BANGSAKU KINI
Ketika Reformasi berhasil menumbangkan kepemimpinan Bapak Pembangunan tahun 1998 dimotori oleh Mahasiswa dan tokoh Politik yang sampai sekarang masih exist, tidak lantas pelaku utamanya pun menggantikan puncak kepemimpinan Bangsa ini, yang berjuluk Bapak Reformasi Indonesia pun dalam perjalanan karir Politiknya hanya berkutat di DPR dan MPR tidak mampu bersaing di puncak kekuasaan. Sementara tokoh lainnya begitu diberikan kesempatan, diberikan Amanah, diberikan peluang ternyata tidak lebih baik dari pada yang ditumbangkan. Mereka satu persatu berguguran menghadapi proses hukum terhadap Kasus yang membelitnya, ternyata mengatur sebuah Negara tidak seperti lidah bersilat, " Karmakah " . . . ?????, Wallahu A'lam Bishawab . . . .
Kini Bangsa ini menghadapi tantangan dan peristiwa demi peristiwa yang hampir mirip 19 tahun lampau. Telah terjadi perang Opini ada yang Pro ada juga yang Kontra, baik melalui media massa, media sosial, media elektronik dan bahkan perang terbuka yang hampir setiap saat bisa di lihat siaran Televisi. Suguhan yang sangat menarik untuk dicermati namun tidak untuk pendidikan Politik yang baik, mengeluarkan Energi yang cukup besar dari 411, 212 sampai Pawai Kebhineka Tunggal Ika an hingga saat ini apa yang menjadi tuntutan dan keinginan tidak sebanding dengan Ribuan bahkan Jutaan pengerahan massa dengan tujuan kurang begitu jelas namun Nampak Kepentingannya. Ada yang mengambil Jargon Sholat Jum'at berjama'ah ada pula yang ingin keberagaman dan Kebhineka Tunggal ika an dalam koridor Pluralisme tetap berjalan sebagaimana cita-cita pendiri Bangsa.
Tidak sedikit budget yang dikeluarkan, Ratusan juta bahkan Milyaran Rupiah sia-sia yang seharusnya bisa dipergunakan untuk kepentingan yang lebih urgen. Rupanya masa silam Bangsa ini tidak menjadikan pengalaman dan pembelajaran untuk mengelola Bangsa Besar ini. Reformasi telah menghasilkan banyak tokoh-tokoh yang dulu tidak terkenal, kini menjadi Tokoh Nasional, yang dulunya pendiam kini banyak bicara, yang dulu sebagai pengkritik kini jadi penebar fitnah, pada akhirnya sial tidak bisa dihindari mereka-mereka kini terdiam sejenak, berfikir dan termenung setelah menginap beberapa saat di rumah tanpa sewa dengan fasilitas seadannya, ternyata ketika sebuah Regulasi ditegakkan mampu membungkam para provokator pemecah belah Bangsa.
Sekarang sudah waktunya Aparat pemerintah, Polisi dan TNI mengatakan " Cukup sampai di sini " sebelum terjadi masalah yang lebih besar lagi, karena saya yakin bahwa kedua Aparat Pemerintah ini tidak perlu diragukan jiwa Nasionalismenya untuk menjaga keutuhan NKRI dan tetap berkibarnya Bendera Merah Putih.
Prayit H.Sl medio (21/01/17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar