpin Bangsa, tidak heran kalau sekarang jalur " Independen " sebagai pilihannya dari pada jalur yang mengukur kekuatan Mahar.
Yaaah, . . .   apa jadinya jika pemimpin Bangsa ini dicetak dari " Mahar " Politik, . . . . ???? Wallahu'alam bisowab.

Pratit H.Sl 18/01/18