Senin, 03 Februari 2020

HATERS

HATERS


Hidup di zaman " HATERS " yang hidupnya diselimuti kebencian sejak dalam fikiran dan kandungan  rasanya sangat sulit untuk menemukan secercah keadilan. Apalagi arus politik yang menyeret kita menjadikan sedemikian " Oposisi Biner ". 

Kita diam-diam gagal beranjak dari peristiwa politik pemilihan Presiden yang menyeret kita menjadi orang yang Simplifistik atau sederhana, kalau bukan mendukung si A berarti anteknya si B. Kalau simpatisan si A berarti pemuja si B begitu seterusnya . . . . . . 

Kita sedemikian gegabah dalam menilai. Kita mudah menjatuhkan penilaian tanpa dulu memilah dan memilih data, bersikap obyejtif, mengunyah Informasi tanpa harus menelaahnya terlebih dahulu. Kita menjadi masyarakat " Sampah Informasi ", meminjam analisis para pakar. Sebab nyatanya hari ini kita dikuasai Informasi, bukan malah menguasai Informasi. Buktinya, jelas . . . .

Produk cara berpikir yang " oposisi Biner " atau membagi dua kelompok dan cenderung simplifistik atau sederhana adalah cara berpikir masyarakat yang " kering " akibat tak memiliki kemampuan mengunyah informasi yang demikian biak dengan cara yang baik. 

Jika manusia tak mampu menangkap " Nuansa " bahasa maka celakalah dia. Kita bilang begini tapi ditangkapnya begitu. (Sapardi Joko Damono) 

Nah, dalam konteks berlaku adil, berlakulah adil terhadap apa saja, siapa saja serta fenomena bagaimana saja. Konon manusia, dan memang kenyataannya demikian, tidak bisa berlaku, bertindak bahkan bicara secara adil jika sudah menyangkut urusan " perut " kebawah. 

Dari tulisan diatas tak heran jika muncul Jonru Ginting, Saracen, MCA, . . . Selaku agent " HOAXXXX " Karena " Oposisi Biner " tadi. Kenapa saya tidak memberi " titik " dibelakang MCA, karena embrionya akan tetap biak. Entahlah apa istilahnya, karena masih belum menemukan Formula penangkalnya. 

" PERANGI HOAX " dan NKRI harga mati 

Dari ; " Hidup di zaman sekarang susah sekali berbuat adil, mas ! " FA.

Prayit H. Sl 22/03/18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar